Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kejam Dan Tanpa Ampun


Malam hari di jalanan pinggir kota.


Saat ini sebuah mobi Bugatti Chiron melaju kencang di jalan raya menuju sebuah Mansion yang berada di pinggiran kota. Noah mengemudikan mobilnya, dan ia malam ini akan menemani Ellena menghadiri pesta ulang tahun temannya.


Setelah pulang dari rumah Agnes, Ellena menghubungi Noah, dan ia memintanya malam ini menemaninya datang ke pesta temannya. Pesta dimulai pukul sembilan malam, dan setelah melakukan perjalanan selama hampir satu jam, tidak lama lagi mereka akan sampai di tempat tujuan.


Sebenarnya Leo yang seharusnya malam ini datang menemani Ellena, dikarenakan teman Ellena merupakan adik teman Leo, tapi karena Leo harus menemani Alexander mengatasi masalah perusahaan di luar negeri, akhirnya Ellena meminta Noah menemaninya, dan ia sangat senang karena Noah bersedia menemaninya.


Ia sudah menjelaskan pada Noah siapa temannya, dan soal hadiah, Noah membawa hadiah yang telah dipersiapkan oleh Leo. Dikarenakan ia menggantikan tempat Leo, artinya ia juga yang harus menyerahkan hadiah Leo pada teman Ellena yang berulang tahun.


Tepat satu jam menempuh perjalanan dari Mansion keluarga Milito, saat ini mobil yang dikemudikan Noah telah sampai di halaman Mansion yang sudah dipenuhi puluhan mobil mewah, tapi tidak ada satupun mobil yang semewah mobil miliknya.


“Sayang, kita tidak akan lama di tempat ini karena jujur saja aku tidak terlalu menyukai keramaian!” kata Ellena begitu ia keluar dari mobil, dimana Noah membukakan pintu untuknya.


“Lakukan apa yang menjadi keinginanmu, dan biarkan aku disini untuk menjagamu!” balas Noah dan ia tersenyum, lalu mengulurkan tangan membantu Ellena keluar dari mobil.


“Terimakasih,” kata Ellena, dan ia langsung mengaitkan tangannya ke lengan Noah begitu berdiri di sebelah pria yang malam ini penampilannya terlalu sempurna.


Noah malam ini berpenampilan format, yang membuat kharisma nya semakin keluar. Sedangkan Ellena yang memakai gaun berwarna hitam, gaun itu terlihat semakin menyempurnakan penampilannya, dan bisa dipastikan keberadaan mereka bakalan menarik perhatian seluruh tamu undangan.


Memasuki tempat pesta yang digelar di taman Mansion, Ellena membawa Noah menghampiri temannya yang berulang tahun. Gaby, teman Ellena yang sedang berulang tahun, wanita itu masih dikerubungi banyak orang, jadi Ellena dan Noah menanti keadaan sedikit sepi, dan baru mereka akan pergi menghampiri Gaby.


Ellena dan Noah akhirnya maju menghampiri Gaby. Siapa sosok yang tidak mengenal Ellena, dan siapa yang tidak tertarik menjadi pendampingnya? Semua pria yang menghadiri pesta tentu saja mengenal dan sangat ingin menjadi pendamping Ellena, apalagi penampilan Ellena malam ini yang begitu sempurna.


Namun, melihat pria yang malam ini menjadi pendamping Ellena, mereka sadar diri jika mereka tidak sebanding dengan pria itu. Pria yang terlihat begitu sempurna, dan terlihat sangat layak menjadi pendamping wanita sesempurna Ellena.


“Gaby, selamat ulang tahun!” kata Ellena dan ia tersenyum sambil memberikan hadiah yang sudah ia siapkan untuk Gaby.


Noah juga melakukan apa yang dilakukan Ellena, tapi saat ia mengulurkan tangan dan memberi selamat pada Gaby, wanita itu yang memegang tangannya, ia seolah enggan melepaskan pegangan tangannya, dan pandangannya terus saja tertuju pada wajah rupawan Noah.


