Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 89 | S2


Satu minggu kemudian. Di siang hari, Jonathan kini berada kantornya, ia duduk di kursi kebesarannya, dan fokus bekerja. Namun entah kenapa ia ingin sekali menemui istrinya, padahal setiap di rumah mereka selalu tidur bersama. Jonathan menghela nafasnya.


Lalu ia menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Ia memandang langit-langiy ruangannya. Beberapa saat kemudian, ia bangkit dari duduknya. Tak lupa ia mengambil poselnya dan pergi dari ruangannya.


.....


Disisi Lain.


Tasya tengah duduk di kursinya. Ia tak sendiri, seperti biasa, ia tenemani oleh managernya. Tasya telah selesai pekerjaannya. Dan juga kebetulan hari ini, mereka selesai lebih awal.


"Yuk, kita pulang." ajak Salsa, dan Tasya mengiyakan ajakan managernya.


Mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat itu. Setelah di parkiran, mereka masuk ke dalam mobil. Setelah duduk, Tasya meraih ponselnya, dan menelpon nomer suaminya.


Namun nomer yang ia hubungan, tidak diangkat. Akhirnya Tasya memutuskan mengirim pesan chat. Salsa mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.


"Kita mampir ke restauran dulu ya, soalnya perutku sudah lapar banget." kata Salsa sambil mengemudikan mobilnya, dan pandangan masih ke arah depan.


"Oke deh." sahut Tasya, karena dirinya juga sudah lapar.


Beberapa lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi telah sampai di restauran langganan mereka. Mereka segera keluar dari mobil dan masuk melangkah ke dalam restauran.


Setelah duduk, seorang pelayan datang. Salsa dan Tasya memesan makanan mereka. Setelah selesai dicatat pesanannya, pelayan itu pergi menjauh. Mereka berdua pun tinggal menunggu pesanan mereka sambil berbicara dan bercerita.


.....


Disisi Lain.


Jonathan telah sampai di tempat kerja istrinya. Ia segera turun dari mobil. Ia pun melangkah masuk ke dalam banguna gedung tempat kerja istrinya sebagai model. Baru juga masuk, ia disambut oleh ramah satpam yang berjaga disana.


"Selamat siang, Tuan Jonathan, mau mencari nona Tasya ?"


Jonathan tak menjawab, ia hanya tersenyum ramah dan mengangguk kepalanya. Satpam itu berkata lagi. "Nona Tasya sudah pulang Tuan."


Jonathan mengerut dahinya. "Sudah pulang ?"


"Ya, sudah pulang lebih awal, tadi saya melihat nona Tasya keluar bersama nona Salsa."


"Oh, Terimakasih sudah." ucap Jonathan tersenyum.


Jonathan kembali ke mobil yang terparkir di parkiran. Jonathan sudah duduk di kursi kemudinya, lalu ia meraih ponselnya, ia pun melihat ada panggilan tak terjawab. Ternyata Tasya tadi menelponnya. Namun ia tak mengangkatnya, karena ponselnya mode diam.


Lalu ia juga melihat ada pesan chat dari Tasya. Jonathan tersenyum saat membacanya. Pesan chat dari Tasya mengatakan sedang pergi ke restauran langganannya bersama Salsa.


Ia tak membalasnya pesan chat istrinya, Jonathan segera menyalakan melajukan mobilnya dan menyusulnya.


.....


Kembali ke tempat restauran.


Beberapa lama kemudian, Tasya dan Salsa telah selesai makannya. Beberapa saat kemudian, mereka berdua segera bangkit dari duduknya. Tasya memilih untuk pergi lebih dulu ke parkiran. Sedangkan Salsa pergi menuju kasir untuk membayar makanan mereka.


Tasya di parkiran dan bersenderan mobilnya Salsa. Ia tak masuk, karena kunci mobil dipegang Salsa. Tak lama kemudian, tak jauh dari pandangannya, ia melihat ada mobil yang tak asing baginya. Tasya tersenyum melihat mobil suaminya datang mendekatinya.


Pintu mobil suaminya terbuka. Jonathan turun dari mobilnya, dan berjalan mendekati istrinya yang terlihat sedang menunggu.


"Kamu menunggu siapa ?" tanya Jonathan.


