RISAU

RISAU
CINTA (MERACAU)


Suara adzan subuh terdengar begitu merdu, aku terbangun dari tidurku. Mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi . Setelah mandi dan sholat, aku keluar rumah. Sedikit meregangkan tubuh.


" semalam pulang jam berapa nak" tiba-tiba mamah ada di belakang ku. Mamah menyiram bunga yang ada di teras rumah.


" Jam 11 mah, aku kesusahan mencari angkot mah" ucapku sambil menggerakan kepala ke kiri lalu ke kanan.


" terus kamu pulang naik apa?" tanya mamah dengan wajah penasaran


" diantar sama Raka teman megan yang waktu itu kemari" jawabku.


" kok dia bisa nganter kamu nak?" raut wajah mamah semakin penasaran.


" oh iya megan belum cerita yah mah, dia itu owner di tempat kerja megan mah" aku menjawab seperlunya. Tapi kulihat wajah mamah kayaknya dia masih penasaran.


" kok bisa kebetulan begitu sih, apakah kamu sebelumnya tau dia ini bos mu" mamah mendekat ke arahku.


"mana aku tau mah, kebetulan saja, pertama kali bertemu pun di festival malam itu". aku menuju meja makan, memakan beberapa roti yang sudah ada di meja. Mamah mengikuti ku dari belakang, menuju dapur kemudian menyiapkan segelas susu coklat


" megan mamah curiga deh" Mamah menyodorkan segelas susu coklat hangat. Mata mamah mengedip sebelah menatap ke arahku.


"curiga apa mah?" tanyaku dengan mulut yang penuh dengan roti.


" kayaknya dia pacarmu yah?" mamah menyenggol tanganku. Aku tersedak mendengar ucapan mamah. Mamah memberikan segelas air putih. Aku berusaha mencerna seluruh makanan yang ada di mulutku. Kebiasaan mamah ni, kalau aku lagi makan selalu mengajak bicara.


" Apaan mah, megan baru mengenalnya loh" Aku memalingkan wajah berusaha menutup mukaku yang memerah. Batinku,aku memang baru mengenalnya. Dan dia menciumku seberani itu, dan aku gak menolak . Lagi&lagi kejadian semalam terngiang di fikiranku.


" kayaknya dia suka sama kamu tuh, naksir-naksir kamu gitu." mamah terus saja menggodaku.


" mah aku sadar diri, dia siapa ,aku siapa, dia dan aku berbeda keadaan. Mana mungkin dia naksir sama aku. Mungkin dia hanya ingin berteman saja mah" jawabku.


" nak, rasa suka itu tidak bisa dikendalikan sekalipun kita berbeda keadaan dengan mereka" mamah menatapku dengan mata penuh keyakinan.


" iyah mah, tapi beneran aku sama Raka hanya sebatas teman , hanya sebatan atasan dan bawahan saja" aku menjawab santai.


" mamah gak pernah melarang berteman dengan siapapun nak, kamu jangan pernah minder karena setiap manusia punya kelebihan masing- masing" mamah mulai dengan ceramah dan nasihatnya.


" iyah mah" jawabku singkat


" oh iya nak, tadi kakak mentransfer uang untuk biaya sekolah ,sebaiknya kamu jangan dulu bekerja sebelum ujian selesai , mamah khawatir kamu tidak bisa membagi waktumu." Mamah memberikan atm nya .


" tidak usah mah, udah ada uang kok, megan di bayar dimuka kerjanya. Jadi uangnya simpan aja buat keperluan mamah". jawabku memberikan atmnya .


" mamah tau kok tunggakan spp dan biaya sekolahmu hampir mencapai 3 juta. Dan gajimu gakan nyampe segitu. Bawa dulu uang ini kamu bayarkan dulu ke sekolah biar kamu ujian dengan tenang, masalah kamu akan bekerja atau tidak itu terserah kamu. Selama kamu bisa membagi waktu dan menjaga kesehatanmu." Mamah memberikan atm itu ke tanganku. Akhirnya aku mengambilnya. Dan akan membayarkan uang itu untuk biaya sekolah saya.


