Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 69 | S2


Jonathan menaiki motornya, dan menyalakan mesinnya. Namun saat Tasya akan ikut naik memboncengnya, ia melihat kedua tangan Jonathan yang diperban.


"Tanganmu kenapa ?" tanya Tasya yang tak jadi naik membonceng, namun ia malah menatap kedua tangan kekasihnya.


Dengan santai. "Oh ini, aku jatuh saat menyebrangi jalan raya."


Tasya menatap selidik. "Kenapa bisa sampai di perban ? Apa tidak sakit saat kamu memegang sesuatu."


"Apa kamu tau rasa sakitnya ketika kulitmu bergesekan dengan aspal jalan raya ? Pasti lecet 'kan ?" kata Jonathan tersenyum.


Tasya memegang lengan kekasihnya. "Kenapa bisa jatuh ? Bukannya kemarin kamu ke kantor ?"


"Iya, saat itu aku ingin makan siang di warung makan dekat kantor. Coba kamu bayangin betapa malunya aku jatuh di tempat umum." ucap Jonathan terkekeh.


Tasya terdiam, ia menatap kedua tangan kekasihnya yang dibukusi perban. Jonathan mengelus punggung tangan Tasya dengan lembut. "Yah, namanya kejadian, tidak bisa ditebak."


Tasya kembali tersenyum. "Lain kali hati-hati."


Jonathan mengangguk-angguk kepalanya. "Aku punya sesuatu untukmu."


Tasya mengerut dahinya. "Apa itu ?"


Jonathan terkekeh, lalu menjawab. "Kita berangkat dulu, nanti keburu terlambat ke kampusnya."


Tasya tertawa kecil. "Bikin penasaran aja."


Tasya pun naik dan duduk membonceng Jonathan. Lalu kedua tangannya melingkari tubuh kekasihnya. Jonathan tersenyum, lalu ia menjalankan motornya.


Motor yang mereka berdua naiki tengah berjalan di jalan raya menuju kampus mereka. Sambil mengendarai motornya Jonathan bersuara. "Kapan acara konsernya diadakan ?"


Tasya menyentuhkan dagunya di pundak kekasihnya. Dan ia menjawab. "Kalau tidak salah, minggu depan."


Jonathan mengangguk-angguk kepalanya. Tasya kembali menambahkan. "Kamu bisa datang untuk menontonku 'kan ?"


Jonathan tersenyum, ia sedikit menoleh dan melirik ke arah gadis tercintanya. "Akan kuusahakan datang untuk menontonmu."


.....


Disisi Lain.


Terlihat seorang laki-laki yang tengah duduk frustasi. "Bagaimana bisa kedua anak buahku bisa mati seperti itu ?"


Dia 'lah Samuel.


Sam awalnya menyewa dua orang untuk memberi pelajaran kepada Jonathan agar menjauhi Tasya.


Namun, ia tak mendapat hasil laporan dari orang yang ia sewa. Beberapa Hari Kemudian, ia malah mendapat berita tentang matinya kedua orang berjaket hitam.


Dari berita, menjelaskan tentang identitas kedua mayat orang itu. Betapa terkejutnya Sam saat mengetahui identitasnya, yang rupanya, kedua mayat itu adalah dua orang yang ia sewa.


Sam berfikir tidak mungkin kalau Jonathan membunuh kedua orang itu mengingat kalau Jonathan adalah laki-laki polos dan terkesan culun.


Tapi ia teringat kembali saat melihat tatapan Jonathan saat di dalam toilet. "Apa benar, anak kacamata itu yang membunuhnya ?"


"Sepertinya tidak mungkin. Pasti dua orang yang kusewa salah orang, jadi mereka terbunuh. Dasar, beruntung belum kubayar, yang ada mereka salah orang. Ujung-ujungnya malah mereka berdua mati."


Tapi herannya pihak kepolisian tidak menemukan petunjuk apapun. Meski ada sidik jari. Tapi belum bisa membuktikan, dikarenakan sudah lama dan terkena air hujan.


Saat Sam pun memikirkan rencana lain. Ia pun teringat sesuatu, kalau Tasya diundang untuk mengisi acara konser.


.....


Hari terus bejalan.


Jonathan dan Tasya semakin mesra bagi orang-orang yang melihatnya. Kini pandangan orang-orang yang melihatnya justru kebanyakan mendukung selebgram cantik itu.


Meski ada sedikit yang tidak mendukungnya. Maklum, haters Tasya tidak memperdulikan itu. Yang menjalani adalah dirinya buat apa ikut-ikutan mengurusi masalah percintaannya.


