
" kamu tak pernah ada salah, dimataku kamu adalah wanita yang sempurna, bahkan terlalu sempurna, semua ini adalah salahku , bukan salahmu" Rasya masih menggenggam tangan Desti.
" lantas kenapa kita harus mengakhiri semuanya" Desti semakin terisak. Desti sungguh tak mengerti kenapa Rasya bisa berbuat seperti ini. Rasya tak menjawabnya hanya diam melihat Desti semakin terisak. Rasya merasa bersalah dengan semua yang dia katakan.
" apakah ada wanita lain" Desti menatap Rasya dengan matanya yang memerah dipenuhi air matanya. Rasya berusaha menenangkan Desti dengan memeluknya, namun desti menolak dengan mendorongnya.
" des tenangkan dirimu dulu" Rasya memaksa memeluk desti akhirnya desti jatuh ke pelukannya. Rasya terus memeluk desti membiarkannya menangis dalam pelukannya.Isakan desti akhirnya mulai samar terdengar ,desti sudah mulai bisa menenangkan dirinya. Rasya mengusap air mata yang mengalir di pipi desti.
" aku akan jujur padamu, bisakah kamu tenang dan mendengarkannya?" Rasya menatap Desti, tangisan desti mulai berhenti. Matanya sembap.
"baik, bicaralah" Desti menatap Rasya, desti menguatkan hatinya untuk mendengar semua yang akan dikatakan Rasya.
"jauh sebelum aku mengenalmu,aku sudah menyukai seorang wanita, aku bahkan selalu ingin menjaganya" Rasya menghentikan omongannya, menatap desti yang masih menatapnya nanar.
"aku tidak mengerti dengan perasaanku terhadapnya,namun sampai suatu hari aku melihatnya berciuman dengan pria lain dihadapanku, hatiku begitu hancur, aku terluka melihat itu semua tepat di depan mataku" Rasya menerawang, lamunannya kembali pada saat itu, desti masih menahan rasa sakitnya dia ingin mendengar semuanya dari Rasya.
"saat itulah, aku baru menyadarinya kalau selama ini perasaanku terhadapnya adalah rasa sayang yang teramat dalam , aku...."
" siapa wanita itu?" desti memotong pembicaraan Rasya. Desti menahan amarahnya, matanya merah akibat tangisannya, mukanya yang putih seketika memerah karena rasa marahnya.
" megan " rasya berkata lirih, di dadanya sesak penuh dengan rasa sesal, menyesal karena tidak pernah mengerti megan bahkan sangat mencintainya dulu, menyesal karena harus menyakiti desti. Desti hanya diam tak berkata apapun .
"Aku tidak ingin membohongimu , menyakitimu lebih dalam lagi. Aku ingin mengakhiri semuanya desti agar kamu bisa menemukan pria yang lebih baik dariku" Rasya memegang tangan desti, desti masih mencerna semua yang dikatakan Rasya.
"apakah megan tau dengan perasaanmu, apakah cintamu bertepuk sebelah tangan?" desti meninggikan suaranya yang sudah berat karena tangisnya.
" ya,dia mengetahuinya, dan lagi kamu benar dia sudah bersama pria lain sekarang" suara Rasya terbata menahan rasa sakit hatinya.
" kalau begitu kenapa kita harus mengakhirinya,toh kamu pun tidak bisa bersamanya sekarang" desti tidak ingin menyudahinya, dia hanya ingin bersama Rasya, Desti bahkan sangat mencintai Rasya, semuanya sudah terlanjur tertanam di hati desti
" aku masih bisa nerima kamu, walaupun berat, aku ingin memperbaiki semuanya, merebut hatimu kembali seperti saat kamu menyatakan perasaanmu dulu padaku" dalam hatinya terselip kekecewaan , namun desti enggan mengiyakan keputusan sepihak Rasya.
