Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Keadaan Dunia Yang Telah Terbalik


Hans dan seratus ribu prajurit super memilih tetap tinggal di Dunia Monster, saat Noah menawarkan pada mereka kembali ke Bumi. Mereka memilih tetap tinggal untuk sementara waktu di Dunia Monster, dikarenakan mereka bisa melatih insting bertarung jauh lebih baik, daripada apa yang mereka lakukan saat di Bumi.


Mendengar penjelasan Hans dan melihat peningkatan kekuatan prajurit super selama di Dunia Monster, Noah berpikir untuk mengirim semakin banyak prajurit super, dan dia semakin yakin akan melakukan pertarungan terakhir dengan Penguasa Dunia Monster, di tempat yang menjadi wilayah kekuasaannya.


Dikarenakan Hans dan seratus ribu prajurit super memutuskan tetap tinggal di Dunia Monster, Noah kembali ke Bumi hanya bersama seluruh kekasihnya, dan sekarang mereka telah siap kembali ke Bumi.


Perjalanan dari Dunia Monster ke Bumi hanya berlangsung dalam satu kedipan mata, dan mereka semua muncul di halaman belakang Mansion keluarga Ludwing.


Banyak prajurit super yang sangat senang menyambut kedatangan Noah dan seluruh kekasihnya, tapi mereka sedikit asing dengan empat wanita, yang merupakan kekasih baru Noah, selama berada di Dunia Monster.


Adapun keluarga besar Noah, mereka segera berbondong-bondong pergi ke halaman belakang untuk bertemu dengan Noah dan seluruh kekasihnya.


Sekarang hanya ada dua keluarga besar, yang berhubungan dengan Noah. Keluarga Ludwing yang merupakan keluarganya, dan Keluarga Milito, yang merupakan keluarga seluruh kekasihnya.


Itu semua bisa terjadi karena Kakek Ellena mengangkat selurub ayah mertua Noah menjadi putranya, dan mereka semua sepakat melebur menjadi keluarga Milito.


Untuk kekasih Noah yang tak memiliki keluarga, mereka juga resmi menjadi anggota keluarga Milito, dan saat ini seluruh Dunia bahkan tau sebesar apa kekuasaan keluarga Ludwing dan keluarga Milito.


Kedua keluarga memiliki kekuasaan yang luar biasa besar dan sangat berpengaruh, bahkan kedua keluarga samasa pernah menghancurkan sebuah negara hanya dengan kata-kata.


Sejak saat itu tidak ada lagi yang berani berurusan dengan kedua keluarga, apalagi setelah seluruh Dunia tau kalau prajurit super merupakan pelindung kedua keluarga. Mereka yang ingin mengusik kedua keluarga seger saja mengibarkan bendera putih, pertanda mereka menyerah.


Victoria, Flora, Lamia, dan Lumia, secara resmi Noah memperkenalkan mereka sebagai kekasih barunya, dan dia juga menjelaskan pada keluarga besarnya jika mereka berempat bukanlah manusia tapi juga bukan golongan monster yang berhati jahat.


Setelah acara perkenalan dan acara melepas rindu selesai, Noah yang ditemani si kecil Jihan dan juga ada Yuna serta Joy, mereka sekarang sedang berkeliling kota.


Sebenarnya Noah ingin mengajak semua wanita, tapi mereka masih ingin berlama-lama kumpul dengan keluarga, sementara Victoria, Flora, Lamia serta Lumia, sekarang mereka masih menikmati teknologi modern yang ada di Mansion keluarga Ludwing.


[Tuan, keadaan Bumi sepertinya benar-benar jauh lebih aman setelah banyak sarang monster yang telah dihancurkan. Mungkin dalam satu hari satu malam hanya ada belasan portal dimensi yang muncul]


“Setelah seluruh sarang monster hancur dan aku berhasil mengalahkan Penguasa Dunia Monster, aku yakin keadaan Bumi akan kembali normal seperti sedia kala,” kata Noah.


