
Malam ini, Bila mengajak Ken ikut bergabung dengan teman tongkrongannya, untuk merayakan lamarannya.
Ken pun tidak menolak, ia juga ingin mengenal teman main Bila.
Setelah sampai di kelab malam langganannya itu, Ken pun bertanya pada Bila.
"Di sini? Lo enggak salah? Gue kira di kafe atau di restoran gitu?" tanya Ken seraya menutup pintu mobilnya.
"Ayolah, sesekali, kamu juga belum pernah kan? Seru tau!" ajak Bila seraya menarik lengan Ken.
Ken dan Bila pun masuk dan segera mencari rombongannya.
Setelah bertemu, Bila memperkenalkan Ken pada teman-temannya.
Bila juga tak mengijinkan temannya untuk berlama-lama saat berjabat tangan.
****
Di rumah, Nala merasa khawatir karena Ken belum juga kembali.
"Tenang, aku udah siapkan orang untuk mengawasi mereka!" kata Dhev yang sedang menatap layar ponselnya, pria itu duduk di ranjang dengan punggung yang menyender.
Dhev menerima laporan dari Arnold yang mengatakan kalau Ken dan Bila masuk ke kelab, Dhev pun meminta untuk terus mengawasinya.
Setelah mematikan ponselnya, Dhev menatap Nala yang sedang berdiri di depan lemari, memilih pakaian untuk Dhev besok.
"Sibuk banget, sih?" tanya Dhev.
Dan Dhev merasa kalau Nala tak perlu tau Ken sedang berada di mana. Ia takut istrinya akan menjadi khawatir.
"Dari juga kamu yang sibuk, aku mau ngapain lagi," jawab Nala dan setelah itu Nala merasa kalau tubuhnya melayang. Dhev membopongnya, membawanya ke ranjang.
Malam ini Dhev hanya ingin memeluk istrinya, ingin merasakan damai di tengah kekhawatirannya saat memikirkan Kenzo.
****
Sementara itu, di kamar Fai, gadis itu belum juga tidur, masih berbalas chat dengan Alif.
Fai mengajak Alif untuk pergi ke taman kota saat akhir pekan nanti dan Alif pun tak keberatan.
Dan Fakhri yang merasa Fai semakin jauh itu memilih untuk menemani Nindy di rumah sakit.
Di sana, Tidak banyak yang dilakukan pria itu, ia hanya memainkan ponsel, membaca buku dan mengajak ibunya bercerita.
Seperti saat ini, Fakhri menceritakan tentang Fai yang sedang dekat dengan Alif.
"Mah, kenapa Fakhri enggak suka lihat Fai sama Alif? Fakhri tau, perasaan suka dan sayang Fakhri ke Fai itu enggak boleh lebih dari adik ke kakaknya. Tapi susah, Mah. Fakhri udah berusaha menjaga perasaan ini, tapi tetap hati Fakhri enggak bisa bohong, Fakhri cemburu lihat Alif jemput Fai tadi siang!"
Fakhri pun menarik nafas dalam, ia menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.
****
Sementara Mae, ia sedang gelisah, baru saja ia tertidur sudah harus terbangun karena mimpi buruknya.
Mae bermimpi kalau Alif dan Fakhri akan membencinya ketika mengetahui kebenarannya. Mae pun mengelap keringat dingin di dahinya dan Andra yang baru saja masuk ke kamar itu bertanya pada Mae, "Kenapa lo? Kaya habis dikejar setan aja."
"Ini lebih seram dari setan!" batin Mae seraya menatap Andra, wanita itu tak dapat menceritakan apa yang membuatnya gelisah.
Mae hanya bisa berharap kalau rahasianya itu tidak akan terbongkar.
Setelah itu, Mae kembali mencoba untuk tidur. Tetapi, bayangan Fakhri yang membencinya itu tak dapat hilang dari ingatannya.
****
Sementara itu, di kelab malam, Ken sedang meminta pada Bila untuk berhenti minum, tetapi yang ada justru Bila membujuk Ken untuk ikut meminum minuman haram itu.
"Sedikit aja, Ken! Ayolah!" kata Bila seraya menyodorkan gelas yang berisi alkohol. Ken pun sedikit mencicipi dan baru kali ini Ken merasakan minuman itu.
Ken merasa sedikit pusing dan mual setelahnya.
"Maklum, baru pertama ya sayang? Nanti lama-lama pasti terbiasa kok!" kata Bila yang kemudian tertawa. Teman-teman Bila pun ikut menertawakan Ken, ada juga yang menyemangati Ken supaya meminum air itu lagi.
