
Berdiri Noah dan kedua belas kekasihnya di depan portal, yang akan membawa mereka ke Dunia Monster.
Jika biasanya monster yang datang ke Bumi melalui portal dimensi, kini giliran mereka yang akan datang ke Dunia Monster, juga melalui portal dimensi.
“Aku tidak menyangka jika ada waktunya kita yang pergi ke Dunia Monster,” kata Anggun.
“Biasanya mereka yang datang melalui portal dimensi, tapi kini giliran kita yang mendatangi mereka, juga melalui portal dimensi,” ujar Joy.
“Jika mereka datang dengan tujuan untuk menguasai Bumi, kita datang untuk memburu mereka, dan menaikkan level kekuatan,” kata Agnes.
“Aku penasaran seperti apa keadaan di Dunia Monster. Monster adalah sosok yang mengerikan, dan aku membayangkan jika Dunia Monster adalah tempat yang sangat buruk!” kata Sasa.
Bukan hanya Sasa, tapi semua wanita juga membayangkan jika Dunia Monster adalah tempat yang sangat buruk, jauh lebih buruk dari gunung sampah yang ada di Bumi.
Mereka memiliki keyakinan jika tempat tinggal monster sama buruknya dengan sifat monster yang kejam.
Noah sendiri hanya diam, mendengarkan pembicaraan mereka, sambil melihat portal dimensi yang sedang dibuat oleh sistem.
Sistem membutuhkan waktu untuk menyempurnakan pembuatan portal dimensi. Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menyempurnakan portal dimensi.
[Tuan, portal dimensi telah terbentuk sempurna, dan siap digunakan]
Noah tersenyum, setelah mendengar suara sistem.
“Bagaimana, apa kalian sudah siap?” tanya Su Tianjin, menatap bergantian seluruh kekasihnya.
“Kami siap!” jawab dua bekas wanita bersamaan.
“Kalau begitu, sekarang juga kita berangkat!” kata Noah.
[Tuan, keadaan di dalam portal dimensi sudah aku pastikan keamanannya, tapi aku tidak bisa memastikan keadaan begitu Tuan dan yang lainnya tiba di Dunia Monster. Aku harap Tuan waspada terhadap serangan tiba-tiba para monster]
“Baik, aku akan senantiasa waspada,” balas Noah.
Selanjutnya dia memimpin seluruh kekasihnya memasuki portal dimensi, yang akan membawa mereka pergi ke Dunia Monster.
“Sayang, apa kita akan berjalan di dalam portal dimensi?” tanya Nancy.
[Tuan, dan seluruh Nona, kali cukup melangkah beberapa langkah di dalam portal, untuk sampai ke Dunia Monster]
Bukan Noah yang memberi jawaban, melainkan sistem yang menjawab apa yang ditanyakan Nancy.
Noah dan yang lainnya menganggukkan kepala, setelah mendengar jawaban sistem.
“Semuanya saja waspada! Jangan ada yang lengah bagitu kita tiba di Dunia Monster!” kata Noah.
Semua wanita menganggukkan kepala, dan mereka segera saja meningkatkan kewaspadaan.
Setelahnya mereka semua mulai memasuki portal, dan berjalan kaki di lorong, yang berada di dalam portal dimensi.
Mereka tidak merasakan bahaya selama berada di dalam portal, dan tidak lama melangkah mereka sudah dapat melihat ujung dari portal dimensi.
[Tuan, dari sini aku bisa merasakan seperti apa keadaan di Dunia Monster, dan sepertinya kita semua akan sampai di tempat aman, yang berada di Dunia Monster]
Noah merasa lega mendengar informasi yang disampaikan sistem padanya, setelah sebelumnya dia merasa khawatir akan serangan tiba-tiba, yang dilakukan monster penghuni Dunia Monster.
Meski begitu, Noah sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya, begitu juga dengan seluruh kekasihnya.
“Sayang, apa di depan sana merupakan ujung portal dimensi?” tanya Jane.
Noah mengangguk pelan. “Benar, di depan sana adalah ujung dari portal dimensi.”
“Semua bersiap, kita akan segera sampai di Dunia Monster!” kata Noah.
Seluruh wanita menganggukkan kepala, dan tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai di ujung portal dimensi. Begitu keluar dari portal dimensi, mereka segera disuguhi pemandangan, jauh dari apa yang mereka bayangkan.
Pepohonan tumbuh subur, beraneka jenis bunga berwarna-warni, serta danau dengan air jernih yang terlihat sangat menyegarkan.
Pemandangan yang mereka lihat benar-benar memanjakan mata, dan semua yang terlihat sangat jauh dari apa yang mereka bayangkan tentang Dunia Monster.
Tak ada tempat yang buruk, yang ada adalah tempat indah yang sangat memanjakan mata.
“Apa ini benar-benar Dunia Monster yang sebelumnya kita bayangkan sebagai tempat yang sangat buruk dan tidak layak dihuni?” tanya Vika.
