
Setelah penyerangan yang dialaminya beberapa waktu yang lalu, sekarang Noah memiliki kesibukan. Dia tidak hanya diam menunggu Jacob menyelesaikan tugasnya, tapi dia bergerak secara diam-diam mencari keberadaan musuh.
Dengan keterampilan hacker super yang dimilikinya, tidak sulit baginya mengetahui keberadaan organisasi mati Death Snake. Kurang dari lima menit dia berhasil mengetahui lokasi seluruh markas organisasi mafia Death Snake. Dia juga telah mengetahui seberapa banyak anggota organisasi itu, dan yang paling penting, dia telah mengetahui empat sosok petinggi organisasi mafia Death Snake.
“Salah satu dari mereka ternyata sedang berencana menghabisiku secara langsung!” gumam Noah dengan pandangan lurus menatap layar laptopnya, yang menampilkan seluruh informasi tentang Zero, salah satu soaok petinggi organisasi mafia Death Snake.
“Berangkat menggunakan pesawat pribadi, kemungkinan dia dan anak buahnya akan sampai dalam dua hari, dan penyerangan kemungkinan akan dilakukan dua hari setelah kedatangannya!” Dia mencoba memprediksi apa yang akan dilakukan Zero dan anak buahnya.
Pada dasarnya dia tidak khawatir jika hanya dirinya yang menjadi target Zero, tapi di khawatir Zero akan menargetkan orang-orang didekatnya, termasuk para kekasihnya. Untuk kakeknya, dia yakin Zero seorang diri tidak memiliki kapasitas untuk mengusik kakeknya. Yang ada, Zero dan anak buahnya dengan mudah dimusnahkan, jika berani mengusik kehidupan kakeknya.
“Sebaiknya aku mulai mempersenjatai mereka dengan senjata api!” Mereka yang Noah maksud adalah para kekasihnya, dan meski mereka sudah memiliki kekuatan super, dengan keberadaan senjata api di tangan, itu dapat menambah keamanan mereka.
“Untuk mereka yang tidak berhubungan dengan pendidikan, mudah bagiku memberi mereka senjata api, tapi untuk Jane dan Joy, sepertinya sedikit susah jika membekali mereka dengan senjata api,” gumamnya, dan pada akhirnya dia mengambil keputusan menaruh lebih banyak penjaga untuk menjaga Joy dan Jane selama tidak bersama dengannya.
Ellena sudah ada keluarga yang membantu menjaga keamanannya, begitu juga dengan Agnes. Sasa juga mendapatkan pengawalan secara sembunyi-sembunyi dari orang-orang yang ditugaskan oleh keluarganya begitu juga dengan Jane dan Joy. Hanya Nancy yang sangat tergantung padanya.
Sejak memutuskan meninggalkan rumah dan tidak lagi berhubungan dengan anggota keluarganya, Nancy sudah tidak lagi mendapatkan pengawalan khusus, oleh karena itu Noah berencana menempatkan pengawal yang berasal dari keluarga Ludwing untuk memberi pengawalan pada Nancy. Untuk mengawal para kekasihnya, Noah mengirim pengawal wanita, yang mana kekuatan mereka setara dengan keberadaan pengawal pria.
“Rencanaku sudah begitu baik, dan aku yakin apa yang sudah aku rencanakan bakalan mampu menjamin keamanan untuk mereka!” kata Noah dengan senyuman tipis yang terlihat di wajahnya.
Hans, orang kepercayaan Jacob yang saat ini mendampingi Noah dikarenakan Jacob sedang pergi melaksanakan apa yang ditugaskan Noah padanya, sekarang Hans akan menemani kemanapun Noah pergi, dan dia juga akan melakukan apapun yang ditugaskan oleh Noah.
......................
Dua hari berlalu dengan cepat. Di dalam sebuah mobil yang baru saja meninggalkan bandara internasional yang lokasinya berdekatan dengan ibukota, terlihat Zero berada di dalam mobil itu, dan ditangannya dia memegang sebuah Ipad, yang mana layar Ipad nya sedang menunjukkan informasi tentang sosok Noah, yang berhasil dikumpulkan oleh anak buahnya, yang sudah lebih dulu tiba di negara tempat tinggal Noah, bahkan sebelum terjadinya penyerangan yang hampir mencelakai Noah dan semua orang yang berada di dalam mobilnya.
Informasi yang didapatkan memang tidak terlalu lengkap, tapi setidaknya dia sudah tahu dimana tempat tinggal Noah, dan siapa orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengannya. Saat tahu jika Noah sedang dekat dengan lebih dari satu wanita, Zero merasa jika Noah adalah seorang penjahat yang gemar gonta-ganti wanita.
Dia sangat tidak menyukai keberadaan pria seperti itu, dan dia senang karena pria seperti itu adalah target yang harus segera dimusnahkan. Tidak sabar memusnahkan Noah, itulah yang dia rasakan setelah mengetahui banyak informasi tentang Noah. Namun, dia masih membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya sebelum benar-benar bergerak memusnahkan Noah.