Tetapi yang terjadi adalah Ken segera pingsan dan Bila menahan tubuh Ken yang jatuh di pelukannya.
Bila yang sudah mabuk itu ingin mengambil kesempatan untuk meniduri Ken dan benar saja Bila segera memesan kamar dan meminta untuk dibantu membawa Ken ke kamar tersebut.
Teman-teman Bila menyemangati Bila yang sebentar lagi akan berperang dengan Ken dan Bila pun tertawa puas.
Dan yang terjadi di dalam kamar itu adalah Ken yang tidak bergerak, setelah beberapa saat menunggu Ken bangun, Bila pun merasa senang, tetapi Ken bangun untuk memuntahkan isi perutnya dan itu membuat Bila merasa jijik.
Bila pun memanggil petugas kebersihan untuk membereskan bekas muntah Ken. Tetapi saat Bila kembali ke kamar, Bila melihat kalau Ken sudah bertelanjang dada dan berada di bawah selimut.
Setelah selesai membersihkan, Bila segera meminta petugas itu untuk keluar lalu dirinya segera menerkam Ken di ranjang dan Bila tak menyangka kalau Ken akan cepat sadar dan dapat memuaskan dirinya.
****
Keesokan paginya, Ken membuka mata dan mendapati dirinya sudah berada di kamarnya.
"Kok aku udah ada di rumah?" gumamnya dan Ken masih merasa mual, Ken segera bangun dan berlari ke kamar mandi, ia kembali muntah dan masih sedikit pusing.
"Terus, Bila gimana kabarnya?" tanya Ken seraya merogoh saku celananya, ia mencari benda pipih yang disebut ponsel.
Tak menemukan, Ken mencari di sekitar ranjang dan segera mengambilnya.
Ken pun menghubungi Bila membuat Bila yang masih tertidur di kamar itu bangun, Bila merasa heran, ia sedang memeluk Ken tetapi kenapa pria itu menghubunginya.
Bila segera membuka mata dan merubah posisinya untuk duduk. Betapa terkejutnya Bila saat melihat pria asing malam itu bersama dengannya.
"Kenapa? Mau lagi?" tanya pria itu seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aaaaaaaa! Kemana pacar gue? Kenapa lo di sini?" teriak Bila seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Si pria yang ternyata masih polosan itu pun segera memakai celananya.
"Jangan cari dia, dia enggak ada di saat lo butuh!" kata si pria asing tersebut.
Lalu Bila kembali mengecek ponselnya dan terlihat kalau Ken masih menghubunginya.
"Lo gila! Tolong berhenti ngikutin gue!" kata Bila yang kemudian segera memakai pakaiannya.
Bila pun keluar pun dari kamar itu dengan perasaan kesal.
"Sial. Seharusnya gue tidur sama Ken, kenapa jadi sama dia lagi! Terus kemana Ken?" gerutu Bila seraya menurunin anak tangga kelab tersebut.
Di sana sudah terlihat sepi karena semua pengunjung sudah membubarkan diri.
****
Ken merasa heran dengan Bila yang tak mau menjawab panggilannya dan setelah itu, ken dipanggil oleh Dhev untuk ke ruangannya.
"Dari mana kamu semalam?" tanya Dhev saat Ken sudah duduk di kursi, Ken hanya menundukkan kepala, sudah tau betul kalau ayahnya akan marah.
"Ken habis merayakan pertunangan dengan Bila," lirih Ken seraya menunduk.
"Tunangan aja belum, apanya yang mau dirayakan? Kamu tau Ken wanita seperti apa dia? Kamu sudah melihatnya sendiri semalam!"
"Ken yakin kalau Ken bisa merubah Bila jadi lebih baik lagi," jawab Ken dan Dhev pun menggelengkan kepala.
"Kamu tau, Ken! Kalau Ayah tidak menyuruh orang untuk mengawasi kamu, mungkin kamu udah terjebak dalam pemainan gadis kotor itu!" kata Dhev dan Ken tidak menerima ucapan ayahnya yang mengatakan kalau Bila adalah gadis kotor.
"Ayah, dia bukan gadis kotor!" protes Ken seraya menatap ayahnya dengan wajah datar.
Bersambung.
Dapatkah Dhev membuka mata hati Ken dari butanya cinta?
Jangan lupa like dan komen ya all 🤗
Difavoritkan juga, ya. Sampai jumpa di episode selanjutnya 🙋♀️