“Ehem...” Suara Ellena membuyarkan fokus Gaby yang sedang menikmati pemandangan indah di hadapannya. Ia akui jika sosok pria yang datang bersama Ellena adalah pria paling sempurna yang pernah dilihatnya, tapi sayang pria itu sepertinya sudah menjadi pendamping temannya.


“Terimakasih atas kedatangan kalian, dan Elle, pantas saja kamu menolak kakakku, ternyata kamu sudah memiliki pria yang begitu sempurna,” kata Gaby, dan ia sama sekali tidak berkeinginan merebut milik temannya, dikare ia tidak ingin hubungannya dengan Ellena memburuk.


“Sekalipun aku belum memiliki pria yang benar-benar aku cintai, aku tetap akan menolong kakakmu, dikarenakan aku memang tidak memiliki perasaan lebih padanya, dan dari dulu aku cuma menganggapnya sebagai sosok kakak!” ungkap Ellena.


Gaby tidak lagi terkejut dengan pengakuan perasaan Ellena pada kakaknya, dikarenakan ia sudah sering mendengar itu. Sementara itu, seorang pria yang tidak sengaja mendengar semua perkataan Ellena, ia menggerakkan giginya marah, dan ia mengarahkan sorot mata tajam pada pria yang berada di sebelah Ellena.


‘Ellena adalah milikku, dan hanya aku yang berhak memilikinya,’ kata dalam hati pria yang tidak lain adalah kakak Gaby, dan ia sudah menyiapkan banyak rencana untuk memisahkan Ellena dan pria yang diakuinya sebagai kekasih.


Noah sendiri, ia sadar jika ada seseorang yang menatap tidak suka keberadaannya. Tanpa menoleh dan hanya melirik ke segala arah, ia berhasilkah menemukan keberadaan seseorang yang tidak menyukai keberadaannya.


‘Wajahnya mirip Gaby, ah iya, kemungkinan pria itu adalah kakak Gaby, dan ia tidak menyukai keberadaanku, dikarenakan aku datang bersama Ellena,’ kata Noah dalam hati, dan ia terus saja memperhatikan gerak-gerik pria itu.


...----------------...


Tidak lama berada di tempat pesta, Noah dan Gaby telah pergi meninggalkan Mansion tempat berlangsungnya pesta, dan sekarang mereka justru berhenti di tengah jalan, dikarenakan ada tiga mobil yang sengaja menutup jalanan.


Melihat pria yang pertama kali keluar dari salah satu mobil, baik Noah dam Ellena mengenal siapa pria itu. “Kak Brandon, kenapa ia tiba-tiba muncul di tempat ini?” tanya Ellena bingung.


“Sayang, sepertinya pria itu tidak terima dengan hubungan kita!” kata Noah, dan bertepatan dengan itu muncul tiga mobil yang berhenti di samping mobilnya.


Satu mobil berisi para bodyguard Ellena, satu mobil berisi anggota Black Panther yang dipersiapkan Leo untuk melindungi adiknya. Sedangkan mobil terakhir, dengan aura mencekam Jacob keluar dari mobil sambil menenteng senapan serbu, begitu juga dengan tiga pria yang keluar dari mobil bersamanya.


Brandon tahu tentang para bodyguard Ellena, maupun kelompok Mafia Black Panther, tapi ia tidak tahu berasal darimana empat pria dengan aura yang begitu mengerikan.


Tidak mengenali siapa orang-orang itu, dan ia juga belum tahu identitas kekasih Ellena, Brandon yakin jika orang-orang itu adalah bodyguard kekasih Ellena. “Sialan! Pria itu sepertinya bukan sosok sembarangan, kalau seperti ini, aku bisa kehilangan Ellena!” teriak Brandon begitu ia sudah berada di dalam mobil, dan begitu saja pergi.


“Paman Jacob, hancurkan dua mobil, selain mobil yang sudah pergi!” kata Noah memberi perintah.


“Baik Tuan Muda!” balas Jacob.


Door... Door... Door... Door...


