
Setelah puas berkeliling dan tanpa terasa sore sudah berganti malam, Noah dan para wanitanya ditambah dengan Jihan, mereka memutuskan makan malam di restoran.
Tidak ingin acara makan malamnya terganggu, Noah memilih menyewa ruang VIP restoran, yang tentunya hanya ia dan orang-orang nya yang diperbolehkan berada di ruangan itu.
Memesan makanan dan minuman sesuai keinginan masing-masing, tidak membutuhkan waktu lama seluruh pesanan mereka datang, dan acara makan malam berlangsung penuh ketenangan.
Di waktu yang sama, di ruang VIP lainnya terdapat Edgar dan Calvin yang malam ini sedang makan malam bersama. Selain mereka, terdapat beberapa orang lainnya, yang mana mereka adalah rekan kerja keduanya.
Mereka malam ini akan membicarakan bisnis besar, dan juga membicarakan permasalahan yang sedang dihadapi Calvin. Namun, sebelum melakukan banyak pembicaraan, mereka terlebih dahulu menikmati makan malam, dan pembicaraan akan dimulai setelah makan malam.
Beberapa menit kemudian, di ruang VIP tempat Noah dan para wanitanya serta Jihan, mereka telah selesai makan malam tapi belum beranjak pergi. Perut mereka dalam keadaan kenyang, jadi kurang nyaman berjalan dengan keadaan perut kenyang.
Mereka memilih bercanda di dalam ruangan, sambil menunggu rasa kenyang menghilang. Sementara itu, di ruangan tepat di sebelah ruangan mereka, lima pria yang serius membicarakan banyak hal.
“Bagaimana, kalian berdua masih belum berhasil mendapatkan wanita yang kalian inginkan?” tanya Edgar pada dua pria yang ditatapnya secara bergantian.
“Sepertinya semakin sulit untukku mendapatkan wanita itu karena ia sekarang sudah memiliki pria yang dicintai, dan sepertinya hubungan mereka sudah direstui keluarga wanita itu!” jawab salah satu pria yang mana pria itu adalah Calvin.
Sementara itu, pria satunya menunjukkan ekspresi buruk. “Ia sudah menjadi janda, tapi tetap saja sulit mendapatkannya, apalagi ia juga sudah memiliki kekasih baru!” jawab pria yang tidak lain adalah Morgan.
Ya, Morgan adalah teman Calvin dan Edgar, dan mereka sudah berteman sejak kecil. Selain mereka, masih ada dua pria lainnya, mereka adalah Sammy dan Bane.
Mereka semua sudah berteman sangat lama dan sudah hafal sifat dan perilaku masing-masing dari mereka, terutama Edgar, Morgan, serta Calvin, tiga orang yang senantiasa melakukan apapun untuk mencapai tujuan mereka.
“Keluarga Milito sudah memberikan restu pada hubungan mereka? Sepertinya pupus sudah harapanmu mendapatkan wanita itu. Dengan pria itu sudah mendapatkan restu dari keluarga Milito, artinya kau harus berurusan dengan keluarga itu jika ingin menyingkirkan kekasih, dari wanita yang kau inginkan!” kata Edgar.
Di masa lalu Calvin yang dibantu oleh teman-temannya senantiasa bisa menyingkirkan pria yang mendekati Ellena, dikarenakan pria itu belum mendapatkan restu keluarga Milito, tapi kini beda cerita.
Ingin menyingkirkan pria yang sudah mendapatkan restu dari keluarga Milito, jelas itu bukan perkara mudah dan bisa saja mereka justru harus baku hantam dengan keluarga Milito. “Calvin, apa kau tidak ingin mencari wanita lainnya? Aku rasa banyak wanita di luar sana yang mengantre untuk menyerahkan tubuh mereka padamu!” kata Sammy.
“Hei, aku menginginkan wanita itu bukan hanya karena wajah dan tubuh, tapi juga karena kekayaan keluarga Milito dan pengaruhnya. Aku yakin jika berhasil mendapatkannya, perusahaan keluargaku akan berkembang pesat, dan pundi-pundi kekayaan akan datang padaku!” balas Calvin.
