
Banyak sekali darah yang keluar dari luka Bams. Meski kulitnya tertutup kain celana panjang, gunting yang digunakan Jonathan, ujungnya benar-benar menembus kain itu dan melukai kulitnya.
Luka di paha Bams benar-benar terlihat sulit dijelaskan. Yang jelas, fatal, karena Jonathan menusuknya berkali-kali. Bams sudah melemah dan lemas, karena darahnya sudah keluar banyak.
Bams pun akhirnya kehilangan kesadarannya. Jonathan menghentikan aktifitasnya. Lalu ia bangkit, dan menghempas kaki Bams sembarangan.
"Dia malah tidur, tidak seru jadinya." keluh Jonathan.
Ia berjalan menjauhi tubuh Bams. Jonathan berjalan tertatih-tatih. Mungkin luka sebelumnya yang diberikan Bams padanya. Terlihat lembam di pipinya. Dan di sudut bibirnya ada darahnya yang keluar.
Wajah Jonathan juga terkena sedikit cipratan darah. Rino berjalan mendekat tuannya. Laura, Nita, dan Sinta juga berjalan mendekatinya. Jonathan hanya memasang wajah datarnya.
Saat Nita akan memberikan sapu tangannya untuk membersihkan sudut bibir Jonathan. Namun Jonathan sudah menjilati sudut bibirnya sendiri, akhirnya Nita mengurungkan niatnya.
"Tuan, mari ikuti saya. Saya akan membawa tuan untuk diobati." ucap Rino.
Jonathan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tidak masalah. Cukup bawakan obat menahan nyeri, dan bawakan tukang pijat untukku. Sepertinya kakiku, keseleo."
"Baik tuan." sahut Rino sopan.
Jonathan berjalan menuju pintu luar, namun sebelum itu. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengurusi Bams. "Kalian, penggal kepalanya. Kepalanya kirimkan ke tengah kota J bersama kepala anaknya. Dan untuk tubuhnya, terserah mau diapakan."
Anak buahnya yang ada di dalam gudang segera menjalankan perintah tuan mereka. Jonathan berjalan keluar dari gudang. Laura, Nita, Sinta, dan Rino juga segera keluar.
"Temanmu lumayan juga." ucap Sinta sambil memegang kedua pipinya dan menatap Jonathan yang sudah masuk ke dalam rumah besar.
Laura menatap Sinta sambil tersenyum. "Kamu tertarik dengannya ?"
Dengan cepat Sinta mengeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mau menjadi korban selanjutnya."
Laura dan Nita sudah tidak kaget tentang kesadisan Jonathan. Mereka berdua terkekeh melihat Sinta ketakutan. Padahal, diam-diam Sinta mengkagumi Jonathan, namun ia sadar, kalau dirinya tidak pantas.
Rino menghentikan langkah kakinya, lalu menatap ketiga perempuan ini. "Kalian bertiga Lebih baik latihan."
Laura, Nita, dan Sinta mengiyakan ucapan Rino untuk latihan bela diri, dan pergi ke taman belakang rumah besar karena sudah jadwalnya mereka berlatih.
Rino segera memanggil Agil, Dika, dan Tony. Setelah ketiga laki-laki itu terpanggil. "Kalian bertiga adalah anggota terpenting disini. Jika tuan Jonathan memberi kalian perintah, segera kalian kerjakan."
"Baik tuan Rino." sahut mereka bertiga.
"Dan kamu.." ucap Rino sambil menatap satu perempuan yang dari tadi mengikuti Agil, dan kini sedang berdiri di belakang Agil.
"Kamu ingin dipulangkan ke kampungmu, atau ingin bergabung dengan kita ?" Rino memberi penawaran kepada Selly.
"Apa tuan kalian akan menerimaku jika aku ingin bergabung ?" tanya Selly.
"Asal kamu berguna, tuan Jonathan pasti akan menerimamu." jawab Rino.
"Baiklah, aku ikut bergabung." jawab Selly.
"Sekarang kamu pergi ke tempat ketiga perempuan tadi untuk berlatih." kata Rino.
"Berlatih ?" sahut Selly heran.
"Ya, kamu harus berlatih bela diri. Jika tidak kamu tidak akan berguna disini. Dengan kamu berlatih, kamu bisa menjaga dirimu supaya kamu bisa melawan saat ada orang yang bermacam-macan denganmu." Rino menjawab panjang lebar.
