
Noah menghentikan mobilnya secara mendadak saat iring-iringan kendaraan lapis baja melintas cepat dua setengah meter di depan mobilnya.
Bukan hanya melintas, tapi mobil lapis baja kini menutup jalan tepat di depan mobil yang dikemudikan Noah.
“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mereka menutup jalanan?” tanya Vita menoleh menatap Noah.
Sedangkan yang ditatap hanya menggelengkan kepala karena belum tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi jauh di depan sana.
“Sebaiknya kita keluar dan bertanya langsung pada mereka!” Noah menunjuk personil polisi yang berjalan ke arah mobilnya.
Noah cepat keluar dari mobil, begitu juga dengan Vita.
“Tempat ini tidak aman, sebaiknya kalian putar arah cari jalan lain untuk sampai tujuan!” kata personil polisi sedikit panik begitu dia berhadap-hadapan dengan Noah.
Bukan panik karena berhadap-hadapan dengan Noah, tapi dia panik dengan apa yang sedang terjadi.
“Apa di depan sana muncul portal dan makhluk asing?” tanya Noah dengan tenangnya, membuat personil polisi aneh melihat ketenangan Noah.
Dia saja yang personil polisi dilanda kepanikan, tapi dia melihat warga sipil yang masih begitu tenang.
“Benar, di depan muncul dua portal dan sudah ratusan makhluk asing keluar. Saat ini ratusan personil polisi dan tentara sedang berusaha mengalahkan mereka!” jawab personil polisi di hadapan Noah.
Mendengarnya Noah mengangguk, lalu dia kembali ke mobil dan pura-pura mengambil senapan serbu dari dalam mobilnya, padahal nyatanya dia mengambil semua itu dari ruang segala jenis senjata.
Personil polisi cukup terkejut melihat dua warga sipil di depannya kini memegang senjata, dan kini dia tahu alasan kenapa keduanya terlihat tenang, nyatanya mereka bukan warga sipil biasa.
“Tidak perlu terkejut dengan kami memiliki senjata!” Noah menunjukkan kartu nama, yang menunjukkan jika dia adalah pemilik NIL Company.
Bukannya merasa tenang begitu tahh identitas Noah sebagai pemilik NIL Company, personil polisi itu justru terlihat khawatir.
Bagaimana dia tidak khawatir jika dihadapkan pada aset penting negara di tengah-tengah kekacauan, padahal keberadaan aset penting negara harus berada dalam perlindungan ketat.
Melihat kepanikan personil polisi di hadapannya, Noah tersenyum, sambil menyerahkan senjata di tangannya pada polisi itu.
“Kalau ingin melindungi kami, gunakan senjata ini karena senjata kalian saat ini tidak mungkin dapat membunuh musuh!” kata Noah, sementara dia mengeluarkan dua pistol dari balik pakaiannya.
Personil polisi yang kini memegang senjata pemberian Noah, dia dibuat bingung saat Noah dan Vita pergi begitu saja, meninggalkan dirinya.
“Tidak ada waktu melaporkan keadaan ini! Sebaiknya aku segera menyusul Tuan Noah, dan memastikan keselamatannya!” katanya dan buru-buru dia mengejar Noah dan Vita.
......................
“Cepat kemari!” Noah memanggil personil polisi yang bingun mencari keberadaannya.
Mengetahui lokasi Noah dan Vita, personil polisi segera pergi ke tempat mereka.
Saat ini Noah, Vita, serta seorang personil polisi berada di sebuah gedung setengah jadi, dan pandangan mereka tertuju pada pertempuran yang terjadi puluhan meter di depan.
Jarak puluhan meter masih bisa dijangkau menggunakan senapan serbu, tapi pistol di tangan Noah sulit menjangkau jarak itu.
Kembali dia mengeluarkan senapan serbu, tentu tanpa sepengetahuan personil polisi, yang saat ini fokus melihat jalannya pertempuran di garis depan.
“Siapkan senjata dan segera kita menyerang!” Noah yang sudah memegang senjata, dia segera membidik musuh.
Melihat musuh yang dihadapi tidak sekuat Minotaur, Noah hanya menggunakan peluru perak, begitu juga dengan Vita.
Untuk personil polisi, senjata yang ada di tangannya sudah dibekali dengan peluru perak, dan dia sudah mendapatkan perbekalan dari Noah jika peluru di senjatanya habis.
Door... Door... Door...
Noah, Vita, dan personil polisi yang bersama mereka sama-sama melepaskan satu tembakan, dan itu tepat mengenai kepala musuh.
“La-Langsung mati!” Terkejut personil polisi dengan apa yang dilihatnya.
Ratusan peluru berwarna hitam yang dimilikinya belum tentu bisa membunuh makhluk asing yang menjadi musuh umat manusia, tapi senjata baru yang dikeluarkan NIL Company mampu membunuh makhluk asing dalam sekali tembak.
“Ini sangat luar biasa! Tuan, NIL Company senantiasa selangkah lebih maju daripada perusahaan pemerintah!” puji personil polisi.
Mendengarnya Noah hanya tersenyum karena pujian itu tidak sepenuhnya ditunjkan padanya, dikarenakan ada peran sistem yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
......................
