RISAU

RISAU
BAHAGIA (Hot Daddy)


Sebulan sudah Raka mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahannya. Segala sesuatunya telah diurus oleh pihak Wedding Organizer, sehingga Raka tidak harus susah payah mengurus tektek bengek masalah pernikahannya.


Mami Raka sudah legowo dengan segala keputusan Raka. Keegoisannya selama ini tidak membuahkan apapun selain hanya kehilangan anak-anaknya. Rika kabur kemudian disusul Raka, terlebih Raka yang menjebloskannya kedalam penjara semua itu cukup memukul batinnya. Walaupun belum sepenuhnya menerima Megan sebagai menantunya, tapi mami Raka sudah mengikhlaskan semuanya. Ikhlas melihat kebahagian putra kesayangannya.


Tentang Rika dan Alex mereka sudah melakukan pertemuan. Rika sudah ikhlas Raka melangkahinya, karena Rika tidak ingin menjalani hubungan dengan Alex secara terburu-buru. Walaupun pihak keluarga mendesak mereka untuk segera menikah. Alex yang dingin membuat Rika ekstra sabar menghadapinya. Walaupun Rika sangat emosional, sifat Rika itu sedikit bisa ditaklukan oleh Alex. Karena Alex lebih dewasa dalam menyikapinya dan lebih dingin menanggapi emosi Rika yang meledak.


Nanda sudah menemui pasangan hidupnya, pasangan yang membuatnya bisa melupakan rasa cintanya kepada Raka. Pasangan yang setia menemani dan menghiburnya sehingga mereka akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Lelaki yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi adalah Iko Rahmansyah, sahabat Megan yang super jail dan humoris. Pertemuan tidak sengaja yang membuat mereka menjadi dekat dan memutuskan untuk melangsungkan pernikahan dalam setengah tahun ke depan. Walaupun Iko lebih muda 2 tahun dari Nanda, tapi Nanda sudah sangat bahagia mempunyai pasangan seperti Iko. Mereka saling melengkapi. Iko bisa dengan sabar menghadapi sifat Nanda yang super manja.


Rasya sahabat Megan yang lain telah menikah dengan Desti mantan kekasih yang selalu menunggunya kembali. Desti berhasil meyakinkan hati Rasya bahwa dia benar-benar tulus mencintai Rasya. Mereka sudah dikaruniai seorang putri cantik bernama Shareen Adreena Firmansyah.


Hari ini Rasya dan Megan akan melakukan fitting baju pengantin dibutik milik tante Alex, BOUTIQUE VAREL. Megan memilih kebaya berwarna putih tulang untuk acara ijab kabulnya. Sedangkan untuk resepsi menggunakan gaun berwarna gold dan silver.


"Wah Megan kamu terlihat sangat cantik." Puji tante Varel ketika melihat Megan memakai kebaya rancangannya.


"Terima kasih tante." Megan tersipu merona mendengar pujian tante Varel.


"Calon istri siapa dulu dong tan." Ucap Raka yang tak berkedip melihat calon istrinya didepan matanya.


"Megan kamu coba gaun resepsinya sekalian, biar tante bisa secepatnya menyelesaikan baju untuk pesta pernikahan kalian." Tante Varel menyuruh asistennya untuk membantu Megan mengganti baju.


"Baik tante." Megan masuk kembali ke dalam fitting room, dibantu kedua asisten tante Varel.


Hari menuju malam. Megan dan Raka sudah selesai fitting kemudian pulang. Karena tidak ada hal yang harus mereka urus lagi untuk acara pernikahannya.


"Sayang boleh aku bertanya bagaimana tentang pernikahanmu dulu dengan Rizal? Bagaimana Rizal memperlakukanmu?." Pandangan Raka lurus ke depan kemudinya.


"..." Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Megan.


Raka tidak mengeluarkan kata-kata lagi sampai akhirnya mobilnya sudah terparkir di depan rumahnya. Megan sudah tinggal serumah dengan Raka. Karena tinggal 3 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Mamah Hana dan Tasya ikut tinggal dirumah Raka. Rumah Raka cukup besar untuk ditinggali berempat. Raka sangat sayang sama Tasya terlebih sekarang Tasya sudah memanggilnya daddy.


