RISAU

RISAU
RASA (Jatuh Cinta Kedua)


To Sindi


Pagi sin. Sindi kamu masih bekerja si foodcourt itu gk?


Sindi


Masih megan ,kenapa memangnya?


To Sindi


Kalau ada lowongan kerja, aku mau dong kerja partime disana, aku butuh uang buat bayar sppku.


Sindi


Oke entar aku tanyain ke managerku. Coba kamu kirimkan foto close up dan full body buat aku kirim ke manager ku.Sekarang yah ga, kebetulan aku masuk pagi.


To Sindi




Oke Sindi aku cuman ada foto itu, mudah2n ada lowogan yah sin. Kabari aku secepatnya.


Sindi


Ok , sama-sama sisterku.


Selesai, mudah-mudahan aku bisa bekerja disana. Aku bersiap berangkat ke sekolah . Aku sempatkan sarapan.


"Mah, aku berencana bekerja di foodcourt sindi bekerja,boleh kan mah?." Tanyaku sambil melahap nasi gorengku.


"Sebentar, apa mamah gak salah dengar kenapa kamu harus kerja sebelum ujian?." Mamah menatapku terheran .


"Karena ada lowongan kerjanya sekarang mah, kalau nanti keburu ditutup lokernya." Aku berbohong.


"Oke, asal kau bisa membagi waktumu mamah mengizinkan."


"Makasih mah." Aku mencium kening mamah, kemudian berpamitan untuk ke sekolah.


Sindi


Megan, aku udah kasih foto kamu ke manager. Katanya kamu harus mengirimkan cvnya hari ini bertemu langsung dengan owner pemilik foodcourt ini.


To sindi


Oke sin aku kesananya sore yah sepulang sekolah jam 3. Karena aku harus berganti pakaian dulu.


Sindi


Oke, nanti aku sampaikan ke managerku.


To Sindi


*Te*rima kasih yah sist


Hari ini di sekolah sedang dalam masa tenang karena seminggu lagi akan di adakan UAN. Aku terbilang salah satu siswi yang cerdas, termasuk peringkat 5 besar. Untuk kesekian kalinya aku dipanggil guru TU yang menanyakan pembayaran spp mengingat sebentar lagi akan ujian, aku hanya menjawab segera mungkin selalu itu yang bisa kujawab.


Bel sekolah berbunyi aku segera pulang. Sesampainya di rumah aku mengganti pakaianku. Mengenakan kemeja putih dan celana hitam . Aku menaiki angkot untuk sampai di mall x tempatku wawancara hari ini.


To Sindi


20 menit lagi aku sampai. Kamu belum pulang kan?


Sindi


Belum waktu kerjaku masih ada 30 menit lagi. Kita pulang barengan saja, aku nunggu kamu interview pulangnya aku traktir makan ramen yah.


To sindi


Oke sin, mksih banget yah udah bantuin aku.


Sindi


Gak usah sungkan, aku senang bisa membantumu dan mudah-mudahan kita bisa bekerja satu shift ya.


#Mall Xx#


Aku menuju foodcourt dimana Sindi bekerja. Aku menghampiri Sindi, kemudian Sindi menyuruhku masuk ke ruangan manager.


Rasanya gugup banget karena pertama kalinya aku akan melamar pekerjaan.


tok....tok...tok...


Aku mengetuk pintu ruangan itu. Kemudian terdengar suara pria menyuruhku masuk. Aku membuka pintunya perlahan . Kulangkahkan kakiku. Sesampainya aku di meja manager, aku kaget melihat pria yang ada di hadapanku sekarang.


"RAKA" teriakku .


"Nona tolong, berbicara yang sopan jika akan melamar pekerjaan." senyum puasnya terkembang


"Maksud lu apa." Aku masih belum bisa mencerna semuanya.


Dengan percaya diri dia tersenyum lebar. Aku semakin kesal. Kalau saja aku tidak membutuhkan pekerjaan ini aku akan pergi dari ruangan ini.


"Maaf atas ketidaksopanan saya, ini cv saya pak."


Aku menyodorkan map berwarna coklat kemudian duduk menghadap pria ini. Dia membuka lembaran demi lembaran cv yang aku berikan.


"Kenapa kamu ingin bekerja ,sedangkan kamu sekolah menengah saja belum lulus? bagaimana saya bisa memperkerjakan kamu." Tatapannya tajam, dia seolah ingin menyantapku.


"Saya ingin bekerja partime disini, karena saya membutuhkan uang untuk biaya sekolah yang sebentar lagi lulus, jika saya sudah lulus saya bersedia untuk bekerja reguler seperti pegawai lain, itupun jika saya diterima." Jawabku tegas.


"Melihat kemampuan akademismu, bisa menjadi pertimbangan saya untuk menerimamu, mulai besok kamu akan bekerja mulai dari jam 3 sore sampai jam 10. Apa kamu bisa membagi waktu sekolahmu." Tanyanya.


"Saya bisa mengatur waktu sekolah dan bekerja saya, terima kasih atas kesempatan ini, tapi saya ingin mengajukan beberapa permintaan pak!." Akupun memberanikan diri membicarakan masalah upah.


"Belum bekerja sudah banyak permintaan, apa itu?." Tanyanya sinis.


