Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 50


Bams berdiri, dab mencabut garpu yang masih manancap di lengan tangannya. Ia sedikit meringis kesakitan. Setelah tercabut, ia membuangnya.


Tangan satunya memegang luka di lengannya, darahnya mengalir keluar dari lukanya. Bams menatap Jonathan. "Siapa kamu sebenarnya ?"


Jonathan mengeluarkan gunting dari sakunya, lalu ia memutar-putarkan guntingnya di jari telunjuknya. Ia tersenyum mendengar pertanyaan dari Bams. "Kau bertanya padaku ?"


"Dari caramu melawanku, aku jadi teringat seseorang." jawab Bams, tangannya masih memegang lengannya.


Semua yang menonton hanya bisa diam. Tak ada yang berani mencampuri Bams dan Jonathan. Laura mendengar pertanyaan Bams kepada Jonathan, ia juga merasa ada yang berbeda dengan sahabat kecilnya.


Jonathan menghentikan putaran gunting di jari telunjuknya, namun tetap ia genggam. "Apa kamu kenal Rocky ?"


Satu, dua, tiga, empat.


DEG.


Bams membeku setelah Jonathan menyebutkan nama yang sudah lama tidak ia dengar. Ia akhirnya teringat masa lalu, Rocky salah satu anak buahnya yang paling ditakuti di masanya.


Rocky yang telah membuat kelompok mafianya menjadi yang paling ditakuti hingga sekarang. Tak ada yang berani mengganggu atau membuatnya marah, karena Rocky dikenal sebagai Psychopath Gila.


Namun Rocky telah mati olehnya 40 tahun yang lalu. Bams yang telah menjebaknya dan membakarnya hidup-hidup.


Bams kembali tersadar, ia menatap ke arah laki-laki berkacamata itu yang perlahan berjalan mendekatinya.


Jonathan kini sudah tepat ada dihadapannya, dan memasang senyuman menyeringai. "Apa kamu sudah mengingatnya, tuan Bams ?"


"Apa maksudmu ?" tanya Bams yang pura-pura tidak tau.


Jonathan terkekeh. "Kau pasti mengingatnya, jangan pura-pura pikun karena faktor usiamu yang sudah tua. Jangan bawa-bawa usiamu sebagai alasan."


"Aku masih tidak paham apa yang kamu tanyakan."


Jonathan kembali terkekeh. Lalu ia memasang wajah dinginnya. Lalu ia berbisik. "Aku telah terlahir kembali, tuan Bams."


Bams terdiam, ia masih tak paham. Jonathan kembali berbisik dihadapannya. "Aku Rocky. Aku telah terlahir kembali. Dan sekarang aku ada dihadapanmu."


Bams terbelalak mendengarnya. Ia teringat saat perkelahiannya tadi bersama laki-laki berkacamata ini. Dari gaya bertarungnya memang tidak biasa, tidak menguasai teknik bela diri, tidak teratur, dan berantakan, namun bruntal.


Dari gaya bertarung itu sudah jelas ciri khas salah satu anggotanya yang paling ditakuti, siapa lagi kalau bukan Rocky, si Psychopath Gila.


"Tidak mungkin." gumannya.


Jonathan tersenyum miring mendengar gumannya Bams. Bams menatap tajam. "Kamu tidak mungkin dia !! Di dunia ini mustahil bisa terlahir kembali !!"


Jonathan terkekeh. "Namun buktinya, aku telah terlahir kembali, Bams. Kamu dan yang lainnya menjebakku, dan membakarku hidup-hidup."


"Tidak mungkin !! Yang sudah mati tidak mungkin bisa hidup lagi, bahkan untuk terlahir kembali pun mustahil." Bams membantah.


Jonathan meletakan jari telunjuknya di bibirnya. "Ssstttt, jangan keras-keras. Mereka tidak akan paham dan bingung tentang pembicaraan kita."


"Ahh, lihatlah, kamu sudah tua, dan aku, masih muda." lanjutnya mengejek.


Bams masih tak percaya, namun dari gaya bicara laki-laki berkacamata dihadapannya, sama persis. Gaya bicara yang sangat ia kenali. Meski sudah tua, dia masih benar-benar mengingatnya.


Dari gaya bicara laki-laki berkacamata dihadapannya ini, Bams bisa menyimpulkan jiwa Psychopath Gila dari laki-laki ini sedang bangun dan ingin bermain. Sangat sama persis dengan Rocky.


