Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 98 | S2


"Nanti malam kita pakai topeng ini." kata Jonathan sambil menunjukan dua topeng power rangers, dengan dua warna yang berbeda.


Tony menatap ke arah Jonathan. "Aku tidak mau."


Jonathan mengerut dahinya. "Kenapa ? Kita pakai topeng supaya target kita tidak mengetahui wajah kita."


"Aku tau itu, tuan Jo. Tapi bisakah jangan topeng ini, kalau ada topeng yang lain." jawab Tony yang kesal, sambil menunjuk 2 topeng yang di pegang oleh tuannya.


"Apa yang salah dengan topengnya, yang penting wajah kita tertutup." jawab Jonathan heran.


"Tapi aku tidak mau memakai topeng power rangers. Sungguh memalukan." balas Tony.


"Buat apa malu ? Hanya sebuah topeng saja kamu malu ? Lagian orang gak akan melihat wajah malu kamu, secara wajah kamu tertutup." kata Jonathan yang benar-benar polos. Benar kali ini Jonathan terlihat polos benaran, bukan tipuan.


Jonathan kembali bersuara. "Kalau malu tuh, kamu cuma pake ****** ***** sambil joget-joget di depan rumah orang."


"Apa tidak ada topeng yang lebih bagus sedikit saja. Setidaknya topeng hantu atau sejenisnya." kata Tony.


"Tidak ada. Soalnya beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja melihat seseorang berjualan topeng di pinggir jalan. Jadi aku langsung membeli 2." jawab Jonathan enteng.


Tony sudah benar-benar gemas dengan Tuannya. Sungguh malu, ia pun membayangkan dirinya memakai topeng itu. Lalu ia memikirkan Laura, jika sampai gadis itu tau nasibnya saat ini, bisa ditertawakan olehnya.


.....


Sementara disisi lain, terlihat empat orang gadis berpakaian SMA, baru saja keluar dari kantor polisi. Mereka berempat baru saja melaporkan kejadian yang menimpa mereka. Setelahnya, mereka segera kembali masuk ke dalam mobil.


Bela mengambil alih untuk mengemudikan mobilnya, awalnya Nadien dan kedua temannya lagi menolak. Namun tetap saja, Bela ingin mengemudikan mobilnya. Ketiga temannya pun pasrah akan kemauannya Bela.


"Kalau kamu gak sanggup, bilang aku, biar aku yang mengemudikan mobilmu." kata Nadien.


Ia khawatir kepada Bela. Mungkin terlihat biasanya, namun pasti rasanya tidak biasa, apa lagi di bagian hidungnya. Pasti akan mengganggu konsentrasinya saat mengemudikan mobilnya.


"Kamu tenang saja, luka segini, tidak ada apa-apa. Aku masih bisa." jawab Bela sambil tersenyum.


Bela terlihat tersenyum puas, karena ia tak sabar melihat laki-laki berkacamata yang sudah berani memukulnya akan ditangkap. Ditambah laki-laki berkacamata itu, juga memegang senjata pistol. Ia sudah tidak sabar melihat laki-laki itu masuk ditangkap lalu di masukkan penjara.


Bela mengemudikan mobilnya untuk mengantar ketiga teman-temannya. Beberapa lama kemudian, Dila, dan Rina sudsh ia antar sampai depan rumah mereka berdua. Kini ia mengantar Nadien.


Mereka pun telah sampai, Nadien telah turun dari mobilnya dan menawarkan Bela untuk mampir, namun Bela menolak. Bela memilih untuk pulang. Nadien pun melangkah masuk ke dalam rumah, setelah melihat kepergian mobil Bela.


Lalu pandangan Nadien melihat sebuah mobil hitam yang tak jauh terparkir dari rumahnya. Mobil itu seperti pernah ia lihat. Nadien segera menepis pikirannya, lalu ia masuk ke dalam rumah.


.....


Hari sudah malam.


Di dalam rumah, terlihat 3 orang tengah menikmati makan malamnya. Beberapa lama kemudian, mereka menyelesaikan makannya. Mereka segera pergi pindah ruangan di ruang tengah untuk menonton TV bersama.


Kini mereka hanya tinggal bertiga di rumah besarnya. Hanya saja satpam yang menjaga. Dan para pembantunya, pergi pulang, karena rumah mereka dekat dengan rumah majikannya.


