DUDA GALAK JATUH CINTA

DUDA GALAK JATUH CINTA
Kesal


Fai sedang berada di studio zumba bersama dengan ibunya, sebenarnya, Fai merasa malas untuk mengikuti kegiatan itu, tetapi, Fai hanya bisa mengiyakan kalau Nala sudah mengajaknya.


"Ibu, Fai lelah. Fai mau pulang duluan, ya!" rengek Fai.


"Nanti, Fai. Tunggu selesai, nanti badan kamu pada sakit loh kalau enggak sampai selesai!"


Mendengar itu, Fai hanya bisa menarik nafas, niat tidak niat Fai mengikuti olahraga itu sampai selesai.


Tidak berselang lama, sudah datang Kenzo yang menjemput Ibu dan Adiknya. Melihat siapa yang menjemput, Fai merasa senang dan segera berlari ke arah Kenzo.


"Manja banget, sih! Udah gede juga," protes Ken yang ingin adiknya sedikit mengurangi manjanya itu.


Fai yang bergelendotan pada Ken itu tak menghiraukannya.


"Kak, mumpung libur, belanjain Fai dong!" rengeknya seraya memelas.


"Kalian seru banget, bahas apa?" tanya Nala yang ikut bergabung.


"Fai, minta belanja lagi," jawab Kenzo seraya mengambil tas yang berada di tangan ibunya lalu meletakkannya di bagasi mobil.


"Terimakasih, Nak!" kata Nala.


Kenzo menjawab dengan senyum.


Setelah itu, Kenzo mengantarkan Nala pulang lebih dulu, setelahnya mengajak Fai untuk berbelanja, tentu saja ada niat tersembunyi dari Ken. Pria muda itu ingin menyogok adiknya dengan belanjaan mahal.


Malam ini, Ken akan kembali memperkenalkan pacar barunya, berharap akan cocok dengan Fai.


Singkat cerita, setelah berbelanja Ken mengajak adiknya pulang.


"Fai, nanti malam, ingat!" kata Kenzo dan Fai hanya menjawab iya dengan lirih.


Fai sudah tau nanti malam akan bertemu dengan calon kakak iparnya.


Fai yang merasa tak suka itu pun memberitahu Adila.


Fai dan Adila saling berbalas chat.


"Gue capek, Fai. Kenapa sih enggak lo aja kali ini yang rusuhin hubungan mereka?" protes Adila.


Ya, selama ini, Fai selalu meminta bantuan pada Adila untuk merusak hubungan kakaknya. Adila cantik, setiap mendekati Kenzo akan membuat pacar Ken cemburu dan memilih untuk mundur.


"Gue takut kakak marah!" balas Fai singkat.


"Tapi gue lagi di Bogor! Belum balik. Besok gue baru balik!"


"Acaranya nanti malam, Dil!"


"Bodo, kalau lo nyuruh gue deketin Bang Kenzo mulu, lama-lama gue embat beneran abang lo, mau?"


"Gue setuju kalau Kakak dapat perempuan yang pas, pas menurut gue!"


Setelah membaca pesan itu, Adila pun tak membalas lagi, gadis itu merasa bingung dengan Fai yang selalu tidak suka dengan wanita manapun.


"Kebiasaan lo!" gerutu Fai saat tak kunjung mendapatkan balasan dari Adila.


Waktu cepat berlalu, sekarang, Fai sudah rapih dan bersiap akan pergi makan malam bersama dengan Kenzo juga kekasihnya.


"Kaya mana sih perempuannya? Bikin penasaran aja!" ucapnya yang sedang menyemprotkan parfum di leher dan lengannya.


Tidak lama kemudian, Fai mendengar suara pintu yang di ketuk, Fai tau siapa itu.


Fai pun segera mengambil tas terbarunya yang baru saja dibelikan oleh Ken. Gadis yang berpenampilan tomboi itu membuka pintu.


"Enggak salah, Fai? Makan malam? Feminim dikit apa?" protes Ken setelah melihat penampilan Fai yang mengenakan celana jeans panjang sedikit memiliki robekan di lutut di padu padankan dengan jaket jeans.


"Kenapa? Fai suka," jawab Fai yang kemudian berjalan mendahului Kenzo.


Ken pun hanya bisa menggelengkan kepala. Setelah itu, Ken menyusul dan merangkul adiknya.


"Kalian mau kemana?" tanya Dhev yang bertanya dari lantai atas.


"Makan malam, Yah," jawab Kenzo dan Fai hanya tersenyum karena pertanyaan itu sudah dijawab oleh ken.


"Hati-hati! Jangan pulang larut malam!"


"Siap!" jawab Ken dan Fai.


Melihat kedua anaknya sedang keluar, Dhev pun mencari Nala di kamar, terlihat Nala sedang membereskan tempat tidurnya.


Menyemprotkan parfum di ranjang dan Dhev melihat itu merasa kalau Nala sedang memberinya kode.


Dhev pun memeluk istrinya dari belakang.


"Biar apa?" tanya Dhev.


"Apanya?" tanya Nala yang tak tau maksud Dhev.


