
Dua Hari Kemudian.
Tasya baru saja menyelesaikan kegiatan kerjanya sebagai model. Hari telah siang, Tasya bersama managernya pergi ke restauran langganan mereka untuk makan siang. Namun sebelum berangkat, Tasya takkan lupa memberi kabar suaminya, itulah sudah hal wajib ia lakukan saat jam makan siang.
Kadang Jonathan datang untuk ikut makan siang bersama. Dan kadang Jonathan tidak datang, karena ada urusan penting. Seperti sekarang, Jonathan ada hal penting yang harus ia lakukan. Ia hanya membalas chat pesan yang dikirim istrinya.
Setelah selesai makan. Setelah membayar, mereka segera kembali ke gedung tempat mereka kerja. Meski Tasya memang bentar lagi akan berhenti menjadi model, bukan berarti bermalas-malas.
.....
Disisi Jonathan, ia tengah memikirkan seseorang dengan ciri-ciri yang dikatakan mantan OG bernama Dita kepadanya. Saat tengah berdiam memikirkan hal itu, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
Terlihat Tony datang seorang diri dengan laptopnya kesayangan miliknya. Jonathan langsung mempersilahkan Tony untuk duduk dan langsung menjelaskan apa yang ingin disampaikan.
"Aku telah menemukan hacker yang telah meretas CCTV kota." kata Tony to the point.
"Seperti yang kuduga, kamu pasti bisa melakukannya." balas Jonathan dengan tulus.
Jonathan benar-benar mengakui kehebatan Tony dalam hal tentang IT. Sesulit apapun Tony bisa menyelesaikannya, meski membutuhkan waktu satu hari atau lebih.
"Sekarang, kamu tau tempat hacker itu bersembunyi dimana ?" tanya Jonathan.
"Tenang Tuan Jo. Kita tidak perlu mencarinya. Dia telah memberitahuku siapa dalangnya." jawab Tony.
Jonathan terbelalak mendengarnya. "Bagaimana bisa"
"Tentu saja, saat aku sudah tau siapa dia, rupanya di hacker kelas rendahan. Begitu aku tau di jauh dibawah kemampuanku, aku langsung menghubunginya, dan memberinya ancaman." jawab Tony dengan bangga.
"Jadi siapa dalang dibalik masalah perusahaan kita ?" tanya Jonathan.
"Dia tinggal di kota J. Dia adalah pak Jimmy, pemilik perusahaan JN Grup." jawab Tony.
Mendengar nama pemilik perusahaan itu, wajah Jonathan langsung berubah datar. Di terdiam. Lalu beberapa detik kemudian ia menoleh kepalanya ke arah Tony.
"Kamu sekarang boleh keluar dari ruanganku, aku sedang ingin sendiri dulu." kata Jonathan.
"Baik Tuan Jo." Tony langsung menjawab, meski dalam pikirannya ia bertanya-tanya kenapa tuannya menjadi seperti itu.
Setelah melihat Tony yang sudah keluar dari ruangannya, Jonathan menghela nafasnya. Kedua tangannya memegang kepalanya. Dikehidupan sekarang, benar-benar membuat kepalanya banyak pikiran.
Ditambah mengingat masa lalu dari pemilik tubuhnya. Entah apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar tak ingin berurusan dengan masa lalu dari pemilik tubuhnya. Ya, mengingat masa lalu yang tak lain adalah ibu kandung dari pemilik tubuhnya.
Ingatan pemilik tubuhnya terus terbayang-bayang di dalam pikirannya. Seorang istri yang tega meninggalkan anak dan suaminya, dan memilih pergi dengan laki-laki lain.
Jonathan menenangkan dirinya. Lalu beberapa detik kemudian, ia terkekeh. "Cih, seorang wanita pergi meninggalkan Putranya dan Suaminya, memilih laki-laki lain menjadi suami barunya. Dan sekarang suami barunya mencari masalah denganku."
"Baiklah, kalau kalian ingin mencari masalah denganku. Aku akan datang pada kalian." ucap Jonathan.
Lalu ia segea memberitahu kepada Rino, kalau dirinya pergi ke kota J. Rino manawarkan dirinya untuk ikut, namun, Jonathan menolak, dan meminta kepada Rino untuk tetap tinggal. Ia hanya akan pergi bersama Tony.
Jonathan mengatakan kapada Rino untuk menyampaikan kepada Tasya, kalau dirinya harus pergi ke kota J. Jonathan juga mengatakan kepada Rino, kalau Jimmy yang telah mencuri data perusahaan adalah orang yang memiliki hubungan masa lalunya.
