
Pagi ini Noah mengantarkan Ellena pulang ke Mansion Keluarga Milito. Semalam Ellena bermalam di rumah Agnes, dikarenakan ia merindukan Jihan. Jadi, baru pagi ini ia akan pulang, dan kebetulan Noah juga ingin bertemu dengan kakeknya untuk membicarakan perihal acara pengenalan Noah sebagai bagian dari keluarga Ludwing.
Setelah mengantarkan Ellena ke Mansion keluarganya, Noah segera bergegas pergi ke Mansion Keluarga Ludwing untuk menemui kakeknya. Kedatangannya disambut langsung oleh kakeknya, yang pagi ini sedang bersantai di teras depan dengan penjagaan ketat para bodyguard bersenjata senapan serbu.
“Cucuku, apa pria bernama Brandon telah mengganggumu?” tanya Kakek Richard begitu Noah duduk di sebelahnya.
“Ya, pria itu telah menggangguku, tapi aku sudah menyuruh Jacob untuk membereskannya!” jawab Noah.
“Aku juga tahu semua itu dari Jacob, dan aku sudah menambah hukuman untuk pria itu tapi tidak sampai membuatnya mati!” kata Kakek Richard, yang telat menambah hukuman untuk Brandon.
“Aku berharap Kakek tidak menyentuh adik wanita pria itu karena ia tidak seburuk kakaknya, dan lagi ia teman Ellena!” ungkap Noah.
“Kamu tenang saja, aku tahu mana yang pantas mendapat hukuman, dan mana yang pantas dibiarkan lolos. Semua informasi tentr wanita itu menunjukkan jika ia wanita baik, dan faktanya hubungannya dengan sang kakak tidak pernah baik. Jadi, tidak ada alasan menyeretnya dalam masalah yang dibuat kakaknya!” kata Kakek Richard, dan ia menikmati kopi pahit kesukaannya.
Noah mengangguk pelan, lalu ia bertanya, “Lalu bagaimana dengan acara itu, apa Kakek membutuhkan bantuanku?”
Mendengarnya, Kakek Richard menggelengkan kepala, dan ia meletakkan cangkir kopinya di atas meja.
“Semua persiapan untuk acara itu hampir selesai, dan kita tinggal menunggu waktu terbaik untuk mengumumkan pada dunia, jika kamu adalah bagian dari keluarga Ludwing! Aku yakin begitu semua orang tahu kamu adalah anggota keluarga Ludwing, akan ada sekelompok orang mengutuk kebodohan mereka karena telah meremehkanmu di masa lalu!?” kaga Kakek Richard.
Setelahnya, dikarenakan tidak lagi ada yang perlu dibahas dengan kakeknya, dan sepertinya Kakek Richard ada urusan mendadak yang tidak bisa ia tinggal, Noah memutuskan pergi berkeliling Mansion Keluarga Ludwing, dan ia akhirnya sampai di halaman belakang, yang mana di tempat itu terdapat ruangan tempat latihan menembak, dan kebetulan ada beberapa orang bodyguard yang sedang melakukan latihan untuk mempertajam keahlian menembak, yang mereka miliki.
Melihat kedatangan Noah yang merupakan Tuan Muda Keluarga Ludwing, para bodyguard yang sedang berlatih segera menunduk, memberi penghormatan pada Noah. Sedangkan ia yang diberi hormat, ia menerima penghormatan semua orang, dan menyuruh semua orang melanjutkan latihannya.
Terus berjalan dan melihat adanya tempat kosong yang bisa digunakan untuk berlatih, Noah segera mengambil pistol yang tersedia di tempat senjata, dan setelah mengisi pistol dengan peluru, ia segera mengarahkan pistol ke targer pertama, yang memiliki jarak darinya sejauh belasan meter.
Door...
Peluru melesat, dan tembakan pertama yang dilakukan Noah tepat mengenai sasaran.
Beralih ke sasaran tembak yang lebih jauh, kembali tembakan yang dilakukan Noah tepat mengenai sasaran. Bahkan saat ia menembak sasaran tembak yang bergerak, tidak satupun tembakannya meleset dari sasaran.
Semua peluru yang ditembakkan, seluruhnya tepat mengenai sasaran, dan itu membuat kagum para bodyguard Keluarga Ludwing yang melihat bagaimana Noah berlatih. Ya, meski tidak jarang dari mereka dapat melakukan seperti yang dilakukan Noah, tapi biasanya mereka membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukannya.
Sedangkan Noah, ia melakukannya semuanya kurang dari satu menit, bahkan ia sengaja tidak memasang penyetabil tembakan di pistol yang ada di tangannya, berbeda dengan para bodyguard Keluarga Ludwing yang senantiasa memasang alat penyetabil, yang fungsinya mempermudah mereka menembak tepat pada sasaran tembak.
Noah menunjukkan senyuman di wajahnya setelah melihat seluruh tembakannya tepat sasaran, bahkan ia melakukan semua itu dengan sangat cepat. “Aku percaya kalian semua pasti bisa melakukan seperti apa yang baru aku lakukan! Kunci untuk bisa melakukan semua itu adalah latihan dengan bersungguh-sungguh, dan jangan pernah merasa puas dengan keahlian yang sekarang sudah kalian miliki!”
Setelah mengatakan semua itu pada para bodyguard Keluarga Ludwing, dan semua yang dikatakannya didengar jelas oleh mereka, Noah memutuskan meninggalkan ruangan tempat berlatih.
Meninggalkan tempat latihan menembak, Noah berencana pamit pada Kakeknya, tapi mendengar jika Kakeknya masih berada di ruang kerjanya dan masih sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya Noah memilih menitipkan pesan pada asisten Kakeknya, jika ia akan pergi karena masih ada urusan di luar.
