Laki-Laki Culun Psychopath

Laki-Laki Culun Psychopath
BAB 54 | S2


Bruukk !!


Tubuh Jonathan tengkurap setelah didorong dan terjatuh di lantai. Kini ia tengah berada di dalam sebuah ruangan gudang yang kotor, dan banyak sekali barang-barang yang sudah tidak terpakai.


Jonathan membalikkan tubuhnya. Kini ia terduduk di lantai. Dengan wajah polos dibuatnya, ia menatap kedua laki-laki yang berdiri depannya sekarang.


"Gara-gara kamu, aku disuruh keluar dari kelas !!"


Jonathan pun teringat, ternyata salah satu laki-laki yang dihadapannya dan yang menyeretnya barusan adalah Leo.


Jonathan hanya diam dengan wajah bingungnya, meski ia tau siapa Leo yang sedang berdiri didepannya ini. Dan ia tak tau laki-laki satunya yang bersama Leo.


"Kamu berjaga di luar !! Biar aku yang memberi perlajaran anak baru ini." Leo memerintahkan temannya.


"Ayolah Leo. Aku juga ingin bermain-main dengan anak culun ini." ucap temannya.


Memang penampilan Jonathan terlihat rapi. Memakai jaket, jam tangan. Dan mengenakan kacamata.


Melihat Leo sedang berbicara dengan temannya, dengan cepat-cepat Jonathan segera memakai kedua sarung tangannya.


"Tidak, biar aku saja !! Kamu berjaga di luar !!" ucap Leo menatap tajam ke arah temannya.


"Huhhh, baiklah." lalu ia menatap ke arah Jonathan. "Setelah ini, aku yang akan memberimu pelajaran." lalu ia keluar dari gudang. Tak lupa ia menutup pintu dan menguncinya dari luar.


Kini di dalam gudang itu hanya dua laki-laki ini, Leo dan Jonathan. Leo lalu menatap Jonathan lalu ia berjongkok dihadapannya.


"Aku ingin membalasmu, karenamu, aku dikeluarkan dari kelas." ucapnya.


"Kalau begitu aku minta maaf, karena aku tak apa salahku." jawab Jonathan menundukan kepalanya.


Plak !!


Leo menampar pipi Jonathan. Lalu ia berkata. "Salahmu karena kakimu menginjak kakiku, bahkan sampai aku berteriak kesakitan !!"


"Maafkan aku." ucap Jonathan menunduk sambil memegang pipinya yang bekas ditampar oleh Leo barusan.


"Dan kamu beruntung sekali bisa dekat denganya." ucap Leo dengan senyuman sinis.


"Dengannya ?" sahut Jonathan, ia pun bingung. "Apa maksudnya ?"


"Tadi aku lihat kamu dekat dengan Tasya." kata Leo.


Jonathan tersenyum malu. "Ya, aku dan dia hanya berkenalan."


"Kamu tau dia siapa dia sebenarnya ?" tanya Leo dengan tatapan tajam.


"Dia mahasiswi kampus ini, 'kan ?" Jonathan menjawab.


"Lebih tepatnya dia adalah primadona di kampus ini. Dia juga adalah seorang model dan penyanyi yang cukup terkenal di kota ini." kata Leo menjelaskan.


"Benarkah ?" sahut Jonathan terbelalak. "Pantas saja suaranya indah, dan dia juga cantik." lanjutnya sambil tersenyum, entah kenapa kini Jonathan benar-benar tulus memuji sosok perempuan yang baru ia temui.


Leo melotot ke arah Jonathan.


Plak !!


Leo menampar pipi Jonathan lagi. "Jangan memujinya dihadapanku. Laki-laki sepertimu tidak pantas memuji Tasya."


"Dia milikku !!" lanjutnya dengan tegas.


BUGH !!


Leo memukul pipi Jonathan.


Jonathan pun terdorong hingga tubuhnya hampir menghantam lantai.


Lalu Leo berdiri dari jongkoknya. "Kamu juga tidak tau siapa aku."


Jonathan pun terbangun, dan ia kembali dalam posisi duduk dilantai lagi. Lalu ia mendongak dengan wajah polosnya sambil memegang pipinya yang terlihat lembam. Ia menatap Leo. "Kamu siapa ?"


Leo tersenyum mengejek, lalu pandangannya menerawang ke arah langit-langit ruangan. "Aku adalah laki-laki idola nomer 3 di kampus ini. Semua perempuan bahkan tergila-gila pada ketampanku. Tapi entah kenapa Tasya selalu mengabaikanku. Sikapnya justru membuatku tertarik. Bahkan temanku yang paling populer juga Tasya diabaikan."


Memang wajah Leo cukup tampan bak asia. Tapi mendengar kesombongannya, Jonathan ingin muntah rasanya.


"Cih.."


