RISAU

RISAU
CINTA (MENGAPA?)


Fans Gila


Megan, lagi apa?


To Fans Gila


Lagi di sekolah, kenapa?


Fans Gila


*K*erja nanti aku jemput yah, kita bareng?


To Fans Gila


Gue bisa naik angkot. Tidak usah repot. Btw bagaimana lu bisa tau nomer hape gue, gue ingin menanyakan ini dari kemarin.


Fans Gila


Mudah saja, kamu drummer dengan follower ig terbanyak diantara selebragm hits di bandung ini. Dan acara festival kemarin salah satu sponsornya adalah perusahaan orang tuaku. Tidak sulit bukan bagiku untuk mengetahui semuanya? banyak cara Megan , bahkan untuk mendapatkan hatimu mudah saja bagiku❤️❤️❤️


To Fans Gila


mimpi saja.


Ku tutup aplikasi whatsapp ku. Tapi handphoneku bergetar lagi. Grup PATRIOT IDIOT. Rasanya aku kangen sahabat-sahabatku ini.


@alexdn : rasya gue mau pinjam gitar lu.


@rasya : ambil aja alex dirumah gue, entar sore gue ada d rumah


@alexdn : ok


@meganAA : gue miss banget sama kalian


@ikorahmasnyah : gue gak kangen sama lu


@ikorahmansyah : huh awas aja pas ketemu jailin gue


@rasya : kumpul aja yuk dirumah megan sore ini


@meganAA : sorry ,gue gak bisa, mulai hari ni gue udah kerja parttime di foodcourt mall xx


@alexdn : foudcourt apa?


@meganAA : Prambudi foodcourt


Setelah percakapan itu gak ada sama sekali yang merespon chatku. Hanya saja .


Alexdn memanggil


Apaan Alex ini, langsung saja mewawancaraiku. Aku mengangkatnya.


"Sejauh mana lu berhubungan sama si Raka?." Tanpa basa-basi itu lah alex. yah seharusnya aku sudah terbiasa dengan sifat alex seperti ini.


"Kami cuman teman." Jawabku


"Sejak kapan kalian menjadi teman?." Alex bertanya seperti polisi yang mengintrogasi penjahat yang baru ditangkap.


"Kemarin pas interview kerja dia nganterin gue pulang, kenapa sih Alex?." Aku semakin tidak mengerti dengan sikap Alex seperti ini.


"Jangan jatuh cinta sama dia." To the point, dengan nada lugas Alex menjawabnya


"Kami cuman temen, lu sebenernya kenapa? jawab jujur." Aku semakin dibuat penasaran oleh sifat Alex.


"Megan apa lu gak liat dia sedang ngejar-ngejar lu, lu jangan terlalu polos Megan." Nada suara Alex meninggi.


"Gak mungkin lex, gue tau dia siapa. Tidak mungkin seorang Raka jatuh cinta sama gue . Gue cukup sadar diri siapa gue. Dia hanya ingin berteman, apakah itu keterlaluan?." Jawabku.


"Mungkin lu gak pernah sadar Megan, tapi lu harus tau ini dia itu playboy , saat ini dia pacaran dengan sepupu gue Nanda. Gue gak mau lu berdua kecewa sama cowok brengsek itu." Nada bicara Alex semakin meninggi.


"Gue gakkan menjadi penghancur hubungan orang lain, lu terlalu khawatir untuk sesuatu hal yang mustahil terjadi. Udah dulu lex gue lagi di sekolah, chat aja oke?." Aku mematikan panggilan itu tanpa persetujuan Alex.


Dan terjadi lagi . Untuk kedua kalinya aku kecewa. Mungkin benar aku jatuh cinta sama Raka ,tapi aku tidak percaya Alex memandang diriku akan menghancurkan sebuah hubungan demi egoku.


Mengapa Tuhan selalu mengujiku ?


Mengapa kejadian lalu harus terjadi lagi?


Mengapa aku harus sakit hati terus?


Untuk cinta saat ini mungkin tidak terlalu sedalam dulu. Tapi Tuhan tidak pernah memberikanku satu kesempatan.Tak terasa air mataku terjatuh. Dada ini rasanya sesak. Aku berusaha menenangkan hatiku. Tuhan akan memberikan hal indah didepan, aku hanya perlu menerima semuanya dengan ikhlas.


(Batin Alex)


Megan lu salah paham sama gue, gue cuman gak mau lu kecewa seperti saat lu jatuh cinta sama Rasya, gue tau hal itu berat banget sampai lu nyembuhin semua luka lu. Gue gak mau lu kecewa untuk kedua kalinya karena gue gak mau lu menangis lagi. Gue sayang sama lu, walaupun lu tak pernah menyadarinya.


*Flashback on*


Dulu ketika mereka memulai persahabatan Rasya sangat dekat dengan Megan, sampai Megan salah mengartikan kebaikan dan kehangatan Rasya, hanya Iko dan Alex yang menyadarinya. Rasya sama sekali tak pernah mengetahui perasaan Megan. Tidak menyadari Megan sudah jatuh cinta padanya.