Targetnya adalah Noah. Jika wanita yang sedang menjalin hubungan dengan Noah tidak ikut campur dalam rencana memusnahkan Noah, dia tidak akan berbuat macam-macam pada mereka. Akan tetapi, jika para wanita itu ikut campur, dia tidak akan segan memusnahkan mereka, selayaknya apa yang ingin dilakukan pada Noah.
Selanjutnya Zero keluar dari mobil yang menjemputnya begitu dia sampai di rumah, yang untuk sementara waktu akan menjadi markas, selama dia mengerjakan tugas memusnahkan keberadaan Noah. Markas yang ditempatinya tidak jauh dari perumahan yang ditinggalin Noah, oleh karena itu, dia dan anak buahnya tidak akan memakan banyak waktu jika ingin menyerang Noah di rumahnya.
Keluar dari mobil dan disambut dua orang kepercayaannya yang ditugaskan menyiapkan markas untuknya, Zero langsung saja berkata pada mereka, “Kita lebih dulu beristirahat, dan dua hari lagi kita akan menyerang mereka!”
Sementara itu, Noah yang sedang bekerja menggunakan laptopnya, dia telah mengetahui kedatangan Zero, dan itu sesuai dengan apa yang diprediksikan nya.
“Setelah ini dia akan beristirahat, besok dia menyusun rencana penyerangan, dan di hari selanjutnya dia akan mengeksekusi rencana yang sudah di susun,” gumam Noah seolah tahu apa yang akan dilakukan Zero.
Untuk dimana Zero saat ini berada, dia telah mengetahuinya, dikarenakan sedari awal dia sudah tahu tempat yang akan dijadikan markas oleh Zero dan anak buahnya. Bahkan dia telah menempatkan beberapa orangnya untuk bergantian mengawasi tempat itu selam dua puluh empat jam setiap harinya.
Sekarang Noah memiliki dua pilihan. Menunggu Zero dan anak buahnya datang menyerangnya, atau lebih dulu pergi menyerang mereka! Opsi kedua sangat mungkin dilakukan, apalagi saat ini dia yakin kalau Zero sedang dalam keadaan kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh. Memanfaatkan keadaan Zero, tentu tidak sulit batinnya memusnahkan orang itu.
“Daripada menunggu musuh datang menyersng, memang jauh lebih baik datang secara tiba-tiba, dan menyerang mereka yang dalam keadaan tidak siap!” Noah segera memanggil Hans, dikarenakan dia akan membicarakan rencana penyerangan dengan Hans.
Malam ini dirasa waktu yang tepat untuk menyerang Zero dan anak buahnya. Memanfaatkan situasi saat Zero dan beberapa anak buahnya masih dalam keadaan kelelahan, Noah merasa tidak akan sulit mengalahkan mereka.
Begitu Hans datang, Noah langsung saja membicarakan rencana penyerangan dengan Hans, yang memang sudah tahu jika Tuan Mudanya telah mengetahui keberadaan markas Zero dan anak buahnya. Setelah beberapa waktu menyusun rencana, akhirnya rencana selesai di susun, dan malam ini mereka akan langsung menyerang Zero dan anak buahnya.
......................
Malam harinya di rumah yang dijadikan markas oleh Zero dan anak buahnya.
Saat ini Zero masih sedang istirahat di kamarnya, begitu juga dengan beberapa anak buahnya, yang istirahat di kamar masing-masing. Mereka begitu lelap dalam istirahat, sedangkan mereka yang tidak istirahat tidak begitu fokus melakukan penjagaan di sekitar markas, bahkan dua orang yang menjaga ruang monitor CCTV, mereka nampak tidur dengan lelapnya.
Di saat mereka mengabaikan keadaan di sekitar markas, saat itulah banyak orang yang memanfaatkan keadaan itu, dan jelas kedatangan mereka bukan untuk tujuan baik. Setidaknya ada puluhan orang dengan pakaian serba hitam yang datang dari bagian belakang markas, dan mereka dipimpin oleh dua orang yang tidak menggunakan topeng seperti puluhan orang lainnya.
Dua orang yang tidak menutupi wajahnya menggunakan topeng adalah Noah dan Hans, dan terlihat jelas keduanya tersenyum lebar setelah memastikan musuh begitu lengah dengan keadaan di sekitar markas mereka. Sekalipun ada penjaga, mereka terlihat sudah tertidur lelap dan bisa dipastikan tidak sadar keberadaan banyak orang di belakang markas mereka.
Walapun terlihat mudah memasuki markas musuh, Noah tidak sembarangan memasuki markas musuh. Bagaimanapun juga itu adalah markas musuh, dan banyak sesuatu yang tidak diketahuinya di dalam sana. Oleh karena itu, sebelum memimpin anak buahnya menyerang markas musuh, lebih dulu dia menggunakan keterampilan mata tembus pandang untuk memastikan keadaan di dalam sana. Setelah memastikan semua dalam keadaan sesuai prediksinya, segera dia bersiap masuk dan menyerang markas musuh.
“Malam ini kita akan bersenang-senang di dalam sana!” kata Noah dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
......................
Bersambung.