RISAU

RISAU
NANDA (PART 3)


Rasya,Alex dan Iko mereka menatap Raka dengan tatapan dingin. Raka masih dengan senyum manisnya. Aku memperkenalkan Raka pada mereka.


" kenalin Raka ," aku menunjuk Raka mengenalkan pada 3 sahabatku.


" aku Raka kekasih megan, sepertinya aku dan alex sudah saling mengenal " Raka tersenyum puas. Dia berjabat tangan dengan alex. Dia lega akhirnya bisa memperkenalkan dirinya sebagai pacar megan .


" ini Rasya ,ini Iko, " aku menunjuk pertama Rasya trus iko, Raka menjabat tangan Rasya dan Iko bergiliran.


" sejak kapan kalian pacaran" iko melototiku, seakan dia ingin memakanku. Aku memang sangat dekat dengan iko, tapi aku gak bisa cerita tentang Raka pada iko. Terakhir kali di villa menanyakan hubungan ku dengan Raka namun aku mengalihkan pembicaraan, saat ini aku tak bisa menghindarinya lagi.


" sejak beberapa minggu yang lalu, apa kamu keberatan megan berpacaran denganku?" Dengan cepat Raka menjawab pertanyaan iko.


"bukan gitu, biasanya si bocil ini cerita, tapi kali ini diem-diem bae!" iko mengacak rambutku.


" bocil?"raka mengernyitkan dahinya, dia menatap iko dengan tajam.


" bocil itu singkatan bocah kecil" aku menjelaskan ,dan Raka hanya memandangiku.


" kita jadi latian kan?"aku menatap iko, alex dan Rasya. Rasya menatap Raka dengan sinis. Alexpun menatap Raka dengan tatapan dingin, hanya iko yang santuy melihat Raka di dekatku.


"dia?" Rasya menunjuk pada Raka, aku mengerti dengan bahasa tubuh Rasya. Dia tidak ingin Raka mengikuti kami


"oh Raka sudah mau pulang,lagian dia sudah daritadi disini, iya kan ka?". Aku mengedipkan mataku pada Raka, tapi sepertinya Raka tidak ingin pergi.


"ya aku pergi dulu, kamu jangan pulang malem malem yah sayang, kalau udah selesai kabarin aku. " Raka tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya.


" ya udah sana, aku mau pergi latihan sekarang, hati- hati dijalan." aku mengantar Raka sampai depan rumah. Raka meninggalkan rumahku dengan terpaksa. Padahal dalam hati nya dia ingin berlama-lama denganku. Aku menghampiri ketiga sahabatku. Rasya masih menatapku dengan sinis.


" gak baik lu berduaan di dalem rumah , apalagi sama pacar" Rasya menatapku tajam. Dia masih tampak kesal, matanya yang selalu memberi kehangatan berubah menjadi tatapan sinis


"maksud lu apa? aku tidak mengerti dengan perkataan Rasya.


" di dalam mobil saja dia menciummu dengan berani, apalagi di dalam rumah yang sepi seperti ini" Rasya berbicara masih dengan nada sinis. Aku memahami ucapan Rasya.


" gue tidak semurahan itu Rasya" aku membelakakan mataku pada Rasya, hari ini dia berubah menjadi manusia menyebalkan, tidak seperti yang Rasya yang aku kenal.


Mendengar kami beradu mulut, alex langsung melerai kami.


"sudah, ayo kita berangkat" Alex menarik lenganku , menuntun ke mobilnya. Rasya dan iko duduk di kursi belakang mobil Alex.


Kami sampai di studio tempat kami berlatih . Iko menenteng gitar bass nya, begitupun Rasya membawa gitar kesangannya.Aku memainkan stick drum ditanganku, memutar-mutar memainkannya. Sudah 2 bulan kami tidak latihan . Aku begitu merindukan suasana ini,hoby ini.


Hampir 2 jam kami latihan , Aku dan Rasya tidak saling mengobrol lagi, aku lebih banyak berbicara dengan iko..


" iko gue ama Rasya belum bikin perhitungan" alex mentap iko dengan penuh dendam. Benar kata iko mereka akan membalas dendam nya. Habislah iko dibully.


" megan tolongin gue" iko bersembunyi di belakang tubuh ku yang mungil. Alex dan Rasya menarik tangan iko dan menindih tubuh iko dengan tubuh mereka.


" ampun , ampun gue gakan nurunin kalian diajalan lagi" iko berkata dengan susah karena tubuhnya masih ditindih alex dan Rasya. mereka sangat hangat,kedekatan mereka ini aku sudah lama tak melihatnya.


Akhirnya kami pulang .Diperjalanan Rasya memulai obrolan.Alex fokus menyetir sedangkan iko tertidur lelap.


