
Adila pun berlalu, tak ingin mengurusi Ken lagi. Ia masih sebal pada Ken yang mengatainya bodoh.
Adila pun segera pulang ke rumah dan ternyata sudah ditunggu oleh Jimin dan Ririn yang ingin menyampaikan sesuatu.
"Ada apa ini, Mah, Pah? Kayanya penting?" tanya Adila yang ikut duduk di sofa ruang tengah.
"Begini, Papah langsung aja, Dila. Tadi ada teman papah datang, dia melamar kamu untuk jadi menantunya," kata Jimin dan Adila pun langsung kembali berdiri.
"Apa? Terus papah terima?" tanya Adila yang terkejut. Ia merasa belum siap untuk dinikahkan di usianya yang belum genap 19 tahun.
"Adila, dia sahabat papah, bagaimana papah akan menolaknya?"
"Tapi kan Adila anak papah, kok papah lebih milih sahabat dari pada anak sendiri! Iya kalau anak sahabat papah itu bertanggung jawab. Kalau ternyata dia jahat gimana? Apa Adila bisa bahagia?" tanya Adila dengan suara yang sedikit tinggi.
"Adila, jaga ucapan mu! Pelankan suaramu sama papah!" kata Ririn yang menengahi.
"Mah, tapi Adila enggak mau dijodohkan, Adila udah punya pacar," rengek Adila pada Ririn. Adila pun menatap wajah Ririn dan Jimin bergantian.
"Enggak bisa, papah yakin kalian akan saling suka nantinya! Pokoknya keputusan papah udah enggak bisa diganggu!" kata Jimin yang kemudian bangun dari duduknya. Ia pergi meninggalkan Adila yang menangis di ketiak ibunya.
Ririn mengusap rambutnya seraya meyakinkan kalau jodoh yang ayahnya terima adalah yang terbaik untuk Adila.
"Tapi, Mah. Gimana sama Rama?" tanya Ririn seraya mendongakkan kepala, menatap manja Ririn.
"Kalian harus putus!" kata Ririn yang menatap anaknya.
Adila pun hanya bisa diam.
****
Di kosnya, Ken teringat dengan tantangan Dhev yang siang tadi menemuinya di salon Arnold. Dhev tiba di sana saat Ken akan keluar dari ruangan Arnold.
Dhev menantang Kenzo yang yakin kalau Bila mencintainya dan akan bertahan walaupun Ken sudah tidak memiliki apapun lagi, Dhev meminta pada Ken untuk membuktikan itu dan bila ucapan Dhev benar lalu Ken akan kembali, Ken harus membayar dengan sesuatu yaitu Ken harus menerima jodoh dari ayahnya.
Dan Ken pun menerimanya, Ken tidak ingin menjadi pria bodoh yang sudah kehilangan keluarganya lalu kehilangan cintanya dan tidak dapat kembali ke keluarganya.
Ken mengajak Bila untuk makan malam dan Bila pun mengiyakan, Bila mengatakan kalau dirinya akan menunggu di kos.
Setelah itu, Ken yang belum ganti pakaian itu segera keluar dari kamar kosnya, sekarang, Ken sudah duduk di bangku kemudinya. Ia melajukan mobilnya dengan perlahan.
Sesampainya di kos Bila, Ken sudah ditunggu, Bila merasa risih dengan Ken yang belum ganti pakaian dari semalam.
"Ken, kita beli baju dulu buat kamu gimana?" usul Bila dan Ken pun mengiyakan, Ken membawa Bila ke mall, sesampainya di sana, Ken tidak membawa Bila ke butik mahal, ia memilih membeli baju di toko biasa dengan harga baju yang relatif lebih murah.
"Yakin, Ken? Kita beli di sini?" tanya Bila yang masih berdiri di depan toko.
"Bil, keuangan ku harus hemat sampai aku dapat kerjaan!" kata Ken seraya menarik lengan Bila, membawanya masuk ke toko dan di dalam, Bila hanya menemani Ken yang sedang memilih baju.
