
Andri masih tidak yakin dengan data yang ia dapat. Data tentang Jonathan. Data yang ia dapat menjelaskan bahwa Jonathan adalah laki-laki polos yang sederhana. Tapi bagaimana bisa seorang laki-laki dari kalangan biasa bisa menjalin dengan seorang perempuan model. Andri memang sudah dewasa dan berumur 30 tahun. Tampan dan kaya, biasanya dengan pesonanya, perempuan-perempuan akan mendekati dirinya.
Tapi mengingat saat pertemuannya tadi dengan Tasya, ia dapat melihat tatapan perempuan yang satu ini tidak tertarik padanya. Sungguh memarik bukan ?
Yang dari ia sudah tertarik kini semakin tertarik. Namun muncullah Jonathan yang ternyata adalah tunangannya Tasya. Ada rasa sesak menerima kenyataan itu. Andri melihat sosok Jonathan. Laki-laki berkacamata ini terlihat polos. Laki-laki polos bisa menjalin hubungan dengan seorang perempuan model ? Sungguh langka bagi Andri jika mendengarnya.
Andri tersenyum memikirkan hal itu. Lalu di dalam pikirannya, ia bertanya pada dirinya sendiri. "Tidak ada salahnya 'kan, merebut tunangan orang ? Lagian mereka mereka belum ada ikatan pernikahan. Mungkin langkah awal, aku harus mendekatinya."
Andri terus tersenyum, dan menatap atap ruangan kerjanya. Andri tak menyadari kalau ada seseorang yang sedang melihatnya. Galang yang masih di ruangan itu sedikit merinding melihat tuannya senyum-senyum sendiri.
.....
Hari telah mendekati sore.
Disisi Lain, Jonathan dan Tasya telah selesai kegiatan panas mereka di ranjang. Mereka sama-sama puas setelah bercinta dan menikmati surganya dunia. Jonathan bernafas lega karena tak hanya dirinya yang menikmatinya saja, tetapi Tasya juga benar-benar menikmatinya tanpa rasa sakit, tidak seperti sebelumnya saat pertama kali mereka melakukannya.
Jonathan dan Tasya segera bangkit dari ranjang, dan berjalan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurnya. Mereka mandi bersama untuk membersihkan tubuh mereka.
Melihat Tasya yang bertelanjang bulat di depannya, ditambah dengan pancuran air yang membasahi tubuhnya. Jonathan melihat itu, gairahnya kembali terbangun.
Jonathan menatap Tasya. "Aku ingin lagi."
Tasya tersenyum, ia pasrah apa yang dilakukan laki-laki tercintanya kepadanya. Mereka kembali bercinta di dalam kamar mandi.
.....
Hampir satu jam Jonathan dan Tasya berada di kamar mandi. Beberapa saat kemudian mereka keluar dari kamar mandi. Setelah menyeringkan tubuh dan memakai pakaian, mereka segera membersekan kondisi kamar bersama. Setelah selesai mereka segera pergi keluar dari kamar.
Mereka berdua akan pergi kembali pulang. Setelah tak lupa mengunci semua pintu rumahnya, Jonathan dan Tasya masuk ke dalam mobil. Setelah menyalakan mesin mobilnya, Jonathan melajukan mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Beberapa lama kemudian.
Setelah sampai, Tasya turun keluar dari mobil. Karena hari sudah akan malam, Jonathan memilih langsung pulang, karena menurutnya tidak enak jika mampir dulu kalau hari sudah akan malam.
Setelah melihat Tasya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, Jonathan kembali melajukan mobilnya pergi kembali ke rumah besarnya. Setelah beberapa lama, ia telah sampai. Kedatangannya disambut oleh semua penjaga.
Jonathan masuk ke dalam rumah besarnya dan masuk ke dalam kamarnya. Setelah berganti pakaiannya dengan pakaian santai, Jonathan keluar dari kamar untuk makan malam bersama Rino dan yang lainnya.
Setelah selesai makan malam, Jonathan tidak langsung pergi ke kamarnya. Ia memilih pergi dan masuk ke dalam ruang kerjanya. Di meja kerjanya telah ada berkas-berkas yang harus ia kerjaian, periksa, dan ia tanda tangani.
