
Jonathan segera meraih ponselnya dari dalam sakunya. Ternyata Laura mengirim pesan chat untuknya. Ia segera membuka isi chatnya dan membacanya.
Laura.
Kamu dimana ? Istrimu sudah sadar, dia mencarimu.
Itulah isi pesan chat untuknya. Jonathan tersenyum setelah membacanya. Lalu ia melangkahkan kakinya ke pintu keluar. Ia pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Linda begitu saja.
Tak peduli Linda yang masih hidup dan membiarkan mayat dua laki-laki yang sufsh tak bernyawa. Setelah keluar, Jonathan berjalan menuju ruangan khusus untuknya.
Setelah sampai di dalam ruangannya, ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Karena ia belum mandi semenjak pergi dari rumah sakit.
Setelah selesai mandi, Jonathan memakai baju kemeja biasa dan celana jean hitam panjang. Saat baru saja keluar dari ruangannya, rupanya Rino sudah menunggu di luar.
"Aku akan ke rumah sakit. Istriku sudah sadar." kata Jonathan.
Rino tersenyum, dan mengangguk kepalanya. Jonathan kembali bersuara. "Bereskan sisa-sisaku tadi. Dan untuk perempuan yang masih kubiarkan hidup, suntikkan dia agar dia menjadi gila. Setelahnya, kamu tau 'kan ?"
Rino tersenyum dan mengangguk kepalanya lagi. "Tentu saja."
"Baiklah, aku pergi dulu." ucap Jonathan pergi berlalu.
.....
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Jonathan telah sampai di rumah sakit dengan mobilnya. Ia segera mempercepatkan langkah kakinya ke ruang rawat istrinya.
Dari kejauhan, ia melihat Laura, dan kedua temannya tengah duduk di luar ruangan. Jonathan pun telah mendekat. Laura bersuara. "Kamu masuklah, istrimu ingin menemuimu."
Jonathan tersenyum dan mengangguk kepalanya. Ia segera berjalan masuk ke ruangan. Ia melihat Tasya yang tengah duduk rawatnya, dan berbicara dengan Nadia.
Jonathan berjalan mendekat. Tasya dan Nadia menoleh ke arah Jonathan yang telah datang. Nadia tersenyum, lalu ia mengundur dirinya untuk memberikan luang untuk Putranya dan Menantunya.
Nadia telah keluar dari ruangan. Jonathan berdiri tepat di samping Tasya yang tengah duduk di ranjang rawatnya. Tasya memeluk suaminya. Tentu saja Jonathan membalas pelukan istrinya.
"Selama ada aku, semua akan baik-baik saja." ucap Jonathan sambil mengelus lembut kepala istrinya.
Tasya mengangguk-angguk kepalanya. Lalu mereka melepaskan pelukannya. Tasya menatap suaminya. "Aku hamil anak kita."
Jonathan tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Ya, anggota keluarga kita bertambah."
Mereka tersenyum. Tiba-tiba senyuman Tasya memudar. Ia teringat dimana dirinya disekap oleh Linda. Jonathan yang paham ia pelan-pelan bercerita.
Jonathan menceritakan semua. Namun ia tidak cerita moment-moment saat dimana dirinya menyiksa Linda, Alan, dan Jimmy. Dan ia juga tidak bercerita tentang kematian Sinta.
Karena kondisi Tasya yang baru saja baikan dan tengah mengandung, menurutnya, lebih baik ia kasih tau di waktu yang tepat karena jika diberitahu, pasti Tasya sedih, dan akan banyak pikiran.
Jonathan juga kasih tahu kalau Linda telah dipulangkan ke rumah orang tuanya, dan tidak akan berani kembali. Namun yang sebenarnya kalau Linda dipulangkan setelah disuntik gila.
.....
Hari ini dimana semua orang-orang dekat Jonathan tengah berkumpul. Ya sekarang dimana semua sedang menghadiri pemakaman Sinta. Semua orang-orang yang mengenal Sinta, sedih.
Queen Sinta, itulah namanya dan tertulis di papan kayu nisan. Namanya cukup indah, dan akrab dipanggil Sinta.
Selama ini, Sinta sudah tidak memiliki keluarga. Ia sendirian. Ia menjalani hidupnya sendirian. Bahkan ia sampai terjun ke jalan gelap. Namun semua telah berubah setelah bertemu Jonathan, Laura, Nita, dan Sarah.
Hanya saja David teringat kata-kata terakhir Sinta setelah tertembak untuk melindunginya. Kata-kata Sinta yang bernada pelan padanya, namun jelas terdengar di telinga David. Sinta mengatakan. "aku mencintaimu".
