Membeli Rahim Pembantuku

Membeli Rahim Pembantuku
Bening Adalah Pelakor


Semakin bahagia Bening dan Gara, maka iri hati juga semakin menguasai Revi. Ia pernah mendapati Gara membawa Bening ke mall di saat dia sedang ada show di sana. Mantan suaminya itu terlihat mesra menggandeng Bening yang tengah menggendong anak mereka.


"Apa Gara tahu kalau kau adalah bintang iklan untuk mempromosikan perusahaannya, Rev?" tanya Yuki kepada Revi yang sedang berada di ruang rias.


Revi tersenyum licik dan kemudian dia menggeleng.


"Aku heran kau semangat sekali kemarin saat tim marketing perusahaan Gara datang. Ternyata agency menawarkan kau sebagai bintang iklan untuk perusahaan mereka."


"Ya, aku bilang juga apa, Mbak Yuki. Aku dan Gara masih berjodoh!"


Yuki diam saja tak menyahut. Ia rasa Revi benar-benar sudah gila betulan. Obsesinya kepada Gara betul-betul menggila.


"Kau itu jandanya, Rev. Ingat, bekerjalah dengan profesional. Kau hanya perlu beberapa kali berlagak di depan kamera lalu urusanmu selesai di sini."


"Mbak Yuki ini gak bisa lihat aku senang! Padahal kalau memang Gara tidak mau lagi melihatku, dia pasti akan menolak saat tahu akulah yang jadi bintang untuk kepentingan promosi perusahaannya." Revi berkata dengan bangga.


"Jangan-jangan Gara malah tak tahu tentang itu, Rev," balas Yuki seolah mematahkan keyakinan Revi barusan.


Dan benar saja, saat Gara tak tahu bahwa artis yang akan bekerjasama sementara dengan perusahaannya adalah Revi, mantan istrinya sendiri. Gara secepat mungkin memanggil tim marketing.


"Maaf, Pak Gara, saat itu hanya mbak Revi yang cocok, apalagi agency menyarankan Revi karena sesuai dengan kriteria sekretaris yang akan mempromosikan perusahaan kita."


"Batalkan!" ujar Gara tegas.


"Tidak bisa, Pak. Semuanya sudah disiapkan dan hari ini akan dimulai shootingnya. Mbak Revi juga sudah ada di ruangan yang sudah disiapkan."


Gara menarik nafas panjang. Akhirnya dia mengibaskan tangan. Ia akhirnya membiarkan Revi tetap berada di dalam perusahaannya untuk kepentingan iklan. Gara sendiri tidak melihat jalannya syuting. Ia lebih suka berada di dalam ruangan dan sibuk melihat foto Bening yang ia ambil diam-diam beberapa hari yang lalu.


Namun, ketika hampir dua jam berada di ruangan itu, saat Gara sedang berdiri menghadap ke dinding kaca, ia tak sadar saat seseorang memeluk dirinya begitu erat dari belakang.


Gara segera melepaskan tangan orang itu ketika dia menyadari bahwa itu adalah Revi yang nampaknya sudah selesai syuting. Mantan istrinya itu memakai baju bak sekretaris seksi.


Revi menatap Gara dengan pandangan nakal. Ia mendekati mantan suaminya seraya membuka beberapa kancing kemeja ketat yang saat ini sedang dipakai.


"Kau merindukanku bukan? Ayolah Gara, Bening sudah melahirkan, kau sudah dapat anak darinya, saatnya kita kembali."


Gara menyentak Revi dan menyeretnya keluar. Revi tentu saja terkejut dengan hal itu. Ia meronta dan membuat seolah-olah sedang dipaksa oleh lelaki itu. Beberapa wartawan yang kebetulan juga meliput kegiatan tadi melihat Revi yang baru keluar dari pintu dan tak sengaja merekam Gara dan Revi barusan.


"Bubar semuanya!" Para staf keamanan langsung membubarkan para wartawan usil itu. Revi sendiri hanya memandang kesal Gara dan kemudian berbalik lalu pergi. Ia masih percaya diri tadinya bahwa Gara pasti akan tergoda dengannya yang semakin seksi kian hari.


"Perempuan murahan!" desis Gara sambil menutup pintu ruangannya.


Di luar, Revi kembali membuat pernyataan kepada wartawan bahwa dia dan Gara memang masih saling merindukan dan ia membuat sebuah pernyataan bohong.


"Semua orang harus tahu, Gara menceraikan aku karena Bening sudah hamil duluan. Dia menggoda suamiku dan merebutnya dariku. Dia menggunakan kehamilannya untuk menjebak Gara. Tapi sebagai seorang perempuan aku mengerti, aku tidak mungkin membiarkan anaknya terlantar tanpa seorang ayah. Kalian pasti akan muak melihat tampangnya yang sok polos itu. Padahal sesungguhnya, Bening adalah seorang pelakor. Pantas saja dia mau menjadi pembantu di rumah Gara dulu, karena dia memang sudah berniat menghancurkan rumah tangga kami. Sungguh, dia benar-benar perempuan yang keji."


Revi tersenyum puas setelah kembali memberi pernyataan itu. Hal itu ternyata berdampak kepada orang-orang. Apalagi media sosial menyerang Bening tanpa ampun. Sosok ya kini disebut-sebut sebagai seorang perebut suami orang, membuatnya banjir hujatan.


Bening yang melihat berita itu beberapa hari kemudian hanya bisa terdiam dan menarik nafas panjang. Ia benar-benar tak menyangka jika Revi masih menyimpan kebencian karena Gara lebih memilih dirinya.


"Tenang saja, Sayang. Mas Gara akan membereskan semuanya. Sementara, berdiamlah di rumah dahulu. Mas Gara akan membawa ini ke jalur hukum karena sudah menyangkut fitnah."


Bening terkesiap, ia memang kecewa dengan pemberitaan yang sudah membuat namanya kembali tercemar itu tetapi ia juga tak tega jika Gara sampai memenjarakan Revi.


"Mas, bicarakan saja secara kekeluargaan."


Gara menggeleng.


"Kesabaranku kepadanya sudah habis, Bening. Lebih baik dia mendekam saja di penjara."


Kata-kata Gara begitu tegas dan sudah sulit untuk membuatnya mencari jalan lain selain membuat laporan ke kantor kepolisian.