Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pertemuan Yang Tidak Diinginkan


Noah dan Jane yang sedang menikmati makan siang mereka di salah satu restoran, keduanya sama-sama tahu jika sedari tadi ada dua orang yang senantiasa mengawasi keberadaan mereka. Dua orang itu saat berada di restoran yang sama, tapi berada di tempat yang berjauhan dengan mereka.


“Sayang, keberadaan mereka benar-benar sangat mengganggu acara makan siang kita, dan sepertinya mereka memiliki niat tidak baik pada kita!” kata Jane yang merasa risih dengan keberadaan dua orang, yang terus saja mengawasi dirinya dan juga Noah.


Tentunya Noah juga merasakan apa yang dirasakan oleh Jane, tapi dia mencoba tetap tenang, seolah tidak tahu jika ada yang mengawasi keberadaan dirinya dan Jane. Lagipula, dia sudah menyuruh Jacob mengawasi dua orang itu, dan sekalian mencari tahu identitas mereka.


Jika mereka benar-benar memiliki niatan tidak baik pada dirinya dan juga Jane, dia sendiri yang akan membereskan mereka. Namun, sebelum melakukan itu, dia lebih dulu ingin mencari tahu identitas mereka. Sekalipun nanti dia tahu mereka bukanlah sosok sembarangan, jika ketahuan mereka memiliki niat buruk pada dirinya atau pada kekasihnya, Noah tidak akan melepaskan keberadaan mereka.


Dia tidak khawatir pada keselamatan dirinya sendiri, tapi dia lebih khawatir pada keselamatan orang-orang yang dicintainya. Sekalipun para kekasihnya memiliki kekuatan super, tetap saja dia senantiasa mengkhawatirkan keselamatan mereka, terutama saat mereka tidak berada di bawah pengawasannya.


“Sayang, sebisa mungkin tetao tenang dan abaikan keberadaan mereka! Sudah ada anak buah Jacob yang mengawasi mereka, dan sebentar lagi kita bakalan tau siapa mereka serta tujuan mereka mengawasi kita!” kata Noah, dan dia memastikan jika hanya Jane yang mendengar perkataannya.


Mendengar itu Jane menganggukkan kepalanya mengerti, dan sekarang dia kembali fokus pada makanannya. Dia sebisa mungkin tetap tenang, menunjukkan jika dirinya seolah-olah tidak tahu jika dikejauhan ada dua orang yang terus memperhatikan keberadaannya, dan juga keberadaan Noah.


Selesai makan, Noah dan Jane dengan santainya pergi menuju tempat mereka memarkirkan mobil. Berjalan berdua dengan Jacob dan anak buahnya yang mengawasi dari kejauhan, Noah dan Jane tahu jika dua orang yang sedari tadi mengawasi mereka, dua orang itu masih melakukan hal yang sama, dan sepertinya mereka belum sadar jika keberadaannya juga sedang diawasi.


Srek... Srek... Srek...


Suara langkah kaki terdengar pelan saat dua orang yang sedang mengawasi Noah dan Jane melangkahkan kakinya.


“Bagaimana, apa orang kita sudah tahu identitas mereka?” tanya si pria.


Si wanita yang mendengar itu segera menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Orang-orang kita sudah kehilangan dua peralatan penting, dan mereka belum sanggup mendapatkan identitas keduanya! Kabar buruknya, baru saja ada yang berhasil mendapatkan seluruh informasi, yang berhubungan dengan kita!”


“Sial! Bagaimana itu bisa terjadi? Apa itu ada hubungannya dengan mereka?” tanya si pria.


Jika benar semua itu berhubungan dengan dua orang yang sedang mereka awasi, bukannya gentar, keduanya justru semakin bersemangat untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Semakin besar resiko yang akan mereka hadapi, itu justru semakin memompa semangat yang mereka miliki. Mereka benar-benar semakin ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan.


“Sepertinya semua itu memang berhubungan dengan mereka, dan kali ini aku harap kita mendapatkan lawan yang sepadan!” balas si wanita. Setelahnya mereka tersenyum, dan mereka tidak merasa jika telah mencari jalan kehancuran untuk diri sendiri.


Yakin dengan kekuatan yang mereka miliki, keduanya terus saja mengikuti Noah dan Jane, tapi saat keduanya ingin masuk ke dalam mobil untuk mengikuti Noah dan Jane yang sudah pergi menggunakan mobil mereka, keduanya ditahan oleh empat orang, yang menatap tajam ke arah keduanya.