"Hore daddy pulang." Tasya berhambur ke pelukan Raka ketika Raka membuka pintu rumah. Tasya sedang anteng bermain rumah barbie yang dibelikan Raka minggu lalu.


"Anak daddy lagi apa?." Raka menggendong Tasya memasuki meja makan.


"Lagi main rumah barbie. Daddy bau acem." Tasya mendengus leher Raka kemudian menutup hidungnya dengan wajah lucunya.


"Daddy bau acem? Daddy wangi kok!." Raka mengendus ketiaknya.


"Tasya bohong, wee." Tasya menjulurkan lidahnya. Dan semua orang tertawa melihat tingkah jail Tasya pada Raka.


"Tasya nakal yah." Raka menggeletiki Tasya, Tasya menggeliat sambil tertawa.


"Daddy mandi dulu yah. Tunggu dimeja makan nanti daddy menyusul, oke cantik?." Raka menurunkan Tasya dipangkuannya.


"Baik sayang." Raka mengecup puncuk kepala Tasya kemudian naik ke atas menuju kamarnya.


Megan sudah selesai mandi, dan membantu mama Hana menyiapkan makan malam. Semenjak mamah Hana dan Tasya tinggal dirumah Raka. Tidak ada pembantu yang menyiapkan makanan. Hanya setiap pagi saja untuk membersihkan rumah dan mengurus pakaian kotor. Kalau memasak mamah Hana bersikeras untuk mengambil alih urusan dapur. Jadilah Megan dan mama Hana yang selalu memasak dirumah.


Megan menyiapkan beberapa menu masakan sederhana. Hanya capcai goreng, sayur sop dan ayam goreng. Tasya sangat menyukai ayam goreng buatan mama Hana.


"Wah enak nih." Raka menarik kursinya.


"Makasih yah mah."


"Ya sudah nak kita makan." ucap mama Hana.


Makan malam selesai. Tasya nampak sudah mengantuk. Raka segera menggendong ke kamarnya. Karena Tasya masih tidur ditemani mama Hana, mamah Hana pun bergegas menuju kamar setelah menyiapkan sebotol susu untuk Tasya.


Megan sudah merapikan meja makan, kemudian mencuci piring. Raka menghampiri Megan di dapur.


"Kamu lagi apa Rakus?." Megan melihat Raka yang sedang sibuk membuka lemari.


"Aku mau bikin kopi sayang." jawab Raka.


"Kamu duduk saja disana, nanti aku bawakan yah. Kenapa gak nyuruh aku aja sih."


"Kamu kan lagi cuci piring sayang. Dimana kopinya? Biar aku saja yang bikin." Tanya Raka yang masih sibuk mencari keberadaan kopi.


"Ini sudah selesai kamu duduk manis saja, sebentar lagi beres." Megan mencuci tangannya yang penuh dengan busa.


Raka meninggalkan dapur dan kembali duduk di ruang televisi sambil melihat acara live show. Tak lama Megan sudah membawa secangkir kopi dan cemilan. Megan meletakannya di meja kemudian duduk disamping Raka.


"Terima kasih sayang." Raka menyeruput kopi yang dibuat Megan kemudian mengambil beberapa camilan di atas piring. Megan fokus menonton acara tv show, sesekali tertawa karena pembawa acara membawakannya seperti sebuah acara lawak.


"Sayang kamu belum jawab pertanyaanku lo." Ucap Raka disela mereka menikmati siaran televisi.


"Pertanyaan apa Rakus?." Megan pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Raka


"Aku menanyakan pernikahanmu dengan Rizal dulu. Ceritakanlah aku ingin mendengarnya. "


Megan hanya diam tanpa mengeluarkan suara. Sebenarnya Megan tidak ingin mengungkit pernikahannya dengan Rizal kepada Raka. Tapi Raka keukeuh memaksa ingin mendengarnya. Megan sudah tidak ingin mengingat apapun tentang pernikahan yang hanya membuatnya menangis sepanjang waktu. Dengan berat hati akhirnya Megan membuka suara. Mulai menceritakan kisah pilu pernikahannya dulu kepada Raka.


*Jangan lupa like, komen dan vote. Aku butuh vote kalian untuk melanjutkan cerita ini. Share sebanyak kalian bisa ceritaku ini yah. Makasih*