RISAU

RISAU
DUKA (MENGUKIR KENANGAN TERAKHIR)


Di perjalanan dari rumah teteh menuju pantai tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut kami. Hanya terdengar suara deru motor yang Raka lajukan. Sesekali aku melihat wajah Raka dari kaca spion. Entah kenapa hari ini dia sangat tampan. Mengenakan sweater hoodie dan celana jeans jauh dari Raka yang selalu memakai pakaian formal ketika kerja. Aku tidak tahu hari ini Raka akan membawaku ke mana. Yang aku tahu pasti dia akan membawaku ke sebuah pantai yang sangat indah. Pantai yang berada di daerah Yogyakarta. Cuaca hari ini sangatlah panas walaupun waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi. Aku tak mengerti mengapa teteh bisa beradaptasi di cuaca panas seperti ini. dari kota Bandung yang sejuk berbanding terbalik dengan kota Yogyakarta yang panas. Raka menghentikan motornya di area parkir sebuah resort. resort yang sangat indah langsung menghadap ke pantai.


Entah berapa lama dari rumah teteh menuju pantai ini yang aku tahu pantatku terasa sangat panas menaiki motor tanpa berhenti. Raka menghentikan motornya di area resort.


" wah indah banget pantainya" aku takjub melihat pemandangan di dalam resort yang langsung menghadap pantai. Mulutku menganga.


" hei tutup mulutmu nanti laler masuk" Raka terkikih menertawakan ekspresi wajahku. Raka menutup mulutku yang masih menganga dengan tanganya.


" yuk kita ke pantai aja sekarang" aku menarik tangan Raka untuk keluar dari resort .


" kamu yakin mau pakaian seperti itu ke pantai" Raka menatapku, bola matanya berputar dari bawah kaki sampai atas kepalaku.


" kamu udah pesan kamar kan?" tanyaku menatap Raka.


" belumlah" polosnya.


" aku mau pesan kamar dulu, sekalian nyimpen barang kita" aku meninggalkan Raka yang masih mematung di depan lobby resort.


Aku menghampiri resepsionis . Menanyakan ketersediaan kamar. Dan untung saja masih ada yang tersisa karena ini bukan hari weekend. Aku segera memesan dan segera melakukan pembayaran dengan credit cardku. Setelah selesai , aku menghampiri Raka.


" udah dapet,sini barangmu, nanti kita gantian ganti bajunya" aku meminta tas Raka. kemudian pergi meninggalkannya menuju arah kamar. Tapi Raka mengikuti ku dari belakang.


Sampai di kamar yang di pesan . Aku menyuruh Raka untuk menunggu di depan pintu ketika aku berganti pakaian. Aku memakai sun screen dan sun block terlebih dahulu. Setelah selesai berganti, aku keluar menggunakan bikini berwarna pink bercorak bunga. Dan memperlihatkan seluruh kulit eksotisku.


Ketika aku membuka pintu . Raka memandangiku tak berkedip, dia menelan salivanya dengan kuat. Beberapa kali dia menelan saliva nya. Tanpa berkata apapun ,dia secepat kilat mendorong tubuhku masuk ke dalam kamar di ikuti olehnya.


" hei Raka kamu mau ngapain?" aku menunjuk wajahnya dengan jari telunjukku. Raka membuka jaket hoodie nya kemudian melempar ke arah badanku.


" hei apa kamu mau mempertontonkan tubuhmu kepada lelaki diluar sana " ucapnya kesal.


" maksudmu apa Raka. memangnya kenapa, ini kan pakaian yang memang untuk dipakai di pantai" aku memegang hoodie yang dilempar Raka . kemudian menutupi sebagian tubuhku dengan itu.


" hei megan. aku gak mau tubuh wanitaku dilihat orang lain sekalipun itu wanita. Cepat ganti bajumu" Mata nya menatap tajam ke arah mataku. Aku hanya mendengus kesal melihat segala yang dia katakan .


" gak mau, lagian aku gak bawa baju lain . " ucapku sambil memanyunkan bibir tipisku.


