
" lu gak usah sok tau deh" alex menyangkal omongan Rasya.
" lex gue bener-bener gak rela megan sama cowok brengsek itu" tatapan Rasya menerawang melihat langit Bandung yang gelap.
"biarin megan yang nentuin , gue gak mau ikut campur" alex mendengus ,menarik nafas panjang.
" lu bener lex ,gue bodoh gue kekanakan, gue harap dia bahagia " Rasya merasakan sakit yang teramat sangat . Dia ingin sekali rasanya menghampiri megan sekarang. Tapi megan sudah mengusirnya
" gue gak mau persahabatan kita hancur cuma gara-gara kesalahan pahaman ini, gue gak mau dia sakit hati lagi, jadi lu gak usah ngutik dia lagi" Alex mengancam Rasya
"oke gue gakan ngutik dia, tapi gue juga gakan berhenti ngejar dia , gue udah yakin sama hati gue, gue mau ninggalin Desti" Rasya berbicara penuh kepastian.
" terserah lu sya, gue gakan biarin lu nyakitin megan ke dua kalinya" alex terus mengancam Rasya.
"lex lu jujur sama gue, lu suka sama megan?" Rasya menatap alex sinis.
" gak, gue peduli karena dia sahabat gue" alex berusaha menutupi perasaannya.
" oke lu gak usah lagi ikut campur urusan gue sama megan ,ok?" Rasya menatap alex penuh kepuasan
" sekali lagi lu bikin dia nangis, gue gakan tinggal diam" ancam alex.
Tak lama berselang , sebuah mobil sport menghampiri mereka. Supir yang menjemput alex datang. Hampir setengah jam mereka menunggu.
"tuan , anda tidak apa-apa? tadi jalanan sangat macet." supir membukakan pintu mobil untuk alex. Alex memasuki mobilnya.
" sya masuk gue antar lu pulang" alex menawarkan rasya untuk pulang bersama. Tanpa berkata Rasya mengikuti alex memasuki mobil. Pak supir pun melajukan mobilnya.
" tuan, mengapa anda bisa berada di jalanan seperti ini?" bapak setengah tua yang menjadi supir alex bernama santoso.
" iko pak, dia nurunin kami di jalan sepi begini," jawab alex
" kenapa wajah anda memar tuan , apa anda berkelahi?, apa perlu kita ke rumah sakit?" pak santoso terlihat khawatir.
" gak perlu pak , ini hanya luka ringan" Alex melihat luka wajahnya melalui handphone.
" sepertinya tuan berkelahi dengan tuan Rasya" pak santoso menatap wajah Rasya melalui kaca di depannya.
" hehehe" Rasya tertawa mendengar ucapan pak santoso
" anak muda seperti anda bertengkar pasti karena seorang gadis" pak santoso tersenyum melihat mereka
" bapak sok tau" jawab alex ketus.
" pasti karenya nona megan" pak santoso menebak
" sssst, sudah pak diam , fokus nyetir saja" alex mulai meninggikan nada suaranya.
" apa benar alex menyukai megan pak?" Rasya bertanya penasaran, karena dia tau pak santoso adalah kaki tangan alex.
" anu,,,anu" pak santoso tidak menjawab karena melihat tuan mudanya sudah menampakkan ekspresi marah
" diam lu , daritadi hanya itu yang lu pertanyakan!" alex terlihat mulai kesal.
Pak santoso mengantar Rasya sampai di depan rumah nya, terlihat bangunan yang sangat klasik. Rumahnya tidak terlalu besar ,namun sangatlah asri. Rasya adalah anak dari keluarga sederhana namun berkecukupan, Ibunya seorang kepala sekolah di sebuah SMA negeri di bandung dan ayahnya adalah manager di sebuah hotel bintang 5.
" thanks lex " Rasya membuka pintu mobil, memasuki rumahnya yang asri.
" tuan, saya sudah menyelidiki nona nanda" pak santoso mengawali pembicaraan.
" bagaimana hasilnya pak?" tanya alex penasaran.
" nona nanda sudah mengakhiri hubungan nya dengan tuan Raka, tadi mereka terlihat adu mulut , dan nona nanda menampar tuan Raka, tapi tuan " pak santoso menghentikan pembicaraannya
"lanjutkan pak gak usah dipotong potong" perintah alex
" sebelum bertemu nona nanda, tuan Raka makan bersama nona megan dan sepupu nona megan bernama sindi" pak santoso menghentikan lagi ucapannya.
