RISAU

RISAU
STIGMA (Rizal)


Megan mematung di tepi jalan yang sangat sepi. Lampu jalan hanya sedikit memberi cahaya. Hujan tiba-tiba turun membasahi sekujur tubuhnya. Megan pun berlari menuju rumah sekitar untuk berteduh. Megan mengambil hape dari tas nya kemudian memesan taksi online untuk sampai ke rumah nya .


Megan terpaku melihat ada mobil di garasi rumahnya. Megan kemudian masuk ke dalam rumah sederhana itu.


" assalamualaikum" ucap megan saat membuka pintu.


" waalaikumsalam " mamah hanah menjawab ucapan salam megan .


Megan menyalami ibunya, kemudian mencium tasya yang sedang bermain di pangkuan ibunya.


" tasya lagi main boneka yah?" ucap megan dengan wajah ceria.


" ayah mommy ayah" hanya itu yang di ucapkan tasya.


" suami mu baru pulang. Kamu mandi gih baju kamu basah begitu nanti masuk angin" Mamah hanah menggendong tasya. Membawa tasya ke meja makan .


Megan masuk kamarnya. Suami megan sedang duduk di kursi menghadap jendela. Megan menghampiri Rizal (nama suami megan).


"ayah baru nyampe?" megan bermaksud ingin meraih tangan Rizal untuk menciumnya. Namun Rizal menepisnya.


" kamu bekerja atau berselingkuh?" tanya Rizal dengan suara keras.


" maksud kamu apa? aku baru pulang kerja " ucapan megan membuat Rizal naik pitam.


" apa maksudnya ini?" Rizal memberikan hapenya membanting ke atas kasur . Megan perlahan meraih hape itu.


Megan shock melihat ada foto dirinya dengan Raka sewaktu mereka ngobrol di pinggir jalan. Hati megan sangat gelisah saat ini. Darimana Rizal mendapatkan foto ini. Megan terus memutar otaknya untuk berfikir


" aku hanya kebetulan bertemu dengannya" ucap megan dengan gemetar.


" diam. Bagaimana bisa kamu naik mobilnya. Apa kamu tidak mengindahkan ucapan suamimu?" muka Rizal memerah ,tangannya mengepal.


" aku sudah berusaha menghindarinya. Dia memang berhak mendapatkan penjelasan dariku" megan memberanikan membuka mulut. Tidak peduli semarah apa suaminya nanti.


" kamu masih ingat syarat aku menikahimu?" tanyanya geram .


" ya aku ingat setidaknya biarkan aku menyelesaikan masa lalu ku, toh ini ketidaksengajaan " Megan terus menjawab walaupun megan tau suami nya saat ini sedang di puncak kemarahannya.


" sudah berani melawanku?" Rizal semakin kesal mendengar jawaban dari megan


" lantas apa maumu?tidakkah kamu terlalu mengekangku?" ucapan megan menggema di ruangan kecil itu.


" hei aku ini suamimu , sudah sepantasnya kamu menghormatiku?" senyum menyeringai muncul di wajah Rizal.


" aku sudah menjelaskan semuanya , lantas apa yang kamu inginkan?" megan berani menatap wajah Rizal.


" berhenti bekerja diamlah dirumah" Rizal menurunkan emosinya.


" apa kamu bisa menjamin setiap kebutuhan rumah tangga. ?" megan lagi-lagi membuat Rizal kesal.


" apa uang yang aku berikan tidak cukup?" tanya Rizal dengan nada meninggi.


" kamu hitung saja sendiri Memangnya aku bekerja uang nya dipakai apa! hanya untuk membeli susu aku rela menghemat naik angkot . Aku tidak keberatan jika harus resign. Asal kamu mau mencukupi kebutuhan hidup, setidaknya untuk anakmu" megan meninggalkan Rizal kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Air itu membasahi sekujur tubuhnya yang telah mendingin karena hujan. Megan menitikkan air matanya. Megan selalu berharap rumah tangganya baik-baik saja. Tanpa harus ada perdebatan . Hari ini memang semuanya adalah kesalahan Megan. Megan salah telah mengkhianati suaminya. Apalagi Raka sempat mencium nya. Megan merasa menjadi paling pendosa dimuka bumi ini.