" Ya sudah mah saya ke kakamar dulu yah siap-siap untuk berangkat sekolah" aku masuk ke kamar. Mengganti baju dan mengambil tas. Aku melihat hape ku.


28 pesan whatsapp. Sebanyak ini, aku buka pesannya.


***Fans Gila


Megan maafkan aku.


Megan aku mohon maafkan aku .


Aku khilaf dengan semua nya .


Aku tidak bermaksud mempermainkan kamu.


Apalagi menghina kamu.


megan maafkan aku.


maaf


maaf.


maaf.


maaf .


maaf.


maaf .


maaf.


maaf.


maaf.


Aku tahu kamu tidak akan memaafkan ku.


aku harap kamu bisa profesional.


melupakan masalah kita.


mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi.


Jangan lupa untuk bekerja.


aku tidak akan menampakkan batang hidungku, jika itu yang kamu mau.


Semoga kita bisa selalu berteman.


Rasya


Ada hubungan apa lu ama si brengsek Raka?


Apa kalian sudah pacaran, sampai gue melihat si brengsek itu mencium lu. Dan lu hanya diam saja.?


Jawab gue megan .


"apa ini?" aku sangat terkejut melihat pesan dari Rasya kenapa dia bisa mengetahuinya. Aku sama sekali tidak melihat Rasya semalam.Aku meracau dalam hati


" sial, semua ini gara-gara fans gila itu"


" kalau aku ketemu dia akan ku tonjok muka tampannya itu ,biar jadi jelek."


" aku benci dia, benci - sebencinya. "


" dasar raka brengsek"


Aku mengambil hapeku . aku tidak berani membalas pesan dari mereka. Biarkan saja mereka ini.


Hari ini aku berangkat lebih pagi , karena akan pergi ke atm sebentar, lalu mengurus administrasiku. Tidak ada semangat untuk hari ini. Rasanya aku ingin berhenti kerja, akan ku kembalikan semua gajinya. Aku gak ingin bertemu dia. Tapi aku butuh kerjaan ini. Untuk biaya hidup , agar mamah bisa beristirahat ,tidak seperti sekarang , bekerja di beberapa tempat hanya untuk membiayaiku. Akupun sudah tidak mau merepotkan kakakku yang lain. Bener-bener dilema.


Tapi aku membaca Wa Raka dia tidak akan menggangguku lagi. Mana mungkin cowok kayak dia bisa dipercaya. Aku semakin bingung dibuatnya.


Sesampainya di sekolah, aku mengurus administrasi . Aku memasuki ruangan kelas . Membaca beberapa kisi-kisi buat ujian nanti.


Aku memanfaatkan waktu di sekolah, karena di rumah sudah tidak ada waktu lagi buat belajar. Setelah 2 jam berkutat dengan buku-buku. Aku melihat hapeku. Aku mengetikkan pesan untuk seseorang


***To Sindi


Sin hari ini kerja gak?


aku melihat ada pesan wa msuk .


***Rasya


megan kenapa gak balas wa gue, cuma d read doang.


Sebenarnya aku males mengaktifkan hapeku, Tapi mamah selalu mengirimi aku Wa. Menanyakan aku, tidak mungkin aku menonaktifkannya.


***Sindi


kerja lah, kenapa megan? oh ya, bagaimana hari kerja pertamamu?


***To Sindi


Sin kayaknya aku mau resign deh. Ibuku menyuruhku berhenti karena ujianku sbentar lagi. Kerjaku sih oke-oke aja.


***Sindi


Kenapa megan? sayang banget orang lain mau dapat pekerjaan ini susah loh. Coba di fikirkan lagi . Jangan sampai kamu menyesal.


***To Sindi


sebenarnya aku memang membutuhkan pekerjaan ini, kasian ibuku juga harus banting tulang. Ya udah deh sin , nanti aku kesana yah sebelum jam kerja biar bisa ketemu dulu. aku pengen ngbrol.


***Sindi


oke, cerita yah megan. Biasanya juga kalau ada masalah kamu selalu cerita. Apa jangan2 pak Raka ada hubungannya.


***To Sindi


tar aku cerita aja


* akhir akhir ini author sibuk ngurus anak yang lagi lomba jadi belum sempet update* mohon bersabar yah*