"teruskan" timpal alex
" sepertinya nona nanda bertengkar karena tau tuan Raka menemui nona megan, saya khawatir nona nanda berbuat kurang menyenangkan terhadap nona megan nanti" pak santoso menatap alex dengan serius.
" terima kasih pak untuk infonya,aku yakin nanda akan bisa menjaga emosinya. Aku akan berbicara dengannya nanti" Alex menghela nafas panjang.
" tuan apa nona megan belum mengetahui perasaan tuan pada nona megan?" pak santoso memberanikan diri bertanya pada tuannya
" belum pak, sepertinya aku hanya bisa menjaga nya sebagai sahabat. Sepertinya megan memang menyukai Raka" ada rasa sakit dalam hati alex. Apalagi saat dia mengetahui Raka sudah berani mencium megan. Ingin sekali dia marah, tapi alex menutupinya. Dia tahu perasaan megan . Dia tidak ingin menyakiti hati megan dengan perasaannya. Itu semua hanya akan membuat megan kebingungan . Biarlah alex menyimpan semuanya, dari awal mereka bertemu alex sudah menyukainya, namun dia tidak berani menunjukannya. Karena dia tau , dia adalah laki-laki yang tidak bisa mengutarakan perasaannya pada seorang gadis
Dua tahun sudah, alex menyimpan perasaannya. Megan tak pernah menyadari itu. Alex bukanlah Rasya yang bisa bersikap hangat kepada megan ,Alex juga bukan Raka yang terang-terangan menunjukan perasaannya. alex adalah alex, yang hanya bisa tersenyum melihat keceriaan pada diri megan .
" tuan apa anda baik-baik saja" pak santoso khawatir melihat alex melamun
"saya baik pak, luka ini bisa saya obatin nanti" alex melamun, yah luka di wajahnya memang bisa di obati tapi luka pada hatinya entah sampai kapan membekas
" mengapa anda berkelahi dengan tuan Rasya?" pak santoso memecah lamunan alex
" megan , Rasya menyatakan perasaan nya pada megan pak!" alex kembali pada lamunannya.
"tuan jika anda bisa saja menunjukan perasaan pada nona megan mungkin tuan Raka tidak akan pernah ada di hati nona megan, seharusnya anda mencoba nya dari dulu" ucap pak santoso dengan lembut
" saya gak sanggup jika jauh darinya pak, dia sudah sangat dekat dengan saya, jika saya mengutarakannya saya takut dia membenci saya dan saya tidak ingin merusak persahabatan kami " jawab alex tenang
" tuan, apa anda ingin saya kenalkan dengan seorang gadis?" pak santoso mulai mengejek alex
" sudahlah pak, bapak tau berapa puluh gadis di kampus yang mengejar saya secara terang-terangan, tetap saja saya begini" alex mendengus kesal, kenapa dia tidak pernah bisa membuka hatinya untuk gadis lain
"tiru lah tuan muda Raka" pak santoso tersenyum tipis
" dia itu brengsek pak, dia mengencani setiap gadis yang mengejarnya" alex membayangkan dirinya seperti Raka. tapi itu bukan karakternya. Mana bisa dia dekat dengan gadis manja seperti itu, baginya megan adalah gadis yang mandiri. Dia bahkan tidak pernah menemukan gadis setangguh megan
Mobil sport itu berhenti di sebuah kawasan real estate di kota Bandung. Alex adalah anak tunggal dari Surya Diningrat. Pengusaha di bidang properti yang terbilang sukses. Sedangkan ibunya seorang dokter specialist kandungan.
Alex memasuki rumahnya yang megah. Membaringkan tubuhnya. Dia melamunkan kejadian malam ini, mendengar kejujuran megan dia sangat marah. Sakit hati. Persahabatan mereka tidaklah semulus yang terlihat. Namun alex tidak pernah se egois Rasya. Dia lebih dewasa dalam hal perasaan , atau mungkin alex hanyalah seorang pengecut
* *untuk readers, author mau ngucapin terima kasih. tolong vote dan like untuk setiap episode nya yah*
* author tunggu kritik dan sarannya*
*menurut kalian megan akan menikah dengan siapa nantinya? hayoh tebak*
* yang mau masuk grup chat dengan novel risau klik tombol kiri ya*.