Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Bertarung Melawan Jiwa Iblis


“Bukan hanya sakit, tapi aku merasa kekuatan jiwaku semakin melemah,” gumam pelan Jiwa Iblis.


“Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan, ditambah pasukanku sama sekali tidak bisa diharapkan,” lanjutnya bergumam.


Melirik pertempuran pasukan monster dan lawannya, jelas terlihat olehnya kecil harapan mereka menang.


Kembali fokus melihat ke arah Noah, Jiwa Iblis melihat senyuman sinis di wajah pria itu, dan jelas saja dia marah. Namun, dia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pria itu.


Satu lagi, dia merasa kekuatannya semakin melemah, dan lagi dia tidak bisa menggunakan kekuatan Jiwa Richard.


“Sampai kapan kau terus diam di situ? Apa kau tidak ingin segera memulai pertarungan dan menentukan siapa yang akan bertahan hidup diantara kita?” tanya Noah sambil menatap tajam seluruh lawannya.


Jiwa Iblis yang mendengarnya, dia tak lagi peduli pada kehidupannya, dan langsung saja maju menyerang Noah. Raja Drakula, Raja Vampir, dan para Jenderal Perang ikut maju menyerang lawan mereka. Meski lawan mereka adalah sekelompok wanita, mereka sama sekali tidak menganggap remeh lawan.


“Akhirnya mereka maju menyerang,” kata Yuna, tak sabar membunuh lawannya.


“Mereka datang untuk mencari kematiannya,” ungkap Ellena yang juga tak sabar membunuh siapapun yang menjadi lawannya.


“Bisakah kalian berdua sedikit serius? Mungkin ini akan menjadi pertarungan terakhir kita di Dunia ini, dan kita harus memenangkannya,” kata Agnes.


Yuna dan Ellena terkekeh pelan mendengarnya, lalu mereka mengangguk pelan, dan segera bersiap menghadapi lawan mereka yang akan segera datang.


“Sebaiknya kalian menyerah, karena sangat disayangkan jika para wanita cantik seperti kalian mati di tangan kami!” kata Raja Drakula, yang sejak awal sudah tertarik pada Victoria, yang tentu saja dia tau kalau wanita itu adalah salah satu Vampir.


“Bukan kami yang akan mati, tapi kalianlah yang akan mati di tangan kami!” teriak Victoria, dan dia langsung saja melesat maju menyeranh Raja Drakula bersama dengan Anggun.


Keduanya menggunakan katana, dan mereka langsung saja menyerang Raja Drakula, yang terkejut saat melihat seberapa cepat kecepatan dua wanita yang menyerangnya.


“Bagaimana bisa mereka bergerak begitu cepat?” tanyanya pada dirinya sendiri, dan dia bersiap menghadapi mereka dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Dengan pedang di tangannya, dia bersiap menyambut datangnya serangan lawan.


Wanita lainnya juga telah menemukan lawan masing-masing, dimana Yuna dan Agnes saat ini berhadapan dengan Raja Vampir, sementara wanita lainnya berhadapan dengan para Jenderal Perang.


“Lihat, bukannya pertarungan mereka sangat seru?” ujar Noah sambil menghindari serangan Richard, yang dikendalikan Jiwa Iblis.


“Kau tidak akan bisa membuat perhatianku teralihkan, karena yang aku inginkan adalah kematianmu!” kata Jiwa Iblis.


“Kau menginginkan kematianku, tapi aku tidak akan pernah mati di tanganmu!” balas Noah.


Jiwa Iblis tak peduli dengan balasan Noah, dan dia terus saja menyerang lawannya.


Merubah tenaga dalam menjadi energi panas dan dingin, Jiwa Iblis semakin serius menghadapi lawannya, dan Noah tau jika lawannya saat ini sedikit berbahaya dari sebelumnya, tapi itu benar-benar hanya sedikit berbahaya.


Tak mengikuti apa yang dilakukan Jiwa Iblis, Noah justru mengeluarkan bola-bola api, setelah dia cukup menjaga jarak dari lawan, lalu dia melemparkan bola-bola api ke arah lawannya, membuat Jiwa Iblis kewalahan menghindari lemparan bola-bola api, yang dilakukan oleh Noah.


“Katanya ingin membunuhku, tapi kenapa kau justru melompat-lompat seperti orang bodoh?” ujar Noah, lalu tertawa melihat kelakuan Jiwa Iblis.


