RISAU

RISAU
LUKA (Lembang)


Suara adzan subuh berkumandang dari masjid rumahku. Ketika bangun perasaan bahagia muncul, mengingat surprise ultah semalam sehingga rasa bahagia ini menular sampai pagi hari. Aku melihat Sindi yang masih terlelap dalam tidurnya. Aku membangunkannya karena tau dia harus berangkat kerja jam 8.


" Sindi bangun" aku menggoyangkan tubuhnya. Tapi tidak ada respon


"Sindi udah subuh bangun" aku menepuk pipi sindi. Tak lama sindi membuka matanya. Kemudian duduk bersandar pada kasur.


" duh enak nya jadi pacar bos , gak usah masuk kerja hari ini, uaaa" sindi menguap sambil menutup mulutnya.


" iyah sih gak enak juga,tapi aku mau resign sin, rencananya hari ini aku sekalian mau bilang sama Raka" Aku mengikat rambutku yang berantakan kemudian mencepolnya.


"kenapa? mendadak banget" sindi berkata dengan raut wajah herannya.


" aku udah fikirin sejak lama ,minggu depan jadwal manggungku padat banget, aku mana bisa bagi waktuku" aku membuka jendela kamar, kemudian menghirup udara pagi yang sejuk. Diluar langit masih gelap, masih terlihat cahaya bintang berkedip .


" iyah sih kamu bakal capek kalau harus sambil kerja. Aku mandi dulu yah " Sindi mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamar, meninggalkanku yang masih menatap ke luar jendela.


Aku meninggalkan kamar, ku lihat mamah sedang sibuk di dapur, menyiapkan sarapan. Aku membantu mamah.


"sayang ambilin gula putih" mamah sibuk mengolesi roti dengan mentega.


" mah aku mau dikukus yah rotinya" aku memberikan gula yang mamah minta.


" oh ya sayang hari ini Raka mau ngajak kamu kemana?" tanya mamah yang masih sibuk dengan rotinya.


" gak tau mah, katanya surprise gitu" aku membantu mamah mengolesi beberapa roti dengan selai.


" yah jaga diri baik-baik , harus bisa menjaga kehormatan , Tuhan tau apapun yang kamu lakukan " mamah menatapku lekat, aku hanya tersenyum. Mengingat beberapa bulan lalu Raka melakukan hal yang sudah melampaui batasan . Untung tidak sampai kebablasan.


" iyah mah aku akan pegang ucapan mamah, mamah tenang aja,aku gakan kecewain mamah dengan merusak masa depanku.


Setelah membuat roti kukus, aku menyiapkan 2 gelas susu coklat,dan menghidangkannya di meja. Aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan ku yang lengket. Kemudian kami sarapan bersama. Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, Sindi sudah siap untuk berangkat kerja.


" tante aku berangkat dulu, assalamualaikum" sindi menyalami mamah.


"waalaikumsalam.hati-hati sindi" aku melambaikan tangan ke arah sindi yang sudah memanaskan motornya. Sindi kemudian berlalu meninggalkan rumah kami.


" megan mamah mau ke rumah nenek , nenek sering sakit kasian kalau tantemu kerja dia sendirian dirumah. oh ya kalau kamu pergi jangan lupa kunci pintu" mamah sudah rapi dengan gamisnya. Kemudian pergi meninggalkan ku .


Aku bersiap untuk bertemu Raka. Hari ini aku bingung harus mengenakan pakaian seperti apa karena Raka tidak memberitahu akan mengajakku kemana. Akhirnya aku mengenakan jeans ketat, dipadukan tshirt lengan panjang dengan sneaker favoriteku.


" biarin lah kalau salah kostum habisnya gak ngasih tau mau kemana" batinku.


Setelah selesai berias ,aku menunggunya di ruang tamu. Ku lihat Raka mengirimi ku pesan.


***rakus


kamu udah siap sayang?


***to Rakus


udah. kamu udah otw?


oke sayang , aku otw sekarang.


Setelah menunggunya setengah jam lebih,Raka sudah datang . Kami bergegas pergi. Diperjalanan aku masih bingung Raka akan mengajakku kemana. Tapi melihat arah mobilnya sepertinya dia tidak mengajakku ke pusat kota.