Pergi meninggalkan Mansion Keluarga Ludwing yang mana kakeknya selalau memaksanya tinggal di tempat itu, Noah memacu mobil Bugatti Chiron miliknya menyusuri jalanan kota yang cukup lengang karena sudah memasuki jam kerja.
Noah menepikan mobilnya tidak terlalu jauh dari tempat berdirinya Sasa, dan tidak lama kemudian sebuah mobil datang dan berhenti di sebelah Sasa. Begitu pintu mobil terbuka, Sasa terlihat buru-buru masuk ke dalam mobil, dan mobil itupun melesat pergi. Namun, secepat apapun mobil itu, masih jauh lebih cepat mobil Noah yang mengikuti di belakang, dengan menjaga jarak.
Mobil yang membawa Sasa terus saja melaju kencang, dan setelah dua jam berlalu, mobil telah sampai di rumah yang terletak jauh dari keramaian. Noah yang terus mengikuti mobil itu, keberadaannya belum disadari oleh mereka yang berada di dalam mobil.
Menggunakan keterampilan mata tembus pandang, Noah tahu jika selain Sasa, di dalam mobil itu terdapat seorang pria dan seorang wanita. Lalu dengan pendengarannya yang tajam, ia mendengar pembicaraan Sasa dengan dua orang itu, begitu mereka keluar dari mobil.
Dari apa yang didengar, Noah tahu jika tujuan mereka adalah, menjenguk salah satu sahabat mereka yang baru tertimpa musibah. Namun, meski berada di jarak cukup jauh, tidak sulit bagi Noah membaca pikiran dua orang yang pergi bersama Sasa.
“Jangan harap kalian bisa melakukan hal buruk pada kekasihku!” gumam Noah, dan hanya dalam waktu kurang dari lima detik, ia sudah berdiri di dekat Sasa, dan tentu saja kemunculannya yang begitu tiba-tiba membuat terkejut Sasa serta dua orang lainnya.
Noah mengabaikan pria dan wanita yang datang bersama Sasa, dikarenakan fokusnya saat ini hanya tertuju pada Sasa. “Sayang, di dalam rumah ini tidak ada sahabatmu, melainkan ada Kenzo dan dua pria yang menunggu kedatanganmu! Lalu mereka berdua ini, meraka sudah menerima sejumlah uang dari Kenzo, dan tugas mereka adalah membawamu ke tempat ini.
Tentu saja Noah masih iangat siapa itu Kenzo, apalagi ia pernah menghajar pria itu, dan ia sudah tahu banyak tentang Kenzo dari Sasa.
Kenzo, pria bertato mantan kekasih Sasa, yang sampai saat ini masih terobsesi kembali menjalin hubungan dengan wanita yang selama ini menjadi sumber keuangannya. Selama mereka menjalin hubungan, Sasa selalu mengabulkan apapun yang diinginkan Kenzo.
Motor, mobil, bahkan sebuah unit apartemen pernah diberikan Sasa pada mantan kekasihnya itu, tapi semua itu lenyap dari tangan Kenzo begitu hubungan mereka berakhir. Mobil dan apartemen kembali ke tangan Sasa, tapi tidak dengan motor yang sudah lenyap lebih dulu karena Kenzo menggunakan motor itu untuk taruhan, dan ia kalah dalam taruhan itu.
Dua orang yang mendengar perkataan Noah, keduanya tidak mengangka jika ada yang tahu tentang rencana menjebak Sasa, apalagi orang itu terlihat memiliki hubungan dekat dengan Sasa, atau bahkan mungkin pria itu adalah kekasih baru Sasa setelah mengakhiri hubungan dengan Kenzo.
Ingin membantah apa yang dikatakan Noah, dua orang yang datang bersama Sasa, mereka terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi mulut mereka seketika terkunci saat dua mobil berhenti di dekat mobil mereka, dan melihat sosok Jacob beserta tujuh anak buahnya keluar dari dalam mobil.
“Paman Jacob, di dalam sana ada tiga pria dalam keasaan tubuh segar bugar, mungkin banyak dari bagian tubuh mereka yang bisa ditukar dengan sesuatu yang lebih berharga dari keberadaan mereka!” kata Noah dengan santainya, dan Jacob tidak sulit mengerti maksud dari perkataan Noah.
Jacob langsung saja menyuruh lima anak buahnya untuk melumpuhkan tiga orang yang berada di dalam rumah, dan setelahnya menyeret ketiga orang itu keluar. Dengan wajah babak belur dan dalam keadaan tidak sadar, Kenzo dan dua pria lainnya diseret dari dalam rumah, dan sekarang Sasa sekarang bisa melihat langsung kebenaran dari perkataan Noah, yang sedari awal memang sudah ia percaya.
“Tuan Muda, lalu bagaimana dengan mereka berdua?” tanya Jacob sambil menatap dua orang yang datang bersama Sasa.
“Perlakukan mereka sama seperti ketiga pria itu!” Bukan Noah yang menjawab, melainkan Sasa.
Sedangkan Noah, ia berkata setelah Sasa diam, “Paman turuti saja apa yang menjadi keinginan kekasihku!”
Dua orang yang melihat nasib mereka akan sama seperti Kenzo, mereka mencoba mengiba dengan meminta maaf pada Sasa, tapi apa yang mereka lakukan tidak sedikitpun mendapatkan tanggapan dari Sasa.
Pada akhirnya keduanya dibuat pingsan oleh Jacob, sedangkan Sasa, ia sudah pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan Noah.
...----------------...
Bersambung.