[Dengan kekuatan Tuan yang sekarang, aku memiliki keyakinan sebesar 100 persen, Tuan bisa mengalahkan Penguasa Dunia Monster, beserta sisa-sisa monster yang ada di Dunia itu]


Noah yang sedang mengemudikan mobil dengan Jihan senantiasa duduk di pangkuannya, dia mengangguk pelan saat mendengar perkataan sistem. Joy dan Yuna yang pergi dengan Noah, mereka tau alasan Noah mengangguk, dikarenakan mereka turut mendengar perkataan sistem.


“Sistem, aku benar-benar akan menghajar Penguasa Dunia Monster, seandainya dalam waktu dekat aku bertemu dengannya, tapi entah kenapa aku sama sekali tidak terpikir untuk membunuh sosok itu,” ungkap Noah, yang memang benar dia ingin memukuli Penguasa Dunia Monster, tapi dia tak ada keinginan untuk membunuhnya.


[Aku yakin Tuan akan mengetahui alasan kenapa tidak memiliki keinginan untuk membunuhnya, begitu Tuan bertemu dengannya secara langsung]


“Huh, ya sepertinya aku harus bertemu dengannya secara langsung, untuk mengetahui alasan dari apa yang aku rasakan,” kata Noah, lalu dia tak lagi berbicara dengan sistem, dan lebih fokus pada jalanan, kedua kekasihnya, serta si kecil Jihan.


Noah yang sedang mengemudikan mobil mengelilingi Ibukota, dia dapat merasakan hangatnya sinar matahari, sesuatu yang untuk saat ini tidak bisa dirasakan saat berada di Dunia Monster.


“Apa kalian ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Noah pada Joy dan juga Yuna, yang duduk tenang di kursi belakang sambil menikmati suasana siang Ibukota yang tak terlalu padat, selayaknya sebelum munculnya portal dimensi dan juga monster.


“Cuaca mulai panas, bagaimana kalau kita menikmati yang segar-segar?” tanya balik Yuna.


“Aku sangat setuju, dan sepertinya es kelapa muda sangat cocok diminum saat cuaca sedang panas-panasnya seperti saat ini,” ungkap Joy.


Noah mengangguk setuju, dan segera dia pergi mencari keberadaan pedagang, yang menjual es kelapa muda, minuman favoritnya saat dia masih menjadi anak kuliahan, bahkan sampai sekarang masih menjadi minuman favoritnya, tapi sudah lama dia tidak meminumnya karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.


Tak lama mencari, Noah melihat penjual es kelapa muda, yang kebetulan telat berada di kampus tempat dia dulu menimba ilmu, dan sepertinya itu adalah penjual es kelapa muda langganannya, sejak bertahun-tahun yang lalu.


Memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia, Noah segera keluar dari mobilnya sambil menggendong Jihan, lalu diikuti oleh Joy dan Yuna, tak ketinggalan Jacob yang sejak tadi hanya diam ikut keluar dari mobil.


Jacob diam bukan karena ingin, tapi dia fokus melihat informasi kemunculan portal dimensi, yang sampai siang ini belum ada informasi tentang kemunculan portal dimensi.


Saat Noah dan kedua kekasihnya serta si kecil Jihan keluar dari mobil, banyak orang yang terpukau dengan penampilan mereka, termasuk dengan penampilan Jacob yang keluar paling akhir.


Jika kecantikan Joy dan Yuna membuat pria tak berkedip dan banyak wanita yang iri saat melihat kecantikan mereka. Ketampanan paripurna Noah justru membuat para pria insecure dan akhirnya mereka menunduk.


Sedangkan para wanita yang melihat Noah, mereka benar-benar terpesona bahkan ada yang sampai mimisan. Beruntung tak ada yang sampai pingsan. Selain memalukan, itu juga akan membuat repot orang lain yang berada di sekitarnya.


“Pak, es kelapa mudanya empat,” kata Noah memesan minuman favoritnya, dan dia jelas begitu ingat wajah penjual es kelapa muda, yang dia yakin telah melupakannya karena banyaknya perubahan terjadi pada dirinya.


