
Jiwa iblis hanya bisa terus berteriak kesakitan, saat jiwanya perlahan memudar. Dia sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan, sampai akhirnya jiwanya benar-benar lenyap tak bersisa.
“Sistem, bukannya ini terlalu mudah?” tanya Noah, setelah dia merubah jiwa iblis menjadi poin level, tapi dia belum juga meningkatkan kekuatannya.
[Tuan telah memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk melakukan, dan selamat karena Tuan telah berhasil menyelesaikan misi terbesar yang sistem berikan kepala Tuan]
[Misi bekerja keras memusnahkan seluruh monster dan melindungi Bumi dari kehancuran telah selesai]
[Tuan mendapatkan 10 hadiah permintaan pada sistem, dan sistem akan mengabulkan apapun apapun yang menjadi permintaan Tuan]
“Apa itu termasuk jika aku menginginkan kamu menghidupkan merek yang telah mati?” tanya Noah.
[Jika itu memang permintaan Tuan, tentu aku akan mengabulkannya, tapi semua juga tergantung dengan jiwa merek yang sudah mati. Jika mereka masih ingin hidup, mereka akan kembali hidup, tapi jika mereka tak lagi ingin hidup, mereka tak akan pernah hidup kembali]
Noah mengangguk mengerti, begitu dia telah mendengar keseluruhan penjelasan yang diberikan sistem padanya.
“Untuk sekarang aku belum memiliki permintaan apapun, jadi apa aku boleh meminta hadiah itu di masa depan dan menyimpannya untuk saat ini?” kembali Noah bertanya.
[Hadiah dapat Tuan gunakan sewaktu-waktu, dan Tuan bisa sama sekali tidak menggunakannya, jika memang tidak membutuhkan hadiah ini]
Lagi-lagi Noah hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia buru-buru memanggil Jacob, Hans, serta Rafael untuk memegangi tubuh kakaknya.
Setelah mereka bertiga memegangi tubuh Richard, dengan santai Noah berkata, “Mau sampai kapan kau akan pura-pura tidak sadar? Apa kau ingin aku memusnahkan jiwamu, seperti apa yang aku lakukan pada jiwa iblis?” ujarnya, dengan sorot mata tajam menatap Richard.
Sementara itu, Richard yang mendengar perkataan Noah, dia segera membuka kedua matang, lalu bangkit berdiri, dan dia tak lagi dipegang oleh Jacob, Hans, dan juga Rafael.
“Adik, apa kau tega membunuh kakakmu sendiri, yang sudah begitu lama tidak bertemu denganmu?” tanya Richard yang menunjukkan ekspresi wajah sedih yang dibuat-buat.
“Maaf, sepertinya kau bukan kakaku, karena kakakku tidak pernah menunjukkan ekspresi yang begitu menjijikkan di wajahnya,” kata Noah acuh, lalu dia pergi mengabaikan keberadaan Richard, yang buru-buru mengejarnya.
“Bagaimana bisa kamu tidak mengenali wajah kakakmu sendiri?” ujar Richard, masih saja mengikuti langkah kaki Noah.
“Mungkin kau jiwa lain yang tersesat di tubuh kakakku, jadi mari aku bantu kau keluar dari tubuhnya, tapi aku jamin kau akan musnah,” balas Noah masih saja acuh.
“Hei aku ini asli, jiwa asli pemilik tubuh ini, dan aku adalah kakakmu!” kata Richard mencoba meyakinkan jika dia benar-benar Richard, bukan jiwa tersesat seperti yang dikatakan oleh Noah.
“Kalau kamu memang kakakku, sebaiknya jangan lagi menunjukkan ekspresi yang begitu menjijikkan,” kata Noah, dan Richard hanya menganggukkan kepalanya.
Selanjutnya merek semua membantu pasukan Vampir dan prajurit super memusnahkan mayat-mayat musuh, dengan cara dibakar.
Tak ada yang dikubur, semuanya dibakar, dan suhu sayang semula dingin, sedikit menjadi hangat karena api yang berkobar membakar mayat monster, vampir, dan drakula.
Setelah semua selesai, Noah dan semuanya kembali ke tempat mereka masing-masing.
Richard yang mengikuti Noah, dia sampai di Desa Elf, dan kini penampilannya tak seburuk saat jiwa iblis yang mengendalikan tubuhnya.
Tak lagi ada topeng yang menutupi wajahnya, dan pakaiannya juga tak lagi compang-camping selayaknya pengemis di jalanan. Penampilannya sudah mirip dengan Noah, dan wajahnya memang tampan, tapi masih kalah dari Noah yang merupakan adiknya, meski ikatan itu hanyalah ikatan jiwa, bukan lagi ikatan darah.
Richard menempati rumah, tak begitu jauh dari kediaman yang ditempati oleh Noah dan seluruh kekasihnya.
Dikarenakan merasakan kantuk dan lelah, Richard tertidur sangat nyenyak, disaat hujan salju kembali turun, membuat suhu jauh lebih dingin dari sebelumnya.
Di sisi lain, Noah dan seluruh kekasihnya juga sedang istirahat, berbeda dengan Jacob dan Hans, dimana mereka dan seluruh prajurit super sedang menyerang istana penguasa Dunia Monster, untuk memusnahkan seluruh monster yang ada di tempat itu.
Mereka berdua memimpin pemusnahan seluruh monster yang ada di istana penguasa Dunia Monster, sampai tempat itu benar-benar bersih dari minat, Vampir, maupun Drakula yang merupakan musuh mereka.