Jiwa Iblis yang benar-benar merasa telah dihina, dia langsung saja menangkis bola-bola api dengan energi panas dari tubuhnya, sambil melesat maju mencoba kembali menyerang Noah.


“Kau ternyata memiliki tekad yang besar untuk mengalahkanku, tapi tekad saja tidak akan cukup untuk mengalahkanku, karena kau membutuhkan banyak kekuatan tambahan untuk dapat mengalahkanku,” kata Noah, benar-benar meremehkan Jiwa Iblis.


Jiwa Iblis tak peduli, dan dia terus saja menyerang Noah dengan seluruh kekuatannya.


“Benar-benar lemah dan membosankan,” kata Noah yang dengan mudahnya menahan setiap serangan lawannya.


Setelah berkali-kali menghindari serangan lawan dan menahannya, Noah akhirnya melakukan serangan balik, dengan mengerahkan kekuatan jauh lebih besar dari apa yang dimiliki oleh lawannya.


Jiwa Iblis sama sekali tidak suka saat berhadapan dengan lawan yang lebih kuat darinya, apalagi lawan itu adalah sosok yang seharusnya mati di tangannya, dan menjadi sumber kekuatan untuknya.


“Aku tidak akan kalah darimu. Kau harus mati di tanganku!” teriak Jiwa Iblis, tak mau mengakui jika dia lebih lemah dari Noah yang menjadi lawannya.


Dia mengeluarkan pedang besar dari kehampaan, dan langsung saja mengayunkan pedang itu menyerang Noah, membuatnya memiliki keyakinan dapat memenangkan pertarungan.


“Sudah saatnya kita lebih serius, dan secepatnya mengakhiri pertarungan ini” kata Noah, sambil mengayunkan katana di tangannya untuk menahan pedang Jiwa Iblis, sekaligus untuk melakukan serangan balasan.


Jiwa Iblis menyadari jika senjata lawannya bukan senjata biasa, dan dia bisa melihat pedang besarnya mulai mengalami keretakan setelah beberapa kali beradu kekuatan dengan senjata lawannya.


“Kenapa dia begitu banyak memiliki hal yang luar biasa?”


Dia kali ini benar-benar frustasi, dan hampir gila karena melihat banyak hal luar biasa yang dimiliki oleh lawannya, yang mana semua itu tidak dia miliki.


Wajah Richard yang dikendalikan jiwa Iblis benar-benar terlihat jelek, karena ekspresi yang diperlihatkan olehnya.


“Wajah kakakku kenapa kau buat menjadi begitu jelek? Aku tidak menyukai wajah jeleknya, dan sebaiknya aku segera mengakhiri hidupmu! Membiarkanmu hidup terlalu lama, itu hanya akan membuat wajah Kakakku terlihat semakin jelek,” kata Noah.


Lebih serius dari sebelumnya, Noah kali ini meningkatkan kecepatan dan kekuatannya, membuat Jiwa Iblis semakin kewalahan menghadapi serangan lawannya.


Dia terkejut dengan apa yang ditunjukkan oleh lawannya, dan dia benar-benar tidak menyangka jika lawannya kaki ini sangatlah kuat dan juga cepat.


“Aku yang biasanya unggul dalam kecepatan dan kekuatan, aku sama sekali tak berdaya saat berhadapan dengannya,” gumamnya dengan suara pelan, dan mati-matian dia menghindari dan menahan serangan lawan.


Namun, sekeras apapun usahanya, serangan lawan tetap saja mengenainya, bahkan saat ini tubuhnya tak lagi mulus begitu juga dengan pakaiannya.


Pakaiannya compang-camping, dan banyak bagian tubuhnya yang terluka akibat sayatan besar, bahkan di punggungnya terdapat sayatan memanjang dan cukup dalam. Namun, luka-luka itu justru di alami oleh jiwanya, sementara tubuh Richard dalam keadaan baik-baik saja, hanya pakaiannya yang mengalami kerusakan.


“Sistem, apa yang sedang aku lihat merupakan salah satu kelebihan dari keterampilan Pengunci Jiwa?” tanya Noah pada sistem, memastikan apa yang saat ini mengganjal dalam pikirannya.