“Hei Calvin, bukannya isi otakmu itu tidak jauh berbeda dengan si Morgan ini?” ujar Bane yang melihat banyak kesamaan antara Calvin dan Morgan.
Baik Calvin maupun Morgan tidak ada yang membantah perkataan Bane. Meraka sendiri harus akui kalau isi otak mereka sama, sama-sama ingin mendapatkan keuntungan dari wanita yang mereka incar.
“Abaikan dulu urusan kalian soal wanita, aku sekarang ingin bertanya padamu!” Sammy menatap tajam Calvin, dan kembali berkata, “Siapa orang yang telah kau singgung, sampai hal menjijikkan yang sering kau lakukan di luar sana tersebar luas, dan tidak ada yang bisa menghentikannya?”
“Ah iya, aku sebenarnya juga ingin menanyakan itu, dan semoga permasalahanmu tidak merembet pada kita-kita!” kata Bane, yang tidak ingin namanya ikut tercemar seperti nama Calvin.
“Hah, akhir-akhir ini aku merasa tidak pernah menyinggung seseorang yang berkuasa, selain pria yang sedang menjalin hubungan dengan Ellena. Aku mengirim anak buahku untuk mengawasinya, tapi hanya sehari anak buahku kembali ke markas, tapi mereka kembali dalam keadaan sudah menjadi mayat!” ungkap Calvin, yang membuat keempat sahabatnya melotot memandangnya.
“Calvin, siapa pria yang menjadi kekasih Ellena? Aku curiga semua yang terjadi padamu merupakan perbuatannya!” kata Edgar penasaran pada sosok kekasih Ellena.
“Edgar, bukannya kamu sudah tahu siapa pria itu? Kemarin aku baru saja menunjukkan foto pria itu padamu, dan kamu juga memberikan banyak informasi padaku tentang pria itu, tapi nyatanya semua informasi itu tidak benar adanya!”
Calvin menarik napas panjang dan ia kembali berkata, “Ia bukan pria miskin, ia bahkan memiliki rumah mewah, mobil mewah, serta penjagaan ketat di sekitarnya. Jika dari informasi yang aku dapatkan dsrimu ia hanyalah pria miskin, tapi dari apa yang aku lihat, ia adalah sosok yang sengaja menyembunyikan identitas aslinya!”
“Maksudmu, pria yang menjadi kekasih Ellena adalah Noah, dan semua informasi yang aku berikan padamu tidak sesuai dengan kenyataan?” tanya Edgt, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Calvin.
Melihat Calvin menganggukkan kepala, Edgar tentu saja sangat terkejut mengetahui Noah, pria yang ia anggap sudah hancur karena wanitanya berhasil ia rebut, ternyata pria itu justru mendapatkan pengganti yang berkali-kali lebih baik dari Nancy.
Sementara itu, Morgan yang mendengar nama Noah, ia merasa sangat tidak asing dengan nama itu, dan akhirnya ia memutuskan meminta foto cowok yang merupakan kekasih Ellena. “Calvin, apa boleh aku melihat foto cowok Ellena? Entah kenapa aku merasa tidak asing dengan nama pria itu!” katanya.
Calvin langsung saja menunjukkan foto Noah yang dimilikinya pada Morgan, dan hanya sekilas melihat, kedua mata Morgan melotot karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. “Pria ini, ternyata pria ini juga menjalin hubungan dengan Ellena, padahal ia sudah menjalin hubungan dengan wanita yang aku inginkan!” kata Morgan membuat terkejut para sahabatnya.
“Morgan, apa kamu serius jika pria ini juga menjalin hubungan dengan wanita yang menjadi incaranmu, yang artinya ia juga menjalin hubungan dengan anggota keluarga Kaivan?” ujar Sammy.
Mendengar itu, Morgan mengeluarkan handphonenya, dan menunjukkan foto Noah pada para sahabatnya. “Mereka adalah pria yang sama, dan luar biasanya, pria ini juga telah mendapatkan restu dari seluruh anggota keluarga Kaivan!” katanya.
Morgan lalu sedikit bercerita tentang ia yang kembali mendapatkan penolakan dari keluarga Kaivan saat mengajukan lamaran untuk Agnes, dan orang tua di keluarga Kaivan menegaskan jika Agnes telah menjalin hubungan dengan pria, yang telah mendapatkan restu dari seluruh anggota keluarga Kaivan.
