Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 67 | S2


Jonathan kini telah berada di tempat yang sepi. Ia tengah duduk di sebuah kursi panjang terbuat dari kayu di pinggir jalan raya. Tepatnya ia sedang di hutan pinggir kota yang menuju ke puncak.


Motornya terparkir di samping kursinya. Jonathan terdiam, tatapannya kosong. Ia mencoba meredakan amarahnya. Hanya masalah sepele yang ia dapat dari orang asing saja sudah membuatnya seperti itu.


Padahal kalau di rumah, meski ia diganggu, ia tidak masalah, karena Rino, dan yang lainnya baginya adalah keluarganya. Mungkin ia harus terbiasa jika berada di samping Tasya. Tasya adalah salah satu perempuan yang sudah populer.


Jonathan memenjam kedua matanya. Ia menghela nafasnya. Sebenarnya ini salahnya, karena tubuh yang ia tempati bukanlah miliknya. Jiwanya hanyalah dari masa lalu.


Tapi apa salahnya jika ia harus merasakan jatuh cinta kepada seorang perempuan. Dan sekarang ia telah menjalin hubungan dengan perempuan yang ia cintai.


Namun ada masalah lagi, sisi Jiwa gilanya. Kalau dirinya berpindah tubuh, tapi kenapa juga sisi Psychopath-nya ikut dengannya.


.....


Di sisi lain 20 meter dari dari tempat Jonathan. Terlihat ada sebuah mobil sedan hitam. Di dalam mobil sedan hitam.


Dua laki-laki mengenakan jaket hitam. Yang satu berbadan besar, dan yang satu berbada kecil.


Salah satu dari mereka bersuara sambil, memandang Jonathan dari balik jendela pintu mobilnya. "Benar 'kan dia orangnya ?"


Salah satu temannya menajawab. "Benar, sesuai perintah tuan kita untuk memberinya pelajaran."


"Tapi, apa tidak salah, ia terlihat laki-laki biasa."


Katanya sambil memperhatikan penampilan Jonathan yang biasa-biasa saja.


Lalu temannya memperlihatkan selembar foto laki-laki berkacamata dari jarak jauh. "Tidak mungkin salah, bukankah sesuai fotonya."


"Hm, benar. Ya sudah biar aku saja yang memberinya pelajaran."


"Terserah, lagian dia terlihat akan pingsan kalau diberi beberapa pukulan saja."


"Ya, sudah cepat selesaikan, sepertinya malam ini akan hujan."


Setelah berbicara, salah satu dari mereka segera keluar dari mobil, dan meninggalkan temannya di dalam mobil. Tak lupa ia memakai masker kain untuk menutupi sebagian wajahnya.


Sambil menunggu, temannya yang berbada kecil memilih bermain gamenya sambil memasang headset di kedua telinganya.


.....


Orang itu berjalan menyebrangi jalan raya, dan mendekati Jonathan yang sedang duduk dengan tatapan kosong. Kini orang itu telah berdiri di belakang Jonathan.


DUGH !!


Brakkk !!


Orang itu langsung menendang punggung Jonathan hingga terdorong ke depan dan jatuh tergelusur di tanah.


Jonathan mencoba bangun. Namun saat akan berdiri. BUGH !!


Wajah Jonathan terpukul oleh orang itu.


Jonathan terjatuh dan terbaring di tanah.


Orang itu menarik baju Jonathan, dan mengangkatnya, hingga membuat Jonathan jadi berdiri paksa. Orang itu mencengkram kedua kerah Jonathan.


"Kuberi peringatkan, jauh Tasya. Sudahi hubungan kalian !!" ucap orang itu.


Jonathan yang dari tadi diam, lalu ia tersenyum. "Kau punya masalah denganku ?"


Orang itu terdiam, ia melihat keanehan dari korbannya seakan tak takut padanya. Tangannya msing mencengkram kerahnya, dan tangan satunya memukul memukul wajahnya.


BUGH !!


Jonathan yang terpukul lagi pun terdiam. Terlihat darah di sudut bibirnya. Bukannya meringis kesakitan, Jonathan malah tertawa.


"Hahaha.., pukulanmu cukup menyakitkan pak tua."


Orang itu membeku mendengar korbannya malah tertawa. BUGH !!


Orang itu memukulnya.


"Uhhh, sakitnya, hahahahaha."