Leo menatap ke Jonathan yang masih duduk di lantai. "Kamu bilang 'cih ?' "


Leo mendengarnya. Tentu saja beru kali ini ada yang berani dengannya. Semua yang terlihat lemah tak ada yang berani dengannya.


Semua teman-temannya tentu saja tau siapa Leo. Salah satu laki-laki tertampan di nomer 3 di kampusnya. Hampir semua perempuan di kampusnya terpesona olehnya.


Leo melotot ke arah Jonathan. Ia langsung emosi karena tidak terima disamakan oleh KadaL. Ia langsung menggerakan kakinya untuk menendang Jonathan.


Hap !!


Jonathan menangkap kakinya Leo, lalu ia langsung menariknya.


Bruukk !!


Tubuh Leo terjatuh ke lantai.


Jonathan langsung bergerak cepat dan menindih tubuh Leo dan mendudukinya. Leher Leo pun ia cekik dengan kedua tangannya.


"Kamu bilang kalau kamu tampan ?" ucap Jonathan dengan wajah senangnya.


"Cuih !!"


Jonathan meludah di salah matanya Leo.


"Mendengar kata-katamu tadi, aku ingin rasanya mau muntah." lanjutnya dengan senyumannya.


Leo tak bisa bernafas. Wajahnya memerah. Cekikan Jonathan benar-benar bukan main. Tak hanya mencekik, tapi kedua ujung jempolnya menekan lehernya.


Leo pun ketakutan.


Padahal ia merasa yakin kalau sosok barusan adalah laki-laki berkacamata yang tidak berkelas. Namun auranya kini benar-benar menakutkan.


Kedua tangan Leo menepuk-nepuk kedua lengan Jonathan. Tapi tetap saja tidak dilepas. Ingin memukul wajah laki-laki berkacamata ini.


Tapi percuma, cekikan yang ia rasakan membuatnya tidak bisa bernafas, dan ia merasa tenaganya hilang. Jonathan terus mencekik dan menekannya ke lantai.


Jonathan masih tidak melepasnya, kedua tangannya masih mencekik leher Leo. "Kenapa ? Bilang kalau gak bisa bernafas."


Mau bilang bagaimana, lehernya dicekik. Pasti tau kan rasanya kalau dicekik, susah bernafas, mau bicara saja susah.


Lalu Jonathan melepas cekikkan, lalu ia berdiri dan menatap dingin ke arah Leo yang sudah terbatuk-batuk. Jonathan melepaskan jaketnya ke lantai.


Leo masih terbaring di lantai. Wajahnya memerah. Ia mengatur nafasnya. Naik turun, lalu manatap Jonathan.


Braakk !!


Tanpa aba-aba, Jonathan langsung mendudukan tubuhnya dengan sengaja menjatuhkan bokongnya ke perutnya Leo.


"Aggrrhhh.. Hmp !!"


Leo berteriak kesakitan, namun mulutnya langsung dibekap kuat-kuat oleh Jonathan. "Sstt.. Jangan berteriak, nanti kita ketahuan."


Leo tak bisa menahan rasa takutnya. Ia benar-benar salah sasaran. Dia yakin sosok yang ia sedang menyiksanya adalah seorang Psychopath.


Ingin melawan, selagi kedua tangannya tidak ditahan. Namun ia sudah merasa takut. Tubuhnya benar-benar lemas. Kehabisan nafas saja sudah membuatnya lelah.


Jonathan yang melihat ada pulpen di saku kemeja Leo. Lalu salah satu tangannya mengambilnya. "Pulpenmu bagus juga."


JLEB !!


"Hmpp !! Hmpp !!"


Jonathan menusuk salah satu matanya Leo dengan pulpen yang barusan ia ambil. Leo berontak kesakitan.


BUGH !!


Jonathan memukul dahi Leo, dan itu membuatnya kehilangan kesadarannya, tepatnya pingsan. Jonathan menarik tangannya yang membekap mulut Leo.


Jonathan berdiri, lalu Ia juga mengambil jaketnya dan memakainya. Jaketnya untuk menutupi noda darah yang terkena di pakaiannya.


Setelah Jonathan memakai jaketnya, ia berjalan menjauhi tubuh Leo. Lalu ia mendekat ke arah Jendela. Ia sedikit mengintip.


Ia melihat temannya Leo masih setia menunggu di depan pintu. Jonathan tersenyum melihatnya.


Tok tok tok


Jonathan mengetuk pintunya.


.....


Dari luar temannya Leo yang sedang menunggu pun mendengar suara ketokan dari dalam. Ia tersenyum, ia mengira kalau Leo telah selesai memberi pelajaran kepada mahasiswa baru itu.


Ia juga tidak sabar gilirannya untuk masuk dan memberi pelajaran kepada mahasiswa baru itu. Dirinya juga memiliki hobi menyiksa orang yang kemah. Lalu ia segera membuka kunci pintu gudangnya.