RISAU

RISAU
DUSTA (ada apa?)


Hari ini adalah hari perpisahan di sekolah SMA ku. Acara pelepasan diadakan di hotel bintang 5 di bandung. Aku sudah berdandan mengenakan kebaya pink dipadukan rok bermotif batik .Model kebaya yang simpel sangat cocok melekat di tubuhku yang tidak terlalu tinggi. Aku dibantu mama untuk merias wajahku. Hanya riasan sederhana dan natural. Dengan polesan lipstick berwarna pink senada dengan kebayaku.Rambutku tergerai dengan sedikit aksesoris jepitan yang sudah di pasangkan mamah.


Aku mematung di depan meja rias di kamar mama, aku kaget dengan perubahan pada diriku. Aku begitu cantik mengenakan kebaya ini.


" kamu sangat cantik megan, kenapa tidak tiap hari saja kamu berdandan begini" mamah memuji penampilanku.


" siapa dulu dong mamahnya,,tapi gak mungkin juga mah aku harus memakai kebaya seperti ini setiap hari" aku tersenyum manis ke arah mamah.


" yuk megan berangkat keburu siang, ayah sudah menunggumu di depan" mamah memberikan sandal wedges untuk aku pakai.


"ya udah mamah tunggu di depan, aku mau ambil tasku dulu" .


Aku mengeluarkan handphone dari sakuku, mengambil foto selfie dan full body melalui cermin rias di kamar mamah. Sangat jarang sekali aku berias seperti perempuan feminim, bahkan dapat dihitung dengan jari. Aku mengabadikan beberapa momen penting ini.


Aku bergegas keluar rumah, ayah dan mamah sudah menunggu di mobil ayah mengenakan batik senada dengan rok ku dan rok mamah. Mamah pun mengenakan kebaya senada dengan kebayaku. Aku menenteng sendal ditanganku. Dan memakainya ketika sudah berada dalam mobil.


" kalau gak bisa menggunakan sendal begitu ganti saja megan" ayah menatapku yang sedari tadi terlihat tidak nyaman.


" gak apa yah, hanya sebentar dan lagi untuk momen seperti ini aku harus memaksakan memakainya" aku tersenyum menatap ayah.


Hari ini aku bisa sedikit berdamai dengan ayah,karena ayah mau datang ke acara pelepasan di sekolah. Terlebih ayah bersedia membawa mobilnya untuk acara ini, jarang sekali ayah mau mengendarai mobil kalau datang kerumah. Ayah nampak gagah dengan batik dan celana hitamnya, dipadukan sepatu kulit yang dia kenakan.


Drrrrrt


drrrrrt


Aku mengambil hapeku dalam tas, Raka meneleponku.


" assalamualaikum" Raka mengucapkan salam


"waalaikumsalam" jawabku


"kamu sudah berangkat sayang?" tanya Raka lembut


" sudah dijalan, kamu jadi datang?" tanyaku


" ada ayahmu?" tanya Raka dengan penasaran.


"iyah , apakah kamu akan datang?" aku bertanya sekali lagi


" ya, aku akan datang , aku siap-siap dulu" Raka melihat jas yang ada di lemarinya, kebingungan dengan apa yang harus dia kenakan saat ini.


" ya udah gih mandi" aku menutup sambungan teleponnya.


Kami sudah sampai di hotel , ayah memarkirkan mobilnya. Aku keluar dari mobil di sambut uluran tangan ayah. Aku menggandeng kuat tangan ayah . Mamah yang berasa di samping ayah tersenyum melihat tingkahku.


"semoga selamanya kamu bisa seperti sehangat ini dengan ayahmu" batin mamah.


Orang yang sedang berada di kerumunan, melihatku dengan tatapan aneh. Mereka memperhatikanku dari ujung kepala sampai kakiku


" mah aku jelek yah? kenapa mereka menatapku seperti itu?"aku membenarkan rok dan kebayaku yang sudah rapi.


" itu karena kamu bikin pangling, kamu cantik" mamah menggodaku


" megaan "


Datang 2 teman sekelasku menghampiriku, mereka adalah Hanum dan Lidya. Mereka memelukku erat.


" ya ampun kamu cantik banget" hanum tak mengedipkan matanya kearahku .


" bener megan kamu cantik banget, pangling loh aku" Lidya menimpali.


" kalian juga cantik banget hari ini, mana orang tua kalian. ?" tanyaku


" mah , mamah sama ayah masuk duluan, aku mau nyapa teman-teman dulu ya mah sebelum acaranya di mulai" aku berdiri di luar ballroom bersama temanku.


" baiklah mamah sama ayah masuk dulu" mamah dan ayah masuk ke ballroom meninggalkan kami diluar.


" megan denger-denger kamu udah punya pacar, apa dia datang hari ini?" tanya hanum


(smirk)


" tau dari mana?" tanyaku ketus


" udah heboh satu sekolah, siapa dia?" Lidya mengedipkan sebelah matanya.


" kepo ah" aku tersenyum puas pada mereka


"kamu gitu ah gak asyik" hanum memanyunkan bibirnya.


Hari semakin siang, setelah menyapa teman yang lain kami memasuki ballroom . Acara pun dimulai, diawali dengan acara upacara adat, kemudian beberapa sambutan dari pihak sekolah. Tiba-tiba hapeku berbunyi.


" ya Raka" tanyaku menjawab panggilannya.


" sayang aku sudah di depan pintu ballroom hotel, bisakah kamu keluar. "Terdengar samar suara Raka di balik telepon.


" baik kamu tunggu disana" aku menutup panggilannya, menyimpan hapeku di dalam tas.


" mah aku keluar dulu, ada Raka di depan" aku meminta izin pada mamah.


" ya udah sana jangan lama-lama"


Aku berjalan ke arah pintu ballroom . Nampak ada pria mengenakan jas dan celana hitam, dia memunggungiku. Aku pun menghampiri dan menepuk bahunya. Pria itu berbalik menatapku.


" megan" Raka begitu terkejut melihatku. Matanya tak mengedip , mulutnya menganga. Raka terpesona melihat penampilanku. Akupun terpesona dengan penampilannya. Dia nampak sangat tampan berpakaian rapi seperti itu.


"awas laler masuk" aku menutup mulut Raka yang dari tadi terus menganga.


"sayang kamu cantik banget" Raka menyodorkan bucket bunga mawar putih.


" happy gradution sayang" Raka tersenyum padaku, aku meraih bucket bunga itu. Mencium wangi yang begitu harum dari bunga itu.


"makasih sayang, yuk masuk" Raka mengikutiku dari belakang, orang-orang yang melihat Raka datang tak hentinya menatap Raka. Apalagi gadis-gadis, menatapnya dengan tatapan kekaguman .


Raka menyalami orang tuaku.


" selamat siang tante om" Raka tersenyum .


"kamu pacar megan?" tanya ayah .


"iya om" jawab Raka ramah.


" duduk Raka" mamah menyuruh Raka duduk.


Raka duduk di samping kursiku.Tak hentinya dia menatapku. Pandangannya terus saja ke arahku.


"matamu nanti keluar kalau tak berkedip kayak gitu" Raka memalingkan wajahnya ke panggung ballroom aku tersenyum melihatnya .


" kamu cantik banget tau, beruntungnya aku" Raka menggenggam tanganku, tapi aku menepisnya,teringat orang tuaku masih ada di sampingku.


"makasih pujiannya, baru sadar aku cantik" aku menoleh ke arah Raka.


"kalau aku baru sadar sekarang ,mana mungkin dari awal aku jatuh cinta sama kamu"