“Keluarga Kaivan dan keluarga Morgan berteman sangat lama, dan aku rasa mereka sudah tahu jika pria bernama Noah ini menjalin hubungan dengan Ellena dan Agnes. Melihat kedua keluarga tidak mempermasalahkan pria ini yang menjalin hubungan dengan dua wanita, aku yakin pria ini bukan sosok biasa bagi kedua keluarga!” kata Bane yang terlihat lebih tenang dibandingkan yang lainnya.
Calvin dan Morgan yang mendengar perkataan Bane, mereka bukannya memilih menyerah, tapi mereka justru semakin membenci sosok Noah, yang mereka anggap sangat keterlaluan karena seorang pria menginginkan dua keindahan menjadi miliknya.
‘Pria sialan! Aku pasti akan menghancurkanmu!’ kata Calvin dalam hati.
‘Tunggu saja, begitu rencana keluargaku berhasil, kau pasti akan kehilangan Agnes untuk selamanya!’ kata Morgan dalam hati.
Tidak lagi membahas masalah wanita, mereka memutuskan membahas soal pekerjaan, tapi penambahan itu tidak berlangsung lama, dan mereka memutuskan pergi meninggalkan restoran.
Sammy, Bane, serta Edgar, ketiganya pergi lebih dulu, sedangkan Calvin dan Morgan yang pergi belakangan, saat keduanya keluar dari ruang VIP restoran, tidak sengaja mereka berpapasan dengan Noah dan para wanitanya, dan juga Jihan.
Tidak terima melihat kebersamaan Noah dengan banyak keindahan di sekitarnya, Calvin dan Morgan menghentikan Noah dan yang lainnya. Keduanya ingin membawa pergi wanita yang mereka inginkan, tapi sebelum bisa melakukan itu, mereka sudah harus berhadapan dengan para bodyguard kiriman Richard.
“Aku tidak ada urusan dengan kalian, sebaiknya kalian segera menyingkir karena aku ingin membawa pulang wanitaku!” kata Calvin yang masih saja mencoba meraih tangan Ellena.
Morgan di sisi lain juga sedang melakukan hal yang sama, tapi keberadaan bodyguard bertubuh tinggi besar, membuat mereka tidak bisa menyentuh tangan Ellena maupun tangan Agnes, yang ada mereka justru terdorong sampai jatuh, dan yang melakukan itu adalah para bodyguard, pelindung Noah.
Sedangkan Noah dan para wanita serta Jihan, mereka memilih pergi begitu saja mengabaikan Calvin dan Morgan, menyerahkan keberadaan kedua pria itu pada papa bodyguard. Namun, jika para bodyguard tidak bisa membereskan mereka, Noah akan turun tangan langsung, dan nasib Calvin maupun Morgan tidak akan baik begitu berurusan dengan Noah.
“Jauhi Tuan Muda kami dan orang-orang nya jika kalian masih ingin melihat indahnya hari esok! Jika sekali lagi kami melihat kalian mengganggu Tuan Muda kami dan orang-orang nya, kalian akan menghilang dan tidak akan ada yang tahu kemana kalian pergi!” kata salah satu bodyguard keluarga Ludwing, lalu ia dan yang lainnya pergi menyusul Noah, mengabaikan Calvin dan Morgan yang sudah babak belur, tapi masih sadar.
Tidak lama setelah kepergian para bodyguard keluarga Ludwing, Calvin dan Morgan yang tidak lagi tahan menahan rasa sakit, akhirnya mereka kehilangan kesadaran, dan mereka yang sebelumnya di seret masuk ke dalam salah satu toilet paling sepi di mall, untuk beberapa waktu kedepan tidak akan ada yang menemukan keberadaan mereka.
Untuk kamera CCTV mall, semua sudah diatasi oleh ahli IT keluarga Ludwing, sehingga tidak ada kamera CCTV yang merekam saat Calvin dan Morgan diseret dan dipukulin oleh para bodyguard keluarga Ludwing.
...----------------...
