Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Ancaman Yang Sesungguhnya


Di sebuah pertemuan yang mempertemukan empat kelompok besar yang selama ini bekerjasama untuk menjatuhkan saingan bisnis mereka, masing-masing kelompok diwakili pemimpin mereka, dan pertemuan kali ini adalah untuk membahas musuh dari salah satu kelompok. Musuh salah satu kelompok adalah musuh bersama, jadi siapapun yang menjadi musuh mereka, artinya siapapun itu harus bersiap menghadapi mereka berempat.


Keempat pemimpin kelompok telah hadir, dan menempati tempat duduk kehormatan mereka masing-masing. Sebelum mereka membicarakan masalah utama, mereka terlebih dahulu melakukan makan malam bersama. Seluruh hidangan makan malam telah tersaji di atas meja, dan acara makan malam segera dimulai.


Acara makan malam berjalan begitu hening, karena semua orang hanya fokus pada makanan masing-masing. Begitu selesai makan malam dan para pelayan selesai membersihkan meja tempat mereka makan, empat orang yang sedang berkumpul menunjukkan wajah serius mereka.


“Keluarga Ludwing? Bukannya keluarga itu sudah kita musnahkan beberapa tahun yang lalu, jadi bagaimana mungkin mereka kembali bangkit bahkan jauh lebih kuat dari mereka di masa lalu?” Tanya Prilly, wanita cantik pemimpin kelompok Mafia Black Rose.


“Ternyata dimasa lalu yang kita hanya menghancurkan bisnis mereka di satu bidang, sedangkan mereka memiliki banyak bisnis lainnya, dan aku baru tahu jika mereka ternyata memiliki kekuatan dunia bawah, yang tidak bisa kita dianggap remeh!” kata Miller, pemimpin kelompok Mafia Death Knight.


“Kalau sekarang kita kembali berurusan dengan keluarga Ludwing, artinya kita juga harus siap berurusan dengan keluarga Milito dan juga keluarga Kaivan! Tentu kalian tahu bukan sekuat apa keluarga mereka baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah?” ujar Vita, pemimpin kelompok Mafia Demoness.


“Bagaimana bisa kedua keluarga itu bisa memiliki hubungan dengan keluarga Ludwing? Bukannya selama ini keluarga Ludwing selalu berdiri sendiri karena tidak ingin memiliki hubungan dengan keluarga lain?” tanya Eden, pemimpin kelompok Mafia Pegasus, dan dia adalah orang yang sejak dulu senantiasa bermasalah dengan keluarga Ludwing.


“Hubungan keluarga Ludwing dan kedua keluarga sudah berjalan sangat baik, bahkan aku mendengar kabar terbaru jika ketiga keluarga itu dan beberapa kekuatan tersembunyi, mereka telah menyatukan kekuatan, dan mereka membentuk kelompok bernama Paladin,” kata Miller, yang mendapatkan informasi akurat tentang keluarga Ludwing, dan seluruh orang yang berhubungan dengan keluarga Ludwing.


Suasana menjadi hening setelah mendengar informasi penting dari Miller. Mereka tidak menyangka jika keluarga Ludwing tidak mudah dihadapi, selayaknya keluarga Ludwing di masa lalu. Di masa lalu, dengan mudah mereka menghancurkan keluarga Ludwing, dan saat itu mereka mengira telah benar-benar berhasil menghancurkan keluarga Ludwing, tapi nyatanya semua itu salah kare nyatanya mereka hanya berhasil menghancurkan sebagian kecil bisnis keluarga Ludwing.


“Death Snake juga sudah dihancurkan, padahal mereka salah satu rekan kita yang juga memiliki dendam pada keluarga Ludwing,” kata Vita, yang baru siang ini dia mendengar kabar tentang kelompok Mafia, yang sudah cukup lama menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan kelompok Mafia nya.


Tiga orang lainnya tentu saja terkejut mendengar kehancuran kelompok Mafia Death Snake, padahal dalam pertemuan selanjutnya mereka akan menarik kelompok Mafia itu untuk menjadi bagian dari mereka. Akan tetapi, sebelum melakukannya, kelompok Mafia itu sudah lebih dulu hancur.


“Kelompok Mafia Death Snake memiliki kekuatan hampir setara dengan kita. Berhasil menghancurkan mereka, tentunya itu hanya bisa dilakukan oleh kelompok yang jauh lebih kuat. Apa kamu tahu kelompok mana yang berhasil menghancurkan mereka? Apa itu kelompok baru, atau kelompok lama?” tanya Eden, dan pandangannya segera tertuju pada Vita.


Mendengar itu Vita menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia bicara, “Kelompok yang menghancurkan mereka sangat misterius, bahkan tidak ada petunjuk tentang siapa mereka yang sebenarnya!”


Mendengar itu, tiga orang lainnya dibuat bertanya-tanya tentang siapa kelompok misterius yang berhasil menghancurkan kelompok Mafia Death Snake. “Apa mungkin semua itu dilakukan orang-orang keluarga Ludwing? Bagaimanapun juga sudah sering mereka mengusik keluarga Ludwing, dan apa yang terjadi pada mereka bisa jadi merupakan rencana balas dendam keluarga Ludwing!” ungkap Prilly, dan dia menatap bergantian tiga orang di hadapannya.