"Saya ingin meminta gaji satu minggu kedepan dibayar besok pak, karena saya memerlukan uang itu."


"Hahahahah kamu sangat lucu Megan, belum bekerja sudah minta dibayar. Apakah saya bisa mempercayaimu, bagaimana kalau kamu tidak profesional." Dia tertawa dengan sangat keras.


"Kalau bapak keberatan, saya akan mencari pekerjaan yang bisa membayar saya dimuka. Terima kasih, maaf atas waktu bapak yang tersita."


Aku beranjak dari tempat dudukku. membungkukkan badan, kemudian beranjak pergi. Tapi tiba-tiba Raka menarik tanganku.


"Oke saya akan bayar gaji kamu dimuka selama seminggu, bahkan saya akan membayar gaji kamu sebulan dimuka. Asal dengan satu syarat." Dia menatapku dengan penuh kepuasan.


"Saya akan menerima syarat itu pak." Jawabku tidak mau melewatkan kesempatan ini.


"Kamu harus jadi pacarku, apa kau bersedia? hahahah." Dia tertawa keras sekali. Aku sangat kesal mendengar dia berbiacara seperti itu.


"mMaf saya tidak bisa pak." Aku hendak beranjak pergi, lagi-lagi Raka menarik tanganku.


"Kenapa kamu serius sekali Megan, saya hanya bercanda. Datanglah besok seperti yang saya ucapkan tadi. Jangan sampai telat, saya ingin melihat kinerjamu jika kamu bisa bekerja dengan baik, saya akan memberikan gaji seminggu kamu di muka." Dia tersenyum dengan ramah.


Ya tuhan aku sampai tidak bisa menahan senyumannya itu, membuatku meleleh.


"Baik Pak, terima kasih atas kesempatan ini. saya pamit. Selamat sore Pak"


Aku sudah berada diluar ruangan itu, rasanya seperti keluar dari kandang harimau. Sindi telah menungguku.


"Terima kasih Sin, aku diterima. Besok aku mulai kerja siang, kita gakan bisa barengan yah?." Aku memeluk sindi erat.


"Yuk makan, kebetulan aku baru gajian, aku traktir"


Kami pergi ke salah satu resto jepang yang ada di mall x itu, Tanpa sepengetahuanku, Raka mengikutinya dari belakang.


Setelah memilih tempat, kami memesan beberapa menu ramen dan minuman.


"Boleh saya ikut bergabung." Tiba-tiba Raka duduk. Senyumnya mengembang sempurna.


"Ngapain lu duduk disini, cari tempat duduk lain sana." Mataku melotot menatap Raka. Sindi refleks mencubit tanganku. Sontak aku berteriak.


"aaawwww sakit Sindi, apaan sih." Sindi menatapku dengan tajam. Mulutnya komat kamit tidak jelas.


"Silahkan Pak, anda boleh bergabung dengan kami." Balas Sindi ramah dengan tersenyum.


"Gue mau pindah." Ketusku ,namun sindi menahanku dia melototiku.


"Terima kasih Sindi"l." Jawab Raka. Aku hanya mendengus kesal karena masih sebal sama lelaki satu ini.


"Dengan senang hati pak"


Pesanan datang, kami menyantap ramennya dengan lahap. Raka dari tadi menatapku dengan tatapan aneh sambil tersenyum, aku semakin risih dibuatnya . Setelah selesai makan, aku segera mengajak sindi pulang karena tidak ingin berlama-lama berada dekat dengan Raka.


"Maaf gue ama sindi pulang duluan." Ucapku kasar. Sambil menarik tangan Sindi.


Ketika kami berniat untuk membayar pelayan itu menjawab semua makanan kami dibayar oleh Raka. Mendengar itu Sindi berlari menghampiri Raka akupun terpaksa mengikutinya.


"Bapak , terima kasih atas traktiran makannya. Maafkan sikap saudara saya yang menyebalkan itu." Sindi menatapku .


"Iyah terima kasih traktirannya " ketusku.


"Sama-sama, bagaimana jika kalian aku antar pulang." Raka menatapku seperti itu lagi. Aku semakin risih apalagi Sindi ada di sampingku.


"Gue gak mau, lu aja Sin, Gue naik angkot aja. lagian rumah gue deket dari sini." Aku buru-buru ingin pergi, dan lagi Sindi menahanku.


"Dengan senang hati pak." Sindi menarik lenganku. Kemudian mengikuti Raka ke tempat parkir mall. Sepertinya Sindi mengetahui gelagat Raka yang mencurigakan dan sering menggodaku.


Ngapain sih lu Sindi mau naik mobil ni lelaki brengsek (batinku)


Ditempat parkir Raka membuka pintu mobilnya dan sudah berada di balik kemudi. Ketika aku membuka pintu belakang mobil Sindi menutupnya keras mendorongku untuk duduk dikursi depan. Sindi sendiri duduk dibelakang.


Karena terlanjur duduk terpaksa aku memakai seatbeltnya.


apaan si sindi ini (gumamku)


Aku semakin kesal dengan sifat Sindi yang aneh. Kulihat Raka malah senyam-senyum sendiri melihat kearah kami.


"llLu gila yah senyum-senyum sendiri." Aku menatap Raka sinis. Dia tidak menjawabnya , menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan mall x.