“Aku ingin mengatakan tidak, tapi sepertinya tempat ini memang Dunia Monster,” ungkap Prilly.
Semua wanita tidak menyangka jika bayangan mereka tentang Dunia Monster nyatanya benar-benar salah.
Tidak ada sesuatu yang buruk tentang Dunia Monster, yang ada adalah tempat indah, bahkan mereka melihat adanya kesamaan antara keadaan Dunia Monster dan Bumi.
Namun, mereka harus akui jika udara yang mereka rasakan saat ini, jauh lebih segar dari apa yang mereka rasakan saat berada di Bumi.
Kini, mereka dibuat penasaran tentang alasan para monster yang begitu ingin menguasai Bumi, padahal mereka memiliki tempat tinggal, yang jauh lebih baik dari keadaan Bumi saat ini.
“Sepertinya mereka menginginkan Bumi hanya karena keberadaan banyak manusia di Bumi,” kata Suzy.
“Benar, sepertinya mereka ingin menguasai Bumi hanya karena banyaknya manusia, yang ada di Bumi,” imbuh Yuna.
“Mereka menginginkan manusia sebagai makanan dan sebagai sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan,” ujar Amel.
Mereka para wanita kemudian melihat sekeliling, sementara Noah, setelah memastikan keadaan sekitar, dia sedang membangun tempat untuk beristirahat.
Di toko sistem dijual berbagai rumah di hutan, yang dapat dibelinya, tapi dia tidak ingin membeli rumah yang keberadaannya akan terlihat sangat mencolok.
Pada akhirnya Noah membeli rumah berbentuk gua, yang dia rasa keberadaannya tidak akan terlalu mencolok, dibandingkan rumah hutan, yang terbuat dari kayu.
“Sistem, aku membeli rumah gua beserta seluruh isinya, beserta persediaan makanan untuk beberapa hari ke depan!” kata Noah.
[Rumah gua beserta seluruh isinya dan persediaan makanan untuk beberapa hari ke depan berhasil di beli, Tuan tinggal memilih tempat untuk membangun rumah]
“Sistem, bagaimana kalau rumah itu dibangun, dibelakang air terjun?” tanya Noah.
[Tempat yang bagus dan bisa menyamarkan keberadaan rumah gua]
“Ya, tempat yang sangat bagus, jadi cepat bangun rumah gua di bagian belakang air terjun!”
[Membangun rumah gua. Pembangunan akan selesai dalam satu menit]
Itu adalah sistem, keberadaan yang sangat luar biasa. Jadi, bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Noah, jika sebuah rumah bisa di bangun oleh sistem dalam satu menit.
Satu menit dengan cepat berlalu, dan sistem telah selesai membangun rumah gua.
[Tuan, rumah gua lengkap dengan seluruh perabotannya telah selesai dibangun. Tuan bisa melihat ke dalam untuk memastikan ada tidaknya kekurangan dari rumah gua]
“Aku tidak akan pergi melihat ke dalam seorang diri, aku akan mengajak mereka semua pergi bersamaku!”
Noah memutuskan membawa seluruh kekasihnya melihat bagian dalam rumah gua.
Kedua belas wanita yang tidak tau jika Noah telah selesai membangun rumah gua, mereka dibuat bingung saat Noah tiba-tiba saja membawa mereka ke dekat air terjun.
“Sayang, kenapa tiba-tiba membawa kami ke tempat ini? Apa kamu ingin memberitahu kami jika di bagian belakang air terjun ada ruangan rahasia, dan kita akan tinggal di tempat itu?” ujar Anggun.
“Di balik air terjun memang ada ruang rahasia, dan kita memang akan tinggal di tempat itu!”
Tiba-tiba muncul jalan setapak, yang menghubungkan tempat Noah saat ini dengan bagian dibalik derasnya air terjun.
Berjalan menuju gua yang berada di balik air terjun, saat Noah dan kedua belas kekasihnya berada di dekat derasnya air terjun, secara ajaib air terjun tiba-tiba berhenti, dan mereka bisa melihat pintu raksasa yang berada di balik air terjun.
[Tuan, jalan setapak dan air yang berhenti turun hanya akan muncul dan terjadi saat Tuan dan para Nona ingin pergi ke rumah gua]
[Jika orang itu bukan Tuan dan para Nona, jalan setapak tidak akan muncul, begitu juga dengan air yang akan turun dengan derasnya]
Noah mengangguk mendengar semua itu. “Mari kita masuk ke dalam rumah gua!” kata Noah, lalu dia segera membuka pintu rumah gua.
Saat mereka semua sudah berada di dalam rumah gua, air terjun kembali turun dengan derasnya, dan tidak lama pintu besar tertutup, bersamaan dengan lampu rumah gua yang mulai menyala.
