
Megan terus bergelut dengan fikirannya, keputusan untuk bercerai dari Rizal tidaklah mudah. Bagaimana pun tasya membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
Pintu ruangan itu pun terbuka. Raka kembali dengan wajah yang sedikit lebih segar. Rambutnya sudah tertata rapi. Wajah Raka sangat tampan, lengan kemeja yang digulung menampakkan urat tangan yang kuat. Telapak tangannya yang besar mampu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggenggamnya. Di tangannya terlihat parcel yang sudah penuh dengan buah-buahan . Raka menyimpannya di meja .
Raka duduk di sofa dalam ruangan . Sementara megan masih berbaring di ranjang .
" kamu mau kemana?" Raka menghampiri megan yang hendak turun dari ranjang tidurnya.
" aku mau ke kamar mandi" ucap megan .
" aku bantu kamu ya" Raka mencoba memegang kedua bahu megan. Namun megan menjauhkan tubuhnya.
" aku bisa sendiri. Aku hanya pingsan Raka. Kamu tidak usah berlebihan" Megan berdiri kemudian berjalan meninggalkan Raka.
Raka menghela nafas panjang. Membuka parcel buah yang dibawanya. Raka mengupas beberapa apel dan buah mangga. Memotong menjadi bagian kecil kemudian di piring yang sudah tersedia di kamar inap.
"kamu mau buah ?" tanya Raka ketika megan sudah kembali ke tempat tidurnya.
" boleh" ucap megan pelan.
Raka mendekati megan kemudian duduk di kursi yang berada disamping tempat tidur megan. Raka mengambil garpu kemudian mengambil buah apel.
" aku sendiri saja" megan merebut garpu yang dipegang Raka. Namun Raka merebut kembali garpu itu. Seperti anak kecil yang berebut mainan.
" aku akan menyuapimu, buka mulutmu" Raka masih mendekatkan garpu yang sudah terisi buah ke depan mulut megan . Akhirnya megan membuka mulutnya.
Raka terus menyuapi megan. Dan sesekali dia makan buah itu.
" boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Raka dengan mulut masih mengunyah buah.
"Ya tanyakan saja" Jawab megan .
" apa yang akan kamu lakukan besok?" Raka bertanya dengan sangat hati-hati.
" aku ingin menemui tante Veronica" jawaban megan membuat Raka tersentak. Raka hanya memandangi megan.
"bisakah kamu mengantarku?" tanya megan lagi dan itu membuat Raka semakin kaget.
" bisa, hanya saja malam ini mami sudah menjadi tahanan. Kita bisa menemuinya besok di rutan " Jawab Raka dengan wajah murung.
" are you oke?" tanya megan ketika melihat wajah Raka yang ditekuk.
"aku baik-baik saja, aku sudah tahu semua ini akan terjadi" Raka menjawab dengan tersenyum singkat.
"aku malah mengkhawatirkanmu" Megan menatap Raka. Ada kesedihan dalam hati Raka, entah Megan mengetahui atau tidak semua itu karena dirinya.
" tentu saja , kamu mengorbankan semuanya hanya demi aku. Itu sepertinya tidak adil" Jawaban diplomatis yang selalu keluar dari megan .
"Kamu ingin aku merasakan keadilan?" kesempatan Raka kali ini untuk merebut hati megan lagi.
"...." megan hanya menganggukkan kepalanya.
" kembalilah padaku, kita mulai semuanya dari awal. Tinggalkan pria brengsek itu, bawalah tasya bersamamu. Aku akan menjaganya" Mata Raka berbinar, Raka menggenggam tangan megan seolah tidak ingin kehilangannya lagi.
Megan berusaha menepis tangan Raka. Dan berkata dengan lembut.
"berhenti berharap padaku. Setidaknya jangan membuat dirimu begitu menyedihkan. Kamu berhak mendapat wanita yang lebih baik dariku"
" sampai kapan pun aku tidak akan pernah menemukan wanita itu. Di dalam hidupku hanya kamu yang terbaik. Hanya itulah satu-satunya keadilan untukku. Jika kamu tidak mau . Biarkan aku berada dalam ketidakadilan selamanya" Raka mengendurkan genggaman tangannya.
