RISAU

RISAU
ASA ( Benih Cinta)


* sedih banget author baru bisa update , susah bagi waktu nya antara menulis dan menjadi ibu rumah tangga *


Raka memandang ponselnya. Pagi ini Raka sangat bersemangat.


***To megan


sama-sama, aku seneng denger kamu gak jadi resign, kamu jangan berhenti bekerja di foodcourt yah, aku gakan ganggu kamu lagi kok. Kamu bisa kerja dengan nyaman.


Raka mengirim pesan wa nya pada megan . Dalam hatinya sulit sekali untuk menjauhi megan . Entah mengapa dia tersiksa. Memang benar Raka sudah mempunyai pacar, Nanda saudara sepupu alex, tapi entah kenapa megan begitu special di hatinya. Belum pernah Raka perhatian seperti ini terhadap perempuan. Dia selalu berhasil mendapatkan semuanya, berbeda dengan megan untuk mendekatinya saja Raka tidak bisa. Semua wanita mengejarnya , dia bisa memilih sesuka hati untuk menjadi pacarnya. Tapi megan, kenapa Raka sulit menaklukannya. Bahkan dia merasa sakit hati menjauhinya seperti sekarang. Selama beberapa hari Raka selalu menanyakan megan pada managernya melihatnya bekerja di cctv yang sudah tersambung dengan hapenya. Ada rindu yang menyiksa dirinya. Dia ingin menggapainya tapi tak bisa.


***megan


iyah pak, terima kasih untuk kesempatan kali ini. Saya tidak akan berhenti bekerja karena bapak sudah membayar gaji saya dimuka tidak etis rasanya.


Raka mengehela nafas panjang. Kenapa megan selalu seformil itu. Apakah megan belum memaafkannya.


***To megan


kenapa harus bicara seformil itu? umur kita hanya terpaut 2 tahun. Ataukah kamu belum bisa memaafkan kesalahan saya?


Ingin sekali Raka untuk menelpon megan , tapi diurungkannya karena dia tau megan takkan sudi lagi berbicara padanya.


***Megan


maaf pak saya harus sopan karena saya adalah bawahan bapak . Saya sudah memaafkan bapak. Tapi maaf saya belum bisa melupakannya.


***To megan


oke aku gakkan ganggu kamu dengan urusan pribadi. Tapi jika ada masalah dalam pekerjaan kamu jangan sungkan menghubungiku.


***Megan


baik pak.


Raka menggerutu dalam hatinya. Raka kesal baru pertama kali dia ingin mengutarakan perasaannya ,tapi tidak berhasil. Hanya sekedar menyukai megan dia tidak bisa mengungkapkannya. Setiap malam yang ada di fikirannya cuma megan. Nanda sudah berulang kali protes karena Raka menjadi sangat dingin. Tapi Raka mengacuhkannya.


Raka ingin berubah,dia ingin meninggalkan perempuan yang mengejarnya. Mengacuhkan mereka dan fokus atas apa yang dia rasakan . Raka bahkan pertama kali jatuh cinta, walaupun banyak sekali mantan pacarnya tapi dia belum pernah merasakan jatuh cinta seperti pada megan.


#Rumah megan#


Aku selalu saja berusaha menghindari Raka, menjauh sebisa mungkin agar aku tak terlalu berharap padanya. First kiss nya dengan Raka adalah hal yang paling aku benci. Aku merasa dipermainkan, tapi di sisi lain aku sangat bahagia sangat menikmati setiap kecupan lembut dari Raka. Setiap malam hanya scene itu yang selalu terlintas di fikiranku. Aku selalu berusaha menepis tapi aku tak bisa. Aku tak bisa mengelak dengan hati kecilku. Tapi aku harus sadar akan kenyataan, Raka sudah bersama Nanda, dan semua yang Raka lakukan padaku hanya bersenang-senang.


"raka sepertinya aku jatuh cinta sama kamu" batinku


Tak terasa air mataku menetes, untuk kedua kalinya perasaanku bertepuk sebelah tangan. Dan itu sangat menyakitkan . Aku selalu saja seperti ini. Dalam hati kecilku aku ingin seperti orang lain merasakan apa itu cinta monyet dan cinta pertama. Aku sadar wajahku tidak lah cantik. Mana ada laki-laki menyukaiku yang dekil dan polos, sementara di luar sana banyak gadis dengan paras cantik, ditambah mereka melakukan perawatan tubuh sehingga kulit mereka glowing. Sementara aku? aku mengaca diri, mungkin Tuhan belum bisa memberikan apa yang aku harapkan saat ini. Tapi aku selalu bersyukur pada Tuhan selalu dikelilingi orang yang tulus.


Hari minggu ini aku fokus belajar, seharian di kamar. Mengulas beberapa pelajaran yang akan di ujiankan besok.


"megan" mamah mengetuk pintu kamarku. Aku membukanya .


" nak, ini ada kiriman " mamah menyodorkan sebuah kado kecil dengan bungkus berwarma biru bergambar bunga . Dibalut pita . Aku membukanya.


*megan maafkan aku, selamat belajar semoga dengan hadiah kecil ini kamu bisa memaafkanku,kita bisa berteman kembali.


from Raka*


Sebuah coklat.


"cie yang dapat kiriman coklat" mamah menyenggol tanganku.


"apaan sih mah, biasa aja kali" aku memanyunkan bibir tipisku. Aku duduk d ruang tv, sambil menikmati coklat itu. Rezeki gak boleh ditolak kan.


" dari Raka yah" mamah menggodaku dengan pernyataan nya.


" mamah sok tau deh , mamah mau ni" aku memotongkan coklat itu dan memberikannya pada mamah tapi mamah menolak dengan alasan giginya yang akan sakit lagi.


"megan, kayaknya raka beneran naksir kamu tuh, mamah gini-gini juga udah pengalaman jadi bisa tau" lagi-lagi mamah menggodaku.


" mah raka itu udah punya pacar, Nanda sepupunya alex. Lagian mana ada laki-laki yang suka sama gadis dekil kayak megan mah" elakku.


" yah semoga feeling mamah salah deh" mamah pergi meninggalkanku di ruang tv.


***To Fans Gila


Terima kasih coklatnya aku sudah menghabiskannya . kurang banyak tau !!


Sent***


Sebuah ucapan terim kasih setidaknya harus kuucapkan. Terlalu naif jika aku harus terus berusaha menjauhinya. Raka tidak kah dengan caramu seperti ini malah semakin membuatku tersiksa. batinku


***Fans Gila


Lain kali aku kirimin yang banyak sampai gigimu habis gara-gara coklatku. kita berteman


To Fans Gila


oke teman***.


Aku tersenyum , dengan cara seperti ini aku bisa mengubur perasaanku. Berdamai dengan hati dan keadaan. Seperti dulu dengan Rasya, mengapa aku tidak bisa berteman dengan Raka .


coretan risauku


*Hujan tidak bisa menyampaikan hasratku.


Angin tidak bisa mengutarakan perasaanku.


Aku hanya bisa meraba hatiku,


dengan cara menguburnya dibumi aku bisa berdamai dengan sakitku


Menelan rasa cinta.


Memendam nya, aku sudah lihai.


Aku sudah terbiasa berteman sepi dengan malam.


Sudah terbiasa terbangun sepi ketika pagi.


aku tidak bisa egois.aku hanya bisa menangis.


Semoga Tuhan menempatkan hatiku dengan seseorang yang dihatinya terukir namaku*.


Raka terima kasih untuk semua perhatiannya.