
Megan menatap mata Raka. Menyeka air mata yang terus mengalir di pipi nya. Sesekali matanya menatap ke arah Playground . Megan bingung apa yang harus dia katakan. Saat bertemu Raka perang batinnya di mulai. Megan sudah menyiapkan hatinya sejak 2 tahun lalu jika bertemu Raka . Namun kenyataan nya hatinya tak pernah siap sama sekali. Nyatanya justru Megan malah menangis dihadapan Raka.
Seandainya megan punya rasa malu, dia akan berlari sekarang. Megan yang menghilang tanpa kejelasan, tapi Megan pula yang kalah pada akhirnya. Yah dari dulu ketika berhadapan dengan Raka hatinya menjadi lemah, megan selalu kalah dengan segala kehangatannya.
" apa kamu bahagia" ucap Raka dengan nada sendu.
Megan mengangkat kepalanya , diam-diam megan melirik lagi ke arah Playground. Megan menatap Raka.
Raka apa aku bisa bahagia tanpa kamu.
Kali ini hatinya yang berbicara. Megan tak menanggapi perkataan Raka. Dia hanya diam menggigit bibir bawahnya.
" apa kamu bisa bahagia selama 2 tahun menghilang dariku" lagi Raka bertanya tentang kebahagiaan hati Megan. Bagaimana megan bisa menjawab semua pertanyaan konyol itu.
Raka jelas mengetahui jawaban dari pertanyaannya kenapa dia harus bertanya lagi. Mata megan menatap Kedua mata Raka dengan tajam. Megan berusaha menahan air matanya. Dia tidak ingin terlihat cengeng di depan Raka. Tapi apa bisa? Apa bisa megan berpura-pura kuat di depan Raka. Haruskah megan berkata jujur. Atau dia harus berbohong. Dia harus menyelamatkan kehidupan selanjutnya. Megan telah berjanji pada tante veronica.
"tentu saja" Jawab megan dengan perasaan ketir . Tatapan nanarnya bisa Raka tangkap seketika
" apa kamu yakin" tanyanya.
pertanyaan bodoh apalagi itu. Yakin? Jelas megan tidak yakin
" aku yakin , aku bahagia bersama anakku" Megan berkata dengan penuh keyakinan.
" no megan, bukan itu maksudku. Apa kamu bahagia menikah dengan pria itu?"
Deg
Dada megan seperti dihantam sekerasnya. Hatinya membeku seketika. Jantungnya bahkan hampir berada tidak pada tempatnya. Pernikahan? Maksud Raka pernikahan terpaksanya itu. Apa harus megan berkata bahwa dia hanya terpaksa melakukan itu. Bahkan sampai detik ini Megan menatap Raka , hanya pria itulah yang dicintai megan
" apa urusannya denganmu" jawab megan dengan nada ketus.
" aku bukan sedang mengurusimu. Tapi aku sedang bertanya pada hatimu" Nada biacara Raka seolah mendesak meminta kejujuran pada Megan .
Megan menatap mata Raka yang semakin menggelap. Megan harus mengalihkan pembicaraan yang semakin tidak karuan ini. Megan berfikir jika dia bertemu Raka ,Raka akan memarahi dengan segala emosinya .Namun Raka malah bertanya hal bodoh yang menurut Megan tidak sepantasnya Raka menanyakan hal semacam itu.
" ini sudah hampir sore aku harus pulang" Megan beranjak dari kursinya.
" tunggu, boleh kah aku meminta nomer telepon mu?" Raka menghentikan langkah megan. Megan hanya menatap nya sekilas kemudian berkata
" aku sudah menikah Raka, apa kamu tidak ingat" megan menatap Raka dengan perasaan sakitnya. Setidaknya dia ingat statusnya saat ini. Bahwa dia masih ada suami yang harus dia hargai. Walaupun suaminya tidak pernah menganggap keberadaannya.