Seketika para wanita bisa melihat keadaan rumah, mirip dengan apa yang mereka temukan di Mansion, yang ada di Bumi. Melihat pemandangan rumah selayaknya yang ada di Bumi, mereka yakin jika semua ini hasil perbuatan Noah dan sistem.
Membangun rumah gua di belakang air terjun, mereka merasa ide ini adalah milik Noah, sementara sistem adalah sosok yang mewujudkan bangunan rumah mewah, selayaknya rumah-rumah mewah di Bumi.
“Selama berada di Dunia Monster, kita akan tinggal di dalam rumah gua ini,” kata Noah, yang mana dia baru tahu dari sistem jika rumah gua bisa dipindah kemanapun dia menginginkannya.
Para wanita tidak ada yang masalah dengan tempat tinggal mereka, sekalipun nantinya mereka hanya tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit.
“Keadaan rumah ini sama dengan rumah yang ada di Bumi, jadi kalian bisa melakukan apa yang ingin dilakukan, sebelum esok hari kita mulai pergi berburu monster,” kata Noah.
Setelahnya, para wanita segera pergi berkeliling, melihat-lihat seperti apa keadaan rumah gua, yang memang tidak jauh beda dari keadaan rumah yang ada di Bumi.
Melihat ke dalam kamar, mereka bisa menemukan lemari pakaian, yang berisikan pakaian, yang ukurannya secara ajaib dapat menyesuaikan dengan ukuran mereka.
Mendadak mereka semua menjadi betah berlama-lama di dalam rumah gua, tapi tetap tidak lupa tujuan mereka datang ke Dunia Monster.
Sementara itu, disaat para wanita melihat keadaan rumah gua, Noah saat ini sedang melakukan pembicaraan serius dengan sistem.
Noah meminta sistem membantunya mencari keberadaan sarang monster, dengan kekuatan di atas level 300.
Dengan membunuh sebanyak-banyaknya monster dengan kekuatan di atas level 300, Noah yakin dia bisa secepatnya meningkatkan level kekuatannya.
[Tuan, tidak jauh dari tempat ini terdapat lima sarang monster. Tiga sarang milik goblin, dengan sebagian besar memiliki kekuatan di atas level 300]
[Untuk dua sarang lainnya, keduanya milik Orc, monster yang senantiasa tumbuh menjadi lebih kuat setelah memenangkan sebuah pertempuran, dan kekuatan merek berada di atas level 400, dengan jumlah lebih dari seribu Orc]
Noah tersenyum senang mendengar adanya lima sarang monster tak jauh dari tempatnya saat ini, tapi dia tidak ingin terburu-buru menyerang saat ini juga.
Dia berpikir jika besok adalah waktu yang paling tepat untuk mulai perburuan monster, dan dia akan memulainya dari menyerang sarang monster milik para goblin.
Untuk hari ini dia ingin mematangkan persiapan, untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi, saat menyerang sarang milik para goblin.
Baru juga ingin melakukan persiapan untuk hari esok, sistem sudah lebih dulu memberi peringatan pada sistem tentang ratusan monster yang mendekati lokasi air terjun.
“Siapa mereka, dan apa yang ingin mereka lakukan di tempat ini?” tanya Noah.
[Tuan, mereka adalah para elf pria penghuni hutan, yang mana di masa lalu mereka dikenal sering menculik manusia, terutama gadis muda, untuk dijadikan penghangat ranjang]
[Tujuan kedatangan mereka, sepertinya mereka sudah terbiasa mandi di kolam air terjun, dan mereka saat ini sedang melakukannya]
“Dari yang aku ketahui seharusnya elf itu memiliki sifat baik, tapi nyatanya mereka jauh dari kata baik!” gumam Noah.
[Itulah sifat asli mereka, para elf pria penghuni hutan, yang sifat serta kelakuannya mirip para goblin]
Noah mengangguk mendengarnya, lalu dia bertanya, “Apa mereka tidak akan pergi melihat keadaan di belakang air terjun?”
Noah khawatir para elf pria itu akan melihat ke bagian belakang air terjun, dan menemukan keberadaan rumah gua.
[Tuan, sekalipun mereka melihat bagian belakang air terjun, mereka tidak akan menemukan pintu rumah gua, dikarenakan aku telah menyamarkan keberadaan pintu rumah gua]
Noah menghela napas lega begitu mendengar semua itu, tapi dia sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya, dikarenakan tidak ada yang tau apa para elf pria benar-benar tidak akan menemukan keberadaan pintu rumah gua.
“Lebih baik bersiap, sebelum hal buruk datang!” gumam Noah, yang memilih berdiri di dekat pintu masuk rumah gua.
Dari tempatnya dia tau jika diluar sana ada banyak orang, bahkan jelas dia mendengar suara tawa.
“Mereka sedang bersenang-senang, tanpa tau jika aku ada di tempat ini,” gunanya pelan, lalu dia duduk bersila di depan pintu yang tertutup rapat.
......................
Bersambung.