“Jika benar itu semua dilakukan oleh keluarga Ludwing, artinya mereka saat ini sangat kuat, dan kita tidak bisa begitu saja mengusik mereka!” kata Miller, yang senantiasa berhati-hati pada siapapun yang menjadi musuhnya.


“Sebaiknya kita kumpulkan sebanyak-banyaknya informasi baru tentang keluarga Ludwing, dan pada pertemuan selanjutnya akan dibahas apa yang akan kita lakukan pada keluarga itu!” kata Eden.


“Aku setuju dengan itu, dan untuk mendapa informasi terbaru tentang keluarga Ludwing, aku akan langsung pergi ke tempat Tuan Muda keluarga Ludwing berada!” kata Vita, yang mana dia memiliki ketertarikan pada Tuan Muda keluarga Ludwing yang tidak lain adalah Noah.


Sebenarnya bukan hanya Vita yang tertarik, tapi diam-diam Prilly juga tertarik pada sosok Noah, yang dia lihat sosoknya saat diperkenalkan secara resmi sebagai anggota keluarga Ludwing. Prilly sangat ingin bertemu langs dengan Noah, dan jika pria itu semenarik yang dia lihat dari layar TV, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mengusik keluarga Ludwing. Bagaimanapun juga selama ini dia merasa terlalu dimanfaatkan oleh Eden, untuk membantunya berurusan dengan keluarga Ludwing.


Vita dan Prilly menjadi yang pertama pergi meninggalkan ruang pertemuan, dan tidak lama giliran Miller yang pergi meninggalkan tuangr pertemuan. Menyisakan Eden, yang kali ini dia berperan sebagai tuan rumah.


Setelah kepergian Vita, Prilly dan Miller, seorang pria yang merupakan kaki tangan Eden datang, lalu dia bicara, “Tuan, sepertinya Tuan Miller, Nona Prilly, serta Nona Vita, mereka mulai enggan berurusa dengan keluarga Ludwing, dan mungkin mereka mulai sadar jika selama ini kita hanya manfaatkan kekuatan mereka, untuk menghancurkan keluarga Ludwing!”


“Tentang mereka mulai enggan berurusan dengan keluarga Ludwing, aku bisa melihat itu secara langsung dalam pertemuan barusan, tapi untuk mereka tahu kalau selama ini hanya kita manfaatkan, sepertinya mereka belum mengetahuinya!” ungkap Eden.


“Sekarang mereka memang belum tahu, tapi aku merasa cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya!” kata kaki tangan Eden.


“Kalaupun mereka mengetahuinya, aku sama sekali tidak peduli, tapi jika mereka berani menuntut balas padaku, aku akan menunjukkan pada mereka, sebesar apa kekuatan yang aku miliki!” kata Eden, yang mana selama ini dia menyembunyikan seluruh kekuatan yang dimilikinya, dari tiga pemimpin kelompok Mafia, yang selama ini tergabung dalam satu kelompok dengannya.


Eden yakin jika dengan kekuatannya yang selama ini disembunyikan, dia adalah yang terkuat dibandingkan yang lainnya, tapi dia tidak tahu jika selama ini bukan hanya dia yang menyembunyikan kekuatannya. Tiga orang lainnya juga melakukan hal yang sama, terutama Vita dan Prilly. Jika kedua wanita itu ingin meratakan kekuasaan Eden, itu tidak akan sulit mereka lakukan.


Bahkan seorang Miller tidak memiliki keberanian mengusik kekuatannya Vita dan Prilly. Daripada mengusik mereka, Miller justru lebih senang menjalin kerjasama dengan mereka, dan mendapatkan keuntungan yang sama untuk kedua belah pihak.


Di belakang Eden, tiga orang lainnya diam-diam menjalin kerjasama, dan kerjasama itu benar-benar ditutup rapat dari Eden. Kerjasama itu sangat menguntungkan ketiganya, dan mereka tidak ingin melibatkan Eden yang selama ini senantiasa berperilaku curang, dan kecurangan itu diketahui oleh mereka secara pasti.


......................


Noah sudah berada di kamar bersama Jane dan Nancy. Berada di kamar yang sama, mereka sama-sama sudah bisa membayangkan apa yang akan segera terjadi.


Hal pertama yang mereka lakukan begitu berada di kamar adalah berpelukan, yang dilanjutkan dengan ciuman.


Berdiri saling berhadap-hadapan, Noah bisa mencium aroma dari kedua wanita di hadapannya, dikarenakan jarak mereka yang begitu dekat. Hal yang sama juga terjadi pada Jane dan Nancy, yang mana mereka sangat menyukai bau tubuh Noah.


“Sayang, cium kami!” kata Jane, sedangkan Nancy hanya tersenyum.