Tak terasa Hari konser tinggal 2 hari lagi. Kini Tasya dan Salsa tengah duduk di sofa. Mereka berdua tengah berada di apartemennya Salsa.


Tasya baru saja pulang dari kampusnya dan dijemput Salsa. Jonathan tidak bisa mengantarnya pulang. Karena ada urusan kantor, namun Tasya memaklumi itu.


"Tasya, aku ingin kasih tau suatu hal." kata Salsa serius dan menatap Tasya yang barus saja selesai dengan makannya.


"Apa itu ?" sahut Tasya, ia meraih gelas kacanya dan meminum air mineralnya.


Setelah melihat Tasya selesai meminum minumannya, Salsa kembali bersuara. "Ini tentang Jonathan."


Tasya mengerut dahinya. "Jonathan ? Ada apa dengannya ?"


"Mungkin aku memang harus kasih tau kepadamu, tentang pacarmu itu." kata Salsa serius.


Tasya mulai khawatir, ia mulai membayangkan Jonathan memiliki perempuan lain selain dirinya.


Salsa menghela nafasnya. "Entah ini benar atau tidak, sepertinya Jonathan memiliki kepribadian ganda."


Tasya bernafas lega. Lalu ia terdiam dan langsung tersadar dengan kata-kata managernya. "Apa maksudnya ? Kepribadian ganda ? Maksud kakak Jonathan itu tidak normal."


Salsa menjawab. "Bukan itu maksudku Tasya."


"Lalu ?" sahut Tasya tidak sabar.


Salsa mulai bercerita dimana dirinya tidak sengaja melihat Jonathan tersenyum aneh saat menemani Tasya pemotretan, itu pun setelah Tasya dan Jonathan baru pertama kali jadian.


Mendengar itu, Tasya terdiam. Lalu ia teringat dimana ia juga pernah melihat tatapan Jonathan aneh seperti ingin membunuh.


Namun Tasya menepis pikirannya. "Mungkin perasaan kak Salsa aja."


Salsa hanya bisa menghela nafasnya. Ia tak ingin membuat mood Tasya buruk jika ia terus membicarakan tentang keanehan Jonathan.


Lalu pandangan Salsa tertuju pada sebuah kalung yang di pakai oleh Tasya. "Kalungmu bagus, Tasya."



.....


Tal terasa hari sudah pada waktunya, dimana acara konser akan dimulai. Meski sudah malam, banyak sekali orang-orang yang datang ke gedung studio konser itu. Tentu saja mereka ingin menyaksikan langsung artis-artis idola mereka.



Di gedung itu tak hanya menyediakan kursi kursus penonton biasa, tapi juga menyediakan kursi penonton kelas artis.


Disisi Jonathan, ia pun juga datang. Ia duduk di kursi penonton biasa yang ada di belakang. Ia tak sendiri, tapi ia bersama Rino, Tony, Sarah, Laura, Nita, Dika, David, Agil, Selly, dan Sinta.


Kesepuluh orang itu tentu saja ingin menonton konser itu. Mereka penasaran dan ingin melihat kekasih Jonathan yang bersuara indah saat bernyanyi. Itu pun mereka dengar sendiri dari Jonathan.


Dari pembukaan acara dibawa oleh MC yang merupakan laki-laki yang ternyata seorang artis terkenal. Acara dimulai dari salah satu band terkenal dan membawakan lagu ciptaan mereka.


Beberapa lama kemudian.


Semua para penonton asyik dan menikmati konser. Namun tidak untuk Jonathan, ia memilih untuk bermain game. Tujuan ia datang hanya ingin melihat Tasya bernyanyi di atas panggung.


Lalu ia mendengar suara MC berbicara. "Sekarang ayo kita saksikan suara merdu dan indah dari seorang model sekaligus selebgram cantik, siapa lagi kalau bukan Natasya Arabelle !!"


Jonathan langsung menyudahi game di ponselnya. Ia langsung menatap panggung. Sedangkan Rino dan yang lainnya, tersenyum melihat Jonathan bertingkah seperti itu.


Tiba-tiba lampu ruangan studio mati dan gelap. Dan ada sebuah cahaya dari lampu sorot ke arah panggung. Terlihat seorang perempuan yang berdiri sendiri di atas panggung.


Siapa lagi kalau bukan Tasya.


Lalu terdengar suara piano. Semua para penonton bersorak dan bertepuk tangan. Jonathan tersenyum melihatnya.


Tasya pun mulai bernyanyi.


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Sempurna...