
Mobil yang dikendarai pak Tohir sudah memasuki kawasan rutan. Jimmy pun sudah sampai di rutan bersama papi dan Rika. Mereka memasuki area pendaftaran . Rika mengisi form berisi informasi pribadi. Setelah itu petugas mengecheck bawaan yang mereka bawa untuk tahanan.
Yang pertama menjenguk adalah pak Prambudi dan Rika. Karena saat ini Tante Veronica sangat membutuhkan kasih sayang dari suaminya. Mereka menunggu di ruang tunggu. Ada beberapa meja dan kursi disana. Tak lama Tante veronica datang. Wajah cantiknya tidak pudar, hanya saja kali ini wajahnya polos tanpa riasan make up. Seketika tante veronica berlari ke arah suaminya. Memeluk suaminya dengan erat.
" mami gimana kabarmu?" pak Prambudi mengusap punggung tante Veronica.
" aku sehat pih " Tante dan Pak Prambudi duduk duduk berhadapan.
Rika menghampiri mami nya, membawa makanan kesukaan mami yang sudah di masak Bi Inah.
"mami maafkan Rika" Rika menangis melihat keadaan mami nya. Rika meminta maaf karena sudah meninggalkan rumah selama ini. Nasihat neneknya tadi memukul perasaan nya.
"sudahlah , mami sudah memaafkanmu dari dulu" tante veronica mencium pipi Rika
" mami sabar ya. Kami akan berusaha mengeluarkan mami" ucap pak Prambudi berusaha menenangkan istrinya.
" Papi apa benar semua ini ulah Raka?" tante veronica tak percaya dengan kenyataan ini. Bahwa yang melawannya adalah Raka, anak kesayangan nya.
Rika dan Pak Prambudi hanya diam tak menanggapi. Dan tante veronica sudah mengetahui jawabannya.
"Raka dimana sekarang, mami sangat merindukannya" dengan wajah sendu tante veronica menatap ke arah pintu masuk ruangan
" Setelah kami , nanti Raka dan ibu yang akan menjengukmu" ucap pak Prambudi.
Mereka berbincang menanyakan bagaimana suasana di rutan. Menanyakan perasaan tante veronica yang terbiasa hidup mewah tiba-tiba harus mendekam di rutan seperti itu. Waktu 15 menit berlalu. Mereka berpelukan ketika akan meninggalkan ruangan .
Raka masuk kedalam ruang besuk. Tante veronica masih duduk di kursi. Raka menyalami kemudian memeluk tante veronica. Hati tante veronica sakit ketika melihat wajah Raka. Anak kesayangannya tega menjebloskannya ke dalam penjara. Air mata tante veronica menetes.
" maafin Raka mami" Raka mengecup punggung tangan mami nya. Raka sudah sangat salah mengambil langkah ini. Tapi hanya ini satu-satu nya cara agar maminya berhenti untuk mengusik kehidupan megan.
Hanya isak tangis terdengar dari mulut tante veronica. Raka masih menunduk menciumi tangan mami nya. Dia begitu merindukannya saat ini. Neneknya benar kali ini Raka sudah salah langkah.
" sudah lah Raka, mami memang salah dan harus dihukum. Mami sudah ikhlas" Tante veronica berusaha menenangkan dirinya. Raka kemudian menatap wajah maminya yang terlihat pucat tanpa polesan make up.
" mami tenang saja, nenek akan membantu kita" Raka masih memeluk maminya.
" maksudmu ibu?" mata tante veronica membelalak. Raka mengangguk menjawab pertanyaan mami nya
"mami sudah memaafkan Raka?" tanya Raka hati-hati.
" tentu saja , bagaimana pun ini semua kesalahan mami . Mami harus mempertanggung jawabkan nya"
Raka menghela nafas panjang . Kemudian dengan ragu dia bertanya.
" mami megan ingin bertemu, apa mami mau menemuinya?"
" cih jadi semua terjadi karena gadis itu, salah dia bukan gadis sekarang" Tante veronica mencibir kesal Raka memilih Megan dibanding ibunya sendiri.