Saat dimana hari itu Rasya mengajak semua sahabatnya ke cafe. Disana ada Desti pacarnya sekarang. Disana Rasya mengatakan cinta dengan bernyanyi romantis pada Desti, memberikan setangkai bunga mawar. Seketika Megan langsung pergi dari cafe. Menangis tanpa henti. Alex yang mengetahui kejadian itu langsung berlari untuk menenangkan Megan .


Setelah kejadian itu Megan menjaga jarak dengan Rasya. Rasya tidak menyadari perubahan Megan adalah karena perasaan nya. Hingga Alex dan Iko berhasil membujuk dan mengubur semua perasaanya kepada Rasya. Dan Alex gak mau kejadian itu terulang lagi. Melihat Megan yang rapuh, keceriaannya hilang seketika. Bahkan mamah Megan sempat khawatir dengan kejadian itu.


*flashback end*


Sepulang sekolah aku langsung mencari angkot menuju mall xx, karena aku sudah membawa baju ganti sehingga tidak usah repot pulang kerumah.


"Megan naik sini, kita berangkat bareng." Raka memanggilku di balik kemudi mobilnya di sebrang sekolahku. Aku menghampirinya.


"Maaf pak silahkan duluan, saya masih ada keperluan. Jam kerja saya masih satu jam lagi." Aku berusaha menghindarinya


"Kenapa begitu formal. Biasanya kamu memanggil ku elu-gue." Raka mengernyitkan dahinya.


"Sangat tidak sopan kepada direktur memanggil bahasa informal seperti itu." Jawabku sambil menduduk . Aku tidak bisa mengadahkan wajahku. Dan aku akan semakin tersiksa melihat wajahnya.


Raka keluar dari mobilnya, setengah berlari mengejarku. Lagi dia menarik tanganku.


"Megan kita berteman kenapa kamu bersikap seperti ini. Aku hanya ingin mengajak temanku berangkat kerja, apakah itu salah?." Raka menatapku tajam genggaman tangannya membuatku meringis kesakitan.


"Tidak bisakah anda melepas tangan saya, semua orang menatap kesini. Tolong anda jangan memaksa saya."


Dia melepaskan genggaman tangannya, bergegas pergi meninggalkanku. Kku melihatnya membanting pintu mobil dengan keras. Kenapa dia sangat marah aku hanya tidak ingin terluka lagi . Berusaha menjauh darinya. Sebisa dan sekuat harus menjauh darinya..


#Mall xx#


Hari ini adalah pertama aku bekerja . Rasanya tidak bersemangat sekali setelah kejadian tadi. Aku memakai seragam kerjaku. Karena waktu menunjukan jam 3 sore hari ini tidak begitu ramai pengunjung. Aku membersihkan meja-meja, mengelapnya. Setelah aku merapikan meja aku mengelap kaca-kaca yang ada d foodcourt. Sesekali aku menengok ke ruang manager apakah ada Raka disana. Aku merasa bersalah padanya hari ini. Sikapku hari ini memang sangat keterlaluan, dia hanya ingin menjadi temanku.


krekkkk


Terdengar suara pintu dibuka. Ruangan itu terbuka. Apakah Raka? Aku tidak berani lagi melihat ke arah pintu itu. Ada pengunjung datang, Karena Sindi sedang bersiap pulang aku mengahampiri pengunjung.


"Selamat sore , bapak ibu silahkan ini menu nya." Aku menyodorkan buku menu .


"Ada menu special apa hari ini?." Tanya bapak yang sedang duduk melihat menu.


"Hari ini ada menu special bebek goreng geprek , dan sambal oncom hot jeletot. Silahkan jika bapak tidak berminat bisa melihat daftar menu yang lain." Aku tersenyum ramah.


"Mbak aku mau nasi plus 2 bebek goreng geprek jangan terlalu pedas sambalnya yah mbak, minumnya jus mangga." Ibu paruh yang duduk menunjuk menunya.


"Saya sama dengan ibu." Jawab bapaknya


"Baik pak, apakah cukup? atau ada tambahan lainnya?."Tanyaku memastikan.


"Cukup mbak." Jawab bapak itu.


"Silahkan tunggu pak kami akan segera menghidangkan pesanan bapak." Jawabku ramah.


Sudah jam setengah 7 malam, karyawan foodcourt istirahat bergiliran. Jadwal sholat dan istirahatku di satukan, sedangkan karyawan lain sudah makan tadi sore. Saat pelanggan sepi. Hanya aku sendiri .


Selesai sholat aku duduk di kantin karyawan untuk menyantap makan malamku. Tiba-tiba ada seseorang duduk disampingku. Aku melihat ke arahnya, ternyata Raka. Aku hanya melihatnya sekilas kemudian melahap makan malamku.


"Apa kamu sedang menghindariku." Tanyanya.


Aku sampai tersedak mendengarnya, kenapa dia bisa tau. Sial gerutuku.


" Pelan - pelan makannya ,kamu sampai tersesak begitu." Raka menyodorkan air putih, aku mengambilnya.