" Raka kenapa malah membuatku sulit? kamu terus saja membebaniku. Semuanya berat buat aku. Bahkan aku merasa sangat tidak pantas untuk menerima kebaikanmu" Megan mulai tidak bisa mengontrol dirinya saat ini.
"Aku membebanimu? yah memang aku selalu membuat beban hidupmu sulit. Membuatmu susah sehingga harus menikah dengan pria brengsek itu. Baiklah jika itu yang kamu mau. Aku tidak akan mengganggumu" Raka menatap megan dengan perasaan pilu. Tak pernah ada niat sedikit pun mengatakan hal itu. Raka hanya tidak ingin terlalu berharap.
Mendengar itu Megan merasakan sakit kembali di dadanya . Sakit hati yang dulu sempat dia rasakan disaat harus melupakan Raka. Megan berusaha mengontrol air matanya. Buliran air mata itu sudah memenuhi pelupuk mata Megan . Megan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jika sedikit saja dia berbicara. Air matanya akan lolos begitu saja. Megan memegang dadanya. Mengusapnya perlahan. Raka tidak tahu apa yang dilakukan megan. Raka tidak tahu megan sedang menahan rasa sakit mendengar ucapannya. Dulu megan bisa saja dengan tegar mendengarnya, namun sekarang hatinya terlalu rapuh.
" begitu lebih baik" megan berkata dengan suara berat. Megan membalikkan tubuhnya membelakangi Raka. Air matanya lolos, Megan terisak. Megan telah berkhianat pada hatinya. Hatinya sungguh tidak ingin menjauh dari Raka. Tapi Megan tidak ingin terus membayangi masa depan Raka . Dia ingin melihat Raka bahagia.
Raka menatap punggung megan. Tubuh megan bergerak menahan tangisnya. Raka sudah tahu bahwa megan merasakan hal yang sama saat ini. Raka naik ke ranjang megan. Memeluk megan, tangannya melingkar pada pinggang megan .
Megan terhenyak. Raka memeluk megan dengan erat. Megan mengusap air mata di pipinya.
" katakan sekali saja. Bahwa kamu tidak mencintaiku lagi saat ini dan selamanya" hembusan nafas Raka terasa di tengkuk leher megan . Bulu kuduk megan meremang. Megan masih tidak bisa bergerak. Hatinya tidak menolak untuk dipeluk Raka.
" katakan kamu telah melupakanku" Pelukan Raka semakin erat. Membuat tubuh mungil Megan tertutup tubuh besar Raka. Gejolak dalam diri Raka membuncah. Kedewasaannya bergelora ketika di dekat megan.
sial , kenapa di dekatnya juniorku selalu bereaksi.
Raka mengumpat dalam hatinya. Tak terasa sesuatu terasa penuh dan sesak di bawah sana. Darah Raka mendidih. Sudah lama Raka tidak sedekat ini dengan wanita. Megan pun tampak kaget dan tegang. Merasakan ada sesuatu yang bergerak dibawah sana menyentuh pahanya. Megan berusaha melepaskan pelukan Raka. Namun gagal, Raka semakin mempererat pelukannya. Nafasnya memburu tak teratur. Megan mengendurkan pelukan Raka. Menjauhkan badannya. Lagi Raka menguasai tubuhnya. Raka membalikan tubuh megan. Raka meraih dagu megan, ******* bibir megan dengan penuh gairah.
Megan berusaha melepaskan ciuman itu. Raka dengan cepat meraih tengkuk megan . Raka semakin memperdalam ciumannya. Megan terus menolak. Tapi kekuatan tangan Raka jauh dari tenaganya. Megan sudah memperingatkan dirinya bahwa semua ini adalah sebuah dosa dan kesalahannya. Tapi megan menikmatinya. Pada akhirnya megan menyambut sentuhan hangat di bibirnya tanpa penolakan lagi.
akhh..
Desahan terdengar dari mulut mungil megan. Raka membiarkan megan mengambil nafas. Tanpa melepaskan lumatannya. Raka menarik tubuh megan dengan satu tangannya. Tubuh mereka menempel satu sama lain. Gejolak kedewasaan Raka semakin menuntut.
* jangan lupa vote. like dan komennya. Saran dan kritik silahkan tulis dengan cara sopan. Terima kasih *