Tepat setelah mengatakan dua kata itu, Sinta menutup kedua matanya. Entah sedih, atau senang karena cintanya terbalas, namun wanitanya telah tiada.
.....
Kini Tasya telah berhenti dari model, selama di rumah, ia membantu Nadia di dapur, meski Nadia sudah melarangnya agar tidak kecapean. Namun tetap saja, Tasya merasa bosan jika banyak diam.
Kondisi Nadien, kini ia telah menerima kenyataan. Ia sekarang akrab dengan Tasya. Mereka selalu menghabiskan waktunya bertiga di ruang keluarga.
Dan rencana, Nadia akan meneruskan sekolah di tempatnya yang sekarang sebagai murid baru. Jika bertemu atau saling mengobrol dengan Jonathan, Nadien masih sedikit cangkung. Terlebih ia mengingat, kekejaman kakak kandungnya.
Setelah Tasya berhenti, Salsa memilih pergi pulang ke tempat tinggalnya yang ada kota J. Karena ayahnya menyuruhnya pulang, dan akan menjodohkannya. Sedangkan Jonathan, tinggal beberapa minggu lagi akan skripsi untuk lulus dan menyelesaikan kuliahnya.
.....
Hari terus berlalu, tak terasa sekarang adalah hari pernikahan dari tiga pasangan sejoli. Rino menikah dengan Sarah, Tony dengan Laura, dan Dika dengan Nita. Pernikahan mereka disertai pesta.
Kini ketiga pasangan itu sudah resmi menjadi suami istri. Pesta pernikahan mereka tidak sederhana. Pesta pernikahan mereka dirayakan di salah hotel mewah milik Jonathan.
Sebelumnya para calon pengantin menolak ketika Jonathan merayakan pernikahan mereka dengan mewah. Mau tak mau, akhirnya ketiga pasangan calon pengantin patuh saja, pasalnya, jika menolak, Jonathan tetap akan menjalankan rencananya.
Banyak sekali tamu undangan yang datang. Tak hanya teman kuliah saja, klien-klien juga datang. Bahkan semua anak buahnya juga datang. Karena Jonathan yang mengundang semuanya.
Semua saling bersalaman dan mengucapkan kata selamat. Terlebih, ketiga pasangan sejoli itu sudah ia anggap keluarganya keluarganya.
Jonathan, Tasya, Nadia dan Nadien tengah duduk satu meja di tengah-tengah para tamu undangan. Nadia, Tasya, dan Nadien tengah berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan, namun sungguh hangat Jonathan melihatnya.
Jonathan tidak menyangka selama ini. Kehidupan keduanya benar-benar jauh dengan kehidupan sebelumnya. Mengingat kejadian sebelumnya, ia merasa konyol.
Dimana dirinya menyelamatkan Laura, Nita, dan Sarah. Hingga sekarang mereka menjadi satu keluarga besar. Bertambah mengingat saat ia mengalahkan Bos Gangsters dan mendapat perusahaan.
Dan sekarang, keluarga bertambah setelah ibu dan adik kandung dari pemilik tubuhnya telah tinggal bersamanya. Jonathan merasa kalau kehidupan keduanya adalah Kenapa yang sesungguhnya.
Mengingat pernikahannya dengan Tasya, rencana belum ada resepsi. Jonathan akan merayakan pesta pernikahannya. Ia dan Tasya sepakat setelah anak mereka lahir, sekaligus merayakan kelahiran anaknya nanti.
Selama ini, diawal kehamilannya, Tasya belum mengidam apa-apa. Padahal Jonathan ingin sekali merasakan moment tersebut. Disamping itu Nadia selalu menasehati Jonathan dan Tasya untuk selalu menjaga kakandungannya.
Sementara disisi lain.
Agil, Selly, dan David. Mereka bertiga duduk satu meja. Agil dan Sellu telah menjalin hubungan. Disisi David, ia sekarang lebih banyak berdiam, setelah kematian Sinta.
David mengiklaskan keperdian Sinta, agar wanitanya bisa bahagia di alam sana. Dalam hatinya, David berdoa, jika ada kehidupan kedua, ia berharap, bisa bertemu Sinta kembali.
.....
Tak terasa acara telah selesai.
Semua tamu undangan telah pulang, mengingat kalau hari telah mendekati tengah malam. Isi ruangan itu telah sepi.
Para ketiga pasangan pengantin baru itu pergi ke kamar mereka masing-masing di hotel itu. Jonathan, Tasya, Nadia, dan Nadien memilih untuk pulang ke rumah besar mereka.