" megan maafin gue" Rasya membuka suara memecah keheningan. Aku tidak menjawabnya masih dalam bisuku, aku masih kesal dengan omongannya.


" megan ,lu masih marah?" tanya Rasya, aku hanya diem mematung ,tidak menghiraukannya . Aku menatap keluar jendela mobil.


" megan , lu kenpa? " alex menggenggam tanganku, refleks aku kaget dengan sikap alex yang tiba-tiba itu. Aku menepis tangan alex .


"gue gak apa-apa. tadi gue hanya melamun. Ada apa?" aku berpura-pura mengalihkan pembicaraan.


"tuh Rasya ngajak ngomong ,lu gak denger?" alex bertanya , tatapan dinginnya selalu membuatku bergidik ngeri


Alex memarkirkan mobilnya di gang rumahku,aku keluar dari mobilnya.


" kalian hati-hati dijalan yah, " aku tersenyum melambaikan tanganku. Mobil itu melaju meninggalkanku yang masih mematung menatapnya. Aku kembali ke rumah, mamah sepertinya masih di tempat tante Nur. Aku memasuki kamar mandi, terus mandi dan mengambil air wudhu,setelah selesai aku melaksanakan shalat maghribku. Aku mengambil hapeku.


"hallo" aku menelepon Raka,


"ya tuhan mimpi apa aku semalam di telepon kekasihku ini, biasanya harus aku dulu yang menghubungimu." Di ujung telepon terdengar suara Raka yang begitu senang nenerima teleponku.


" cih, kamu lagi dimana" tanyaku


"aku di foodcourt sayang" Raka berbicara dengan lembut.


" ada sindi kah disana?, aku mau main kesana yah" nada bicaraku sangat manja.


" sindi kan udah pulang, kalau mau kesini datanglah , aku tunggu d ruanganku" Raka mengiyakan permintaanku. Sebenarnya aku ingin bertemu sindi tapi aku lupa kalau dia sudah pulang.


" oke " aku menutup panggilannya. Mengganti pakaianku . Bergegas memesan ojeg online.


#Mall XX#


Aku menaiki eskalator mall xx, menuju foodcourt tempatku bekerja. Sampai di depan ruangan manager aku mengetuk pintu, namun dibalik pintu terdengar suara perempuan.


"sayang yuk jalan-jalan " suara itu samar terdengar , kuberanikan mengetuk pintu.


tok.tok tok


"masuk" aku mendengar suara Raka dibalik pintu. Aku membuka pintu.


Krekkk.


Betapa kagetnya aku melihat pemandangan disana. Raka sedang duduk di kursi, disampingnya ada seorang wanita bergelayut manja. Raka kaget melihatku, menepis tangan perempuan itu. Hatiku cemburu, mukaku memerah karena emosi. Tubuhku gemetar melihatnya. Siapa perempuan ini?batinku


" maaf mengganggu kalian, saya permisi" aku membalikkan badanku, muak sekali melihat pemandangan seperti itu.


Raka mengejarku yang setengah berlari meninggalkan ruangan itu, Raka menatapku tajam.


" kamu mau kemana sayang?" tanyanya lembut.


" aku mau pulang saja, kamu sedang sibuk ternyata" ucapku sambil pergi meninggalkan nya.Namun Raka berhasil mengejar dan menahanku.


" kamu marah ?" tanyanya.


" enggak" ketusku


" ayuk anter aku makan diluar aku lapar " Raka menarik tanganku dengan lembut, namun genggaman nya sangat kuat sehingga aku tidak bisa melepaskannya. Kami menuju parkiran , Raka membuka pintu mobilnya, aku menuruti masuk menaiki mobilnya. Aku tidak berbiacara apapun , Raka pun fokus menyetir. Sampai kami tiba di sebuah restoran jepang. Aku suka masakan jepang, dan lagi Raka mengetahuinya tanpa harus aku mengatakannya.


" yuk anter aku makan" Raka keluar dari mobilnya, mengekor di belakangnya. Raka menggenggam tanganku. Aku masih membisu tak berkata apapun.


Suasan restoran yang sangat nyaman, pengunjung tidak begitu ramai.


"selamat datang pak Raka" sambut salah satu pelayan


" iyah, tolong siapkan tempat vip untuk 2 orang yah" Raka memberi perintah, sepertinya Raka sudah sering makan disini, sehingga pelayan itu mengetahui namanya.


" Silahkan bapak lewat sini" pelayan itu mengantar kami ke ruangan yang begitu nyaman . Disana ada tempat duduk khas jepang, dekorasinya benar-benar membuatku merasa sedang ada di jepang.


" siapkan menu special terenak malam ini" perintah Raka.


" baik pak saya akan segera menyiapkannya" pelayan itu meninggalkan kami berdua.