Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 87 | S2


Beberapa Hari Kemudian.


Jonathan mengemudikan mobilnya. Ia tak sendiri, ia bersama Tasya. Setelah beberapa hari menginap di rumah mertuanya, Jonathan pulang, tentu saja Tasya ikut. Hendro dan Ninda menghargainya, mau bagaimanapun, Tasya telah memiliki suami, dan harus ikut.


Kini mereka telah sampai di rumah besar milik Jonathan. Mereka berdua turun dari mobil. Tasya sampai kaget bukan main melihat rumah besar milik suaminya, karena belum pernah ke rumah Jonathan. Kedatangan mereka telah disambut oleh Rino, Sarah, Laura dan yang lainnya.


Para maid membawa koper milik Jonathan dan koper milik Tasya. Jonathan pun membawa masuk istri ke dalam rumah besarnya. Mereka berkumpul duduk santai di sofa di ruang tengah. Mereka banyak cerita.


"Kalian para laki-laki, kapan kalian melamar pacar kalian ?" tanya Jonathan.


Rino menjawab. "Aku, dan Sarah akan menikah di bulan depan. Begitu juga dengan Tony, Laura, Dika, dan Nita. Kita bereenam akan menikah dihari yang sama."


"Kalian yakin, menikah di hari yang sama ?" sahut Jonathan.


Mereka berenam mengangguk-angguk kepalanya. Lalu Tony berkata mewakilinya. "Kami yakin."


Jonathan tersenyum mendengarnya lalu menatap David dan Agil. "Lalu kalian kapan ?"


David dan Agil hanya menghela nafasnya, lalu menggeleng-gelengkan. "Entahlah." lalu mereka melirik Sinta dan Selly. Dua wanita itu yang dilirik, hanya memasang wajah acuh.


.....


Beberapa Hari Kemudian.


Jonathan dan Tasya kembali ke aktifitas mereka masing-masing. Hari pun telah mendekati siang, Jonathan yang baru saja pulang kuliah, kini tengah perjalanan menuju kantor dengan mobil miliknya.


Sedangkan Tasya baru selesai dengan pekerjaannya pun segera pulang. Kebetulan mereka pulang lebih awal dari biasanya. Sebelum pulang, ia dan Salsa pergi ke restauran untuk makan karena hari telah siang.


Dalam mobil, Salsa yang mengemudikan mobilnya pun bersuara. "Apa kamu punya rencana berhenti menjadi model ?"


"Ya, aku akan berhenti." jawab Tasya, pandangannya tetap lurus ke arah depan.


"Apa kamu yakin ? Kamu sudah berbicara sama suamimu ?" tanya Salsa lagi.


Tasya mengangguk kepalanya. "Ya, aku sudah memikirkan ini sebelum menikah. Dan Jonathan juga tidak memaksa aku untuk berhenti atau lanjut. Tapi aku akan tetap berhenti, karena aku tidak selamanya Menjadi model. Aku ingin meraih impianku."


Salsa mengerut dahinya. Tasya bersuara lagi. "Impianku ingin seperti kedua orang tuaku, yaitu mempunyai keluarga yang bahagia."


Salsa tersenyum mendengarnya. Lalu ia berkata. "Sebaiknya kamu ganti panggilan suamimu."


Tasya mengusap dagunya. "Panggilan ya ?"


"Ya, aku saranin kamu harus memanggilnya 'Mas'." kata Salsa memberi saran. Tasya tersenyum malu mendengarnya.


Kini Tasya dan Salsa telah sampai di parkiran. Mereka turun dari mobil. Tasya meraih ponselnya dan akan mengirim pesan chat kepada suaminya kalau dirinya sudah pulang lebih awal dan akan makan di restauran bersama Salsa.


Namun, belum sempat membuka layar kunci ponselnya, tiba-tiba ia mendengar suara laki-laki yang tak asing di telinga mereka berdua.


"Tasya..."


Tasya menoleh, Salsa pun juga menoleh. Ternyata Andri yang berjalan mendekati mereka. "Kalian datang untuk makan siang ?"


"Ya, kita mau makan siang." jawab Tasya.


"Bagaimana kalau kita makan bersama. Kebetulan aku akan makan bersama teman-temanku, karena temanku ada yang ulang tahun."


Belum sempat menjawab, Andri sudah menarik tangan Tasya. Akhirnya Tasya lupa tidak sempat mengirim pesan chat kepada suaminya. Salsa menganga tak percaya, bisa-bisanya istri orang dibawa pergi seenaknya jidat tanpa persetujuan orangnya langsung. Salsa segera mengekori mereka dan berharap suami Tasya tidak mengetahui ini. Bisa kacau jika seorang jika sisi lain Jonathan kembali bangun.