Setelah memastikan tidak lagi ada musuh yang tersisa di dalam maupun di kawasan istana, mereka pergi ke wilayah disekeliling kawasan istana, memastikan jika tidak ada musuh yang masih tersisa, lalu selanjutnya mereka kembali ke tempat perkemahan untuk istirahat, setelah tidak menemukan keberadaan musuh.
......................
Satu minggu berlalu, setelah peperangan terakhir dimulai, dan dalam satu minggu ini hal yang sangat luar biasa dilakukan oleh Noah dengan bantuan sistem.
Dalam satu minggu ini dia berhasil membangun sebuah kota modern di Dunia Monster, dengan banyaknya gedung tinggi, dengan ketinggian setidaknya mencapai empat ratus sampai dengan tujuh ratus meter.
Gedung-gedung yang dibangun bisa dikategorikan sebagai gedung pencakar langit, dan Noah menjadikan gedung-gedung itu sebagai apartemen, perkantoran, restoran, juga tempat hiburan termasuk mall.
Keluarga besarnya saat ini juga sedang berada di Dunia Monster, dan mereka benar-benar menikmati musim dingin yang sedang berlangsung di Dunia Monster.
Dunia Monster dan Bumi memiliki musim yang berkebalikan. Saat Bumi sedang musim panas, Dunia Monster sedang mengalami musim dingin, dan mereka semua senang karena bisa menikmati dua musim yang berbeda hanya dalam kurun waktu satu kedipan mata.
Untuk nama Dunia Monster, pada akhirnya Noah tak merubah namanya, dan tetap bernama Dunia Monster.
Sedangkan untuk kehidupan para monster, mereka tak sepenuhnya dimusnahkan, dikarenakan banyak monster yang selama ini ternyata menyembunyikan dan menjaga para manusia, dan merekalah yang saat ini menikmati hasil dari kebaikan, yang pernah mereka lakukan.
Richard tetap menjadi Penguasa Dunia Monster, dan kedua orangtua Rafael serta Victoria saat ini menjabat sebagai wakil Penguasa Dunia Monster.
Setelah semua mulai tertata dengan baik, kehidupan di Dunia Monster perlahan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, dan pembangunan terus dilakukan di berbagai tempat, terutama setelah mereka yang sebelumnya tinggal di gua-gua dalam tanah karena takut pada perburuan yang dilakukan para monster, memutuskan kembali tinggal di permukaan.
Desa-desa dan beberapa kota mulai di bangun, dan dengan adanya Noah dan juga sistem, pembangunan berlangsung dengan sangat cepat.
Dalam satu minggu ini saja sudah ada dua kota dan depalan desa yang selesai dibangun, dan semuanya tak akan selesai begitu cepat tanpa campur tangan Noah dan sistem.
Setelah satu minggu ini waktunya di habiskan melakukan pembangunan di Dunia Monster, saat ini Noah mulai fokus pada persiapan pernikahan, yang akan dilakukan di bangunan mewah, tempat tinggal baru keluarga besarnya, yang berada di Dunia Monster.
Ya, dia dan seluruh kekasihnya telah sepakat akan menggelar acara pernikahan beserta pestanya di Dunia Monster, dan hanya akan dihadiri oleh keluarga besar mereka, yang jumlahnya sama sekali tidak sedikit.
Meski dilakukan di Dunia Monster, dengan adanya sistem, pesta tetap akan berlangsung sangat meriah, dan rencananya pesta akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pakaian untuk acara pernikahan juga telah disiapkan, begitu juga dengan pakaian untuk pesta. Baik pesta di siang hari ataupun di malam hari. Bahkan pakaian untuk memanaskan ranjang juga telah dipersiapkan, dan tentu yang menyiapkannya adalah para wanita.
“Akhirnya semua hampir selesai, dan dalam kurun waktu dua hari lagi aku akan menjadi seorang suami, sekaligus langsung menjadi seorang ayah,” kata Noah yang sudah memiliki putri secantik Jihan, dan dia juga akan memiliki bayi mungil dari kekasihnya yang sedang hamil.
Jihan yang saat berada dalam gendongan, dan sedang menikmati pemandangan salju dari gedung pencakar langit yang ada di Dunia Monster, tiba-tiba dia menunjuk kue kering, dan mengelus perutnya sendiri.
“Apa kesayangan ayah lapar?” tanya Noah, yang langsung mendapatkan respon anggukan kepala yang tentunya dilakukan oleh Jihan.
Melihat itu, Noah langsung mengambilkan makanan yang aman untuk Jihan, lalu dia mulai menyuapinya, selayaknya seorang ayah yang menyuapi putrinya.
Di sisi lain, para wanita saat ini sedang melakukan perawatan diri, karena mereka ingin tampil sesempurna mungkin saat berlangsungnya pesta pernikahan mereka, dan Noah.
Mereka melakukan perawatan dari ujung kaki sampai dengan ujung rambu, dan mereka melakukannya di Mansion keluarga Ludwing yang berada di Bumi, membuat mereka terpisah dengan Noah dan Jihan, yang sedang menghabiskan waktu bersama di Dunia Monster.
Sebenarnya mereka sudah cantik tanpa harus repot-repot melakukan perawatan, tapi mereka tetap saja ingin terlihat jauh lebih cantik, dihari paling istimewa, yang hanya akan terjadi satu kali dalam hidup mereka.