.....
Hari sudah sore.
Hari pun telah malam.
Mereka berdua masih di tengah perjalanan. Mereka memilih mencari hotel untuk menginap. Setelah menemukan hotel, mobil yang mereka masuk ke halaman hotel itu. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka berjalan masuk ke dalam hotel.
Di resepsionis, Jonathan memesan dua kamar, satu untuk dirinya, dan satunya lagi untuk Tony. Mereka pun menginap di hotel untuk satu hari untuk menginap istirahat, dan besok mereka akan melanjutkan perjalanan.
.....
Keesokan Harinya.
Hari telah pagi. Tasya bangun dari tidurnya. Ia menghela nafasnya, karena sang suami tengah pergi ke kota J. Semalam Rino menyampaikannya semuanya. Tasya dibuat heran karena kepergian suaminya ada berhubungan dengan masa lalu keluarga.
Ia berharap Jonathan tidak melakukan hal yang berlebihan, dan bisa pulang dengan selamat, tanpa membawa masalah. Baru saja Tasya akan beranjak dari ranjangnya, tiba-tiba kepalanya terasa sedikit pusing, dan perutnya juga terasa mual.
Lalu Tasya segera berjalan cepat masuk ke kamar mandi untuk memuntahkannya. Namun yang ia muntahkan hanya cairan bening saja. Tasya berjongkok, tubuhnya terasa lemas, sejenak ia istirahat. Setelah sedikit baikan, ia segera memilih untuk mandi.
.....
Disisi Jonathan dan Tony.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan setelah menginap, dan mereka berdua juga sudah sempat sarapan, mau bagaimanapun, perut mereka harus diisi untuk beraktifitas. Dan mereka juga telah sampai di Kota J.
"Apa kamu sudah menemukan alamatnya ?" tanya Jonathan sambil mengemudikan mobilnya.
"Sudah kutemukan." jawab Tony, sambil meperlihatkan laptopnya.
Jonathan menoleh sekilas, lalu pandangannya kembali ke arah depan. Ia mengangguk kepalanya, beberapa detik kemudian ia tersenyum. "Ayo kita lakukan rencana kita."
Mobil yang dikemudikan Jonathan berjalan menuju tempat tujuan. Namun saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ada sebuah mobil honda Jazz merah menyalip dari belakang dan body mobil Jonathan dan mobil sempat bergesekkan.
Mobil itu melaju cepat. Jonathan sampai dibuat geram karena mobil itu. "Siapa yang mengendarai mobil itu ?"
"Tuan Jo, lebih baik kita kejar. Siapa tau dia musuh kita." kata Tony.
Jonathan segera menaikkan mobilnya. Meskipun mobil yang ia pakai sekarang bukan mobil modil satunya, tapi mobil miliknya yang ia pakai ini, juga tak kalah cepat.
Jonathan langsung menyusul mobil tadi, dan berhenti di depannya untuk mencegatnya. Jonathan dan Tony langsung turun dari mobilnya. Jonathan mengetok-ngetok kaca pintu mobil itu.
"Keluar !!" ucap Jonathan setelah mengetok-ngetok kaca pintu mobil itu dan sambil membentak.
Pintu mobil itu terbuka. Turunlah perempuan muda, dan berseragam putih abu-abu. Di berambut pendek. Perempuan itu malah memberinya tatapan biasa-biasa saja padanya.
"Apa kamu bisa mengemudi ?!?!" tanya Jonathan bernada tinggi.
"Apa masalahnya sih ? Tinggal dibawa bengkel, beres 'kan ?" kata perempuan enteng.
Jonathan tersenyum sinis mendengar kata-kata perempuan itu. Belum sempat membalas, tiba-tiba ada suara perempuan lain yang baru turun dari pintu belakang mobil sisi kanan.
"Maaf kak, atas kecerobohan teman saya." kata perempuan itu dengan sopan.
Perempuan itu tak hanya cantik, panjang rambutnya sebahu, dia baru saja turun dari mobil yang sama, lalu dari sisi kiri mobil ada 2 temannya yang juga turun dari mobilnya.
Jonathan beralih ke arah perempuan yang berlaku sopan barusan. Dia dan perempuan berambut sebahu itu saling bertatapan. Dari sorot tatapan mata perempuan itu, Jonathan merasa ada kesamaan dengan dirinya.