“Tuan dan Nyonya bisa duduk di tempat yang sudah tersedia sambil menunggu pesanan datang,” kata penjual es kelapa muda cukup sopan.


Noah yang masih menggendong Jihan, dia segera duduk di tempat yang sudah tersedia, begitu juga dengan Joy, Yuna, dan Jacob.


Tak lama pesanan mereka akhirnya datang, dan mereka sangat menikmati minuman sederhana yang sangat menyegarkan, serta rasanya tak pernah membuat bosan.


Sebenarnya Noah dan yang lainnya sadar jika sedari tadi banyak orang sedang memperhatikan ke arah mereka. Akan tetapi mereka memilih mengabaikan orang-orang itu, dan fokus pada apa yang sedang mereka lakukan.


Setelah puas menikmati es kelapa muda, Noah menyerahkan Jihan pada Joy untuk dibawa masuk ke dalam mobil lebih dulu, dikarenakan dia ingin membayar apa yang mereka habiskan.


“Tuan, biar aku yang menyelesaikan pembayaran!” kata Jacob, dan Noah hanya mengangguk saat mendengarnya, lalu dia menyusul masuk ke dalam mobil, menunggu Jacob menyelesaikan pembayaran.


Setelah Jacob kembali ke dalam mobil dan sekarang dia yang berada di belakang kemudi mobil, mobil segera melanju dengan kecepatan sedang, diikuti oleh tiga mobil yang masing-masing mobil berisikan lima prajurit super dengan persenjataan lengkap.


“Paman Jacob, arahkan mobil ke tempat-tempat yang sedang di bangun ulang, akibat serangan monster!” perintah Noah.


“Baik, Tuan,” balas Jacob, dan dia segera mengarahkan mobil menuju kawasan tepian pantai, dikarenakan saat ini sedang dilakukan pembangunan besar-besaran, untuk membangun kembali kawasan pantai yang rusak parah akibat serangan monster.


Pembangunan kali ini dilakukan oleh pemerintah pusat, dan dalam pengawasan serta penjagaan prajurit super, yang menurunkan personel sekitar seribu orang.


Sementara itu, di Mansion keluarga Ludwing, dengan dibimbing oleh Agnes dan Sasa, keempat wanita yang sebelumnya asing dengan teknologi di Bumi, sekarang mereka sudah mulai terbiasa.


Victoria dan Lumia sangat antusias dengan yang namanya televisi, sementara Flora dan Lamia, mereka antusias dengan ponsel, dan terus memainkannya.


Untuk wanita yang lain, ada yang sedang berjemur, ada juga yang sedang menikmati pijatan, dari pemijat profesional, yang didatangkan langsung ke Mansion keluarga Ludwing.


Tiba makan siang, mereka tidak makan siang di satu tempat karena sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing, terutama Victoria, Flora, Lamia, dan Lumia, yang masih mencoba membiasakan diri dengan semua hal baru yang mereka jumpai di Bumi.


Jika biasanya Mansion keluarga Ludwing sepi karena hampir semua orang tinggal di Mansion keluarga Milito dan Mansion lain di dekat Mansion keluarga Ludwing, saat ini Mansion keluarga Ludwing benar-benar ramai, karena para wanita yang senantiasa berisik dan cenderung sangat aktif.


Sore hari Noah, Joy, Yuna, Jihan dan juga Jacob akhirnya kembali ke Mansion keluarga Ludwing, dan kedatangan mereka langsung disambut oleh para wanita, yang sedang berkumpul di ruang keluarga, setelah menyelesaikan aktivitas masing-masing.


Menyerahkan Jihan ke tangan Ibundanya untuk dimandikan, Noah segera saja pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, begitu juga dengan Yuna dan Joy. Untuk jacon, dia kembali ke halaman belakang Mansion keluarga Ludwing, ke tempat kerjanya.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Noah, Joy dan Yuna ikut berkumpul di ruang keluarga, dan mereka sangat menikmati kebersamaan di tempat yang sekarang terasa jauh lebih aman, dikarenakan semakin jarangnya portal dimensi yang muncul.