Setelah mendapatkan beberapa setel, sekarang, Ken mengajak Bila untuk makan di restoran siap saji. Ken hanya memesan ayam krispi dan nasi putih untuk dirinya dan Bila, tidak lupa memesan minuman kaleng berwarna biru.
Di sela-sela makannya, Bila meminta Ken untuk segera berbaikan dengan keluarganya.
Bila meminta Ken untuk memaafkan keluarganya dan di situ Ken merasa kalau ada yang janggal, Ken merasa kalau Bila bukanlah korban.
Ken berpikir, seandainya Bila adalah korban mungkin ia sudah stress dan melaporkan kejadian ini ke polisi, tetapi, Bila terlihat biasa saja.
Ken pun menatap Bila yang sedang menikmati ayam sampai ke tulang-tulangnya.
****
Di rumah, Nala menanyakan apa langkah selanjutnya dari Dhev.
Dhev hanya meminta pada Nala untuk menunggu.
"Ini masalah waktu, lambat laun kebusukannya akan terbongkar!" kata Dhev yang sedang duduk di tepi ranjang.
Nala yang sedang mengelap sepatu suaminya itu juga menceritakan kesehatan Amira yang kian menurun.
"Mamah terlalu lelah, dia lupa kalau dirinya udah tua! Besok jangan biarkan mamah bolak-balik ke rumah sakit, aku udah siapkan suster buat menjaga Nindy biar mamah enggak khawatir!"
Mendengar itu Nala menganggukkan kepala, ia harus lebih memperhatikan Amira lebih ketat lagi.
Setelah menyiapkan sepatu untuk suaminya, Nala meminta izin pada Dhev untuk melihat keadaan putrinya di kamar.
"Iya, denger-denger Fai lagi deket sama cowok? Siapa dia?" tanya Dhev dan Nala yang baru sampai di pintu itu menjawab kalau pria itu adalah keponakan Arnold.
Dhev menganggukkan kepala dan meminta Nala untuk mengundang pria itu makan malam bersama. Dhev ingin mengenalnya.
Nala menganggukkan kepala dan segera keluar dari kamar.
Di kamar Fai, gadis itu sepertinya sangat lelah dan sekarang sudah tertidur dengan posisi yang absurd.
Dan Fai sampai tidak menyadari kalau Adila sudah mengirim puluhan pesan curhatnya.
Melihat itu, Nala pun kembali keluar, ia tidak ingin mengganggu tidur putrinya.
Sementara di rumah Alif, Mae yang melihat Alif baru kembali itu menanyakan tentang hubungannya.
"Alif, Bagaimana? kalian udah putus kan?"
"Bu, Alif lelah, tolong jangan bahas ini dulu!" kata Alif yang kemudian masuk ke kamar.
"Alif, kalian enggak boleh pacaran, kamu harus tau kalau dia itu-" Mae menggantung ujung kalimatnya, ia tercekat, tak mampu untuk memberitahu yang sebenarnya.
"Bu, soal kasta, status, itu enggak jadi masalah, Alif juga akan menjadi orang sukses, biar pantas bersanding sama Fai!" jawab Alif dan Mae mengerti kalau Alif sudah begitu menyayangi Fai.
Mae berpikir, mungkin semakin dilarang semakin penasaran. Mae menatap pintu kamar Alif yang sudah tertutup.
Andra yang memperhatikan Mae itu merasa ada sesuatu.
"Mae, lu kenapa? Jangan bohong sama gua!"
"Bohong soal apa? Aku enggak pernah bohong!" kata Mae seraya meninggalkan Andra yang masih penasaran.
"Aneh, pasti ada sesuatu, masa anaknya pacaran aja dilarang, alasannya enggak jelas lagi!" gerutu Andra seraya berkacak pinggang, memperhatikan Mae yang masuk ke kamar.
Bersambung.
Like dan komen ya All 🤗
Bintang lima dan jangan lupa difavoritkan. Sampai jumpa di episode selanjutnya.