"Kamu semprot sepreinya biar apa?" Dhev mengulangi pertanyaannya dengan sangat jelas.


"Biar suamiku betah di ranjang!" jawab Nala.


"Pinter banget, sih!" kata Dhev yang kemudian membawa Nala ke ranjang dengan tiba-tiba.


"Aaaaa!" teriak Nala yang sedikit terkejut.


Ya, sekarang usia Dhev sudah menginjak 51 tahun sedangkan Nala baru saja berusia 37 tahun.


"Biar aku udah tua, tapi jiwa tetap muda, ayo bikin adek buat Fai!" ucap Dhev seraya membuka kancing piyama Nala.


"Masih sore, sayang! Ini baru jam 7!"


"Biar sampai babak ke lima! Aku masih kuat kok" bisik Dhev dan Nala pun terkekeh.


"Aku yang enggak kuat kalau selama itu!"


Dan Dhev pun tak berlama-lama lagi, pria itu segera membuka semua yang melekat di tubuh istrinya.


****


Di restoran, Fai dan Kenzo menunggu sedikit lama untuk teman wanita Ken.


"Lama banget, sih. Fai enggak suka nunggu, belum jadi kakak ipar aja udh bikin Fai nunggu!" protes Fai seraya melipat tangannya di dada.


"Itu dia!" kata Kenzo seraya melambaikan tangannya pada gadis yang berjalan ke arahnya.


Fai memperhatikan gadis itu, baru saja melihat penampilannya yang sangat seksi, Fai menganggapnya sebagai wanita penggoda.


"Astaga, gue rasa dia sering ganti-ganti cowok! Lihat dadanya aja montok banget, astaga!" gerutu Fai dalam hati.


"Kak, ketemu dia di mana?" tanya Fai yang berbisik di telinga Kenzo.


"Di kampus, dulu, sebenernya kakak udah kenal lama, udah suka dia dari lama, cuma dia enggak putus-putus sama pacarnya! Sekarang baru ada kesempatan!" jawab Kenzo.


"Astaga, kakak. Kayak enggak ada cewek lain aja!" geram Fai.


Setelah itu, gadis itu pun ikut bergabung dan langsung mendapatkan tatapan sinis dari Fai.


Tak menanggapi Fai, karena baginya yang terpenting adalah Kenzo, kalau Kenzo sudah menyukainya, Apalah Fai di matanya, pasti mudah untuk disingkirkan, begitulah pikirnya.


Sekarang, gadis itu mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri.


"Bila!" ucapnya.


Fai pun menerima uluran tangan itu dengan terpaksa.


"Fai!" jawab Fai yang tak mau menatap Bila.


Setelah memesan makanan, Fai merasa ingin buang air kecil.


"Ke toilet bentar!"


"Iya," jawab Ken.


Setelah Fai tak terlihat, Bila pun memprotes kelakuan adik Ken.


"Adik kamu kaya enggak ada sopannya!"


"Karena belum saling kenal, ingat kata pepatah, tak kenal maka tak sayang!" jawab Kenzo.


"Tapi, bukannya udah terkenal ya, dia selalu bikin hubungan kamu dan pacar kamu rusak?"


"Bukan rusak, tapi memang enggak cocok, bagiku calon istriku harus cocok dengan Fai. Kelak aku dan istriku akan hidup bersama, maksudnya akan menjalin hubungan kekeluargaan dan ku harap hubungan Fai dengan kakak iparnya tetap baik!"


"Hmm," jawab Bila singkat.


"Gimana mau cocok, mending suruh adik kamu nikah dulu, biar enggak cemburu liat kakaknya hidup bahagia!" usul Bila seraya meminum minumannya yang baru saja datang.


"Fai masih kecil, ku harap kita yang udah dewasa sedikit mengerti!" jawab Ken.


"Kamu selalu belain dia! Gimana dia mau ngerti!" gerutu Bila seraya merogoh tasnya, mengambil ponsel lalu mengajak Kenzo untuk foto bersama.


****


Di rumah Alif, pria muda yang penampilannya acak adul itu baru saja pulang bekerja.


"Bagi duit!" kata bapak Alif yang sedang duduk di kursi kayu depan televisi.


"Ibumu sakit, enggak ada makanan, bapak lapar!" lanjutnya, pria itu menghisap dalam rokoknya.


"Kalau ibu sakit, kenapa bapak enggak cari duit sendiri!" protes Alif yang berlalu begitu saja, ia masuk ke kamar untuk melihat keadaan Mae yang sedang meriang.


Andra selalu merasa tak dihargai oleh anaknya, pria itu yang kesal menyusul Alif, mendorong pintu kamar dengan kasar.


Terlihat Alif sedang membukakan bungkus nasi padang yang dibelikan oleh Arnold.


Andra pun merebutnya.


Alif yang ingin mengambil kembali nasi itu tertahan oleh Mae.


"Biarkan, enggak usah ribut, capek!" kata Mae dan Alif pun hanya menyimpan kesal pada pria yang tidak bertanggung jawab itu.


Bersambung.


Like dan komen ya bestie 🤗.


Like itu gratis loh ❤