Rizal memang tidak pernah bisa mencukupi kebutuhan megan . Padahal megan tahu gaji yang dihasilkan suaminya akan cukup . Namun Rizal tak pernah memberikan kecukupan untuk keperluan dapur. Dia selalu meminta megan untuk berhemat padahal uang yang dia berikan bahkan tidak cukup untuk 2 minggu.


Megan pergi ke dapur menyiapkan makan malam . Tasya masih bermain dengan mamah hanah . Setelah selesai, megan menggendong tasya kemudian masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Rizal. Megan mendudukkan tasya di kasur dekat Rizal.


"ayah. Ayah" Tasya memegang pipi ayahnya yang sedang tertidur.


Mata Rizal terbuka perlahan. Megan masih duduk di tepi ranjang . Mencoba menetralkan keadaan . Rizal kemudian duduk menyenderkan punggungnya.


" tasya cantik anak ayah" ucapnya.


" ayah ayah" hanya itu yang terdengar dari mulut kecil tasya.


"ayah kita makan malam dulu" ucap megan


Rizal tidak menjawab dia beranjak dari tempat tidur kemudian keluar menuju dapur. Megan mengikuti dari belakang sambil menggendong tasya. Rizal sudah duduk di meja makan . Megan menyiapkan piring dan mengambil nasi beserta lauknya untuk Rizal. Tasya duduk di kursi untuk bayi. Mereka makan malam tanpa berbicara sepatah katapun.


Di tempat lain Raka sudah sampai di apartemen Rika. Sedangkan jimmy sudah pulang setelah mengantar Raka. Raka membersihkan tubuhnya. Kemudian makan malam sendiri di depan televisi. Raka mengambil handphonenya. Menelepon alex


" ada apa Raka?" terdengar suara alex di tengah keramaian.


" kamu dimana lex?" Raka balik bertanya.


" gue di tempat manggung, kenapa menelepon?" suara alex teredam oleh riuhan suara manusia.


" bisa kita bertemu ada hal penting yang harus aku biacarakan mengenai megan" Raka tidak basa-basi lagi.


" setelah acara gue selesai,gue ke apartemen lu" alex menutup teleponnya


Raka menyimpan hapenya. Fikirannya masih tertuju pada megan .Raka masih merasa bersalah karena menurunkan megan di tengah jalan. Tapi perkataan megan membuat Raka sangat kecewa. Sampai hati megan melupakan Raka yang berjuang selama ini.


Di hati Raka megan masih menempati tempat yang paling dalam. Yang bahkan orang lain tidak bisa menyentuhnya.


Lamunan Raka buyar ketika melihat handphone nya berdering.


" ada apa jim" tanya Raka


" rumah yang bapak inginkan sudah selesai di renovasi . Apakah bapak mau melihatnya besok? " jimmy berkata dengan hati-hati karena tau suasana hati Raka sedang tidak baik.


" Besok hari minggu kamu tidak usah mengantarku. nanti aku sendiri yang akan kesana melihatnya" Raka tidak ingin jimmy terus bekerja di hari libur. Karena Raka tau Jimmy sudah berkeluarga.


" baik pak terima kasih" ucap jimmy


Raka menutup teleponnya. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam tapi alex masih belum datang. Raka merebahkan tubuhnya di sofa.


ding dong


suara bunyi bel apartemen terdengar nyaring. Raka membuka matanya. Kemudian membuka pintu


" hai lex , masuk" Raka mempersilahkan alex masuk. Mereka langsung menuju ruang tv.


Raka mengambil beberapa minuman kaleng. Membukanya untuk alex. Alex menenggaknya beberapa kali.


" jadi bagaimana megan?" alex selalu to point.


*JANGAN LUPA LIKE ,KOMENT DAN VOTE NYA YAH READERS.*