" sayang kita mau kemana?" tanyaku masih penasaran


" kita jalan-jalan aja, menghabiskan waktu seharian, aku pengen bisa bareng terus sama kamu, aku kangen tau" Raka menarik hidung mancungku , satu tangannya di balik kemudi mobil.


" Iya jalan-jalan kemana?" tanyaku lagi.


" kita ke lembang, kita ke tempat wisata alam. Berkeliling aja seharian sampai kita puas. Kemanapun kamu mau aku antar hari ini ,Pokoknya special buat kamu" Raka tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya yang manis.


" baik banget pacar aku" aku memeluk tangan Raka yang sedang menyetir kemudian melepaskannya lagi.


" pokoknya hari ini kita seru-seruan oke" ucapnya manis.


Hampir satu jam lebih perjalanan kami ke lembang , Tempat yang pertama kami kunjungi adalah tempat outbond yaitu Bandung TREETOP Lembang. Kami ingin menjajal adrenalin di tempat ini . Berbagai kegiatan fun game outbond sangat menarik disini, mulai dari flying fox,panjat tebing dan lainnya. Datang di pagi hari membuat suasana ditempat ini begitu sejuk. Pohon pohon pinus yang menjulang dan berjejer membuat mata yang selalu dipadati bangunan seketika menjadi cerah dengan suasana hijau di tempat ini. Karena bukan weekend tempat ini tidak terlalu ramai di kunjungi.


" sayang kita coba yang itu" aku mengusulkan Raka untuk memanjat tebing. Aku fikir Raka tidak akan menyukai tempat seperti ini, mengingat dia adalah anak yang tumbuh di keluarga kaya. Namun salah, Raka have fun banget setiap aku ajak bermain dari satu wahana ke wahana lain.


"sayang berhenti dulu" Raka memberikan sebotol air mineral kepadaku. Kami pun duduk di kursi yang ada di dekat wahana panjat tebing


" kamu suka tempat kayak gini" tanyaku dengan suara pelan.


" apapun asal sama kamu aku suka sayang" Raka tersenyum manja menatapku.


" huh dasar gombal, beneran emang kamu pernah gitu ke tempat kayak gini?" tanyaku lagi.


"kenapa gitu? mentang-mentang aku pemilik foodcourt gitu jadi gak mau dateng ke tempat kayak gini?" ucapnya dengan tatapan dingin


" bukan gitu , aku takut kamu gak happy diajak kesini" ucapku kaku.


" sayang, emang aku keliatan gak happy gitu"tanya Raka heran .


"bukan , bukan gitu maksudnya" aku semakin gak mengerti bagaimana cara menjelaskannya.


" megan, aku selalu bahagia kalau deket kamu , kemanapun dan dimanapun asal ada kamu aku happy" ucapnya dengan tulus.


"mana tahan aku digombalin terus kayak gini, kamu jangan sering-sering bikin aku seneng, takutnya aku terlalu nyaman dan kita bukan jodoh ,aku akan sulit ngelepas kamu"aku tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan barusan . Namun raut muka Raka seketika berubah menjadi kesal


" kamu sepertinya tidak ingin kita berjodoh" Raka menatapku tajam, aku hanya tersenyum untuk membuatnya tidak kesal.


" bukan gitu Raka. Aku gak tau gimana kalau kita harus berpisah,itu akan sulit banget buat aku" aku melamun membayangkan jika hal itu terjadi nanti padaku. Aku bahkan terlalu nyaman sehingga tidak berani memikirkan hal buruk ke depannya nanti.


" aku akan minta pada Tuhan supaya kamu lah orang yang menemaniku sampai akhir hayat. Jika bukan kamu aku tidak akan bersanding dengan yang lain" Raka memegang tanganku,dia melamun sepertiku.


" hush jangan ngomong gitu, ucapan itu doa loh. Berdoa saja semoga kelak kita bisa bahagia sama-sama" aku membalas genggaman tangan Raka .


" amiin " katanya menjawab perkataanku