Meninggalkan mall saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Noah langsung saja mengantarkan Agnes dan Jihan pulang. Melaju di belakang mobil Noah, terlihat ada tiga mobil membuntuti di belakang.
Satu mobil dikemudian oleh Ellena, yang mana di dalam mobil itu ada Jane, Joy, dan juga Sasa. Sementara dua mobil lainnya, satu mobil berisi bodyguard Ellena, dan mobil terakhir berisikan bodyguard keluarga Ludwing.
Malam ini para wanita akan bermalam di rumah Agnes, dan tentu Noah tidak ikut serta dalam acara yang malam ini akan dilakukan para wanitanya. Ia memilih langsung pulang ke rumahnya setelah mengantar Agnes dan Jihan sampai di dalam rumah.
Berada di kemar setelah mandi dan berganti pakaian, Noah memutuskan pergi ke balkon yang menghadap langsung ke rumah Agnes. Sengaja lampu balkon ia matikan, membuat suasana di tempat itu gelap gulita.
Ia sengaja melakukan semua itu, supaya para wanita yang berada di rumah Agnes tidak menyadari keberadaannya. Sebenarnya Noah tidak ingin tahu apa yang sedang dilakukan para wanita, tapi karena rasa penasarannya, akhirnya ia memutuskan mencari tahu apa yang sedang para wanita lakukan.
“Dengan keterampilan mata tembus pandang jelas aku bisa melihat apa yang mereka lakukan, dan ternyata mereka cuma tidur bersama!” kata Noah pelan, begitu ia tahu jika para wanita sudah tertidur di kamar milik Agnes.
Tidak lagi dibuat penasaran oleh kegiatan para wanita di rumah Agnes, pada akhirnya Noah memutuskan tidur, dan karena sudah nyaman dengan posisinya saat ini, ia memutuskan tidur di balkon rumahnya.
...----------------...
Noah yang merasa tidurnya terusik saat merasakan hawa dingin di pagi hari, ia ingin pindah ke kamarnya dan melanjutkan tidur, tapi saat ia ingin bergerak, ia merasa ada seseorang yang memeluk erat tubuhnya, membuat ia tidak bisa leluasa bergerak.
Membuka mata, ia bisa melihat keberadaan wanita yang mengambil posisi tidur di sebelahnya, saat melihat wajah cantik wanita itu, ia tersenyum karena mengenali siapa sosok wanita yang memeluknya. Wanita itu tidak lain adalah Joy, dan entah sejak kapan wanita itu sudah memeluknya.
Noah yang tidak ingin mengganggu tidur Joy, ia akhirnya memeluk tubuh mungil Joy, dan keduanya saling mencari kehangatan di saat hawa dingin pagi membuat mereka membutuhkan kehangatan.
Sementara itu di balkon yang berada di rumah Agnes, dua wanita terlihat menahan tawa saat mereka melihat Joy dan Noah yang saling berpelukan di kasur portabel, yang semalam digunakan Noah untuk melihat aktivitas para wanita di rumah Agnes.
“Mereka benar-benar kembali tertidur, meski tadi aku sempat melihat keduanya sama-sama sudah bangun!” kata Ellena pada Jane yang berada di sebelahnya, dan keduanya tidak melepaskan pandang mereka dari tempat Noah dan Joy.
Keduanya tidak cemburu melihat apa yang sedang dilakukan Joy dan Noah. Mereka justru senang melihat apa yang sedang dilakukan keduanya, bahkan Ellena sudah beberapa kali mengabadikan kebersamaan Noah dan Joy, sebelum akhirnya mereka kembali ke dalam kamar Agnes.
Jika ada yang bertanya bagaimana Joy bisa berada di sebelah Noah, itu karena pagi-pagi sekali Joy yang sudah terbangun pergi ke balkon, dan tanpa sengaja melihat keberadaan Noah tidur di balkon rumahnya.
Melihat jarak balkon kedua rumah yang sangat dekat, ia memutuskan melompat ke balkon rumah Noah. Awalnya Joy ingin mengganggu tidur Noah, tapi saat ia melihat wajah tenang Noah saat tertidur, ia justru kembali merasa ngantuk, dan pada akhirnya ia ikut tidur dengan posisi memeluk erat tubuh Noah.
...----------------...
Bersambung.