RISAU

RISAU
STIGMA (Tante Veronica Menyesal)


Hari Senin adalah hari paling sibuk bagi Raka. Raka harus di pusingkan dengan rapat internal. Kemudian beberapa dokumen yang harus dia check dan dia tanda tangani. Disela meeting internalnya. Jimmy membisikkan sesuatu di telinga Raka.


" Rapat hari ini cukup sampai disini. Saya mengadakan peninjauan pada rapat selanjutnya. Terima kasih"


Raka menutup rapatnya dengan segera. Meninggalkan ruangan meeting dan kembali ke ruangan nya. Raka mengambil remote televisi. Di dalam layar, banyak sekali foto mami Raka. Mami Raka terpergok menyuap jajaran pemerintahan. Tentang perusahaan papinya yang mengalami penurunan nilai saham. . Tidak hanya itu aliran dana yang mengalir dalam perusahaan adalah hasil korupsi. Perusahaan Prambudi telah tereksklusi. Ada marginalisasi dalam perusahaan tersebut. Berita itu menyebar dengan cepat. Para ahli memperkirakan 2 hari kedepannya perusahaan akan mengalami kebangkrutan jika tidak ada yang menyuntikan dana secara cepat.


Raka sudah mengetahui ini. Tentu saja Alex yang berkuasa membekukan perusahaan Prambudi. Kekuatan dan Kehebatan Alex mengurus bisnis keluarganya tidak bisa diragukan lagi tanpa sekolah bisnis dia sudah mewarisi bakat hebat dari sang papa. Alex mengambil jurusan kedokteran. Tapi dia berhenti karena dia lebih suka menjadi seorang penyanyi, alih alih terjun langsung meneruskan bisnis papanya. Pak Santoso adalah orang terpercaya yang sanggup mengelola bisnis Alex. Pak Santoso adalah kepercayaan tuan besar Diningrat.


" Apa bapak sudah tahu akan hal ini?" Jimmy nampak khawatir melihat keadaan orang tua Raka. Jimmy mengerutkan dahinya dia sadar bahwa Raka telah mengetahuinya sebelum berita ini muncul.


" saya sudah tahu. Panggilkan Pak Sudira segera ke ruangan saya Jim" perintah Raka.


Hape Raka bergetar. Dilayar tertulis jika mami nya memanggil. Namun beberapa kali Raka mengabaikannya.


" pak nyonya besar menghubungi saya, apa yang harus saya lakukan?" tanya Jimmy


" katakan tunggu saya. Sampaikan bahwa saya sedang di luar kota untuk pekerjaan. Panggilkan pengacara untuk membantu kasus mami" Raka ingin membiarkan mami nya merasakan kehilangan sedikit agar menyadari betapa salah selama ini kelakuannya.


" apa anda yakin ?" jimmy kembali bertanya dengan khawatir.


" lakukan saja jim" ucap Raka cepat.


" baik" jimmy mengangkat telepon dari nyonya Veronica. Mengatakan sesuai perintah Raka.


" saya permisi " jimmy keluar dari ruangan Raka setelah selesai mengurus urusan keluarga besar Prambudi.


Jimmy sibuk berkutat dengan segala urusan yang di bebankan bosnya. Sedangkan Raka terus memantau kasus orangtuanya. Raka tidak menyangka Alex bisa bertindak sekeji itu. Tapi kali ini Raka harus mendukung alex sepenuhnya tanpa berbalik lagi. Perusahaan yang Raka jalankan saat ini adalah segelintir tidak bisa menyokong perusahaan sebesar Prambudi.


Pak Sudira mengetuk pintu ruangan Raka. Kemudian dia masuk setelah Raka menginstruksikannya.


" jadi apa berpengaruh kepada investor perusahaan kita mengenai pemberitaan di media?" Raka tidak bertele-tele . Dia langsung menanyakan stabilitas perusahaannya . Betapa sulit Raka membangun ini semua dari nol.


" Para investor sudah tahu jika perusahaan ini berdiri sendiri bukan anak cabang dari Prambudi Corps. Sejauh ini mereka tidak terpengaruh. Namun" Pak Sudira menghentikan ucapannya.


" kenapa? jelaskan dengan detail aku akan mendengarnya " Raka mantap dengan segala konsekuensi yang akan dia terima.


"akan mempengaruhi pendapatan menyeluruh di foodcourt. Penghasilan akan menurun drastis ke depannya" Pak Sudira selaku manager keuangan menjelaskan dengan rinci.


" tidak masalah , aku sudah menyiapkan rencana untuk menstabilkan semuanya. Apakah hanya itu?" Raka bertanya lagi.


" iya pak" jawab pak Sudira .


