Petualang Jagad Lelembut

Petualang Jagad Lelembut
Bab 50


Netra Lingga dan Lita bertemu meski terhalang kaca jendela yang gelap. Hati mereka masih terhubung meski jalan yang berbeda telah dipilih keduanya.


Lita, wanita cantik yang dulu sangat mencintai Lingga hingga rela menggadaikan jiwanya demi menjadi seperti Lingga, immortal. 


Sayang usahanya itu sia-sia, ia termakan bujuk rayu Airlangga yang berjanji akan memberikan padanya keabadian. Airlangga mencintai Lita, tapi Lita lebih memilih Lingga untuk menjadi pemilik hatinya. Sekeras apapun usaha Airlangga mengambil hati Lita, ia tetap kalah.


Tapi Airlangga tidak menyerah, ia terus memutar otak memikirkan cara untuk menghancurkan hati Lingga. Hingga pada suatu hari, Lita datang kepadanya dengan deraian air mata.


Ia meminta bantuan Airlangga. Kesempatan emas datang menghampiri Airlangga yang tentu saja tidak disia-siakan. Dengan segala hasutan dan bujuk rayunya akhirnya Lita berada dibawah pengaruh Airlangga.


"Kamu masih mencintainya?" tanya Airlangga pada Lita yang masih berdiri mematung menatap Lingga dari tempatnya.


Lita tidak menjawab, ia hanya melirikkan matanya sejenak ke arah Airlangga. Hatinya begitu merindu pada Lingga, tapi ia sudah menutup semua kenangan masa lalu mereka. Lita tahu Lingga masih memperdulikannya tapi bukan berarti mencintainya.


Andai dulu aku tidak datang pada Airlangga … andai dulu aku tidak serakah mencintai Lingga … andai …, batin Lita dengan sejuta penyesalan.


Tangannya mengepal keras disisi tubuhnya menahan rasa yang sudah terlambat untuk disesali.


"Lupakan dia! Lihatlah dirimu, Lita … apa kau pikir dia mau menerimamu seperti ini?" kata Airlangga lagi.


"Diam!" Lita menggertak Airlangga yang disambut seringai tipis.


Kini Lita dan Airlangga berhadapan, Lita menahan perkataannya matanya melotot tanda amarah yang memuncak pada Airlangga. Tidak ada lagi wajah ayu yang dulu menjadi kebanggaannya. Lita telah berubah menjadi pengabdi lelembut.


Airlangga tertawa puas, setidaknya dia bisa menyakiti hati Lita karena menolak cintanya dulu.


"Kenapa? Mau marah? Silakan saja marah, toh dulu kamu sendiri yang datang padaku memohon keabadian?" sahut Airlangga sambil berjalan memutari Lita yang masih menatapnya tajam.


"Kamu yang buat aku begini, teganya kamu memanfaatkan cintaku pada Lingga! Kamu memang tidak pantas dicintai makhluk manapun!" teriak Lita, wajah nya seketika berubah menjadi buruk rupa dengan taring tajam menghiasi mulutnya.


"Cckk, lucu sekali Lita … sangat lucu, seharusnya kamu melihat wajahmu sekarang di cermin! Wajah menyeramkan yang merindukan kekasihnya!" ejek Airlangga sembari berlaku meninggalkan Lita.


Lita yang terbakar amarah tidak membiarkan Airlangga berlalu begitu saja darinya seketika ia menerjang Airlangga, meraih lehernya dan mencekik Airlangga dengan kuku hitamnya.


Airlangga tersenyum sinis dan berkata seraya mencengkram erat tangan Lita yang mencekik lehernya. "Dasar wanita bodoh!"


"Kamu tidak pantas untuk hidup, Airlangga!" teriak Lita.


"Benarkah?!" Airlangga seketika mencengkram tangan Lita kuat dan secepat kilat membalik keadaan, mendorong tubuh Lita dengan kuat memitarnya dan membuat Lita terpelanting ke lantai kemudian menguncinya di bawah dengan lututnya.