"Benar juga." batin Selly.
"Bagaimana Nona Selly ? Lebih baik ikut berlatih. Pasti kamu sudah tersiksa 'kan karena sebelumnya harus melayani nafsu Max setiap hari ?" kata Rino dengan menyeringai.
"Jangan mengingatku dengannya !!" ucap Selly membentak, wajahnya memerah, ia pun segera meninggalkan keempat laki-laki itu, dan pergi ke tempat latihannya.
Rino lalu menelpom seseorang. Ia meminta tukang pijat profesional dan ia juga memanggil dokter untuk mengobati tuannya.
.....
Beberapa Hari Kemudian.
Berita tentang perusahaan terkenal milik Bams telah bangkrut, entah mengapa itu bisa terjadi. Namun ada yang membuat semua terkejut.
Kematian Bams telah ditahui oleh semua orang-orang. Dari dalam Negeri, bahkan luar Negeri. Karena perusahaannya sudah terkenal. Ditambah kematian Max.
Ditambah kini semua orang sudah tau, siapa sebenarnya keluarga itu yang ternyata adalah ketua Mafia yang selama ini ditakuti.
Terutama data rahasia perusahaan milik Bams dan Max telah dicuri. Yang jelas rekan bisnis gelapnya kecewa akan hal itu.
Namun ada lagi yang bikin mengejutkan adalah, kepala Bams dan Max digantungkan di tengah taman kota J. Semua terkejut bukan main melihatnya.
Kini semua yang selama Bams dan Max bangun telah lenyap. Para anggota telah kehilangan arah. Mereka bertindak sesukanya, dan melakukan kejahatan.
Bahkan sekarang mereka sampai ditangkap polisi sekitar, karena telah ketahuan melakukan kejahatan. Kini polisi sudah tidak takut lagi menangkap mereka, karena mengingat ketua mafia mereka telah mati.
Mereka merasa berterimakasih, namun hukum tetaplah hukum. Bagi siapa yang membunuh, meski membunuh penjahat tetaplah ditangkap untuk diadili.
.....
Tak terasa sudah satu tahun terlewat. Sekarang anggota Gangster di Kota S telah menyebar di seluruh kota S, bahkan sampai keluar kota.
Mereka di beri luang untuk memilih jalan mereka masing-masing. Itu pun atas perintah dari tuan mereka. Namun jika suatu saat tuannya memanggil mereka, dengan senang hati mereka akan datang untuk membantu.
Kini di rumah besar itu, tepatnya markas ketua Gangster hanya ada 20 orang saja yang tinggal di rumah itu.
Jonathan, Laura, Nita, Rino, Dika, Tony, Agil, Selly, Sinta, Sarah, dan David. Sisanya adalah pelayan dan para penjaga. Jonathan telah membentuk anggota khusus.
Sarah yang telah sembuh, kini senyumannya telah kembali, karena perawatan yang ia dapat. Dan Rino yang selalu memberi perhatian dan semangat.
.....
Hari ini adalah Jonathan pergi ke perusahaannya. Perusahaan Dan ditemani Rino, Dika, dan Tony. Sedangkan di rumah besarnya hanya ada Laura, Sarah, Nita, Sinta, dan Selly.
Dan tak lupa Agil dan David.
Agil dan David yang selama ini membimbing kelima perempuan itu berlatih bela diri. Kini semua perempuan telah cukup menguasai teknik bela diri mereka.
.....
Di perusahaan.
Jonathan baru saja telah selesai rapat. Ia masuk ke dalam ruangannya. Rino menjadi asistennya. Kini ia menjadi Big Bos di perusahaannya meski diusianya yang sangat-sangat muda.
Terutama penampilannya, memakai jas hitam, ia benar-benar terlihat sangat rapi, seperti ciri khas-nya untuk sebagai topengnya.
Jonathan berdiri menatap ke kota dari jendela ruangannya. "Bosan sekali."
Sudah satu tahun ia damai tanpa bermain mencari penjahat untuk dijadikan kesenangan. Karena selama ini terlalu fokus dengan kerjaannya.
Rino yang mendengar itu pun teringat sesuatu. "Tuan, bukankah anda dan teman-teman anda ingin melanjutkan kuliah yang sudah tertunda ?"
Jonathan terdiam, lalu ia membenarkan kacamatanya, dan mengusap dagunya. "Benar juga."
...- Season 1 End -...