Semua yang melihat Bams dan Jonathan bingung. Mereka semua tak paham apa yang dibicarakan oleh kedua laki-laki itu.


DUAK !!


Tubuh Jonathan terdorong, dan jatuh setelah menerima tendangan yang mendadak dari Bams. Jonathan tidak meringis kesakitan, ia malah tertawa keras.


"Hahahahaha, tendangan yang bagus, orang tua. Hahahaha..."


Bams tidak peduli dengan luka di lengannya. Yang terpenting adalah, menyerang sosok Rocky yang telah terlahir kembali ini. Ia tidak akan memberi celah kepadanya.


Ditambah mengingat putra dan cucunya yang telah dibunuh oleh laki-laki berkacamata ini. Bams memegang kerah Jonathan, dan menariknya untuk bangun.


"Hahahaha.. Kau pasti ingin membunuhku."


BUGH !! BUGH !!


Lalu ia memukul wajahnya. BUGH !!


Brakk !!


Jonathan jatuh ke lantai. Kacamatanya juga terlepas, Bams pun menginjaknya.


"Hahahahaha... Kau sudah tua, tapi tenagamu lumayan, hahahaha..."


Bukannya kesakitan, tapi yang ada Jonathan tertawa dan mengejeknya. Bahkan sudut mulutnya sudah mengeluarkan darah, dan sudah lembam di pipinya.


Bams mendekat, ia memegang kerah Jonathan lagi, dan mengangkatnya. Ia menatap tajam, amarahnya sudah tidak bisa ia kendalikan.


"Hahahaha... Kau pasti sangat marah padaku." Jonathan masih saja tertawa.


Brakk !!


Bams benar-benar membanting tubuh Jonathan ke lantai dengan keras.


Duak !!


Bams menendang tubuh Jonathan.


"Uhukk.. Uhukk.., hahahahaha... Aku merindukan sensasi ini hahahaha..." sudah sampai terbatuk-batuk, Jonathan masih bisa tertawa.


Laura dan Nita ingin maju, dan menolong Jonathan. Namun Rino dan anak buahnya menghalanginya. Bukannya tidak ingin membantu, tetapi mereka ingin melihat sampai mana tuan mereka bertahan.


Nafas Bams naik turun, ia marah, namun ia juga merasa lelah. Mungkin karena dari faktor usianya memang seharusnya ia tidak boleh kelelahan.


Tapi Bams masih belum puas menyiksa sosok Jonathan yang ternyata adalah Rocky. Laki-laki ini masih terbaring dan tertawa.


Mendengarnya tertawa saja, itu sudah membuat Bams semakin marah, karena bukan teriakan kesakitan yang ia dengar. Seakan-akan Jonathan mengejeknya.


Jonathan masih saja tertawa, lalu ia bangun dan duduk. Ia tetawa lagi melihat Bams yang sudah kelelahan. Bams maju dan akan menendang lagi.


Hap !!


Jonathan menangkap kaki kanannya Bams dan memeluknya.


JLEB !!


"Aggrrhhh !!"


Begitu menangkap pergelangan kakinya Bams, Jonathan langsung menancapkan guntingnya di pahanya Bams.


Brak !!


Tubuh Bams jatuh setelah Jonathan menarik kakinya. Bams terkejut, ia baru menyadari kalau Jonathan masih memegang guntingnya. Ia tengkurap, dan mencoba untuk bangun.


Namun, Jonathan masih memegang kaki kanannya lalu menguncinya, dan ia mencabut guntingnya. Bams berontak, kaki kirinya menendang-nendang tubuh Jonathan. Tapi Jonathan tidak melepaskannya.


JLEB !!


"Aggrrhhh !!"


Jonathan menancap guntingnya lagi di pahanya Bams. Jonathan mencabutnya guntingnya, dan menancapkannya lagi.


JLEB !! JLEB !! JLEB !! JLEB !!


JLEB !! JLEB !! JLEB !! JLEB !!


"Aaaaggrrhhh... !! Hentikan !!" Bams berteriak kesakitan. Kedua matanya terbuka lebar-lebar.


Jonathan masa bodoh dengan teriakan Bams, ia masih terlalu asik dengan kegiatannya. Semua orang yang melihatnya, hanya bisa diam, tak ada yang berani menghentikannya.


"Aaaaggrrhhh...!! Hentikan !! Ini sakit !!"


Bams benar-benar merasakan rasa sakit yang bukan biasa. Jonathan masih saja asik dengan kegiatannya dan tidak mau menghentikannya.