"Berani melawanku sama saja dengan menjemput kematianmu sendiri! Ulangi sekali lagi maka aku tidak akan segan mengambil jantungmu dalam hitungan detik dan memakannya saat masih berdetak tepat di hadapanmu!" 


Terdengar suara geraman keras dari mulut Airlangga yang di balas geraman serupa oleh Lita. 


"Aku tidak takut!" jawab Lita menatap benci Airlangga.


"Selamanya, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan Lingga!" sambungnya lagi membuat Airlangga kesal, ia semakin menekan kuat tubuh Lita dengan lututnya menghimpitnya ke lantai dingin yang menyesakkan dada.


"Menurutmu begitu? Dengan kau disisiku dan juga Rara disini itu akan membuat dirinya menuruti kemauanku! Ditambah lagi perempuan bernama Sari, racun yang kutanamkan dalam tubuhnya hanya aku yang bisa menetralisir!"


"Licik! Dia kakakmu Airlangga jangan lupakan itu!"


"Kakak? Itu dulu sekarang yang ada hanyalah musuh dalam keabadian! Dia selalu mendapatkan apa yang aku mau meski dia tidak menginginkannya! Dia hanya duri dalam daging bagiku, dan duri itu harus dicabut dari tempatnya segera!"


"Menguasaimu adalah bagian kecil dari rencanaku Lita begitu juga dengan Sari. Semuanya hanya menunggu waktu yang tepat dan Lingga akan jatuh dalam penderitaan yang semakin menyakitkan!"


"Lingga akan menang, sekuat apapun kau menjegalnya!"


"Benarkah? Kita lihat apakah kamu masih mengatakan yang sama saat pedang Sengkayana jatuh ke tanganku!" bisiknya kasar di telinga Lita.


Airlangga membingkai wajah Lita dan menggoreskan kukunya di leher Lita meninggalkan jejak mantra yang ia rapalkan halus. Lita kesakitan, ia merasa nyeri yang teramat sangat bersamaan dengan mantra yang diucapkan Airlangga.


Jejak goresan kuku Airlangga meninggalkan ruam kehitaman, seperti lubang hitam dalam tubuh yang dipenuhi sulur- sulur halus pembuluh darah kehitaman. Lita menjerit.


Airlangga tertawa dan melepaskan kuncian pada Lita, ia berlalu meninggalkan Lita yang sedang menahan sakit tanpa rasa kasihan sedikitpun. Keringat membanjiri tubuh pucat Lita, dengan menahan sakit ia pun berucap.


"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama Airlangga! Kekasihku akan menang dan aku sendiri yang akan memastikan hal itu!"


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...Dalam pergantian senja...


...Aku bernalar bahwa waktuku hampir tiba...


...Untuk menggerus rindu menjadi serpihan debu...


...Mungkin karena aku tak lagi mampu bertahan...


...Pada gejolak cinta yang membumbung memenuhi malam...


...Tersiksa rasa seperti serigala penunggu bulan...


...Aku terlalu rapuh untuk maju...


...Mengejar asmara yang jauh dari pandangan mata...


...Asmara yang tak bisa digenggam meski terasa nyata...


...Aku mengerti bahwa semua sebatas asa tak berkesudahan...


...Tanpa arah pasti dan jalan yang jadi tujuan ...


...Kau memang hanya seulas rindu yang menggebu...


...Seperti rasa gatal yang sangat menggangu di seluruh tubuhku...


A. El Z.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...----------------...


Assalamualaikum teman2...gema takbir sudah berkumandang hari kemenangan pun tiba, ijinkan saya untuk mengucapkan,


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H


Mohon maaf lahir dan batin🙏


maafkan jika ada khilaf kata yang terucap dalam setiap lisan 🙂🙏


Happy Holiday... selamat menikmati ketupat dan teman2nya ...inget yaa jgn kalap makan takut tensi naik kan repot deh🤭


wayahe penggemukan badan lagi🥰🥰


Happy Monday all...cium sayang untuk kalian semua😘😘