
Hiasan putih dengan pelaminan indah berwarna putih berpadu dengan nuansa gold itu semakin sempurna dengan dua insan yang nampak serasi dengan baju pengantin. Gara tak henti menatap Bening dengan tatapan memuja. Kendati sang istri sekarang ini tengah berbadan dua, tetapi ia tetap cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih dengan payet-payet mutiara. Rambu Bening sendiri telah digelung sedemikian rupa, leher jenjangnya terpampang nyata. Ini adalah resepsi pernikahan yang digelar untuk kedua kalinya.
Fotografer tak henti membidik kamera pun begitu dengan para wartawan yang hadir meramaikan acara. Lewat acara ini, semua orang tahu bahwa Bening adalah istri dari Anggara Dewa. Senyum mereka kedua orangtua masing-masing, para tamu yang menyambut suka cita acara hari ini.
"Banyak sekali yang datang, Mas Gara," bisik Bening lirih.
"Ya, biarkan mereka tahu bahwa kau adalah istriku."
"Tapi Bening grogi sekali."
Gara tersenyum kecil lalu memeluk Bening dan menciumi pipinya lembut. Hal itu disaksikan banyak pasang mata. Terbantahkan sudah isu bahwa Gara sengaja menyembunyikan pernikahan kemarin karena isu perselingkuhan.
Nilam datang sendirian, memakai kebaya modern mirip gadis Bali. Ia dan Bening berpelukkan.
"Tulari aku, Ning, tulari!" Nilam menggosok punggung Bening seraya berkelakar di sela ucapan selamat yang ia berikan tadi.
"Aamiin, semoga kau segera menemukan lelaki yang baik dan sesuai keinginanmu ya, Lam."
"Yang kaya juga gitu, Ning." Nilam tertawa dengan Bening yang ikut tertawa pula.
Lalu setelah Nilam turun, Gara dan Bening melihat Revi datang dengan gaun merah. Rambutnya bergelombang, ia berjalan bak model catwalk, tatapannya lurus ke depan. Bening mengatupkan bibir, berharap Revi tak berulah. Terlihat Revi melambaikan kamera ke arah para wartawan yang membidik dirinya.
"Selamat ya." Revi mendekati suami dan madunya, memeluk Gara erat hingga membuat Gara harus melepaskan perempuan itu dengan sedikit memaksa.
Revi kemudian menyeringai, menatap Gara yang juga menatapnya datar. "Jangan berulah, sekali kau berulah di sini, aku pastikan kau akan menyesal."
Gara berkata dengan pelan dengan tatapan masih di depan.
Gara tak memperdulikan Revi, tapi ia tetap memantau Revi yang sekarang telah berdiri di depan Bening dan memeluk Bening.
"Jangan pernah berpikir aku sudah merelakan Gara menikahimu!" bisik Revi di telinga Bening yang tidak mau membalas kalimat pengancaman itu.
"Turunlah, Sela, aku bisa menyeretmu tanpa ragu jika kau tak turun juga sekarang," kata Gara pelan dengan pandangan masih menyorot ke depan.
Revi tersenyum licik lalu turun setelah sebelumnya masih sempat melirik Bening yang tetap tak mau melihatnya. Kemudian, di bawah sana, Revi sibuk meladeni para wartawan.
"Lihat, Pa, tingkahnya semakin di luar kendali." Nyonya besar berkata kepada tuan Wibowo yang hanya mengangguk kecil.
"Biarkan saja dulu, Ma. Dia tidak akan berani mengusik acara pesta. Dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri jika melakukan itu."
Dan terbukti setelah itu, Revi pulang dengan pandangan percaya diri. Namun, sesampainya di dalam mobil, perempuan itu tak hentinya memukul setir. Ia benci setengah mati dengan Bening.
"Aku gak akan nyerah!" desis Revi setelah itu ia melajukan lagi mobil keluar dari tempat acara.
Sementara itu, Bening dan Gara sekarang terlihat bertambah mesra. Mereka terlihat sempurna sebagai pasangan suami istri. Banyak pula di antara teman-teman kampus Bening yang datang. Mereka mengucapkan selamat untuk Bening yang telah melaksanakan resepsi kedua dan secara terang-terangan ini .
Acara itu berlangsung menyenangkan. Gara juga sempat meladeni para wartawan, membicarakan tentang isu dan tudingan Pelakor yang sudah menempel pada Bening. Ia mengklarifikasi semua itu adalah berita palsu sebab dialah yang datang kepada Bening dan berniat menjadikan Bening istri untuk sekalian menjadi ibu bagi anaknya.
Meski tak bisa meredam semua berita yang sudah terlanjur beredar, tapi Gara dan Bening lega dengan mereka yang sudah terang-terangan mengungkapkan kisah sebenarnya, mau orang percaya atau tidak, mereka tak lagi memperdulikannya.
Gara bahagia sekali, bahkan lebih bahagia dibanding dengan pernikahannya dulu dengan Revi. Secepatnya juga dia akan menceraikan Revi dan menjadikan Bening satu-satunya istri yang ia cintai.