
Suara berisik dari musik hardcore dan pemandangan yang tak pantas di dalam ruangan itu. Sungguh Jonathan tak ingin melihatnya tapi mau bagaimana lagi, namanya juga manusia normal.
Melihat yang begituan, pikirannya entah kemana. Perlahan ia berjalan mendekat. Ia kini berdiri diam melihat di depan Rajang dengan adegan panas itu.
Suara musik hardcore membuat seisi ruangan kamar itu menjadi berisik, sampai-sampai suara tembakan pistolnya, laki-laki itu masih tidak mendengarnya ? Dan malah masih asik aksi bejadnya ? Yang benar saja.
Bahkan Jonathan sudah berdiri di depan ranjang, dan menatap punggung laki-laki itu, masih saja tidak menyadari kehadirannya.
Jonathan juga melihat wajah Sarah yang hanya pasrah dengan tatapan kosongnya dan mengeluarkan air matanya. Terlihat pasrah saat tubuhnya di berada di bawah tubuh laki-laki asing itu, dan dicium paksa.
Sungguh, Jonathan tidak ingin melihat dua kelamin berbeda itu saling beradu. Tapi kembali lagi ke awal, ia juga manusia normal. Tegang pastinya saat melihat adegan panas langsung di depan matanya.
Mau bagaimanapun, ia harus tetap manahannya, sejujurnya ia tidak pernah melakukan itu, bahkan di kehidupan sebelumnya ia juga tidak pernah.
Pisau lipatnya ia masukkan kembali ke dalam saku celana jeansnya. Lalu ia perlahan ia maju mendekati ranjang. Dengan cepat ia memegang dan menarik kedua kaki laki-laki bernama Adit itu.
Brrukkk !!
Tentu saja terkejut bukan main, sedang asik-asik bermain panas malah ada yang mengganggu, dan parahnya membuatnya tertarik dan jatuh dari ranjang.
Adit berusaha bangun, emosi pastinya karena hasratnya belum tertuntas. Namun belum bangun.
Duak !!
Wajah Adit terkena tendangan. Hidungnya mengeluarkan berdarah. Kedua matanya merem melek, bahkan ia belum sempat melihat siapa yang sudah berani mengganggu aktifitas panasnya.
Jonathan berjalan memutari ranjang. Ia segera menutup tubuh Sarah yang sudah telanjang dengan selimut. Terlihat jelas dari raut wajah perempuan ini. Sarah hanya diam, dan tatapannya kosong, seakan ia sudah tidak punya tujuan hidup.
Selesai sudah menutupi tubuh Sarah dengan selimut, Jonathan dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang sudah melakukan aksi bejad kepada Sarah.
Laki-laki itu kini tengah berdiri, dan sedang memakai celana boxernya. Jonathan mamasang wajah dinginnya dan menatapnya.
"Siapa kamu ? Berani sekali kamu mengganggu kesenanganku !!" ucap laki-laki yang bernama Adit itu, setelah ia selesai memakai celana boxernya. Dan ia mengusap darahnya yang keluar dari salah satu lubang hidungnya.
Jonathan tidak menjawab, ia tetap berdiri sambil melirik-lirik kecil sekeliling isi kamar. Ada Gelas kaca yang kosong, botol kaca (mungkin isinya minuman beralkohol) di lemari nakas dekat ranjang.
BUGH !!
Jonathan terkena pukulan yang dilayangkan oleh Adit. Jelas marah dam tak terima yang Adit rasakan. Bisa-bisanya ada orang yang masuk seenaknya saja, sungguh tidak punya rasa malu dan sopan sama sekali.
Jonathan mengimbangi tubuhnya agar tidak jatuh setelah pipinya terkena pukulan barusan. Tiba-tiba tubuhnya terasa ditarik. Ternyata kedua tangan Adit memegang kerahnya.
Suara berisik musik hardcore mewarnai suasana ruangan kamar itu. Ditambah dengan adegan perkelahian atar dua laki-laki. Sungguh seperti di film-film.
"Kamu jangan macam-macam denganku." ucap Adit dengan tatapan garangnya. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa ada laki-laki asing masuk. Lalu kemana Aji ?
Sepertinya Adit telah meremehkan keadaan, sepertinya ia harus membunuh laki-laki berkacamata ini.
Jonathan tetap diam. Adit pun mendorong tubuh Jonathan, hingga terhantam tembok. Jonathan terjatuh dan duduk di lantai.
Grepp.