"Kamu sedang memikirkan apa ?" tanya Jimmy.


"Aku tidak memikirkan apapun." jawab Nadia datar, tanpa menoleh. Tatapannya terus ke arah TV.


Jimmy menyipitkan kedua matanya. Ya, belakang ini, Nadia selalu menjawab tanpa ada senyuman. Biasanya selalu tersenyum, padanya, meskipun Jimmy tidak tau kalau di dalam hati Nadia menyimpan rasa benci padanya hingga sekarang.


Tiba-tiba lampu rumah mereka padam. Jimmy dan Nadia terkejut.


"Aaaagggrrrrhhh !!"


Lalu mereka terdengar suara teriakan dari kamar Nadien. Nadia yang paham kalau putrinya takut gelap, ia segera bangkit dari duduknya dan cepat-cepat berjalan menuju kamar Putrinya.


Jimmy pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke keluar rumahnya. Setelah diluar, ia melihat sekeliling halaman rumahnya. Seharusnya satpamnya sadar kalau listri rumah majikannya padam. Tapi ia tak melihat satpamnya keluar dari pos penjagaan.


Jimmy pun berjalan mendekati pos satpamnya. Setelah sampai, ia dibuat terkejut melihat satpamnya sudah tak sadarkan diri tergelak dilantai.


Tiba-tiba ada lehernya, dari belakang sakit, seperti ada ditusuk. Beberapa detik kemudian, Jimmy pun kehilangan kesadarannya, dan jatuh tergeletak di lantai.


Dari dekat pos satpam itu, terlihat dua orang bertopeng power rangers keluar dari persembunyiannya dengan warna yang berbeda. Merah dan hitam. Mereka berdua mengenakan tas punggung. Salah satu dari mereka memasukan kembali pistol biusnya.


Mereka berjalan mendekati Jimmy dan satpamnya yang sudah tak sadarkan diri. Melihat dua orang itu sudah pingsan, mereka yang mengenakan topeng segera melepaskan topengnya, dan meletakannya di atas kepalanya.


"Ayo kita bawa orang ini." katanya, siapa lagi kalau bukan Jonathan.


"Lalu, satpamnya kita apakan ?" tanya Tonya.


"Kamu ikat saja dia." jawab Jonathan sambil menyeret kasar dengan menarik kedua tangan Jimmy.


Tony pun segera menjalankan tugasnya, dan mengeluarkan tali panjang dan lakban yang ia bawa di dalam tas punggungnya.


Sementara Jonathan, ia segera mempercepat menyeret Jimmy masuk ke dalam rumah. Namun sebelum masuk, ia mengenakan kembali topeng power rangers berwarna merahnya, lalu ia melanjutkan langkah kakinya untuk masuk ke dalam rumah.


Lalu Jonathan mendudukan tubuh Jimmy di sofa. Ia mengeluarkan tali dan lakban dari tas punggungnya. kedua kaki dan kedua tangannya Jimmy, ia ikat. Jonathan telah selesai mengikat Jimmy. Beberapa saat kemudian, lampu rumah kembali menyala.


Tak lama kemudian, Tony masuk ke dalam rumah, setelah ia menyalakan kembali saklar listrik rumah itu. Jonathan menoleh melihat Tony, ia langsung memarahinya.


"Pakai topengmu !!" kata Jonathan memarahi Tony.


Tony mendengus kesal mendengarnya. Mau tak mau, akhirnya ia memakai topeng kembali yang masih menempel di atas kepalanya. Ia kembali mengenakan topeng power rangers hitamnya.


Lalu mereka berdua mendekar suara langkah kaki. Mereka berdua langsung menoleh kepalanya dan melihat dua orang perempuan berjalan menuruni anak tangga.


Dibalik topengnya, seketika Jonathan mamandang dingin ke arah salah satu dari mereka. Isi kepalanya tiba-tiba teringat masa lalu pemilik tubuhnya.


Disisi Nadia dan Nadien, mereka berdua terkejut melihat dua orang bertopeng aneh, dan melihat Jimmy yang sudah terikat tak sadarkan diri.


Nadien langsung bersembunyi di belakang tubuh ibunya. Nadia pun bersuara. "Siapa kalian ?!"