“Jangan mengikuti Tuan Muda dan Nona kami jika kalian tidak ingin tertimpa masalah!” kata salah satu dari empat orang, yang menahan si pria dan si wanita yang ingin mengejar Noah dan Jane. Orang yang baru berkata adalah Jacob, dan dia sangat tidak suka pada dua orang di hadapannya.


Dia sudah mengantongi identitas keduanya. Meski keduanya merupakan putra dan putri orang yang dikenalnya, Jacob sama sekali tidak keberatan menghabisi keduanya. Dia memang mengenali orangtua dari dua orang di hadapannya, tapi bukan berarti dia memiliki hubungan baik dengannya, melainkan orangtua mereka adalah musuh dari Jacob dan keluarga Ludwing.


Si pria dan si wanita yang sedari awal melihat wajah Jacob sudah merasa tidak asing, sekarang setelah mereka mendengar apa yang dikatakan Jacob, kembali mereka diingatkan peristiwa besar dua bulan yang lalu, dimana dalam peristiwa itu mereka kehilangan banyak pengawal, bahkan salah sepuluh hari setelah kejadian itu, keluarga mereka senantiasa mendapatkan teror, sampai akhirnya mereka dan seluruh anggota keluarganya memutuskan pindah ke negara yang sangat jauh, dari negara kelahiran mereka.


Namun siapa yang menyangka, jika mereka justru menunjukkan diri pada seseorang yang harus dihindari. Ya, mereka telah mengingat siapa Jacob, dan tentu mereka tidak akan melupakan wajah sosok yang benar-benar sangar ingin mereka hindari keberadaannya.


“Keluarga Ludwing sebenarnya sudah melepaskan kalian, tapi jika kalian berani mengganggu Tuan Muda dan Nonaku, jangan salahkan aku jika teror itu berlanjut, dan akan aku pastikan teror selanjutnya jauh lebih mengerikan dari apa yang sudah kalian lalui!” kata Jacob.


Mendengar perkataan Jacob yang penuh dengan ancaman, si pria dan si wanita secara reflek melangkahkan kaki mereka mundur. Keduanya masih ingat dengan jelas semengerikan apa teror yang mereka dapatkan dua bulan yang lalu. Mereka merasa lebih baik mati daripada kembali merasakan teror yang sama.


“Pergi sejauh mungkin dari hadapanku dan jangan berani mengganggu atau berbuat macam-macam dengan Tuan Muda dan Nonaku!” kata tegas Jacob. Keduanya yang mendengar perkataan Jacob, mereka segera masuk ke dalam mobil, dan langsung tancap gas pergi menjauhi Jacob.


Jacob melihat kepergian mobil dua orang yang di masa lalu pernah menyinggung keluarga Ludwing, lalu setelah mobil itu menghilang dari pandangannya dia bergumam, “Coba saja mereka berani mengulangi hal yang sama seperti di masa lalu, aku sendiri yang akan mengeluarkan isi perut mereka!”


Sementara itu di dalam mobil yang baru saja menghilang dari pandangan Jacob, dua orang di dalam mobil masih tegang dengan keringat dingin membasahi tubuh mereka.


Keduanya tidak menyangka jika dua orang yang mereka targetkan masih memiliki hubungan dengan keluarga Ludwing, dan lagi mereka barusan harus kembali berhadap-hadapan dengan sosok yang selama ini sangat tidak ingin mereka lihat.


Keduanya dan seluruh anggota keluarga yang mereka memiliki memutuskan pergi untuk bersembunyi dari Jacob, tapi baru saja mereka justru menunjukkan diri di hadapan orang yang sangat mereka hindari.


“Apa setelah ini kita akan kembali berurusan dengannya? Kalau kita kembali berurusan dengannya, aku lebih memilih mati daripada menjalani kehidupan dengan teror mengerikan!” kata si wanita, dan dia menyesal karena mengincar pria yang masih bagian dari keluarga Ludwing.


“Bukan hanya kamu yang memilih mati daripada kembali berurusan dengan orang itu, aku rasa kematian jauh lebih baik daripada harus kembali berurusan dengan orang itu!” ujar si pria yang memilih memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, karena dia merasa tubuhnya untuk saat ini tidak sanggup mengemudikan mobil.


Daripada celaka di jalanan, dia memilih menghentikan mobil, dan sebisa mungkin dia berusaha menenangkan dirinya.


Setelah merasa lebih baik, dia kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil mengemudikan mobil, dia berkata, “Sebaiknya kita tidak mengusik mereka daripada hal buruk terjadi pada diri kita!”


Si wanita yang mendengar itu cepat menganggukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan sosok seperti Jacob, dan daripada berurusan dengan pria itu, dia memilih menjauhi hal-hal yang bisa membuatnya berurusan dengan pria itu.


......................


Bersambung.