RISAU

RISAU
DUKA (pergi jauh)


Aku masih belum bisa mencerna segala ucapan yang diutarakan oleh Raka. Aku menarik nafasku panjang. Berusaha menenangkan hatiku saat ini. Aku mencengkram pasir degan tanganku.Menahan segala yang berkecamuk dalam hatiku saat ini. aku melihat neraka hanya diam memandangi langit biru saat ini. Ingin sekali aku menanya saat ini untuk tidak pergi meninggalkan aku dan terus berada disisiku selamanya. Namun aku tak sendiri seegois itu, aku harus melepaskan Raka untuk menggapai semua cita-citanya, untuk memberinya luang agar ia bisa membanggakan kedua orang tuanya yang sudah membesar kan dia. Aku ingin berteriak sekencang yang melarangnya untuk pergi dari kehidupanku.


(batinku)


Raka kumohon tetaplah disini, kamu jangan pernah pergi dari aku, walaupun aku pernah ingin menjauh darimu, tapi itu hanya ingin melihat orang tuamu bahagia .


"maukah kamu menungguku megan?" Raka menoleh ke arahku. Wajah kami bertatapan dengan jarak yang begitu dekat.


"maka aku tidak akan pernah berjanji untuk hal yang tidak mungkin aku bisa tepati, tapi percayalah hatiku selamanya akan tetap mencintai kamu" tak terasa air mataku menetes di pipi, hal yang aku takutkan selama ini terjadi. Kebahagiaan yang singkat membuat aku tersadar akan satu hal bahwa kenyataan dan takdir Tuhan adalah hal yang paling kuat menjadi jalan kehidupan manusia.


(mengusap air mataku)


"tunggulah aku. aku akan datang untuk meminta Restu orang tuamu agar menyerahkan kamu untukku. kamu tidak perlu berjanji apa pun. cukup selamanya mencintai aku dan hal itu cukup bagi aku untuk memperjuangkan kamu" Raka masih menatapku dengan tatapan nanarnya.


"berjanjilah untuk selalu bahagia Megan, jangan membuat khawatir ketika aku jauh dari kamu. jangan pernah sekali lagi kamu menangisiku atau aku akan menyesal selamanya" Raka duduk dengan memegang kedua kakinya. Menatap deburan ombak dihadapannya.


"apakah kamu akan benar-benar pergi Raka?" tanyaku memastikannnya lagi.


"maafkan aku Megan, tapi kali ini aku memang harus pergi untuk meyakinkan mami dan menghentikan mami supaya dia tidak berusaha menjodohkanku dengan nanda" Raka menatapku yang duduk sejajar disampingnya.


"baiklah jika memang itu keputusanmu aku akan selalu mendukungnya, kamu jangan terlalu mengkhawatirkanku. aku akan menjaga diriku dengan baik dan menggapai semua yang aku inginkan selama ini". Aku menegarkan hatiku yang sudah rapuh. Kepergian Raka kali ini adalah yang paling membuatku kacau.


Aku tahu satu hal sekarang, kita mengetahui sesuatu itu berharga setelah kita merasakan kehilangannya. bahkan di dunia ini aku tidak mempercayai dengan kisah cinta yang mulus tanpa ada masalah sedikitpun. Tentang kisah cinta seorang wanita biasa sepertiku menikah dengan seorang seperti Raka yang kaya raya. karena semua itu memang tidak mungkin. Dalam suku Sunda mengenal bibit bebet bobot itu masih berlaku untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Seperti halnya orang tua Raka yang masih menjunjung adat itu. Walaupun anaknya merasakan ketidak bahagiaan dengan keputusan mereka. Tapi ,sekali lagi takdir Tuhan jauh lebih hebat dari rencana manusia dan aku percaya itu. Dalam sujud ku hanya Raka aku sebutkan dalam doaku.


"2 tahun bukan hal yang sebentar Megan tapi aku yakin aku bisa tetap mencintaimu dan selama itu pula aku akan menjaga hatiku hanya untukmu" Raka menatapku yang masih menunduk .


