RISAU

RISAU
DRAMA ( BENCI AYAH)


Di dalam rumah terdengar ada keramaian orang, aku membuka mataku yang terpejam. Aku beranjak dari kasurku. Aku memasuki ruang tamu, benar saja disana sudah ada keluarga abangku. Disampingnya ada ayah. Aku menghampiri mereka, kemudian menyalami ayah,abang dan kakak iparku. Abang sampai lebih awal karena navisa tidak sabar ingin segera ke bandung , jadi abang berangkat dari pagi sekali.


"ateu aku kangen" navisa anak abangku tiba-tiba memelukku, dia berumur 9 tahun . Ateu adalah panggilan sayang navisa untukku. dari kata tante. di ubah jadi ateu.


" ateu juga kangen kamu sayang" aku memeluk navisa erat.


"megan coba ambilkan minum dan cemilan di dapur" perintah mamah.


" navisa ayuk bantuin ateu sebentar" navisa mengekori ku ke dapur. Kami membawa minuman dan beberapa cemilan yang dibuat mamah. Sudah lama kami tidak berkumpul seperti ini.


"Yusuf bagaimana usahamu?" ayah memulai percakapan .


"lancar yah, kebetulan yusuf kesini ingin membeli beberapa mesin jahit lagi. " abang mengambil cemilan yang dibawa oleh ku.


" baguslah, semoga usaha konveksimu semakin laris , semakin lancar" ayah meneguk segelas kopi yang kubuatkan.


"megan mamah bilang kamu sudah bekerja?" abang menatapku dengan senyuman hangatnya.


" iyah bang, aku bekerja sepulang sekolah" jawabku


" bagaimana ujianmu?" tanya abang.


"lancar bang, mudah-mudahan hasilnya memuaskan" jawabku


" apa kamu tidak ingin melanjutkan study mu megan?" abang menatapku lekat-lekat.


" kalau ada tawaran beasiswa aku mau, kalau tidak ada aku mau bekerja saja bantu mamah" aku mengambil beberapa cemilan di meja dan melahapnya . Abang hanya tersenyum mendengar perkataanku. Sedangkan ayah hanya diam tak berkata apapun.


Waktu menunjukan pukul 12 siang. Mamah menyiapkan makan siang untuk kami, dibantu oleh istri bang yusuf. Aku membantu menyiapkan meja makan. Setalah siap , kami makan siang bersama. Sudah lama sekali kami tidak makan bersama seperti ini, apalagi dengan kakak ku yang lain mungkin dalam setahun hanya beberapa kali. Kehangatan keluarga yang selalu aku rindukan.


Selesai makan, aku membantu mamah mencuci piring, kemudian bergegas mandi . Aku mengambil buku yang berada di mejaku,. buku harianku. Ku buka halaman demi halaman , sampai aku membuka halaman terakhirnya aku kaget dengan apa yang aku lihat. Dihalaman terakhir aku menulis tentang Raka. yah tentangnya , aku sungguh kaget ketika ku lihat ada sebuah tulisan tangan disana.


manis, cintamu tidak pernah salah, cintamu tak bertepuk sebelah tangan, aku jatuh cinta padamu saat pertama aku melihatmu di festival itu. Jangan pernah menangis lagi karena aku, aku mencintaimu💜💜


Aku mengernyitkan dahiku, siapa yang menulis ini. Apa mungkin Raka, ya Tuhan mungkin benar dia yang menulisnya . Aku teringat dia kemarin masuk kamarku. Beraninya dia membuka buku ku. Aku membaca lagi tulisan itu, hatiku senang entah mengapa aku berbunga-bunga melihat tulisan itu. Sekarang Raka sudah tau aku menyukai dan jatuh hati padanya. Sungguh malu sekali kalau aku harus bertemu dengan nya. Kenapa aku bisa seceroboh itu. Tapi aku tersenyum sendiri melihat tulisan itu, ternyata benar dia mengejarku , dia naksir aku dari pertama kali kita bertemu. Tapi dia sudah punya pacar bernama Nanda, bagaimana bisa dia menyukaiku. Alex benar dia hanya mempermainkanku. Hatiku kembali layu, aku bahkan bingung dengan sikap Raka. Ingin sekali aku curhat dengan sindi , aku ingin memberitahu tentang ini. Aku ingin meneleponnya, tapi hari ini dia sedang bekerja. Aku memoto tulisan itu Mengirimkan nya pada sindi.


