Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 93 | S2


Masih di kediaman Andri. Terlihat Tony tengah duduk di sofa sambil mengotak-atik laptop kesayangannya. Beberapa saat kemudian, ia selesai dengan tugasnya. Lalu ia mendekati Jonathan yang juga duduk sofa sambil menikmati secangkir kopi bersama Rino.


Tony menunjukan data-data tentang Andri, dan beserta perusahaan miliknya. Jonathan tersenyum puas atas pekerjaan Tony yang selalu memenuhi permintaannya. Jonathan membaca data diri milik Andri, disitu ia melihat video rekaman CCTV apartemen, terlihat Andri bersama seorang wanita masuk ke dalam apartemen.


Jonathan menyuruh Tony untuk segera mensabotase perusahaan Andri. Tentu saja Tony dengan semangatnya, ia menjalankan tugasnya. Karena tuannya tidak pilih kasih atau tidak egois soal kekayaan yang didapat. Pasti Jonathan selalu berbagi rata kepada anak buahnya


Hari sudah malam. Waktu juga sudah menunjukan mendekati jam 12 malam. Mendengar suara ketukan pintu Jonathan segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pintu ruangan bawah tanah, tempat dimana Andri tengah dinikmati tiga laki-laki homo.


Jonathan segera membuka pintu ruangan itu. Terlihat tiga laki-laki homo yang sudah berpakaian lengkap, dan telihat keringat di wajah mereka bertiga. Dalam pikiran Jonathan, ia merasa jijik terhadap ketiga laki-laki homo yang dihadapannya.


"Kalian sudah puas ?" tanya Jonathan.


Ketiga laki-laki homo itu tersenyum menyeringai, dan mengangguk-angguk kepalanya. Salah satu daru mereka bersuara. "Tentu saja kami puas atas hidangan yang tuan berikan kepada kami."


Jonathan hanya memasang wajah datarnya, dan mengangguk kepalanya. Tiba-tiba tatapan ketiga laki-laki homo itu memandangnya seakan menginginkan dirinya. Jonathan memandang dingin kepada mereka, namun dalam pikirannya, benar-benar menjijikan.


"Sekarang kalian pergilah !!" ucap Jonathan dingin.


Ketiga laki-laki homo itu tersenyum genit padanya. Lalu mereka berjalan melewatinya. Salah satu dari mereka mengedip matanya, Jonathan menatap tajam. Baru beberapa langkah melewatinya, dengan cepat, tangan Jonathan meraih sesuatu dari saku celana formalnya.


Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Ketiga laki-laki itu terjatuh ke lantai. Mereka tergeletak dan sudah tak bernyawa setelah Jonathan menembak kepala mereka bertiga. Roni, dan anak buahnya terkejut mendengar suara tembakan, mereka segera bergegas mendekati Jonathan, bahkan Tony yang sibuk dengan laptopnya juga terkejut.


Mereka khawatir jika tuan mereka kenapa-kenapa. Rino dan yang lainnya terkejut melihat tiga laki-laki homo itu sudah tewas dengan luka tembakan di belakang kepalanya.


"Dasar manusia menjijikan. Lebih baik kubunuh saja !! Hari kiamat sudah dekat, tapi manusia seperti kalian malam membuat kiamat semakin dekat saja !!" ucap Jonathan kesal sambil memasukan kembali pistol kecil miliknya ke dalam saku celananya.


Mendengar ucapan tuan mereka, tentu saja membuat mereka mengerut dahinya. Pasalnya membunuh adalah tindakan kejahatan, salah satu tanda kiamat. Mereka hanya diam, menurut mereka, Jonathan itu konyol karena tak menyadarai ucapannya sendiri.


"Kalian, buanglah mayat tiga orang menjijikan ini." ucap Jonathan dan berlalu memasuki ruangan bawah tanah, tempat dimana Andri disiksa.


Semua hanya diam tak membantah. Roni segera memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan perintah tuannya. Sedangkan Tony kembali duduk ke sofa dan kembali menjalankan tugasnya.


Disisi Jonathan, ia tengah berdiri sambil melihat laki-laki yang tengah duduk di lantai dan bersenderan tembok. Laki-laki itu telanjang, dan hanya mengenakan kain pakaiannya yang sobek untuk menutupi bagian bawahnya.


Laki-laki itu siapa lagi kalau bukan Andri. Ia lemas tak berdaya. Terlihat jelas kulit-kulitnya merah bekas siksaan. Dia memandang ke arah Jonathan yang berdiri depannya, dengan jarak tiga meter darinya.