"berikan aku pelukan terakhirmu" Raka membentangkan kedua tangannya. Mengisyaratkan agar aku mendekatkan tubuhku. aku pun memeluk Raka dengan erat. Membenamkan wajahku di dada bidangnya. Lama kami berpelukan.


" sayang kita ke kamar yuk, badanku udah lengket banget, matahari nya udah terik banget". Aku menarik tangan Raka. Akhirnya Raka berdiri.


Kami berjalan ke kamar resort. Walaupun hanya memesan satu kamar, tapi aku punya batasan untuk tidak melakukan hal diluar batas . Begitupun Raka , walaupun beberapa kali dia hampir tidak bisa mengendalikan diri,tapi Raka bisa mempertahankan kesucianku. Raka menungguku sambil menonton televisi, sedangkan aku membersihkan diri dan mengganti pakaianku di kamar mandi. Aku keluar kamar mandi dengan handuk yang dililit di rambutku.


" hei nanti rambutmu rusak . Keringkan dengan hair drayer" Raka menunjuk hair drayer yang berada di dekat kaca.


Giliran Raka membersihkan diri. Setelah 10 menit dia keluar dengan rambut basahnya. Dan dia bertelanjang dada memasuki kamar. Terlihat tubuh ateltisnya yang memperlihatkan abs nya yang sempurna. Raka mengambil tas dan mengeluarkan kaos kemudian mengenakannya.


(batinku)


" megan aku mau tidur sebentar yah. aku capek banget" Raka membaringkan tubuhnya di kasur. Ini sudah jam makan siang. Tapai sepertinya dia kelelahan.Dan sudah terlelap dalam tidurnya.


Perutku pun sudah meronta untuk di isi. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari restoran yang tidak jauh dari resort. Aku membungkus makanan tersebut dan membawanya ke kamar.


Raka masih terlelap dalam tidurnya . Aku tidak tega jika membangunkannya. Namun aku tau dia juga pasti lapar sepertiku.


(menusuk pipi Raka gemas dengan telunjukku)


" Raka bangun" aku membangunkannya dengan suara pelan, namun ia hanya berbicara hemm.


" hei bangun, makan siang dulu" aku menggoyangkan tubuh Raka. Dan berhasil dia sedikit matanya.


" makan dulu mumpung masih hangat" aku membuka makanan itu. Kemudian menyajikannya di meja .


Raka menuju kamar mandi dengan lunglai. Mungkin dia masih ngantuk.


" makan dulu nanti kamu sakit" ucapku yang melihat Raka berjalan ke arah sofa yang aku duduki.


" aku ngantuk banget megan" ucapnya dengan suara yang masih serak.


" aku suapin. Tapi kamu harus makan dulu oke?" pintaku sambil mendekatkan sendok ke arah mulutnya. Raka akhirnya menyerah dan membuka mulutnya. Setelah hampir habis , aku menyodorkan gelas yang sudah terisi air mineral. Raka meminumnya kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


Aku menyantap makanan ku yang hampir dingin karena harus menyuapi Raka. Setelah selesai aku merapikan mejanya .


" aku ngantuk megan" Raka membaringkan tubuhnya di sofa kemudian menjadikan pahaku sebagai bantalan kepalanya.


Tak membutuhkan waktu lama , Raka tertidur dengan lelap. Wajahnya tenang, garis muka Raka yang tegas membuat dia menjadi lebih berwibawa. Namun ketika tidur dia selucu ini.


Aku mengusap rambut yang menghalangi matanya. Mengelus wajahnya yang lelah. Dia sungguh sangat lelah, hanya untuk menemuiku ke yogya dia meninggalkan pekerjaannya. Aku tahu seberapa dalam perasaannya padaku. Dia bahkan berani menentang tante veronica. Dia terlalu bekerja keras untuk hubungan ini. Sedangkan aku tidak ada sama sekali mempertahankan aku justru membuatnya lebih susah. Haruskah aku harus merelakannya .Tapi Aku tidak rela.


*jangan lupa like nya yah, ditunghu koment dan votenya juga jangan lupa. klik profil dan vote menggunakan poin. Terima kasih*