.....


Kini semua tengah duduk di meja makan yang berbentuk lingkaran dan cukup besar. Kini mereka tengah menunggu pesanan mereka. Sambil menunggu, mereka berbicara dan bercerita tentang masa-masa sekolah.


Semua saling bercerita. Memberitahu pengalaman dan saran-saran. Lalu semua berpandangan kepada Andri, dan wanita yang duduk di samping kanannya.


"Andri kenalin dong cewekmu, cantik banget." kata salah satu temannya.


"Dia Tasya, dia selebragam dan model. Rencana aku ingin mengorbitnya." Andri yang menjawab, ia tak ingin mensia-siakan kesempatan.


.....


Sementara Disisi Lain.


Jonathan telah selesai dengan pekerjaannya, ia datang hanya mengecek saja dan mendatangi beberapa berkas saja.


Lalu ia kembali ke parkiran setelah berpamitan dengan Rino dan yang lainnya. Jonathan sudah duduk di dalam mobil, ia menyalakan mesin mobilnya dan segera menjalankannya ke tempat istrinya


Setelah sampai di tempat, Jonathan segera turun dari mobil. Ia pun melangkah masuk ke dalam banguna gedung tempat kerja istrinya sebagai model. Baru juga masuk, ia disambut oleh ramah satpam yang berjaga disana.


"Selamat siang, Tuan Jonathan, mau menjemput nona Tasya ?"


Jonathan tak menjawab, ia hanya tersenyum ramah dan mengangguk kepalanya. Satpam itu berkata lagi. "Nona Tasya sudah pulang Tuan."


Jonathan mengerut dahinya. "Sudah pulang ?"


"Ya, sudah pulang lebih awal, tadi saya melihat nona Tasya keluar bersama nona Salsa."


"Oh, Terimakasih sudah kasih tau padaku." ucap Jonathan.


Jonathan berlalu kembali ke mobil yang terparkir di parkiran.Jonathan sudah duduk di kursi kemudinya. Ia belum menyalakan mesin, ia sedang mengotak-atik ponselnya untuk melacak keberadaan istrinya.


In-Body GPS System masih terpasang di kalung pemberiannya, dan Tasya sampai sekarang selalu memakainua. Titik merah, keberadaan istrinya sedang ada di restauran yang tak jauh dari tempatnya.


Jonathan langsung menyalakan mesin mobilnya dan melaju cepat ke tempat keberadaan istrinya. Jonathan hanya heran saja, biasanya Tasya memberitahu kalau telah pulang lebih awal. Tapi kali ini tidak.


.....


Kembali di restauran.


Semua tengah menikmati acara makan mereka. Sambil berbicara, berbicara, dan bercanda. Andri yang dari tadi memperkenalkan Tasya kepada teman-temannya. Tasya sudah merasa tidak nyaman karena tadi tadi Andri seenaknya menjawab pertanyaan yang dilontarkan temannya kepadanya. Seakan dirinya dekat laki-laki ini.


Tasya ingin sekali pergi tempatnya. Salsa yang tau itu, ia harus segera membawa Tasya pergi dan pulang. Saat Salsa ingin berbisik untuk mengajaknya pulang, tiba-tiba sekilas ponsel Tasya berbunyi. Ia meraih ponselnya dan membuka layar ponselnya. Ia terbelalak melihat nama suaminya mengirim pesan chat padanya.


My Husband.


Kamu lagi dimana ?


^^^Tasya.^^^


^^^Aku bersama Kak Salsa^^^


^^^di restauran.^^^


My Husband.


Selain managermu, siapa lagi ?


Membacanya, pikiran Tasya merasa panik, kalau dirinya dan Salsa bersama Andri dan teman-temannya. Padahal Andri yang seenak hatinya membawanya.


^^^Tasya.^^^


^^^Aku, Kak Salsa di restauran, tiba-tiba tidak sengaja bertemu Pak Andri. Pak Andri mengajakku dan Kak Salsa makan bersama, karena salah temannya ulang tahun.^^^


My Husband.


Sekarang kamu pergi dari sana.


Tasya mencoba untuk tenang. Ia menghela nafasnya. Ia juga ingin sekali pergi, tapi keadaannya tidak pas. Lalu ia membalas pesan chat suaminya. Belum selesai mengetik, tiba-tiba suaminya mengirim pesan chat lagi kepadanya.


My Husband.


Apa perlu aku mendatangi kalian dan menghancurkan acara makan-makannya ?