***To Sindi


apa benar ini tulisan Raka coba kamu cari tulisan Raka.


Setelah beberapa lama akhirnya sindi membalas pesanku.


***Sindi


*melampirkan sebuah foto*iyah kayaknya itu tulisan Raka , sama percis dengan tulisan ini. Cieeee megan


***To Sindi


entahlah sindi, dia seenaknya aja corat coret di buku ku. Sampai ketemu di foodcourt, aku mau siap-siap dulu.


Waktu menunjukkan pukul 2 siang. Aku bersiap berangkat, aku berangkat lebih awal karena ingin bertemu sindi. Aku melihat ayah dan mamah sedang menonton televisi.


" mau kemana kamu?" tanya ayah.


" aku mau kerja , kenapa memang?" aku menjawabnya dengan nada kesal.


" kamu bisa tidak kalau bicara dengan ayah biasa aja jawabnya" ayah menatapku dengan tatapan kesal


" ayah bisa tidak menanyaiku dengan nada perhatian bukan nada introgasi?" aku menatap ayah .


" kamu memang tidak punya sopan santun, bagaimana ibu mu mengajarimu" ayah menatap mamah yang sedang menonton televisi.


" ayah jangan pernah menyalahkan mamah, ayah sendiri tidak bisa menjadi ayah yang baik" aku pergi meninggalkan ayah dan mamah.


Selalu seperti ini, aku sangat membencinya dia sama sekali tidak pernah menyayangiku. Apa aku dilahirkan hanya sebatas pemberian Tuhan , dia tidak bisa menjagaku sama sekali.


Dia tidak bisa memahamiku sama sekali. Ayah macam apa dia ini. Bahkan dia menyalahkan semuanya pada mamah.


#Mall xx#


Perasaan ku kacau balau saat ini, karena pertengkaranku tadi dengan ayah. Aku menaiki lift memencet tombol menuju foodcourt . Aku memasuki foodcourt tempatku bekerja. Ramai sekali hari ini, banyak pembeli berlalu lalang , kulihat sindi sangat sibuk .


Aku memasuki ruang ganti karena waktu shift ku masih lama. Tiba-tiba Resti salah satu karyawan foodcourt menghampiriku.


"megan , kamu disuruh ke ruangan manager . Pak Raka ingin menemuimu" resti berkata ramah


" ada apa sih manusia itu, aku sebenarnya tidak ingin menemuinya, dia malah menyuruhku bertemu dengannya" batinku kesal.


Dalam hatiku aku tidak ingin melihat Raka, apalagi dia mengetahui perasaanku terhadapnya, Sungguh tidak adil.Dia mengetahui isi hatiku, sedangkan aku hanya menerka-nerka . Aku bergegas ke ruang manager .


tok..tok..tok..


" permisi pak" aku mengetuk pintu


" masuk" terdengar suara Raka dari dalam ruangan.Aku membuka pintunya, dan masuk ke ruangan itu. Terlihat Raka sedang sibuk dengan komputernya.


" silahkan duduk" ucapnya


"ada apa pak?" tanyaku sopan


" hari ini Kiara tidak bisa masuk karena ada keperluan , Resti tidak bisa lembur untuk menggantikan shift kiara. Apa kamu bisa menghandle kasir mengganti kiara hari ini?" Raka menatapku dalam aku selalu terpana melihat ketampanannya.


" bisa pak" jawabku .


" baik , jadi jimmy bekerja sendirian untuk melayani pembeli, jika kamu senggang. kamu bisa membantu jimmy" Raka mengembangkan senyumnya, lesung pipitnya membuat dia menjadi lebih tampan. Aku menundukan wajahku tidak ingin terpikat jauh oleh kharisma nya.


" baik pak , kalau begitu saya permisi" aku beranjak dari kursiku ketika aku hendak membalikkan badanku tiba-tiba Raka menarik tanganku.


" megan aku suka kamu" Raka mendekatkan wajahnya , bibirnya dekat sekali dengan telingaku, membisikan kata itu. sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Mendengar perkataan itu, wajahku memerah, detak jantungku berdetak lebih cepat. Aku tersadar, aku melepaskan tangannya.


" maaf pak, saya permisi" Aku membalikan badanku. setengah berlari menuju ruang ganti. Ya tuhan kenapa hatiku bahagia sekali. Perasaanku campur aduk saat ini. Di satu sisi aku sangat bahagia namun di sisi lain aku sedih karena aku tau Raka adalah pacar Nanda sepupu alex.