" aku hanya meminta nomer hapemu, bukan memintamu untuk kembali padaku" Wajah Raka seketika seperti gletser. Sedingin gunung es . Megan diam seketika
" Tidakkah kamu mengerti mengapa aku meninggalkanmu Raka?" megan berusaha menahan air matanya lagi.
" aku tahu, tapi salahkah aku hanya mengetahui keadaan mu?" Raka terus memaksa.
" aku mohon" ucapnya lagi.
"Kamu sudah tau aku baik-baik saja" Megan meninggalkan Raka . Berjalan menuju Playground
Raka tidak bisa menahannya lagi. Tapi Raka akan terus berusaha. Raka mengambil handphonenya.
" baik pak" jimmy menutup teleponnya
Megan terus berperang dengan hatinya. Ingin sekali dia meninggalkan dunia nya saat ini. Tapi dia punya tasya yang harus dia bahagiakan .Masih ada Ibunya yang harus dia jaga.
Megan menunggu pelayan membawa tasya padanya. Ada rasa nyaman ketika megan melihat wajah anak polos yang berada di pangkuannya. Megan berusaha menyeka air matanya. Berjalan ke area parkir.
Raka semoga kamu bahagia selalu,maafkan aku selalu membuatmu kecewa berulang kali.
(batin megan)
Raka menyandarkan kepalanya . Menikmati secangkir kopi di cafe itu. Hatinya tidak seberat dulu lagi. Beban dihatinya berangsur menghilang. Yang paling penting melihat megan baik-baik saja , dia bisa bernafas lega. Setidaknya megan masih berada di belahan bumi ini. Raka tidak perlu memaksanya. Hanya perlu menenangkan hatinya. Bersabar selamanya, berharap megan bisa kembali padanya.
Raka berjalan meninggalkan cafe menuju foodcourt. Jimmy sudah duduk di sofa dengan dokumen ditangannya.
Raka duduk di kursi kebesarannya. Ada senyum terkembang di wajahnya. Walaupun hanya sedikit.
" sepertinya anda sangat senang" jimmy menyindir bos yang sedang duduk dihadapannya.
" diam kau, apa kau sudah memerintahkan anak buahmh?" Raka menatap jimmy dengan penuh intimidasi
" sudah bos, kali ini saya tidak akan melakukan kesalahan lagi" ucapnya tegas.
" memang sepatutnya begitu" Raka menatap handphone dari sakunya. Tadi dia sempat memotret megan ketika menggendong anaknya.
walaupun kau sudah menikah dan memiliki anak lucu itu, entah kenapa hatiku masih sama. Tidakkah terlalu egois jika aku ingin memisahkanmu dengan pria itu.
Raka terus bergumam. Raka yakin kali ini dia sudah tidak memiliki peluang apapun. Namun Raka lah yang akan membuat peluang itu ada. Peluang untuk mengambil megan kembali pada hidupnya.
" kau sudah menemukan nomer handphone nya jim" Raka memecah konsentrasi jimmy.
(batin jimmy)
apa? kenapa dia tidak meminta nomer hape nya sendiri. Jelas tadi orang itu dihadapannya. kenapa harus memerintahkan ku segala.
" akan segera saya dapatkan " jimmy terlihat kesal saat ini.
" hmm" hanya itu yang keluar dari mulut jimmy.
" pak, besok kita ada pertemuan dengan investor dari korea ,Mr park" jimmy mengingatkan Raka supaya mengosongkan segala jadwal mendadaknya
" dimana?" tanya Raka
" di perusahaan Garment Mr Park , beliau meminta disana. Supaya bapak bisa melihat produksi dari garment itu?" jimmy menjelaskan dengan rinci
" baiklah kamu urus semua keperluannya" Raka beranjak dari kursinya dan pergi dari mall fx.
**dari author, dari beberapa episode 65 sampai selanjutnya author akan menceritakan tokoh dari sudut pandang Raka. Bukan Megan. Tentang Raka yang akan terus memperjuangkan cintanya. *
* jangan lupa like , coment dan vote nya yah*
* selalu tunggu kisah selanjutnya. terima kasih**