"Kau iblis !!" teriaknya.


"Hahahahah..." lanjutnya sambil tertawa kecil.


Andri berhenti tertawa. Dengan lemas ia berkata. "Kalau saja istrimu tau atas apa yang dilakukan suaminya, pasti dia benar-benar membencimu !!"


"Aku tidak takut. Istriku tau kalau aku seperti ini jika aku dibuat kesal oleh orang asing." jawab Jonathan santai.


"Setelah ini, kau akan kukirim ke tempat yang pantas untukmu. Perusahaanmu, perlahan akan jatuh ke titik terendah." tambahnya.


"Hahahaha..." Andri tertawa, lalu ia memasang wajah sedih, lalu berteriak. "Kau benar-benar manusia licik !!"


Lalu Jonathan berjongkok. Ia memandang Andri dengan senyuman polosnya lalu ia berkata. "Aku licik ? Ya, kau benar sekali, aku manusia yang licik. Kau tau, apapun akan kulakukan jika ada yang berani mengganggu ketenanganku, meski dengan cara licik sekalipun."


Andri tak menjawab, ia menundukan kepalanya. Rasa kesal sedih, karena harus kalah dengan laki-laki yang lebih muda darinya. Ia masih tidak terima kenyataan yang menimpa padanya.


"Hahahahahaha...., lihatlah dirimu. Sungguh menyedihkan." ucap Jonathan, lalu ia berdiri dari jongkoknya.


Andri mendongak dan manatap ke arah Jonathan. Nafasnya naik turun. Jonathan tersenyum, lalu berkata. "Kamu ingin menangis ? Lihatlah seorang Andri sedang menangis akan nasibnya."


Jonathan mendekatinya. DUGH !!


Andri pingsan, setelah kepalanya menerima tendangan yang diberikan oleh Jonathan. "Cih, sepatuku jadi kotor."


Lalu Jonathan berjalan menjauhi Andri yang sudah terbaring pingsan. Ia keluar dari ruangan itu. Lalu ia menyuruh Rino untuk memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan tugas selanjutnya.


Setelah semuanya selesai. Jonathan, Rino, dan Tony segera kembali pulang. Mereka membiarkan anak buah mereka menjalankan sisa tugas. Rencana Andri dikirim ke rumah sakit jiwa, sesuai data yang sudah direkayasa oleh Tony. Nasib perusahaan Andri ?


Rencana, akan tetap dibiarkan begitu saja. Biarkan hancur dengan sendirinya karena tanpa adanya pemimpin di dalamnya. Rupanya perusahaan Andri memiliki hubungan dengan dunia bawah.


Hal itu, membuat Jonathan kembali teringat kehidupan sebelumnya. Ia sudah bertekad, dikehidupannya sekarang mungkin ia masih memiliki jiwa Gila Psychopath-nya, tapi ia tidak mau memiliki hubungan dengan dunia bawah lagi, seperti di kehidupan sebelumnya.


Namun data-data yang penting, tentu saja diambil untuk keuntungan perusahaan. Dan pasti Jomblo membagi rata hasil keuntungan perusahaannya kepada Rino, Tony dan yang lainnya. Tak lupa juga, anak buahnya pasti juga mendapat bagiannya.


Data riwayat Andri yang Tony dapatkan, menjelaskan kalau Andri adalah anak broken home. Ibunya yang menikah lagi karena tak kuat hidup dengan ayahnya Andri. Sedangkan ayahnya Andri telah meninggal karena kecelakaan dalam keadaan mabuk saat mengemudikan mobilnya.


.....


Kini Jonathan, Rino, dan Tony telah sampai di rumah besar mereka. Waktu sudah menunjukan mendekati jam 3 pagi. Mereka segera masuk perlahan, dan mengendap-endap ke dalam rumah. Rino dan Tony sudah masuk ke dalam kamar mereka.


Giliran Jonathan, ia harus membersihkan dirinya di kamar mandi di dekat dapur. Karena ada noda darah yang menempel di pakaiannya dan juga kotor. Jika sang istri tau, entah apa yang akan terjadi. Beruntung, Rino meminjamkan pakaiannya untuk dirinya.


Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaiannya, ia segera keluar dari kamar mandi. Baru saja melangkah keluar dari kamar mandi, Jonathan langsung mematung dan terbelalak melihat Tasya sudah berdiri di depannya, dan menatapnya sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.