RISAU

RISAU
DUNIA (tak seindah katamu)


#Apartement Rika#


Raka duduk di sofa ruang tamu. Di ujung bibirnya mengalir darah karena pukulan dari Rika yang begitu keras. Raka hanya tertunduk menahan sakit di bibirnya. Rika sudah bisa meredam emosinya. Dia mengambil minuman kaleng yang ada dikulkas. Kemudian memberikannya pada Raka


" Lu minum lah, dan gue ingin penjelasan sedetailnya dari mulut lu mengenai hubungan lu sama megan" Rika membuka tutup minumannya kemudian menenggaknya.


(membuka tutup kaleng-minum)


" aku sama dia pacaran sudah setahun, aku berniat ingin melamarnya bulan depan" Raka menghentikan ucapannya. Kemudian dia menatap wajah kakaknya , terlihat dia belum puas mendengar perkataannya.


" gue mau denger cerita lu dari awal ketemu dia,sedetailnya" Rika masih menatap Raka lekat


" aku ketemu dia pertama kali di festival music indie, karena perusahaan papi sponsor utamanya. Megan pemain drum dari band indie yang sedang naik daun" menyodorkan foto band nya pada Rika.


" aku sudah menyukainya saat itu, aku jatuh cinta saat melihatnya pertama kali. kau tau kak aku tidak pernah begini dengan siapapun" Raka menghentikan ucapannya dia menatap Rika yang masih menunggu cerita lanjutannya.


"dan dengan kebetulan dia melamar pekerjaan di foodcourtku, karena saudaranya sudah bekerja disana sejak lama, megan adalah gadis mandiri aku mencintainya karena dia gadis kuat, dia tidak seperti gadis lain tidak ada alasan buat aku gak jatuh cinta sama dia" Raka menarik nafas panjang.


" lu tau keadaan dia gimana kenapa lu masih pacarin dia, lu seharusnya tau dari awal hubungan lu dan dia gak akan pernah disetujuin mami papi" Rika terlihat emosi lagi.


" aku tau kak, tapi aku benar mencintainya tulus. Aku sudah memutuskan kalau aku ingin menikah dengannya" ( menenggak minuman)


" Raka lu harusnya belajar dari kejadian gue dulu, apa lu mau kehilangan megan selamanya, lu mau megan hilang dari pandangan lu seperti gue kehilangan dia" suara Rika bergetar, tak terasa air mata Rika membahasi pipinya. Raka mendekatinya kemudian memegang bahu kakaknya.


"gue gak mau liat adik gue menderita kayak gue, gue mau lu bahagia Raka, kehilangan orang yang lu sayang itu menyakitkan apalagi lu gak pernah bisa sama sekali melihatnya" Rika kembali menitikkan air matanya. Raka mengusap air mata Rika kemudian menyandarkan kepala Rika di wajahnya.


" sampai saat ini gue gak pernah nemuin dia. Sejauh apapun gue mencarinya dia tetap menghilang" tangisan Rika semakin menjadi.


" aku janji aku akan mempertemukan kakak dengannya. Kakak pulang lah ke rumah, tak tau kah mami papi begitu merindukan kakak" ucapan Raka membuat Rika terbangun.


" jangan sekali kau membujukku Raka. Aku tidak akan pernah pulang sebelum bertemu dengannya." Rika menatap Raka tajam


" ini sudah 2 tahun kak, pulanglah biar Raka yang akan mencarikannya untuk kakak. Kakak jangan menghukum orang tua kita seperti ini. itu tidak baik. Kak Bolehkah aku bertanya padamu?" Raka menatap kakaknya sendu.


"apa?" tanyanya


" dimana kotak obat? aku gak mau luka ini menjadi infeksi, nanti adikmu yang ganteng ini jadi jelek" Raka tersenyum ke arah Rika. Rika tersenyum sambil memukul tangan kakaknya . Dengan segera Rika mengambil kotak obat dan mengobati luka di wajah Raka.


" kakak apa kabarmu, selama 2 tahun ini kamu kemana,apakah kamu tidak merindukan adikmu yang ganteng ini" (tersenyum penuh cinta menatap Rika)


" gue pindah ke medan disana gue buka usaha, sebenarnya gue kangen kalian , gue sering menanyakan kabar kalian pada bi sumi" Rika menempelkan plester di wajah Raka.


" tapi gue gak pernah tau lu menemukan seseorang yang bisa buat lu berubah, Bi sumi cuma pernah bilang kalau kau membawa gadis itu dinner bersama papi mami. Gue kira gadis itu cuman mainan lu doang seperti yang lainnya." Rika masih tak percaya kalau adiknya bisa berubah setelah bertemu megan.


"oh yah aku sampai gak percaya, kenapa kakak bisa bertemu dengan megan dan mengantarnya pulang, gimana ceritanya kak" Raka antusias ingin mendengar semua kebetulan ini, namun bagi Tuhan tidak ada kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah ditakdirkan dengan jalannya .