" apa kamu bilang? gak mau. Atau kamu sengaja mau menggodaku dengan bikini mu itu. Baiklah aku akan memakanmu sekarang" Raka nampak kesal dengan ucapanku. Dia berjalan ke arahku dengan wajah menyeringai. Aku dengan cepat mengambil selimut dan menutupi semua tubuhku.


" dasar mesum , stop disana" aku melempar bantal ke arahnya.


apa sih maunya dia. Emang di pantai kan ini cocok. huh kalau dia melakukan hal yang di luar batas awas aja.


(batinku)


Tok tok tok


Aku membuka pintu dengan mengenakan handuk kimono yang berada dalam kamar hotel.


"cepat ganti bajumu, pakailah ini" Raka menyerahkan paperbag berisi pakaian . Dia kembali menutup pintu kamar dan menungguku di luar. Aku mematung di depan kaca.


Baju jumpsuit dengan lengan pendek. Haruskah dipantai menggunakan baju seperti ini. Dasar tukang ngatur.


"sudah?" tanyanya ketika aku keluar dari kamar menggunakan baju yang dia bawa. Tatapannya menyeluruh menyapu semua tubuhku. Dia kemudian mengunci pintu kamar .


"Ayok jalan sekarang" Raka menarik tanganku lembut. Genggaman tangannya masih hangat. Dan hatiku masih saja berdebar kencang saat kulit kami bersentuhan seperti ini. Aku ingin menikmati kebersamaanku hari ini. Aku akan egois. Tidak akan lagi memikirkan perasaan orang lain sekalipun tante veronica. Biarlah aku egois untuh hari ini saja.


" sayang" ucapku menatapnya. Raka terlihat kaget mendengar ucapanku. Matanya berbinar bahagia. Bahkan senyumnya terkembang sempurna. Aku bergelayut manja di tangannya. Mempererat pelukanku kemudian menyenderkan kepalaku di lengannya .


" apa kamu bilang" dia kaget sepertinya dia belum sadar aku memanggilnya dengan kata sayang barusan.


"sayang, aku memanggilmu tadi" aku memanyunkan bibirku kesal karena aku harus mengulangi perkataan ku.


" ya tuhan mimpi apa aku semalam, mendapatkan kebahagiaan seperti ini" ucapnya haru, sekali lagi dia tersenyum senang. Puas mendengar apa yang aku katakan barusan . Raka mengelus puncuk rambutku kemudian mengecupnya sekilas.


"kita main disana yuk" aku menunjuk pantai dengan suasana gemuruh ombak. Aku mencium pipinya sekilas kemudian berlari tanpa melihat ekspresi wajahnya. Ku lihat sekilas Raka masih memegangi pipi yang aku cium tadi.


" hei sudah menciumku terus kamu kabur" teriaknya sambil mengejarku.


Aku mendekati deru ombak di bibir pantai. Sesekali memainkan air menyipratkannya ke wajah Raka. Raka tak hentinya membalas perlakuanku. Aku berlari menuju tengah pantai namun Raka memelukku dari belakang ,mengangkat tubuhku kemudian menghempaskannya ke pasir. Begitulah , sampai aku lelah bermain air, dan hanya berbaring di tepi pantai sambil menatap langit. Raka berada di sampingku berbaring dengan menatap langit yang sama.


" megan sayang, maukah kau menungguku" tanyanya disertai dengan suara deburan ombak. Aku tidak menjawab semua perkataanya masih sangat menikmati langit biru saat ini.


" apakah kau mencintaiku?" tanyanya lagi . Aku pun menengok melihatnya ke arah samping . Aku melihatnya masih menatap langit tak bergerak.


" aku sangat mencintaimu Raka" kata yang kali ini ku ucapkan, akan yang terakhir dia dengar. Namun Raka sama sekali tak bergerak dia masih menatap langit.


" aku akan pindah ke universitas di singapura. Dan akan stay disana sampai aku lulus . Seminggu lagi aku akan berangkat" ucapnya dengan nada getir. Aku kaget mendengar segala keputusannya yang mendadak . Hatiku terasa sakit mendengar semua yang dia katakan saat ini . Ternyata niat aku menjauhinya, dia akan benar-benar menjauh dari hadapanku