[Tuan benar, itu adalah kelebihan dari keterampilan Pengunci Jiwa, dan selama Tuan menggunakan keterampilan itu, serangan yang tuan lakukan hanya akan berdampak buruk pada Jiwa Iblis, yang telah Tuan kunci]


[Meski pakaian yang digunakan kakak Tuan terlihat compang-camping, keadaan tubuhnya tak sedikitpun mengalami luka, dikarenakan luka-luka itu hanya terjadi pada Jiwa Iblis, yang saat ini sedang mengendalikan tubuh kakak Tuan]


Noah mengangguk pelan mendengar semua itu, dan kini dia tak perlu ragu melukai Jiwa Iblis, karena serangannya tak akan berdampak buruk pada tubuh kakaknya.


“Hei Iblis bodoh, apa kau berharap serangan yang aku lakukan akan berdampak buruk pada tubuh kakakku? Tentu saja seranganku tidak akan berdampak buruk pada tubuhnya, karena yang aku serang adalah kau, Jiwa Iblis bodoh yang menempati tubuh kakakku!” kata Noah dengan suara sedikit keras.


Jiwa Iblis yang mendengarnya, tentu saja dia tau kalau lawannya hanya ingin melukainya, tapi dia masih belum tau cara yang dia pergunakan untuk melakukan semua itu.


Jelas yang dilihatnya serangan itu hanyalah serangan biasa, tapi serangan itu bukannya melukai tubuh Richard seperti apa yang terjadi pada pakaiannya, tapi serangan itu justru langsung mengenainya, yang hanyalah sebuah jiwa, di dalam tubuh Richard.


“Namun aku harus jujur padamu kalau seranganku saat ini memang tidak bisa membunuhmu, karena bagaimanapun juga kau hanyalah seonggok jiwa bodoh. Akan tetapi, aku memiliki keterampilan lainnya, yang tentu saja aku siapkan untuk melenyapkanmu!” kata Noah santai.


Awalnya jiwa Iblis merasa sedikit lega saat Noah mengatakan serangannya tak akan cukup untuk menyenangkannya, tapi setelah mendengar perkataan selanjutnya, dia merasa sesuatu yang sangat buruk akan terjadi padanya, dan mungkin apa yang akan terjadi akan membuatnya benar-benar musnah dari Dunia ini.


Dia yang belum ingin mati, dia memikirkan cara untuk melarikan diri, termasuk keluar dari tubuh Richard, dan mencari tubuh baru untuk ditempatinya.


Meski itu bukanlah tubuh abadi seperti yang dimiliki oleh Richard, setidaknya dia masih bisa bertahan hidup, dan dia bisa berpindah ke tubuh lain, saat tubuh yang ditempatinya telah mencapai batas usianya.


Dia dengan jelasnya memikirkan semua itu, dan melupakan sebuah fakta jika Noah dengan mudah mengetahui apa yang sedang dia pikirkan.


Tersenyum sangat tipis setelah mendengar isi pikiran Jiwa Iblis, Noah rasanya benar-benar ingin segera memusnahkan jiwa Iblis yang menjadi lawannya. Namun, dia masih menahan diri, dan baru akan memusnahkannya, setelah dia melihat musnahnya seluruh pasukan monster, serta mereka semua yang selama ini setiap padanya.


“Kenapa diam? Apa kau sedang memikirkan rencana pergi dari tempat ini?” tanya Noah sambil menunjukkan senyuman mengejek di wajahnya, membuat Jiwa Iblis semakin geram melihat semua itu.


“Hahahaha... Aku benar lupa kalau kau bisa membaca pikiranku, tapi karena kau telah mengetahuinya, aku akan melakukan apa yang sudah kau ketahui, tapi sebelum aku pergi, terlebih dahulu aku akan memastikan jiwa kakaku musnah, dan aku akan meledakkan tubuhnya menjadi serpihan daging!” kata Jiwa Iblis dengan suara lantang.


“Apa kau yakin bisa melakukan semua itu? Jujur saja aku ragu kamu bisa melakukan dan lagi kau tidak akan pernah bisa pergi dari tempat ini, dikarenakan tempat ini akan menjadi saksi musnahnya jiwa iblis bodoh sepertimu!” balas Noah sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.


“Tentu saja aku yakin dapat melakukannya, dan aku akan menunjukkan semua itu padamu!” kata Jiwa Iblis, tapi kejadian selanjutnya membuat dia bingung, dikarenakan dia tiba-tiba tidak bisa bergerak, seolah ada yang mengikat jiwanya.


“Hehehehe...” Noah terkekeh pelan melihat jiwa Iblis sama sekali tidak bisa bergerak. “Aku lupa mengatakan padamu kalau aku bisa melakukan apapun pada jiwamu, termasuk membuatmu tak bisa melakukan apa-apa.”