" lu siap ngedenger semuanya?" mata Rika menatap Raka tajam. Raka mengangguk .


" benarkah kak?" Raka masih tidak percaya dengan segala yang di ucapkan Kakaknya. Di matanya megan adalah gadis kuat , dia selalu tegar menghadapi apapun ujian hidupnya.


" Ya , dia sangat rapuh , dia menangis tak henti disana tak menghiraukan keadaan siapapun. Itu semua karena lu Raka,dia begitu mencintai lu, gadis sepolos itu lu mau nyakitin dia hah?" Raka semakin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan kakaknya, Raka berusaha mencerna semua ucapan Rika. Dia menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut Rika.


" sore tadi mami meminta megan bertemu dengannya , dan dia ingin megan meninggalkan lu saat itu juga"


" apa?" Raka membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan kakaknya.


" kak asal kamu tau, mami papi sudah setuju rencanaku untuk melamarnya, bisa-bisanya mami menyakiti megan" Raka mengepalkan tangannya , wajahnya merah padam menahan marah.


" itulah mami, dia tau karakter dan sifat lu yang penentang mami menerima di depan lu karena dia gak ingin kehilangan lagi anaknya, seharusnya lu sudah tau ini akan terjadi" Rika mencoba menjelaskan semua yang megan katakan padanya.


" aku baru sadar sekarang, megan pernah bilang begini padaku, segimana aku mencintainya aku tidak boleh menyakiti hati mami papi" Raka memflash back lagi kejadian makan malam kala itu.


" apa dia sudah merasakan hal ini, setelah makan itu dia berubah seperti menakutkan sesuatu hal, kenapa aku gak menyadarinya" Raka memukuli wajahnya , dia menunduk memegang kepalanya.


" sebaiknya lu tinggalin dia Raka" Rika menekankan intonasi bicaranya


" gak kak aku gak akan pernah ninggalin dia , gue gak sanggup kehilangan dia , gue sangat menyayanginya. " Raka menatap Rika tajam .


" Raka lu tau, hubungan lu gak akan pernah berlanjut, Semakin lu berusaha mempertahankan megan akan semakin tersiksa, gue gak mau dia terluka lagi, sudah cukup malam ini gue melihat dia menderita" Rika membujuk Raka dengan segala cara.


" gue gakan pernah sekalipun ninggalin dia sekalipun gue harus menentang mami papi. Gue juga akan menderita kak kalau gue harus kehilangan dia" suara Raka bergetar menahan air matanya. Begitu rumit masalahnya saat ini, Raka tidak tau harus bagaimana.


" saran gue lu lupain dia , sebelum semuanya semakin tidak jelas, sebelum perasaan kalian berdua terlalu dalam lagi" Rika berusaha memberi tau hal yang terbaik , dia tidak ingin semua yang dialaminya ,di alami oleh adiknya.


"kakak biarlah semua berjalan sesuai takdir Tuhan , gue gak akan pernah ninggalin dia sampai kapanpun . Gue gak akan menikah selain dengan dia. Di hidup gue selain kalian dia ada lah orang paling gue jaga. Kakak pegang kata-kataku" Raka menerawang langit-langit apartement menyandarkan kepalanya di sandaran sofa


" ternyata lu berubah Raka, gue seneng lu bisa menemukan orang sebaik megan.semoga papi mami bisa berubah tidak memaksakan kehendak mereka lagi, jagalah dia Raka, dia sangat menyayangi lu. gue bisa merasakan ketulusan dan kesedihannya. " menepuk bahu Raka


"itu pasti" Raka meluruskan kakinya di sofa.


" gue mau tidur, gue capek, lu nginep disini aja. Gue ambilkan bantal dan selimut buat lu " Rika mengambil bantal dan selimut di kamarnya.


"aku tidur bareng kau saja kak" rengeknya.


" gak mau lu ngorok berisik" Rika berlalu meninggalkan Raka di ruang tamu.


Hari ini Raka belum bicara dengan megan sepatah katapun. Dia begitu merindukannya setelah sekian lama terpisah karena kesibukan megan. Dia kembali mengingat apa yang dikatakan kakaknya. Entah bagaimana sakit hatinya megan Raka tidak bisa membayangkannya. Ini semua akan berat bagi megan, begitupun untuk Raka. Raka sudah berjanji tidak akan membuat megan terluka tapi kali ini dia lah yang menggores luka dalam dihatinya.


Dunia memang tak seindah kata dalam sebuah drama. Tak seindah sekenario dalam cerita. Raka tidak pernah menyadari jurang yang berada di dalam hubungannya. Dia tidak menyadari dirinyalah yang menjadi duri untuk hubungannya.


" megan bersabarlah aku akan hapus semua kesedihanmu malam ini, selamat malam sayang" Lirihnya.