Lagi-lagi kedua tangan Adit memegang kerahnya lagi, dan mengangkat tubuh Jonathan dan menahannya di tembok.
Adit memberikan senyuman remeh. "Kamu harus kubunuh. Karenamu, kesenanganku tertunda."
Adit tersenyum mengejek. "Kamu menegang 'kan ? Entah siapa kamu, aku tidak akan berbagi kesenanganku."
"Sebenarnya apa hubunganmu dengan wanitaku itu ?" tanya Adit, namun pandangan Jonathan tetap ke arah Sarah.
Adit terkekeh melihat laki-laki berkacamata ini. "Apa kamu punya hubungan dengan wanitaku ? Sampai-sampai kamu terus menatapnya, hahaha." Lalu ia juga memutar kepalanya ke arah wanita yang hanya diam di ranjangnya.
Jonathan melirik ke arah Adit yang ikut menoleh ke arah Sarah. Ia tersenyum.
JLEB !!
Sreettt !!
Ingin sekali berteriak keras kesakitan, tapi Adit tidak bisa melakukannya karena luka sobek pada pipinya.
Ternyata, tadi saat Adit menoleh, Jonathan mengeluarkan pisau lipatnya. Dan dengan cepat ia menusuk pipi Adit hingga tembus ke dalam rongga mulut, dan ia langsung menariknya hingga robek melebar hingga ke bibirnya.
Adit menghempaskan tubuh Jonathan ke sembarang arah. Ia berlutut, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Jonathan berdiri, lalu ia berjalan melewati Adit begitu saja sambil mengelap pisau lipatnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku celana jeansnya.
Ia juga mematikan musik hardcore yang dari tadi membuat sesisi ruangan kamar menjadi berisik, dan membuat telinganya menjadi gatal. Setelah mematikannya, Jonathan mendekati lemari nakas di dekat ranjang.
Sekilas ia melihat Sarah yang masih diam saja memeluk selimut yang menutupi tubuhnya dan menangis. Ada rasa kasihan, tapi sementara ia menepisnya, dan mengurusi laki-laki laknat itu terlebih dahulu.
Jonathan mengambil gelas kaca di atas lemari nakas. Lalu melemparnya.
Praang !!
"Nice Shoot !!" sahut Jonathan girang.
Gelas kaca yang ia lempar, tepat mengenai kepala Adit dan pecah. Tentu saja, bukannya darah dari pipinya yang keluar, tapi kini kepalanya juga sedikit mengeluarkan darah.
Jonathan terkekeh melihatnya, ia mengambil botol kaca yang berisi air beralkohol di atas nakas. Lalu berjalan mendekati Adit. "Hehehe, kenapa tidak teriak ?"
"Hei lihat, mulutmu melebar seperti joker." ucap Jonathan, kini ia sudah di depan Adit yang sedang berlutut dan memegang lukanya.
"Tunggu-tunggu !! Bosan sekali kalau disamakan dengan joker." kata Jonathan sambil mengusap dagunya, dan berfikir.
"Ahhh, hantu jepang !! Ya, hantu jepang perempuan yang mulut sobek itu loh. Apa sih namanya ?" kata Jonathan sambil mengaruk-garuk kepalanya, seakan ia sedang berfikir lagi, karena ia juga pernah membacanya tentang hantu itu di internet.
Kedua mata Jonathan melebar. "Kuchisake onna !! Ya benar !! Dan sekarang kita sudah buat versi laki-lakinya, hahaha.."
Adit tidak peduli dengan kata-kata omong kosong yang diucap oleh laki-laki berkacamata itu. Yang terpenting ia harus menjaga kesadarannya.
Adit merasa lemas, meski kedua tangannya menutup luka pipinya yang sobek, tapi tetap saja darahnya keluar, itu membuat tubuhnya lemas, mungkin karena darah keluar terus menerus.
Kini Jonathan berjongkok didepan Adit. "Seharusnya kamu jangan ikut mengalihkan pandanganmu tadi, jadinya... kena deh."
Ingin membalas dan memukul wajah laki-laki berkacamata itu. Tapi jika kedua tangannya sedikit gerak saja, luka sobekan dipipinya terasa sangat sakit, ditambah dengan luka dikepalanya yang membuat mulai pusing.
Jonathan berdiri dari Jongkoknya. Botol kaca yang berisi air beralkohol masih ia genggam. Ia membuka tutup botolnya. Lalu ia tuangkan dari atas ke arah kepalanya Adit.