"Aku sedang menunggu kak Salsa." jawab Tasya.


Tak lama kemudian, Salsa datang, ia telah selesai membayar. Jonathan dan Tasya pamit untuk pergi. Salsa juga pergi pulang sendiri dengan mobilnya.


.....


Tasya tak keberatan hal itu. Ia memaklumi kalau suaminya kerja untuknya. "Iya, hati-hati ya."


Jonathan tersenyum. Setelah melihat Tasya masuk ke rumah, Jonathan memutar mobilnya, dan pergi menuju ke kantor.


.....


Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ada ssbuah mobil sedan yang menghalangi jalannya. Mobil itu tiba-tiba berhenti di depannya. Jonathan pun juga memberhentikan mobilnya.


"Siapa mereka ?" gumannya.


Lalu keluarlah dua orang berbadan besar dan berpakaian hitam. Salah satu dari mereka mengetok-ngetok kaca pintu mobilnya Jonathan. Jonathan tak panik, melainkan ia penasaran. Ia segera membuka pintu mobilnya dan keluar.


"Ikutlah kami, jika kamu masih sayang dengan nyawamu."


Jonathan memasang wajah polosnya, ia hanya mengangguk kepalanya. Kedua orang itu heran kenapa targetnya menurut saja. Jonathan segera dibawa pergi oleh mereka berdua dan meninggalkan tempat itu.


Jonathan duduk tenang, di belakang. Kepalanya di todong pintol salah satu dari mereka. Jonathan hanya membatin. "Gara-gara mereka, mobilku ditinggal begitu saja."


.....


Mereka telah sampai.


Jonathan turun dari mobil, ia melihat-lihat sekeliling tempat itu. Ia berada di sebuah rumah besar. Besar rumah itu hampir sama dengan rumah besar miliknya.


"Rumah siapa ini ?"


Tiba-tiba dari belakang, tengkuk lehernya dipukul. Jonathan jatuh pingsan. Lalu salah satu dari mereka menggotong tubuh laki-laki berkacamata itu.


Jonathan dibawa masuk ke dalam rumah. Mereka membawa Jonathan ke dalam salah saru kamar dan gelap. Mereka segera mendudukan Jonathan di kursi kayu dan mengikatnya.


Setelah mengikat Jonathan, mereka berdua segera keluar dari ruangan itu. Mereka berjalan mendekati orang yang tengah berdiri menunggu.


"Kami sudah membawa orang itu tuan."


Orang itu mengangguk kepalanya, lalu ia memberi sebuah amplob yang berisi sejumlah uang yang banyak. Setelah mendapat bayarannya, kedua orang itu segera pergi.


Kini diruangan itu hanya seorang saja. Orang yang menyuruh 2 orang tadi untuk menculik Jonathan. Dia tersenyum puas.


"Maaf aku melakukan ini, karena aku hanya ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku."


.....


Pada malam hari.


Semua sudah pada pulang. Mereka heran kenapa Jonathan tidak pulang. Dan Tasya yang dari tadi menunggu suaminya, ia gelisah. Karena Rino dan yang lainnya sudah pulang, namun suaminya belum pulang.


"Kalian yakin, kalian tidak Jonathan kembali ke kantor ?" tanya Tasya.


"Seharusnya tuan Jo kembali kantor, tapi tadi aku tidak melihatnya. Aku pikir dia tidak kembali. Jadi aku menyelesaikan pekerjaannya." jawab Rino.


Semua bertanya-tanya, padahal setahu mereka, tadi siang Jonathan pergi untuk menjemput Tasya. Dan Tasya menjelaskan, Setelah suaminya mengantarnya pulang, Jonathan kembali ke kantornya.


Rino segera menyuruh Tony untuk melacak keberadaan Jonathan. "Tony cepat lacak lokasi Tuan Jo !!"


"Tidak kau suruh, pasti aku melakukannya." Tony langsung bergerak cepat meraih laptopnya untuk melacak gps yang sudah terpasang di ponsel dan di mobil milik tuannya.


Setelah mendapatkan lokasi tuannya. Roni dan Tony segera pergi. Tadinya Tasya ingin ikut, tapi Rino melarangnya, dan menyuruhnya untuk menunggu di rumah bersama yang lainnya.