Segera saja Noah mencuri ciuman pertama Jane, sama persis seperti saat dia mencuri ciuman pertama Nancy, Ellena, dan juga Sasa. Setelah melakukan ciuman yang cukup intens dengan Jane, sekarang gilirannya melakukan ciuman dengan Nancy, yang mana dia adalah wanita yang telah mendapatkan ciuman pertamanya.


“Sayang, beri perintah pada kami, dan dengan senang hati kami akan melakukannya!” kata Nancy, begitu ciumannya dengan Noah berakhir.


“Lepaskan seluruh pakaian kalian, biar aku bisa melihat dan menikmati keindahan tubuh kalian!” kata Noah.


Mendengar apa yang dikatakan Noah, dengan gerakan yang begitu lembut Jane dan Nancy mulai membuka satu-persatu pakaian mereka. Bukit besar milik keduanya segera terlihat, saat Jane dan Nancy sudah berpenampilan polos dihadapan Noah. Bentuk tubuh keduanya sangat menakjubkan, sama sekali tidak kalah dari bentuk tubuh Ellena dan Sasa.


Gluk...


Noah menelan kasar air ludahnya sendiri, saat melihat keindahan tubuh Nancy dan Jane.


Saka halnya dengan tubuh Ellena dan Sasa, tubuh Jane dan Nancy sangatlah indah, bidan tidak ada setitik pun noda di tubuh mereka. Semua terlihat sempurna, dan Noah tahu pasti jika semua itu hanya miliknya. Jika ada orang lain yang ingin merebut miliknya, Noah akan memastikan orang itu musnah secara mengenaskan.


Hanya melihat dan belum menyentuhnya, Noah merasa di bawah sana sudah ada yang menegang, dan dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dengan cepat dia membuka pakaiannya sendiri, termasuk semua yang menutupi bagian bawahnya.


Sekarang ketiganya benar-benar polos. Noah sama sekali tidak gugup menunjukkan bagian bawahnya pada kedua kekasihnya. Namun bagi Nancy dan Jane yang baru pertama kalinya melihat bagian bawah Noah, tiba-tiba saja wajah mereka memerah karena malu, tapi mereka sangat tidak sabar merasakan bagian bawah Noah menyatu dengan milik mereka.


“Sayang, apa kalian berdua takut?” tanya Noah pada Jane dan Nancy.


Jane hanya menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum.


“Itu aku tidak takut, cuma sedikit gugup karena ini sangat besar!” kata Nancy sambil memegang bagian bawah Noah, yang mana tangannya tidak muat menyentuh dari ujung ke ujung.


Itu sangat besar, berbanding dengan bagian bawahnya yang sangat sempit. ‘Pantas saja banyak yang mengatakan jika awalnya akan terasa sakit, tapi setelahnya akan sangat nikmat,’ batin Nancy.


“Kalian tidak perlu takut ataupun gugup, kalian semua haru bisa melalui semua ini untuk bisa dikatakan sebagai wanita yang sesungguhnya! Awalnya memang akan menyakitkan, tapi itu semua hanya di awal karena selebihnya hanya rasa nikmat yang akan kalian rasakan!” kata Noah memberi penjelasan, dan sepertinya Jane dan Nancy begitu mengerti akan penjelasannya.


“Syang, aku mengerti,” kata Nancy.


“Sangat, nanti tolong lakukan dengan lembut!” giliran Jane yang berkata.


Keduanya memang akan dan hanya akan memberikan semua pada Noah, tapi mereka tetap saja takut dengan rasa sakit. Bagaimanapun juga ini adalah kali pertama mereka akan melakukannya, dan nantinya akan ada yang robek karena ulah Noah. Robekan berdarah yang pastinya akan terasa sakit, tapi mereka tidak ingin menyerah, dan tetap ingin melakukannya.


Selanjutnya kamar milik Noah memanas. Meski AC menyala dan di luar sedang turun hujan lumayan deras, tetap saja tidak mengurangi hawa panas di dalam kamar Noah. Jeritan kesakitan terdengar, tapi tidak lama berganti dengan suara erangan kenikmatan. Hal yang sama terdengar kembali, dan suara-suara di kamar Noah terus saja terdengar sampai tengar malam.


......................


Pagi harinya.


Noah terbangun lebih dulu dibandingkan Nancy dan Jane yang masih tertidur, dengan bagian tubuh sampai leher tertutup selimut. Tentunya pertempuran berdarah yang semalam mereka lakukan, sudah pasti membuat keduanya kelelahan.


Sebenarnya Noah juga merasa lelah, tapi dia tetap bangun lebih dulu dari mereka, dia ingin memberi kecupan pagi pada keduanya. Kecupan itu berlangsung singkat, dan tidak sampai membuat mereka terbangun. Setelah memberi kecupan singkat Noah memutuskan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara itu saat Noah berada di kamar mandi, Jane dan Nancy yang sebenarnya sudah terbangun sadari tadi, bersamaan mereka membuka mata dan tersenyum. Mereka begitu senang mendapatkan kecupan di pagi hari dari Noah.


......................


Bersambung.