“Sayang, malam ini kami mau jalan-jalan, sekaligus melihat secara langsung ada tidaknya portal dimensi yang muncul, dan kalaupun ada apa jumlah mereka masih banyak seperti hari-hari yang lalu,” kata Agnes.


Noah mengangguk mendengarnya. “Apa aku tidak kalian ajak pergi bersama?” tanyanya, sambil menatap bergantian seluruh kekasihnya, dan dia melihat mereka semua menggelengkan kepala.


“Malam ini hanya kita yang akan pergi,” ungkap Anggun.


“Kalau begitu, aku bisa istirahat lebih awal,” kata Noah, dan dia mengizinkan mereka keluar melakukan apa yang ingin mereka lakukan.


Dia tak begitu khawatir dengan mereka semua, dikarenakan dia yakin tak ada satupun kekuatan di Bumi yang dapat mengusik mereka.


‘Lagipula aku masih bisa mengawasi mereka dari kejauhan,’ batin Noah sambil menikmati camilan yang disodorkan Sasa padanya.


Pada malam harinya para wanita benar-benar pergi untuk melihat-lihat keadaan Ibukota, dan Noah benar-benar istirahat lebih cepat sambil memeluk si kecil Jihan yang begitu nyaman tidur dalam pelukannya.


Di saat Noah dan seluruh kekasihnya menikmati waktu mereka di Bumi, di Dunia Monster, sosok Penguasa Dunia Monster terus saja mendengar kabar buruk tentang semakin berkurangnya populasi monster di Dunia Monster, dikarenakan perburuan yang dilakukan Manusia, Elf, dan juga Iblis yang setia pada Lamia.


Bahkan Vampir ikut memburu monster, dengan dipimpin oleh sosok Vampir kuat bernama Rafael.


Bisa dikatakan saat ini populasi monster hanya tersisa kurang dari empat puluh persen, dan jumlah itu senantiasa berkurang setiap harinya.


Jika di masa lalu para monster adalah sosok pemburu yang sangat mengerikan, kini mereka justru menjadi mangsa dari pemburu, dan keberadaan mereka dicari-cari untuk diburu.


“Hahahaha... Bukannya mempersiapkan kekuatan untuk peperangan terakhir, yang ada kau justru menerima begitu banyak hal buruk, bahkan sebelum terjadinya peperangan,” kata Jiwa Manusia di dalam tubuh Penguasa Dunia Monster.


Karena sangat gatal ingin bicara dengan Jiwa Iblis, akhirnya dia menggunakan kekuatannya untuk membuka kekuatan Iblis yang membungkam mulutnya, dan sekarang dia dapat kembali bicara dengan bebas tanpa harus takut kembali di bungkam.


“Kau benar-benar berisik, kalau saja aku tidak membutuhkan kekuatanmu, sudah sejak dulu aku membunuhmu!” kata Jiwa Iblis yang belum juga sadar jika kekuatannya semakin melemah, dikarenakan Jiwa Manusia secara perlahan menyerap kekuatannya, dan merubahnya menjadi kekuatan jiwanya.


Saat ini setidaknya kekuatan jiwanya hampir setara dengan kekuatan Jiwa Iblis dan tinggal sedikit lagi mereka akan memiliki kekuatan yang setara.


Semua itu bisa terjadi karena perasaan marah yang akhir-akhir ini terus dirasakan oleh Jiwa Iblis, dan itu benar-benar membuatnya lengah, sampai dia tidak sadar jika Jiwa Manusia terus menggerogoti kekuatannya.


“Nyatanya kau tidak akan pernah bisa membunuhku karena kekuatanku sangat kau butuhkan untuk mengalahkan musuh-musuhmu. Kalau aku mati, jelas kau akan lebih muda untuk dikalahkan,” kata Jiwa Manusia, yang terus saja ingin memancing kemarahan Jiwa Iblis, karena dengan begitu semakin mudah dia mengambil kekuatannya.


‘Teruslah marah, dan akhirnya kau akan mati di tanganku!’ katanya membatin, dan karena memiliki jiwa berbeda, Jiwa Iblis tak mendengar semua itu.


......................


Di Dunia Monster.