Suara tembakan terus saja terdengar, sampai akhirnya seluruh makhluk asing mati, dan dua portal yang muncul berhasil dihancurkan.
Begitu seluruh makhluk asing mati dan kedua portal berhasil dihancurkan, dia tidak lagi melihat keberadaan Noah dan Vita. Melihat sekeliling dia tidak menemukan siapapun, yang artinya saat ini dia hanya seorang diri di tempat yang sangat sepi.
Merasa suhu udara tiba-tiba terasa dingin, dia segera berlari pergi menuju tempat mobil Noah terparkir.
Namun, saat sampai di tempat itu mobil yang dicarinya sudah tidak ada.
“Sepertinya mereka sudah pergi meninggalkan tempat ini!” gumamnya lalu dia kembali ke anggota kelompoknya.
Sementara itu, Noah dan Vita sudah pergi jauh meninggalkan lokasi munculnya dua portal.
Di tengah hujan deras yang mengguyur serta petir yang menyambar tanpa henti, Noah mengemudikan mobilnya dalam kecepatan sedang menuju Mansion keluarga Ludwing.
Sampai di Mansion sepuluh menit kemudian, Noah dan Vita segera pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri, dan nantinya mereka akan bergabung dengan yang lainnya.
......................
Personil polisi yang sebelumnya bertemu Noah dan Vita, dia menemui komandannya, dan menceritakan keseluruhan kejadian yang baru dia alami.
Diawali dari pertemuannya dengan Noah, menerima senjata baru yang diproduksi NIL Company, serta mencoba senjata baru yang sangat mematikan.
Dia tidak lupa menunjukkan peluru perak, yang menurutnya jauh lebih baik dari peluru berwarna hitam, yang selama ini menjadi andalan personil polisi dan tentara.
“Jadi, peluru ini yang dengan mudahnya membunuh begitu banyak musuh?”
“Siap, benar komandan, dan saya sudah membuktikannya sendiri!”
Sosok pria yang dipanggil komandan menganggukkan kepalanya.
“Jika benar senjata ini begitu mematikan, semoga saja kita segera mendapatkan pasokan senjata ini!” katanya, lalu dia menyerahkan kembali senjata di tangannya pada personil polisi, yang sebelumnya bertemu Noah dan Vita.
“Tuan Noah memberikan senjata ini padamu, artinya ini adalah milikmu dan tidak ada orang lain yang berhak menggunakannya!”
Mendengar apa yang dikatakan komandannya, dia menerima kembali senjata yang diserahkan padanya, padahal sebelumnya dia ingin sang komandan yang menggunakan senjata itu.
Selesai melapor dan bercerita apa yang baru dialaminya, personil polisi itu pamit undur diri.
......................
Mansion keluarga Ludwing.
Noah sedang melakukan tugasnya saat portal mulai muncul, sementara para wanita kecuali Vita, dengan ditemani Jacob dan Hans, mereka saat ini pergi menyerang portal yang muncul tidak begitu jauh dari Mansion keluarga Ludwing.
Menurut informasi sistem, malam ini akan muncul puluhan portal, dan itu adalah jumlah yang sama dengan kemunculan portal di malam-malam sebelumnya.
“Malam ini entah kenapa aku merasa keadaan tidak akan setenang malam kemarin!” gumam Noah.
Segera saja dia melaporkan kemunculan portal pada prajurit super yang sudah tersebar di banyak tempat.
Kebanyakan portal muncul di tempat berpenduduk padat, tapi ada beberapa yang muncul di tengah hutan atau bahkan lautan, dan itu membuat sedikit kesulitan untuk dihancurkan.
Hutan yang masih berada di daratan tentu lebih mudah dicapai, dibandingkan lautan yang luas.
“Beruntung senjata yang dikembangkan NIL Company selesai diproduksi tepat waktu. Meski jumlahnya sangat terbatas, setidaknya cukup untuk mengamankan wilayah lautan di sekitaran ibukota!” Kembali Noah hanya bergumam pelan.
Lima kapal perang telah selesai dibangun dalam beberapa bulan, dan kapal itu dioperasikan oleh prajurit super, yang sudah terlatih dalam pertempuran di lautan.
Wilayah lautan sudah bisa dijangkau oleh prajurit super, kini hanya tinggal menyisakan wilayah udara.
Sistem mengatakan jika kecil kemungkinan portal muncul di wilayah udara, tapi bukannya tidak akan pernah terjadi munculnya portal di wilayah udara.
NIL Company tidak membuat pesawat khusus untuk pertempuran udara, melainkan mereka membuat sesuatu yang nantinya dapat digunakan prajurit super untuk terbang layaknya superhero di film-film.
Cetak biru sudah diberikan Noah pada orang-orang kepercayaannya di NIL Company, dan mereka akan menyelesaikan semua kurang dari satu minggu.
“Kedepannya tidak akan ada wilayah yang tidak bisa dijangkau secara langsung oleh prajurit super!” kata Noah pelan, dan dia menunjukkan senyuman di wajahnya.
......................
Bersambung.