Beberapa saat kemudian, pintu ruang kerjanya terbuka, Jonathan tidak menoleh, pandangannya tetap ke arah kerjaannya. Karena baginya sudah biasa. Masuklah Rino, Tony, Dika, David, dan Agil. Mereka berlima segera duduk di kusi sofa yang sudah disediakan di ruangan itu. Jonathan tetap duduk di kursi kebesarannya.
Jonathan menghentikan aktifitas, lalu pandangannya beralih ke kelima laki-laki yang tengah duduk di sofa ruangan kerjanya. Rino pun bersuara. "Tuan Jo, ada seseorang yang sedang mencari data-data tentangmu."
Rino kembali menjawab. "Ya, sepertinya orang ini sedang penasaran tentang dirimu."
Jonathan tertawa mendengarnya. Ya, selama ini, ia meminta kepada Rino, sang asisten untuk mengurus tentang dirinya jika ada seseorang yang ingin mencari data tentang dirinya. Sedangkan Tony, ia juga telah memanipulasi data jika ada yang mencari tentang Jonathan.
Seperti sebelumnya, tak ada yang tau kalau Jonathan adalah pemimpin J Company, hanya beberapa klien-klien tertentu yang tau. Karyawan-karyawan yang ada di perusahaannya juga menutup mulut jika ada seseorang yang ingin tau tentang pemimpinnya.
Saat sedang tertawa, tiba-tiba Jonathan menghentikan tawanya. Ia teringat janjinya kepada Tasya agar bisa mengendalikan emosinya. Jonathan menghela nafasnya agar ia tetap tenang dan mengendalikan emosinya. Semua melihat Jonathan seperti itu, hanya bisa bertanya-tanya di dalam pikiran mereka.
Setelah membahas hal tersebut, mereka mengganti topik pembicaraan mereka tentang perusahaan. Pembicaraan mereka telah selesai. Mereka segera keluar dari ruangan itu dan pergi ke kamar mereka masing-masing. Mereka segera tidur untuk beristirahat.
.....
Beberapa Hari Kemudian.
Tasya memberi keputusan dan meminta Salsa selaku managernya untuk menyampaikan jawaban untuk menolak penawaran Andri yang ingin mengorbitnya. Mendengar itu, Andri terlihat seperti tak semangat.
Rencana awal untuk mendekati Tasya langsung gagal. Karena jika Tasya menerima tawarannya, maka rencana awalnya berhasil yaitu agar dirinya bisa lebih dekat dengannya.
Disisi Tasya, ia menolak karena ia tak ingin waktu bersama Jonathan berkurang, ditambah 23 hari lagi ia akan menikah. Lagian dirinya memang tidakk berminat menjadi penyanyi terkenal. Ia bernyanyi dan bermain musik karena itu adalah hobinya.
.....
Hari pernikahan Jonathan dan Tasya tinggal dua minggu lagi. Rencana pernikahan mereka hanya didatangi orang-orang terdekat saja. Pernikahan mereka akan sederhana nantinya, karena Jonathan tidak suka suasana banyak orang.
Saat ini Jonathan ada jadwal kuliah siang. Ia baru saja keluar dari kelasnya. Ia berjalan sendirian menuju kantin. Jonathan duduk sendirian di kursi di kantin kampus, dan memesan makanan favoritnya.
Tak lama pesanannya datang. Jonathan segera melahap mie ayam favoritnya. Saat ia tengah makan mie ayam kesukaannya dan akan habis, tiba-tiba ada seseorang duduk di hadapannya.
Jonathan menoleh ke arah depan. Ada seorang perempuan yang duduk di depannya dan memperhatikan dirinya. Namun Jonathan masa bodoh hal itu. Ia memilih fokus dengan makanannya hingga habis.
"Hey, ada orang di depanmu, jangan dikacangin dong." kata perempuan itu.
Jonathan baru selesai makannya, lalu ia mangambil gelas yang berisi es teh manis dan meminumnya.
Setelah meminumnya, Jonathan menatap polos ke arah perempuan itu yang masih duduk dihadapannya, dan terus memperhatikan dirinya.
"Kenalkan, namaku Linda." ucap perempuan itu yang benama Linda.
Jonathan hanya membalas. "Siapa yang tanya ?"