" des, kamu adalah wanita yang baik, banyak lelaki yang mengejarmu, egois jika aku menahanmu sedangkan hatiku sepenuhnya hanya untuk megan, maaf kalau aku menyakitimu ,tapi aku gak bisa harus terus denganmu itu hanya semakin menyiksaku" Rasya melihat ke arah panggung, dulu disana Rasya menyatakan perasaan nya dengan keyakinan, tapi justru sekarang menjadi boomerang untuknya.
"baiklah rasya aku tidak memaksamu, jika itu keputusan yang akan kamu buat sekarang, asal kamu tau, aku akan selalu nunggu kamu, kembalilah padaku jika kamu sudah lelah mengejarnya. " Ada rasa lega di hati desti, dia sadar jika terus memaksa rasya yang ada rasya akan mengacuhkannya ,dan akan semakin membuatnya menderita. Desti akan menerima semuanya, walaupun itu sangat berat untuknya.
" terima kasih desti" Rasya menatap desti dengan pilu.
"ayok kita pulang ini sudah terlalu larut malam, aku tidak ingin mamah khawatir" desti melihat jam yang sudah menunjukan jam 9 malam. Hari ini matanya sangat sembap, semoga ibunya sudah tidur , desti tidak ingin ibunya melihat keadaannya saat ini.
Setelah close bill di kasir, Rasya dan Desti meninggalkan cafe. Rasya memakaikan jaketnya pada Desti. Desti mengenakan helmnya. Rasya melajukan motornya. Desti memeluk erat Rasya, dia ingin merasakan moment ini untuk terakhir kalinya setelah semuanya berakhir. Desti hanya bisa mendoakan Rasya semoga dia selalu bahagia.
Sesampainya di rumah Desti keadaan rumah sudah sangat sepi, orang tua desti sudah beristirahat. Desti memasuki rumahnya dengan perasaan yang kacau. Membaringkan tubuhnya dikasur. Desti lelah hari ini, sudah menangis di siang hari di tambah dengan sekarang . Matanya benar-benar membengkak.
Dia membuka hapenya, melihat foto-fotonya bersama Rasya. Momen dimana mereka mengawali semuanya, saat di cafe, saat di acara ulang tahun ,dinner, jalan-jalan. Begitu banyak kenangan bersama Rasya, dia hanya bisa menyimpan nya sekarang menjadi sebuah kenangan manis.
Desti membuka aplikasi instag**m miliknya. Mencari nama meganallaizkya. Meng klik nama tersebut.
Di feed terakhirnya, ada foto megan di sebuah restoran jepang, fotonya candid, megan tersenyum bahagia menatap arah bunga yang berada di ruangan itu. Megan memanglah tidak secantik dirinya, tapi senyuman yang disimpulkan di bibirnya bisa membuat siapa saja merasa nyaman. Dalam setiap foto feednya megan selalu nampak ceria. Tak pernah ada raut kesedihan terlihat disana. Di caption foto terkahirnya nya tertulis
jika bahagiaku adalah kamu , maka tetaplah menjadi sumber bahagiaku
" pantas saja kamu menyukainya rasya, dia adalah gadis luar biasa" batinnya melihat foto megan yang tersenyum
Desti menyimpan hapenya,menatap langit kamarnya. Sudah sejak lama Rasya menyukai megan, kenapa disaat sudah bersama desti, rasya baru menyadarinya.
Jika saja Rasya menyadari perasaannya dari awal, mungkin desti tidak akan merasa kecewa. Tapi Desti mensyukuri ini semuanya, walaupun hanya setahun dia bisa mengenal Rasya, setidaknya desti pernah bersama dengan orang yang sangat dia cintai. Dia selalu yakin suatu saat Rasya akan kembali padanya. Mengingat megan sudah bersama pria lain. Desti akan menunggu rasya kembali padanya. Akan menunggunya meskipun itu sangat lama ,sampai hatinya akan menyerah sendiri.