Dua mobil yang berisikan para bodyguard Brandon diberondong peluru oleh Jacob dan tiga orang lainnya. Dalam waktu singkat seluruh orang di dalam mobil mati, dan peluri baru berhenti di tembakkan begitu kedua mobil meledak.


Para bodyguard Ellena dan anggota Black Panther tersenyum melihat apa yang dilakukan para pengawal Noah. Kejam dan tanpa ampun, sungguh mereka sangat pantas menjadi bodyguard di keluarga Ludwing. Keluarga kejam yang jauh lebih kejam dari keluarga Milito, yang selama ini dikenal kejam pada siapapun yang menjadi musuhnya.


“Sayang, kenapa kamu tidak menembaku mobil Kak Brandon?” tanya Ellena yang ia merasa tidak masalah jika Brandon mati.


Tentu saja Noah tidak ingin Brandon mati begitu saja, dikarenakan ia punya rencana yang lebih baik daripada langsung membunuh pria itu. “Tidak ada untungnya membunuh pria itu, tapi aku tidak akan membiarkan hidupnya tenang setelah berani mengganggu kita!”


Noah menoleh, melihat Jacob. “Paman, apa aku boleh minta tolong untuk membuat pria itu kehilangan semua miliknya? Namun, beri perlakuan baik pada adiknya karena aku melihat wanita itu bukan sosok seburuk kakaknya!”


“Tuan Muda tidak perlu meminta tolong, tapi cukup memberi perintah, dan saya akan menyelesaikan apapun yang Tuan Muda perintahkan!” kata Jacob.


“Kalau begitu, lakukan sesuai apa yang sudah aku katakan!” balas Noah.


“Baik Tuan Muda, saya akan melakukan semua itu, dan bosok pagi Tuan Muda bisa melihat hasilnya!” kata Jacob.


Setelah seluruh urusan selesai, Noah kembali membawa Ellena masuk kedalam mobilnya, dan mereka melanjutkan perjalanan kembali ke kota.


“Sepertinya aku selama ini salah menilai baik Kak Brandon! Nyatanya ia hanya pria yang terlihat baik karena ada maksud tertentu, dan ia bukannya mencintaiku, melainkan terobsesi memilikiku,” kata Ellena begitu Noah sudah kembali menjalankan mobilnya.


“Sayang, bagaimana dengan Kak Leo, apa ia akan marah dengan apa yang akan aku lakukan pada Brandon?” tanya Noah.


“Kakak tidak mungkin marah padamu, ia justru akan membuat hidup Kak Brandon jauh lebih menderita jika tahu apa yang ingin dilakukannya padaku!” jawab Ellena dan ia tersenyum.


Noah mengangguk pelan mendengar jawaban Ellena. “Kalau seperti itu, anggap saja urusan dengan pria itu telah selesai!” kata Noah.


Ellena tersenyum. “Sayang, di sisimu banyak wanita cantik, dan tentunya banyak pria yang menginginkan para wanitamu, oleh karena itu, jangan terlalu lunak pada para pria yang datang untuk mengganggu para wanitamu! Kalau bisa, perlakukan mereka seperti para bodyguard Kak Brandon” kata Ellena.


“Sekarang aku tidak akan pernah lunak pada siapapun yang mengganggu wanitaku!” kata Noah dan ia tersenyum.


Sekarang ia memiliki kekuatan, dan dengan kekuatan itu ia akan menghancurkan siapapun yang berani bersinggungan dengannya, dan ia juga tidak lupa rencana balas dendam pada orang-orang di masa lalu yang sudah berani bersinggungan dengannya.


‘Mereka semua akan membayar apa yang sudah mereka lakukan padaku di masa lalu, dan bayaran itu tidaklah murah,’ katanya dalam hati, dan awal balas dendam akan dimulai saat pesta pernikahan Edgar dan Nancy.


Sebenarnya saat ini juga ia bisa memulai acara balas dendamnya, tapi semua akan terasa jauh lebih menarik dan jauh lebih indah jika dilakukan saat musuh sedang berada di atas angin.


...----------------...


Bersambung.