Petualang Jagad Lelembut

Petualang Jagad Lelembut
Bab 79


Hutan terlarang? Dimana itu?" tanya Sari.


"Hutan kuno di dimensi lain, hati-hati Sar sepertinya ini jebakan."


"Baiklah, tunggu aku dan awasi terus Ahmad jangan sampai dia terluka."


Sari mendekati Doni dan juga pak Agus yang menatapnya nanar.


"Aku harus pergi Don, tolong jaga lagi Bagas buat aku! Sepertinya pak Lingga juga sibuk, jadi … aku serahkan keselamatan Bagas ke kamu. Bisa kan?"


"Hati-hati Sar, tenang aja gue bakal jagain Bagas! Nyawa dia nyawa gue juga!"


Sari menarik senyumnya dengan paksa, dengan berat hati ia meninggalkan Bagas dan yang lainnya. Sari berteriak pada Lingga,


"Hei, pak tua! Udah selesai belum main-main sama mereka?! Nggak pake lama kalo mau habisin mereka?!"


Lingga hanya tersenyum sinis sambil menyeka darah di sudut bibirnya.


"Aku belum setua itu Sari! Enak aja panggil aku pak tua?!" gumamnya kesal, Sari tersenyum mendengarnya.


"Umur ratusan tahun tapi masih belum mau dibilang tua terus dibilang apa dong? Om gitu?!"


Lingga menyeringai pada Sari saking kesalnya sementara Sari hanya terkekeh.


"Aku pergi om, tolong jaga mereka dari Airlangga! Aku akan kembali dalam … ehm, lima belas menit!"


Lingga tidak menjawab dan kembali menghajar Bram dan Ray dalam pertarungan sia-sia.


"Sialan itu anak manggil om lagi tanpa ijin, sembarangan bener!" gerutunya lagi.


"Pergi dan dapatkan Ahmad lagi secepatnya! Masih ada urusan penting disini Sar!" Lingga berteriak dengan lantang pada Sari yang sudah bersiap pergi bersama para penjaganya.


Sari mengacungkan ibu jari pada Lingga lalu mendekati Bagas. Mencium bibir Bagas dengan lembut, dan menyudahinya saat hatinya mulai bergejolak, Sari tidak ingin terbawa perasaan.


"Aku pergi beb, ingat pesanku! Jadilah lelakiku dan kekuatan bagiku?!"


Bagas tidak bisa berbuat apapun lagi, ia tidak bisa menahan Sari. Bagas hanya bisa berharap Sari kembali padanya.


Bimasena, Mahesa, Abiyaksa … kita selamatkan Ahmad!


...----------------...


Sari kembali memasuki dimensi gaib, dimensi yang akhir-akhir ini selalu memintanya untuk datang. Dimensi yang begitu berbeda dengan alam manusia.


Dimensi gelap tanpa cahaya terang, hanya semburat jingga yang selalu menghiasi langit dan hampanya udara yang terasa begitu sesak. Dingin dan sepi, mengerikan.


Sari mengikuti jejak yang ditinggalkan Kandra. Salah satu penjaganya itu meninggalkan jejak energi kebiruannya yang berbentuk kupu-kupu. Sari hanya menggeleng dan tak habis pikir dengan ulah Kandra.


Kupu-kupu? Duuh, yang bener aja Kandra apa nggak ada bentuk lain yang lebih lucu gitu buat jejak? Jejak kaki mungkin atau … tanda tanganmu sekalian!


Sari merasa geli sendiri membayangkan hal itu.


"Bimasena, apa nggak ada bentuk lain gitu yang dipakai Kandra buat kasih kita petunjuk?"


"Aaah, ya mungkin saja. Dasar Kandra mana ada coba khodam yang begini?" sahut Sari terkekeh.


Tak lama kemudian, Sari tiba di hutan larangan. Ia turun dari punggung Bimasena. Matanya mengedar mencari keberadaan Ahmad. Namun yang didapatkannya adalah sambutan dari Rara.


"Lama nggak ketemu Sar, apa kabar?" Suara Rara terdengar dari kegelapan.


"Rara?"


"Senang rasanya kamu masih ingat aku Sar." jawab Rara, ia masih belum mau menampakkan diri.


"Dimana Ahmad, lepasin dia Ra?! Aku yang kamu mau kan? Sekarang aku sudah datang jadi lepasin dia!"


"Ahmad? Aaah, ya … dia ada ditempat ku, kenapa harus aku lepaskan? Dia mencintaiku Sar, sama seperti Bagas mencintai kamu?!"


"Serupa tapi tak sama Ra, please jangan bawa teman-teman kita dalam masalah ini! Lepasin Ahmad, dan kita selesaikan masalah kita berdua." Sari mencoba bernegosiasi.


"Kamu yang membuat mereka terlibat Sari! Kalahin aku dulu kalo kamu mau Ahmad kembali!"


Rara perlahan menampakkan dirinya dari gelap. Sosok barunya membuat Sari terkejut. Rara telah berubah. Sebilah belati tampak ada ditangannya.


Sari tidak punya pilihan selain kembali mengeluarkan kujang andalannya. Kini dua makhluk beda alam itu telah berhadapan, bersiap menghabisi nyawa.


Tidak ada pilihan lain, aku harus bawa Ahmad pulang. Maaf Ra jangan tanggung, kita selesaiin sekarang sampai tuntas!


...☘️☘️☘️☘️☘️...


...selamat siang semuanya🥰🥰...


...udah pada makan siang belum niiih, jaga kesehatan ya semuanya karena sehat itu mahal😁...


...ada kabar untuk teman2 semuanya......


...** Selikur Lanjaran **...


...karya kak Al Orchida...


...kini hadir dalam bentuk audiobook yaaa......


...fans kak Al mana niiih, merapat yuuuk🤭...


...yang pengen nostalgia sama novel incredible karya mas Al tapi males baca silakan mampir yaa... cukup pasang handsfree rebahan dengerin dah....


...udah deh promonya takut kena banned😂😂...


...MET istirahat siang yaaa.......


...love u all🥰🥰...


...have a nice day everyone 😘😘...