"bagus lakukan komunikasi terus dengan investor. Hubungi saya jika ada masalah ke depannya. Jimmy akan membantu menangani investor-investor yang telah bekerja sama dengan kita" Dahi Raka mengkerut. Masalah hari ini membuat dia lelah . Bahkan hanya untuk bernafas saja terasa susah.


Pak Sudira meninggalkan ruangan Raka. Raka mengirimkan email kepada perusahaan yang bekerja sama dengannya. Menjelaskan semua yang terjadi tidak mempengaruhi apapun.


Raka akan segera bertemu investor dari Surabaya. Entah kenapa hari ini Raka sangat lelah . Mengurus semua hal yang menguras fikirannya.


" Jimmy apa kamu sudah menemukan orang itu?" Di tengah kebisingan lalu lintas kota Bandung Raka menatap Jimmy yang dalam kemudinya


" sudah pak. Nanti saya akan menjalankan rencana anda" Jimmy menatap wajah Raka yang sudah mengkerut. Matanya nampak lelah. Wajahnya suram .


" Apakah mami menghubungi kamu lagi?" tanya Raka lagi


" bagaimana proses hukum selanjutnya?" Raka masih belum bisa mengetahui kelanjutan proses hukum orang tuanya.


" Nyonya besar terlibat banyak masalah hukum, berbeda dengan tuan besar. Tidak ada tuduhan apapun. Tuan hanya menjadi saksi. Sedangkan nyonya mau tidak mau harus dijemput paksa malam ini" Jimmy menjelaskan dengan sangat hati-hati.


" apa tidak bisa ditangguhkan?" Raka menatap jimmy dengan mata yang terus menggelap.


" tidak bisa walaupun menggunakan jaminan" ucap Jimmy


" Tolong kamu booking foodcourt mall fx . Pada jam 6 sore segera kosongkan foodcourt. Jangan buka lagi. Siapkan makan malam untukku dan megan" Raka ingin pertemuannya kali ini private sehingga tidak ada yang mengganggu obrolan mereka


" baik pak, apa nona megan perlu saya jemput?" Jimmy mengusulkan ide nya agar megan sampai tepat waktu.


" tidak usah biarkan saja dia datang sendiri. Aku ingin tahu apa dia bisa menepati janjinya kali ini" Raka terdiam sesaat, menatap jalanan yang sudah diguyur hujan .


Di tempat kerjanya ,megan nampak gelisah . Megan berusaha meminta izin kepada Rizal. Dan megan yakin Rizal tidak akan mengizinkannya.


"hallo" terdengar suara Rizal dibalik telepon megan


"mas bolehkah aku meminta izin bertemu Raka. Ada masalah yang harus aku luruskan agar dia tidak mengganggu rumah tangga kita." megan berkata langsung. Tanpa berbelit karena itu hanya akan membuang waktunya.


" silahkan" Jawab nya ketus.


" mas yakin?" tanya megan lagi


"terserah"


bipp


suara panggilan telepon terputus. Megan menatap layar handphone nya. Ada yang aneh dengan Rizal kali ini. Berbeda dengan kemarin hari ini Rizal terlihat dingin. Seperti Rizal sebelumnya. Yang tidak pernah peduli tentang apa yang terjadi dengan megan . Megan terus melamunkan jawaban Rizal. Tiba-tiba ada pesan masuk dari Raka


***Rakus


Apa kita jadi bertemu hari ini?


Megan menatap layar handphone. Masih ragu untuk mengatakan iya pada Raka. Namun Megan tidak ingin Raka mengganggunya lagi.


Megan akan menemui Raka untuk terakhir kalinya.


***to Rakus


Jam 6 jangan telat.


Megan mengirim pesan itu dan telah dibaca oleh Raka. Megan membuka hapenya melihat headline news yang masuk notifikasi handphone nya.


apa ? mami Raka terlibat banyak kasus penyuapan dan korupsi. Apa ini tidak salah. Kenapa Raka malah mengajakku bertemu. Apakah dia tidak mengurus Maminya! Pasti Raka sangat terpukul dengan berita ini.


Megan membatin. Matanya membulat menatap berita yang ada di layar handphone nya. Megan masih shock melihat itu semua. Megan mengusap wajahnya. Menarik nafas dalam dan membuangnya.


apa Raka baik-baik saja ( batin Megan)


* Sebenarnya author sama sekali belum menulis klimaks dari novel author. Tapi pembaca author tidak meningkat sehingga dengan terpaksa author harus mengakhiri cerita fari novel ini. Mungkin 2-3 episode novel ini akan end. Terima kasih pembaca setia author jangan lupa like ,komen, dan votenya*