Keberadaan monster yang ada di Dunia Monster yang biasanya sangat ditakuti oleh makhluk lain yang menghuni Dunia Monster, kini justru sebaliknya, merekalah yang takut bertemu dengan kawanan manusia, yang tak pernah bosan memburu mereka.


Sekalipun mereka bersembunyi, tetap saja keberadaan mereka dapat diendus oleh para manusia, dan dengan sangat mudah tempat persembunyian mereka ditemukan.


Banyak dari mereka yang akhirnya memilih bersembunyi atau sekedar mencari perlindungan di istana Penguasa Dunia Monster, yang saat ini di tempat itu sudah dipenuhi ratusan ribu monster, dan jumlah mereka terus bertambah.


Namun, banyak dari mereka yang mati di tengah-tengah jalan karena bertemu dengan rombongan manusia, yang sedang mencari keberadaan mereka.


Keadaan Dunia benar-benar telah terbalik. Tak lagi ada monster yang berkuasa, bahkan sampai detik ini Penguasa Dunia Monster hanya bisa marah-marah di tempat, dan tak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi para monster di luar sana.


Sudah banyak monster kuat yang dia kirim untuk mengalahkan Manusia, Elf, Iblis maupun Vampir, tapi hasilnya mereka semua tak ada yang kembali, dan bisa dipastikan mereka semua telah mati.


Semua hal buruk yang dialami para monster baru berlangsung dalam beberapa hari terakhir, dan jumlah mereka berkurang sangat cepat. Mungkin saat ini jumlah mereka tak lebih dari dua juga monster, tapi jumlah itu akan terus berkurang setiap harinya.


......................


Di tengah malam, keadaan di Bumi sudah mulai tengah, tak seperti bulan-bulan yang lalu, dimana suasana malam terasa sangat mencekam akibat kemunculan portal dimensi dan juga monster.


Semua aktivitas malam mulai berjalan seperti semestinya, dan sampai saat ini belum ada satupun portal yang muncul, membuat orang-orang mulai berpikir jika invasi monster tak lama lagi benar-benar akan segera berakhir.


Swkuruh kekasih Noah yang malam ini berkeliling, mereka bukannya menemukan monster, tapi justru menemukan preman jalanan, yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


“Sepertinya sejak monster mulai enggan datang ke Bumi, sekarang giliran para bidadari yang datang berkunjung ke Bumi,” kata salah satu preman sambil berjalan menghampiri Vika, yang masih berdiri tenang di tempatnya, meskipun dihadapkan pada sosok preman jalanan.


Disaat salah satu preman jalan mendekati Vika, preman lainnya tertawa sambil sesekali meminum minuman yang baunya sangat merusak penciuman, tapi tawa mereka seketika kenyal tak lagi terdengar, saat melihat preman di hadapan Vika tumbang dengan kepala terpisah dari tubuhnya.


“Bukannya itu sedikit kejam?” tanya Prilly sambil menatap Vika yang hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya sendiri.


“Aku tidak sengaja melakukannya. Mungkin karena terlalu terbiasa melawan monster, aku jadi terlalu banyak menggunakan tenaga saat berhadapan dengan manusia lemah seperti orang ini,” kata Vika, sambil menunjuk pria yang mati di tangannya.


Wanita lain hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Vika, dan mereka sama sekali tidak peduli dengan preman lain yang mulai ketakutan, bahkan ada yang sampai kencing di celananya.


Mereka mengira para wanita tidak semengerikan para monster, tapi nyatanya mereka jauh lebih mengerikan, dan mereka tidak bisa bergerak karena rasa takut.


“Kami akan membiarkan kalian hidup, asalkan bawa pergi mayat teman kalian dari hadapan kami!” kata Ellena.


Para preman yang ketakutan, mereka segera membawa mayat teman mereka, lalu pergi menjauh dari para wanita yang benar-benar membuat mereka ketakutan.


“Sebaiknya kita pergi melanjutkan perjalanan,” kata Anggun, dan merekapun pergi melanjutkan perjalanan, perjalanan mengelilingi Kota.