" mami tau sampai kamu berani melawan mami" Tante Veronica masih belum bisa sepenuhnya menerima megan. Sampai kapanpun tidak akan menerimanya. Baginya, Nanda adalah kandidat terbaik untuk mendampingi Raka. Kekayaan keluarga Diningrat (kakek Nanda dan Alex) tidak akan habis di telan waktu . Bersanding dengan keluarga Diningrat adalah kehormatan untuk keluarga Prambudi. Apalagi Nanda sangat mencintai Raka. Itu hal yang tidak bisa dibantah.
" maafkan Raka sampai kapanpun Raka akan terus mencintainya" Raka melepaskan genggaman tangan maminya.
" mami jaga diri baik-baik. Jangan lupa mami jaga kesehatan" Raka meninggalkan tante Veronica yang masih duduk termenung. Raka tidak ingin menambah dosa lagi. Tidak mau berdebat dengan maminya yang sangat keras kepala.
Nenek masuk ke dalam ruang besuk untuk menemui anaknya . Setelah Raka meninggalkan ruangan itu nenek melihat cucunya dengan wajah sendu.
" kamu hanya bisa membuatku malu saja Veronica" nenek duduk di depan tante veronica.
" ibu apa kabar?" tante veronica menyalami nenek.
" lihat dirimu sungguh menyedihkan, apa sampai saat ini kamu belum menyesal?" tanya nenek sinis.
" ibu aku sangat menyesal. Aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Tante Veronica tulus.
" menyesal? kenapa cucuku begitu sedih setelah berbicara denganmu" nenek masih mempertahankan wibawanya. Sekalipun dalam hatinya nenek begitu sedih melihat anak satu-satunya menjadi seorang pesakitan.
" ibu aku melakukan ini untuk kebahagiaan mereka !" ucap Tante Veronica dengan suara keras.
" aku akan membebaskan mu secepat mungkin. Tapi ingat setelah keluar jangan mencampuri urusan pribadi kedua cucuku. Biarkan mereka memilih untuk kebahagiaan mereka. Satu hal minta maaf pada Megan dan Yadika. Kamu sudah menghancurkan masa depan anak-anak baik. Cucuku tak pernah salah memilih pasangan. hanya saja kamu terlalu dibutakan harta. " ucap nenek tegas. Dan perkataannya melukai hati Tante veronica yang masih terdiam.
" Fikirkanlah baik-baik ucapanku. Jika kamu ingin segera keluar. Bertobatlah . Minta maaf pada orang tak berdosa itu. Megan dan Yadika" Nenek meninggalkan tante Veronica.
Tante Veronica kembali pada sel tahanan setelah kunjungan keluarga selesai. Tante veronica termenung. Dia sudah sangat ingin keluar. Ibunya tentu saja bisa sedikit mengurangi hukumannya. Bahkan bisa menjamin tante Veronica keluar. Namun syarat yang diberikan menghancurkan harga dirinya. Tante veronica harus meminta maaf pada orang-orang yang hidupnya telah dihancurkannya. Semua itu jelas tidak mungkin . Tapi ini jalan satu-satunya. Tante Veronica akhirnya membuat keputusan.
Diluar kantor polisi, Raka dan yang lainnya bersiap untuk pulang.
"nenek Raka masih ada pekerjaan . Raka pulang sama Jimmy saja. " Raka menyalami nenek , kemudian papi dan Rika. Raka memeluk Rika erat. Kakaknya yang satu ini mewarisi watak neneknya yang galak dan keras. Tapi Rika akan pendiam jika berhadapan dengan nenek.
" mau bertemu wanita itu?" nenek menyindir.
Raka hanya tersenyum menanggapinya.
" nenek jaga kesehatan. Jangan terlalu banyak fikiran. " Raka memeluk nenek dengan erat.
" memangnya siapa yang membuatku harus datang kemari. Ini karena ulah cucu ku yang nakal ini" nenek memukul bahu Raka .
" nenek hati-hati dijalan. Ayah jagain Rika jangan sampai dia kabur" Raka tersenyum melihat kakaknya mengepalkan tangannya. Di depan nenek Rika tidak bisa bersikap bar-bar karena neneknya akan menceramahi sikap nya jiga begitu.
Raka menundukkan badannya pada keluarganya ketika mereka masuk ke mobil. Begitu pun Jimmy melakukan hal sama. Raka dan Jimmy meninggalkan kantor polisi setelah mobil neneknya hilang di kejauhan .
*jangan lupa like komen dan vote nya yah *