Orang itu makin merasa aneh dengan korbannya. "Apa dia sudah gila ?" Tak diduga olehnya, korbannya memberi respon yang diluar perkiraannya.


Tiba-tiba kedua tangannya Jonathan melingkarinya lehernya dan ia lalu memajukan wajahnya.


"Aggrrhhh !!"


Jonathan menggigit telinga orang itu. Kedua tangan dengan erat melingkari leher orang itu.


BUGH !! BUGH !!


Orang itu memukul tubuh Jonathan. Namun Jonathan tidak mau melepasnya. Kedua kakinya pun juga melingkari tubuhnya.


Orang itu berusaha mendorong tubuh Jonathan agar melepaskan dirinya. Namun tetap saja, Jonathan tetap tak mau melepasnya dan terus mengigit telinganya hingga berdarah.


Orang itu tetap berusaha mendorong Jonathan. Braakk.


Pada akhirnya terlepas, tapi sayangnya, ia harus kehilangan telinga kirinya.


Aggrrhhh !!


Orang itu berlutut, sambil memegang lukanya, ia kesakitan. Di depannya ia melihat Jonathan yang duduk sambil mengigit telinganya.


Cuih !!


"Hahahaha.."


Jonathan meludah dan membuangnya, lalu ia tertawa. Jonathan mengambil batu di dekatnya yang sebesar kepalan tangannya. Lalu ia melemparnya ke arah wajah orang itu.


DUGH !!


Orang itu terdorong, dan tubuhnya terbaring di tanah setelah wajahnya terhantam batu barusan, dan tangannya masih memegang lukanya.


Jonathan mengambil batunya lagi, lalu ia berjongkok dan salah satu tangannya mencengkram leher orang itu yang masih memegang lukanya karena kesakitan.


DUGH !! DUGH !! DUGH !!


"Kebetulan sekali, aku sedang ingin meluapkan rasa kesalku, dan maaf saja kalau aku lampiaskannya padamu, hahahaha."


DUGH !! DUGH !! DUGH !!


"Huhhh.." Jonathan menghentikan aktifitasnya.


Lalu ia memeriksa pakaian orang itu. Ia menemukan sebuah pisau. "Hahaha.. orang bodoh, punya pisau tidak di pakai."


Jonathan memperhatikan orang itu, wajahnya penuh darah karena hancur, dan ia belum tewas, karena ia masih sedikit bernafas, seperti akan mendekati ajalnya.


"Baiklah, aku akan mempercepat proses ajalmu, hahahaha."


Setelah berkata seperti itu, Jonathan menusuk dadanya dengan pisaunya berkali-kali. JLEB !! JLEB !! JLEB !! JLEB !!


Hingga akhirnya orang itu tewas. Banyak sekali darah yang keluar.


Dari pandangannya, Jonathan dapat melihat sebuah mobil sedan hitam asing. Ia menduga kalau orang yang tadi datang padanya pasti bersama temannya. Lalu ia berjalan mendekati mobil itu.


.....


Di dalam mobil. Seorang berbadan kecil baru saja menyelesaikan game di ponselnya. Ia menghela nafas, ia merasa aneh kalau temannya belum kembali.


Hujan pun terjadi. Ia semakin tidak nyaman dengan suasana di dalam mobil. Sesuai dugaannya tadi, telah turun hujan. Lalu ia memilh keluar dari mobilnya untuk menyusul temannya, karena terlalu lama.


Baru saja menutup pintu mobil, tiba-tiba ada ada sebuah tangan menggenggam belakang kepalanya.


DUGH !! DUGH !! DUGH !!


Ternyata Jonathan yang sudah di dekat mobil itu. Ia mencengram belakang kepala orang itu, dan menghantamkannya ke atap mobil berkali-kali.


JLEB !!


"Aggrrhhh~~"


Jonathan menusukkan pisaunya ke leher orang itu. Jonathan tersenyum puas.


JLEB !! JLEB !! JLEB !!


Jonathan menusuk pisau berkali-kali di leher orang itu. Orang itu sudah di pastikan tewas. Akhirnya ia bisa melampiaskan rasa kesalnya.


Jonathan kembali ke tempatnya, dan mendekati motornya. Lalu ia pergi meninggalkan tempat itu dan pergi untuk pulang.


Dibawah guyuran air hujan, Jonathan mengendarai motornya. Ia merasa berterima kasih kepada seseorang yang sudah mengirim dua orang tadi untuk melampiaskan semuanya.